Menu
RSS

Items filtered by date: November 2019

Lebih dari 130.000 Pelajar Ramaikan Penyisihan KMNR Se-Indonesia Ke-15

Foto: Pelaksanaan Tes KMNR di Solo, Jawa Tengah/Dok. KPM

Bogorplus.com - Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar perhelatan yang bertajuk “Babak Penyisihan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se-Indonesia Ke-15, Minggu (24/11/2019). Pelaksanaan kompetisi yang tersebar di 23 provinsi dan 87 Kota/Kab, diikuti lebih 130.000 peserta kelas 1 SD hingga 12 SMA.

Adapun lokasi babak penyisihan KMNR Se-Indonesia meliputi, provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Foto: Pelaksanaan Tes KMNR di Jambi/Dok. KPM

Rangkaian kegiatan KMNR Se-Indonesia Ke-15, telah dimulai sejak tahapan Uji Soal MNR. tercatat, periode 2019/2020 lebih dari 400.000 pelajar mengikuti tahapan uji soal MNR. Berdasarkan data, Uji Soal MNR periode 2016/2017 diikuti 250.718 peserta, periode 2017/2018 diikuti 323.997 peserta, dan periode 2018/2019 diikuti 352.088 peserta.

Ketua Penyelenggara, M. Fachri, mengatakan bahwa tren peningkatan animo peserta mengikuti KMNR disambut positif. ”Alhamdulillah, KMNR semakin diminati dari berbagai sekolah karena soal-soal yang unik dan dapat mengasah daya nalar siswa untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi  (Higher Order Thinking Skills), ujarnya.

"Di samping itu, hal yang paling unik dan berbeda dari gelaran KMNR adalah biaya partisipasi lomba yang menerapkan sistem metode seikhlasnya (SMS) sesuai kemampuan peserta. Diharapkan melalui Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) ini semua peserta dapat mengasah kemampuannya tanpa terhalang oleh biaya”, kata Fachri.

Foto: Pelaksanaan Tes KMNR di Ciamis, Jawa Barat/Dok. KPM

Sejak diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2006, KMNR menjadi kompetisi yang menghadirkan kesan mendalam. Karena selain menjaring bibit-bibit unggul dalam bidang matematika, kompetisi ini juga bisa menjadi jalan pembuka bagi para juara untuk mengikuti proses seleksi kompetisi internasional,  salah satunya event Indonesia International Mathematics Competition (IIMC) pada tahun 2020 mendatang.

“Seiring berkembangya ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan SDM unggul dan maju, kami menyadari bahwa proses pembinaan yang tepat menjadi sebuah keniscayaan. Oleh sebab itu, KPM terus menggali potensi anak dengan membekalinya melalui metode Matematika Nalaria Realistik (MNR). Dengan belajar MNR, diharapkan nalar siswa menjadi terasah dan dapat menuliskan jawabannya secara bertahap serta jelas. Pada proses ini, tentu akan berdampak sekali pada kehidupan nyata peserta ketika menghadapi proses pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Tim media

Read more...

KPM Membuka Asa Guru Madrasah Perkuat Kompetensi Olimpiade Matematika

Foto: Peserta Pelatihan Olimpiade Matematika Guru Madrasah (18-20 November 2019)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Wewet Priyatna merupakan salah satu dari delapan peserta Pelatihan Olimpiade Matematika asal Kota Pekalongan, tepatnya di MAN Pekalongan tempat Ia mengabdi untuk mendidik murid-muridnya.

Melihat kondisi sekarang dimana guru harus memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang ilmu Matematika, maka muncul motivasi untuk mengikuti pelatihan. Bak gayung bersambut, beberapa waktu yang lalu Ia mendapatkan informasi dari grup MGMP Matematika DKI Jakarta tentang kegiatan Pelatihan Olimpiade Matematika yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM), pada 18-20 November 2019. Dari informasi tersebut asa memperkuat kompetensi olimpiade Matematika menjadi terbuka.

“Motivasi saya mengikuti pelatihan ini karena ingin terus belajar, saya tidak mau murid saya mendapatkan ilmu dengan keterbatasan. Meskipun berasal dari daerah, Saya pun bertekad murid-murid harus memiliki masa depan dan prestasi yang membanggakan,. Namun, hal tersebut tidaklah mudah untuk diraih jika seorang guru yang merupakan ­center pembelajaran tidak banyak menguasai soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).” tuturnya.

Wewet Priyatna pun menilai program pelatihan yang digagas KPM sangat bermanfaat. Karena selain sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi Olimpiade Matematika. KPM juga memiliki nilai kehidupan berbasis cara berpikir suprarasional yang dapat menjadi sarana untuk mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat.

Sementara itu, bagi Muhidin, peserta asal Madrasah Aliyah Hamalatul Quran Alfalakiah, harapan merasakan secara langsung berlatih olimpiade akhirnya dapat terwujud. Muhidin yang selama ini lebih banyak bergelut dengan latihan soal dari modul, media online maupun media sosial, mengaku bersyukur karena dapat berlatih langsung dan dipertemukan dengan KPM. “Alhamdulillah, melalui silaturahim ini saya bisa belajar banyak dari para mentor di KPM. Semoga di lain kesempatan, jumlah peserta kegiatan pelatihan seperti ini semakin banyak diikuti dari kalangan guru Madrasah,” pungkasnya.  

Tim Media 

 

 

 

Read more...

KPM Bekali Guru Madrasah dengan Materi Olimpiade Matematika

Foto: Peserta Pelatihan Olimpiade Matematika (Madrasah Ibtidaiyah)/dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Bangsa yang maju adalah yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. SDM unggul dapat terbentuk karena adanya kemauan untuk mempelajari ilmu pengetahuan sampai setinggi-tingginya. Komitmen inilah yang ditunjukan para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) dengan mengikuti Pelatihan Olimpiade Matematika.

Pelatihan yang digagas Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan biaya seikhlasnya (sesuai kemampuan) ini terbagi ke dalam tiga gelombang, untuk gelombang pertama diikuti 20 guru Madrasah Ibtidaiyah (11-13 November 2019), gelombang kedua diikuti 9 guru Madrasah Tsanawiyah (13-15 November 2019, dan gelombang ketiga diikuti 8 guru Madrasah Aliyah (18-20 November 2019).

Foto: Peserta Pelatihan Olimpiade Matematika (Madrasah Tsanawiyah)/dok. KPM

Kepala Divisi Diklat KPM, Teguh Imam Agus Hidayat mengatakan bahwa kegiatan Pelatihan Olimpiade Matematika bagi guru Madrasah merupakan wujud komitmen KPM untuk turut andil dalam bidang pendidikan agar menciptakan generasi yang unggul.

“Saat ini sudah banyak event kompetisi di Indonesia, namun belum banyak Madrasah yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Hal inilah yang memotivasi KPM untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada guru Madrasah agar memiliki kecakapan berpikir dalam melatih soal-soal kompetisi kepada siswa didiknya,” jelas Teguh.

Foto: Peserta Pelatihan Olimpiade Matematika (Madrasah Aliyah)/dok. KPM

Agus Trinawati, Guru Matematika MTsN 1 Ketapang menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. Ia menilai pelatihan ini dapat mendorong potensi guru matematika dalam proses pembelajaran. “Saya punya mimpi, suatu saat anak-anak di daerah, khususnya Ketapang dapat bersaing di event nasional. namun sebelum menuju ke sana, seorang guru perlu didukung kompetensi yang mumpuni. Motivasi inilah yang membuat saya datang ke Bogor. Karena saya berprinsip, jangan pernah berhenti belajar dan mengamalkan ilmu yang didapat,” tuturnya.

Tim Media 

Read more...

Bang Read1 Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Pekerja Informal

Foto: dr.Eka Zhafria Murni sedang memeriksa pasien/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Sebagian masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, kerap mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan. Terlebih, mereka yang berprofesi sebagai pekerja informal, setiap memperoleh uang dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, itupun belum tentu cukup.

Melihat fenomena tersebut, Bang Read1 sebagai salah satu lembaga yang membina para pekerja informal ini berupaya memberikan layanan kesehatan gratis bagi para pekerja informal, Sabtu, (16/11/2019) lalu.

Koordinator kegiatan, Herman Hadiwijaya mengatakan bahwa selain sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, layanan konsultasi kesehatan gratis ini memliki makna mendalam, yakni setiap melakukan aktivitas harus berpegang teguh pada prinsip cara berpikir suprarasional.

“Bang Read1 sangat bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada dr.Eka Zhafria Murni yang bersedia dengan ikhlas menjadi bagian dari komunitas Bang Read1 untuk memberikan layanan kesehatan gratis. Meskipun ditengah kesibukannya, dr. Eka berkomitmen untuk berupaya menerapkan cara berpikir suprarasional melalui jalan berbagi sesuai kemampuan yang dimilikinya,” ungkap Herman.

Foto: Para pasien menunggu antrian pemeriksaan layanan kesehatan/Dok. KPM

Sang Dokter yang juga merupakan orangtua siswa kelas khusus Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menuturkan, kesediannya berbagi melalui jalan kesehatan semata-mata agar ilmunya semakin bermanfaat bagi orang lain. “Jika Pak Ridwan saja selalu berjuang lewat jalur pendidikan dengan biaya seikhlasnya dan kegiatan sosial Bang Read1, kenapa saya tidak bisa? untuk itulah saya termotivasi agar menjadi bagian dari solusi yang bisa membantu masyarakat,” terang dr. Eka.

Peserta binaan Bang Read1 dari Kampung Matematika Laladon, Ibu Ipah turut menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan terus dilanjutkan, karena pengobatan gratis ini sangat bermanfaat dan membantu meringankan beban mereka.

Sementara itu, bagi Pak Iyas yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi becak, mengaku bersyukur mendapatkan layanan kesehatan gratis. “Terima kasih Bang Read1 yang sudah mengadakan kegiatan ini, sehingga saya bisa konsultasi dan cek darah lengkap,” ujarnya.

Tim Media

Read more...

Konsep Bela Negara Kreatif untuk Generasi Milenial

Oleh: Ridwan Hasan Saputra (RHS)

Bogorplus.com, Bogor-Jawa Barat - Menanggapi ide Menteri Pertahanan, Bapak Prabowo Subianto tentang adanya komponen cadangan bela negara dari pelajar SMP dan SMA. Saya sangat menyambut baik ide tersebut dengan syarat pelaksanaannya harus kreatif dan kekinian sesuai dengan jiwa anak-anak milenial. Ide Bapak Prabowo ini mengingatkan saya tentang konsep penerapan Bela Negara yang kreatif yang awal mulanya dilaksanakan di Kodim 0620/kabupaten Cirebon dan Kodim 0606/Kota Bogor. Program kreatif ini bernama Wisata Matematika Bela Negara (WMBN).  Program ini memadukan unsur-unsur Bela Negara dan Matematika serta dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan. Pada Program ini, para pelajar datang ke Makodim dan dibina oleh anggota TNI selama setengah hari. Program ini berlangsung sekitar tahun 2017 dimana Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon pada saat itu adalah Letkol Inf Irwan Budiyana dan Komandan Kodim 0606/kota Bogor pada saat itu adalah Letkol Arm Doddy Suhardiman.

Foto: Kegiatan Wisata Matematika Bela Negara di Makodim 0606/Kota Bogor/Dok. KPM

Sebelum membuat tulisan ini saya telah membaca modul yang berisi seratus lebih testimoni dari para pelajar yang mewakili ribuan pelajar yang telah mengikuti program ini. Mereka sangat antusias dan senang mengikuti program ini. Mereka merasakan Program Bela Negara yang dikemas dalam bentuk Wisata Matematika Bela Negara, membuat mereka menjadi paham tentang bela Negara karena pelaksanaannya tidak menghadirkan suasana yang membosankan dan menegangkan. Melalui Permainan Matematika Bela Negara, mereka dapat lebih memahami tentang Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Sejarah Perjuangan Bangsa. Sebenarnya, masih banyak testimoni positif dari para peserta yang tidak bisa dituliskan di sini. Hal ini menunjukan bahwa program ini sangat bermanfaat dan diminati pelajar.

Foto: Pelajar Kota Bogor menjajal Permainan Matematika Bela Negara/Dok. KPM

Selain itu, Program Wisata Matematika Bela Negara juga sudah mendapat respon positif dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.  Pada waktu itu, Asisten Teritorial KASAD, Mayjen TNI Widagdo Hendro Sukoco telah menjadikan program ini menjadi program KASAD di masa kepemimpinan Jenderal TNI Mulyono. Sebelum dikenalkan kepada para pelajar, perwakilan Babinsa di setiap Kodim di seluruh Indonesia mendapatkan training for trainers untuk menjadi fasilitator Wisata Matematika Bela Negara yang pelaksanaannya di masing-masing Komando Daerah Militer (KODAM). Tidak hanya unsur dari Babinsa saja yang dilibatkan dalam program ini, para prajurit dari Kostrad dan Kopassus pun dilatih untuk menjadi fasilitator Wisata Matematika Bela Negara. Setelah mengikuti proses pelatihan, para Babinsa harus mempraktikkan program ini di masing-masing Kodim dan kegiatan Wisata Matematika Bela Negara ini pun disambut positif insan pendidik, terbukti sudah lebih ratusan sekolah mengikuti kegiatan Wisata Matematika Bela Negara. Video kegiatan Wisata Matematika Bela Negara dapat disaksikan pada Channel Youtube KPM Seikhlasnya.

Setelah satu hingga dua tahun dikenalkan, sayangnya program ini tidak berlanjut secara nasional. Harapannya, para pelajar di seluruh Indonesia dapat mengikuti program Wisata Matematika Bela Negara yang dilaksanakan di seluruh Kodim di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan TNI sebagai pelaksana program ini, belum mendapatkan dukungan penuh oleh Kemhan dan Kemdikbud. Sehingga, proses pembinaan bela negara pada saat itu belum fokus  untuk menyasar pada pelajar SMP dan SMA.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (RHS) melatih Permainan Matematika Bela Negara kepada anggota TNI di Makodim 0620/Kabupaten Cirebon/Dok. KPM

Semoga dengan adanya keinginan Menteri Pertahanan saat ini untuk menyiapkan komponen cadangan bela negara dari pelajar SMP dan SMA, serta adanya respon positif dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bisa membuat  program Wisata Matematika Bela Negara ‘bangkit kembali dari kuburnya’. Tanpa adanya dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program Wisata Matematika Bela Negara ini tidak bisa berjalan. Sebab, program ini butuh akses ke sekolah dan dana operasional agar program ini bisa berjalan berkesinambungan.

Hal yang menjadi bahan pertimbangan perlunya program Wisata Matematika Bela Negara dibangkitkan kembali adalah karena program ini sudah terbukti bermanfaat dan efektif membuat anak-anak milenial dapat memahami dan ikut serta dalam bela negara. Para pembinanya sudah siap dan tersebar di seluruh Indonesia yaitu anggota TNI, khususnya babinsa di berbagai daerah. Sehingga program bisa langsung digerakkan sebagai program nasional.

Semoga Bapak Prabowo dan Mas Nadiem membaca tulisan ini.

Bogor, 15 November 2019

Ridwan Hasan Saputra

(Pemerhati Bela Negara )

Read more...

Kolaborasi K3S Samarinda & KPM Gelar Pembinaan Olimpiade MIPA


Foto: Pelatihan Pembimbing Olimpiade MIPA/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kota Samarinda, Kalimantan Timur – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pelajar menjadi aset utama sebagai bekal dalam menghadapi era persaingan global. Realitas tersebut semakin menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Berbagai inovasi terus didorong para insan pendidik untuk mewujudkan proses pembelajaran Matematika dan IPA (MIPA) yang mampu mengasah keterampilan berpikir siswa. Salah Satu upaya yang dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Dasar Kota Samarinda adalah bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam menggelar Pelatihan Pembimbing Olimpiade Matematika dan IPA yang dihadiri 100 guru SD Swasta Se-Kota Samarinda, bertempat di Kantor Erlangga, pada 13-15 November 2019.

Foto: Kadisdik Kota Samarinda (tengah) menyampaikan sambutan dan membukan acara pelatihan/Dok. KPM

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, H. Asli Nuryadin mengatakan bahwa esensi pendidikan yang maju adalah mampu berpikir diluar kebiasaan (out of the box). “Kebijakan saya ini terbilang tidak popular karena diluar dari kebiasaan. Namun, untuk meraih sukses butuh sebuah pengorbanan dan perjuangan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

H. Asli Nuryadin menegaskan bahwa untuk merubah peradaban pendidikan harus dimulai dari diri sendiri, sedangkan sekolah dan pemerintah hanya sebagai fasilitator. Di samping itu, yang terpenting adalah niat. “Kalau nawaitunya tidak dari kita sendiri, pasti akan sulit,” tegasnya.

Senada dengan Kadisdik Kota Samarinda, Ketua Pelaksana Pembinaan, Yeny Duwi Seviawati berharap kegiatan dapat menumbuhkembangkan pengetahuan para guru untuk membina siswa di bidang olimpiade MIPA. “Saya berkeyakinan jika para guru terus mengeksplor kemampuan di bidang olimpiade, InsyaAllah kualitas siswa di Samarinda akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

KOMPI 2019: Hadirkan Solusi Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Milenial

Foto: Kasie Kurikulum & Pengembangan Program (SD) YPI Al Azhar, Subari, membuka acara babak final KOMPI 2019/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar menaruh harapan besar dari perhelatan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) 2019 yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Setidaknya, ada dua makna mendalam bagi YPI Al Azhar dari perhelatan perdana tersebut.

“Pertama, KOMPI menjadi sebuah solusi dalam menjawab tantangan pendidikan di era milenial. Kedua, Konsep Sistem Metode Seikhlasnya dan Matematika Nalaria Realistik (MNR) menjadi ciri khas Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam mewarnai dunia pendidikan di Indonesia,” ungkap Kasie Kurikulum dan Pengembangan Program (SD), Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar, Subari, dalam kesempatan wawancara pada babak final KOMPI 2019, di SDI Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Minggu (10/11/2019).

Subari mengatakan bahwa penyelenggaraan KOMPI 2019 ini dianggap sebagai momentum penting bagi dunia pendidikan. “KOMPI ini merupakan cara out of the box yang digagas KPM. Sudah sepatutnya dunia pendidikan harus mengusung konsep pendidikan agama dan umum seperti yang dilakukan KPM, sehingga makna mendidik yang menitikberatkan pada perbaikan moral, nalar, dan intelektual dapat terwujud.

Selain itu,  yang menjadi daya tarik dari perhelatan KOMPI adalah Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) “Konsep yang dibangun KPM selama ini adalah konsep seikhlasnya, itulah yang menjadi inspirasi kami dalam menghadirkan pendidikan dengan penuh keikhlasan. Karena sejatinya, salah satu adab di dalam menuntut ilmu itu adalah semata-mata mengharap ridho Allah SWT, maka dalam proses majlis ilmu, baik murid maupun guru harus memiliki kesamaan niat, yakni mengharapkan ridho Allah SWT, ” tegas Subari.

Tim Media 

Read more...

YPI Al Azhar Tuan Rumah Perhelatan Nasional “KOMPI 2019”

Foto bersama Presiden Direktur KPM (keempat dari kiri) dan Kasie Kurikulum,  Pengembangan Program (SD) YPI Al Azhar, Subari (Keempat dari kanan), dan Kepala SDI Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Hj. Yana Rodiyanah (ketiga dari kanan)/Dok. KPM

Bogorplus.com- Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – Perhelatan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) Tahun 2019, resmi berakhir dengan digelarnya babak final yang dihadiri 898 peserta pada hari Minggu, 10 November 2019. Dibalik kesuksesan tersebut, SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru dan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar memiliki peran penting karena telah memberikan dukungan sebagai tuan rumah.  

Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ridwan Hasan Saputra (RHS) menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar karena telah mendukung pada perhelatan KOMPI 2019.

“Terima kasih kepada YPI Al Azhar dan SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru yang telah memberikan dukungan menjadi tuan rumah pada perhelatan KOMPI 2019, Semoga Allah Swt senantiasa memberikan rahmat kepada keluarga besar YPI Al Azhar” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.

Sementara itu, Kasie Kurikulum dan Pengembangan Program (SD), Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar, Subari, turut bangga karena lembaganya bisa membantu dan memfasilitasi Klinik Pendidikan MIPA dalam menggelar KOMPI 2019.  

Foto: Suasana babak final KOMPI 2019/Dok. KPM.

“Kalau saya bilang, di dalam darah saya ada KPM, sehingga kami sangat mensupport pelaksanaan KOMPI 2019 yang bertempat di SDI Al Azhar 1 Kebayoran Baru. Selain itu, KPM dan Al Azhar memiliki kesamaan visi-misi dalam mewujudkan generasi berkualitas. Saya menilai Klinik Pendidikan MIPA (KPM) punya format yang bagus melalui KOMPI ini,” Imbuh Subari.

Subari berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik karena merupakan bagian dari ikhtiar YPI Al Azhar dan KPM dalam melahirkan generasi yang beradab dan memiliki kecerdasan intelektual.

Tim Media

Read more...

Tim KPM Raih 17 Medali Emas pada Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional

Bogorplus.com, Bogor, Jawa Barat – Kontingen Pencak Silat Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil menyabet prestasi membanggakan dengan meraih 17 medali emas dan 19 medali perak pada kejuaraan Bogor Silat Championship Serie 2  yang digelar pada 02-03 November 2019, bertempat di GOR Padjajaran Kota Bogor.

“Kontingen Satria Muda Indonesia Unit Klinik Pendidikan MIPA mengirimkan sebanyak 36 atlet yang terdiri dari 26 atlet usia dini (Sekolah Dasar) dan 8 atlet pra-remaja (Sekolah Menengah Pertama),” ungkap Rian Ardiansyah selaku Pelatih dalam keterangan pers.

Bogor Silat Championship Serie 2, dikatakan Rian, merupakan kejuaraan pencak silat tingkat nasional antar sekolah, perguruan dan klub yang digelar Komunitas Uncal Bogor bekerjasama dengan Pengurus Besar IPSI dan Pengprov IPSI Jawa Barat dan IPSI Kota Bogor.

“Dari perhelatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi para peserta untuk merasakan pengalaman bertanding dan berkesempatan memajukan prestasinya ke jenjang pertandingan selanjutnya serta terciptanya bibit-bibit berbakat yang memiliki prestasi di daerah, nasional bahkan mendunia,” ujarnya.

Rian menambahkan prestasi yang didapat dari kejuaraan ini, merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan para atlet dalam berlatih, dan dukungan orangtua siswa. Dia berharap capaian tersebut bisa terus dipertahankan dan bisa memotivasi atlet lainnya meraih prestasi.

Read more...

Lomba Matematika Terbesar di Indonesia “KMNR 15” Siap digelar

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Kompetisi Matematika Nalari Realistik (KMNR) Se-Indonesia Ke-15 kembali digelar tahun ini. perhelatan yang digagas Klinik Pendidikan MIPA (KPM) akan menggelar babak penyisihan pada hari Minggu, 24 November 2019.

KMNR ke-15 merupakan salah satu lomba terbesar yang diikuti ratusan ribu siswa dari seluruh Indonesia. Ketua Pelaksana KMNR, M Fachri, mengatakan, daya tarik dari kompetisi ini adalah penyajian soal-soal yang unik dan menantang daya nalar atau keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill), sehingga menjadikan KMNR sangat diminati oleh para siswa pecinta matematika kelas 1 SD sampai 12 SMA.

"Di samping itu, hal yang paling unik dan berbeda dari gelaran KMNR adalah biaya partisipasi lomba dengan menerapkan sistem metode seikhlasnya (SMS) sesuai kemampuan peserta,” Diharapkan dengan lomba ini semua peserta dapat mengasah kemampuannya tanpa terhalang oleh biaya”, kata Fachri.

Format kompetisi ini dimulai dari tingkat sekolah (uji soal), kota/kabupaten (penyisihan), provinsi (semi final), dan tingkat nasional (final). Pada periode September-Oktober 2019, tercatat, lebih dari 400.000 pelajar mengikuti tahapan uji soal MNR.

Berdasarkan data dari Klinik Pendidikan MIPA, tren peningkatan animo peserta mengikuti Uji Soal MNR cukup signifkan. Periode 2016/2017 diikuti 250.718 peserta, periode 2017/2018 diikuti 323.997 peserta, dan periode 2018/2019 diikuti 352.088 peserta.

Bagi pelajar Indonesia yang ingin mengasah kemampuan dan menjajal kompetisi matematika berbasis Matematika Nalaria Realistik (MNR), segera daftarkan sekolahmu di ajang babak penyisihan KMNR Se-Indonesia Ke-15. Narahubung 08128546962 (Bapak Tri).

Tim Media 

Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom