Menu
RSS

Items filtered by date: February 2019

Sinergi KPM dan Al Azhar Syifa Budi Cibinong Wujudkan Generasi Suprarasional

Foto: Motivator Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Generasi yang hebat tak cukup hanya diukur dari reputasi dan karyanya saat ini. Tetapi, bagaimana menyiapkan generasi penerus yang setara atau lebih hebat dari zamannya hidup. Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan visinya untuk meninggikan derajat manusia memiliki komitmen untuk mempersiapkan generasi sekarang agar bisa berhasil di masa depan. Caranya, melatih kecakapan bernalar anak melalui Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan melakukan pembiasaan untuk menambah tabungan jiwa melalui pengembangan cara berpikir suprarasional.

Cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang menjadikan hal yang tidak tampak atau gaib menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam mengambil keputusan (Saputra, 2017). Menyadari bahwa cita-cita mewujudkan generasi suprarasional bukan perkara mudah, KPM menjalin sinergi dengan lembaga-lembaga yang sevisi, salah satunya Al Azhar Syifa Budi Cibinong. Hal ini terungkap saat pelaksanaan kegiatan pelatihan motivasi Ujian Nasional (UN) dengan cara berpikir suprarasional yang melibatkan ratusan siswa kelas 9 SMP di Al Azhar Syifa Budi Cibinong beberapa waktu lalu (22/02/2019). Penulis buku best seller ‘Cara Berpikir Suprarasional’, Ridwan Hasan Saputra (RHS) langsung hadir dan memberikan kiat-kiat sukses UN dengan cara berpikir suprarasional kepada para siswa kelas 9 SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong. Acara itu pun dihadiri Pelaksana Harian Yayasan Al Azhar Syifa Budi Cibinong, Dr. H. Edy Junaedy Sastradiharja, M. Pd.

Dalam keterangan persnya, Pak Haji Edy—sapaan akrab-- menjelaskan dasar pemikiran mengundang KPM untuk memberikan pembekalan kepada para siswanya jelang menghadapi UN. KPM telah terbukti menjadi lembaga yang eksis berkiprah dengan pengembangan MNR dan SMS. Al Azhar Syifa Budi Cibinong yang berfokus pada pengembangan kualitas SDM berbasis akhlak tertarik membangun kemitraan strategis dengan KPM. “KPM terbukti memiliki keunggulan dalam pembinaan anak-anak di bidang olimpiade matematika dan IPA. Kami akan terus menjalin kerja sama dengan KPM agar anak-anak Al Azhar Syifa Budi Cibinong memiliki kualitas yang paripurna, hebat di bidang MIPA dan akhlaknya yang mulia.” ujar staf pengajar di Institut PTIQ Jakarta ini.

Tim Media

Read more...

Merangkai Harapan bersama Sekolah Orang Suprarasional

Foto: Pelatihan Sekolah Orang Suprarasional di Kampung Matematika Laladon/Dok. KPM

Penulis: Asep Sapa’at 

Di tangan lembaga tepat, masalah berubah menjadi peluang. Perumpamaan amat menarik untuk menggambarkan kiprah Sekolah Orang Suprarasional, sebuah gagasan program dari penulis buku best seller Cara Berpikir Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra tentang ikhtiar pemberdayaan bagi kalangan dhuafa.

Buku BEST SELLER Cara Berpikir Suprarasional Karya Ridwan Hasan Saputra, dapatkan di KPM Mart (pesan disini)

Kedhuafaan seseorang atau kelompok orang bisa disebabkan karena dua hal, dampak kebijakan atau kekeliruan cara berpikir orang/kelompok orang tersebut. Apa pun penyebabnya, solusi mesti diikhtiarkan. Mengapa demikian? Karena dalam waktu mendatang, kondisi ini bisa menjadi beban bagi bangsa.

Masyarakat yang dhuafa cenderung dianggap masalah. Namun, masalah ini bisa diubah menjadi peluang untuk berbuat kebajikan oleh Sekolah Orang Suprarasional. Sekolah Orang Suprarasional merupakan program Read1 Human School yang berfokus untuk membantu persoalan hidup kaum dhuafa dan membina mereka agar menjadi orang-orang beruntung. Dalam konsep suprarasional, orang-orang beruntung adalah mereka yang memiliki dan mampu mendayagunakan potensi dirinya—fisik, akal, hati—sehingga bisa menyelesaikan segala permasalahan hidup yang terjadi. Orang-orang beruntung tak menjadi beban buat orang lain. Bahkan, mereka bisa memberikan manfaat kepada sesamanya.

Untuk mewujudkan gagasan pemberdayaan kaum dhuafa, program Sekolah Orang Suprarasional mulai membina masyarakat dhuafa di lingkungan RW 04 Kampung Matematika Laladon. Mesjid dijadikan pusat kegiatan pemberdayaan. Melalui proses komunikasi dan koordinasi dengan perangkat RW serta tokoh masyarakat, ada proses pengkajian data saat pemilihan warga yang berhak mengikuti program ini. Hal ini dilakukan agar bantuan bisa tepat sasaran.

Foto: Trainer Sekolah Orang Suprarasional, Drs. H. Moh Arodhi/Dok. KPM

Inti dari program Sekolah Orang Suprarasional, peserta program mendapatkan bekal ilmu cara berpikir suprarasional. Para peserta diajak berkomitmen untuk menerapkan ilmu cara berpikir suprarasional dalam kehidupan keluarga mereka masing-masing. Hal ini terus dilakukan secara berkala. Tujuan akhirnya adalah memperbaiki cara berpikir peserta program sehingga mereka bisa mengubah nasib mereka karena kualitas cara berpikir dan sikap hidup yang telah berubah menjadi lebih baik.

Jika awalnya jarang beribadah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, sekarang mulai rajin dan rutin beribadah. Jika selama ini kurang mensyukuri nikmat, sekarang lebih bisa bersyukur dan menjalani hidup tanpa keluh kesah. Jika awalnya malas bekerja, sekarang mulai berpikir untuk mulai bekerja dengan cara-cara yang halal dan baik. Bisa dibayangkan, jika yang melakukan perubahan diri ini terjadi pada sosok ayah dan ibu dalam keluarga inti, anak-anak akan mendapatkan dampak positif dari perubahan baik tersebut. Akhirnya, inilah cita-cita besar Sekolah Orang Suprarasional bagi kaum tak berdaya. Merangkai harapan untuk menjadi orang-orang beruntung. Dan jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari ikhtiar perbaikan bagi kaum dhuafa ini, mari urun rembug di program Sekolah Orang Suprarasional.   

Read more...

27.000 Lebih Peserta Bersaing di Semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-14

Foto: Perhelatan semifinal KMNR Se-Indonesia Ke-14 di wilayah Jombang, Jawa Timur/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA, lembaga penyelenggara pendidikan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dengan ciri khas Sistem Metode Seikhlasnya (SMS), teguh berkomitmen untuk turut ambil bagian dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. 

Untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat anak di bidang matematika, serta  meningkatkan kualitas bernalar anak-anak Indonesia, Klinik Pendidikan MIPA menyelenggarakan semifinal Kompetisi Matematika Nalaria  Realistik (KMNR) ke-14 serentak 24 Februari 2019 lalu di 32 Kota/Kabupaten di 18 provinsi. Tercatat ada 27.426 peserta yang merupakan siswa dari kelas 1 Sekolah Dasar sampai  siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas yang berhasil menembus babak semifinal. Para semifinalis ini telah berhasil melewati babak penyisihan KMNR ke-14 yang diikuti oleh 88.546 peserta.

M. Fachri, ketua pelaksana KMNR ke-14 mengatakan, “Kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk menguji kemampuan matematika siswa, tetapi melatih kejujuran serta membina jiwa pantang menyerah.” Pria alumnus Institut Pertanian Bogor ini pun berharap lewat pelaksanaan KMNR ke-14, anak-anak Indonesia bisa terus mengasah kemampuan matematika mereka dan mampu berprestasi di kompetisi matematika level nasional dan level internasional.

Foto: Perhelatan semifinal KMNR Se-Indonesia Ke-14 di wilayah Bogor, Jawa Barat/Dok. KPM

Dengan sistem metode seikhlasnya, penyelenggaraan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik memasuki tahun keempat belas. Klinik Pendidikan MIPA berharap kompetisi ini dapat diikuti dan menjangkau siswa dari beragam latar belakang ekonomi.  Bahkan, kompetisi ini mampu melahirkan para juara baru di bidang matematika dan mampu mendorong perubahan kualitas pendidikan matematika di Indonesia.

Tim Media

Read more...

Bangsa Besar adalah Bangsa Suprarasional

Penulis: Asep Sapa’at (Penikmat Cara Berpikir Suprarasional)

Resensi Buku
Judul : Cara Berpikir Suprarasional
Penulis : Raden Ridwan Hasan Saputra
Penerbit : PT Pustaka Abdi Bangsa) Jakarta
Cetakan : Pertama, April 2017

Tebal : X + 178 halaman

ISBN : 978-602-08226-6-2

Kualitas cara berpikir bisa menentukan kualitas kehidupan suatu masyarakat di suatu bangsa. Baik kualitas cara berpikirnya, baik pula kualitas hidupnya.

Sebaliknya, rusaknya nalar dan cara berpikir bisa memengaruhi terjadinya kerusakan dalam kehidupan. Ada empat cara berpikir manusia, yaitu cara berpikir natural, rasional, supranatural, dan suprarasional (hlm. 6).

Berdasarkan pengalaman nyata yang dialami penulis buku, cara berpikir suprarasional berpotensi membuat seseorang menjadi orang besar. Hal ini pun berlaku bagi suau bangsa yang bercita-cita menjadi bangsa yang besar.

Cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai ketika menghadapi masalah yang sangat sulit bahkan tidak bisa diselesaikan dengan cara berpikir rasional. Saat kebuntuan dihadapi, orang suprarasional meminta pertolongan kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini.

Dulu, bangsa Indonesia adalah bangsa yang menikmati hasil dari cara berpikir suprarasional. Secara rasional, bangsa Indonesia tidak mungkin bisa mengalahkan penjajah yang memiliki kekuatan persenjataan canggih. Namun, keyakinan para pejuang kemerdekaan kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi modal utama dalam nafas perjuangan bangsa di masa perjuangan kemerdekaan.

Semua elemen bangsa bersatu padu dan bahu-membahu mengorbankan jiwa dan raga mereka tanpa pamrih. Semua demi satu tujuan: kemerdekaan Indonesia. Akhirnya, wujud adanya peran Allah Swt dalam kemerdekaan bangsa Indonesia secara tersurat dituangkan dalam pembukaan UUD 1945, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa...” (hlm. 12).

Namun seiring berjalannya waktu, bangsa Indonesia didera persoalan besar. Masyarakat Indonesia cenderung menanggalkan cara berpikir suprarasional dalam kehidupan. Pemimpin tak bervisi. Politisi dan penegak hukum korup. Cendekiawan menggadaikan integritas. Pebisnis tamak.

Penulis sangat fasih memberikan ilustrasi adanya masalah cara berpikir manusia Indonesia dalam menjalani kehidupan. Mengapa bantuan modal usaha dari pemerintah tidak berhasil memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat?

Mengapa ada orang pintar tetapi tidak sukses? Mengapa ada sarjana yang menganggur? Mengapa banyak pejabat yang korupsi? Mengapa semakin banyak sekolah berdiri, semakin banyak lulusan yang tak terdidik? Jawabnya, karena kita salah memilih majikan. Kita menjadikan kekayaan, jabatan, kekuasaan, popularitas menjadi tuan kita. Saat tuan berubah menjadi Tuhan baru bagi masyarakat Indonesia, masalah datang silih berganti dan entah kapan bisa diakhiri.

Menjadikan Allah atau Tuhan sebagai majikan adalah pilihan cerdas bagi seseorang atau suatu bangsa. Hanya orang suprarasional yang mau dan mampu melakukannya. Dalam hidupnya, karyawan Allah atau Tuhan akan mengalami kondisi berkecukupan atau berkelimpahan (hlm. 15).

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya...” Pesan di lagu Indonesia Raya sangat jelas dan tegas. Bangsa Indonesia harus membangun jiwa dan raga secara seimbang. Pemerintah harus menyadari dan aktif mengembangkan program pemenuhan kebutuhan raga—pangan, sandang, papan--dan kebutuhan jiwa masyarakat Indonesia. Dalam bukunya, penulis menyebutkan kebutuhan raga menghasilkan tabungan raga (uang) dan kebutuhan jiwa menghasilkan tabungan jiwa (pahala).

Buku BEST SELLER Cara Berpikir Suprarasional Karya Ridwan Hasan Saputra, dapatkan di KPM Mart (pesan disini)

Tabungan raga bersifat terbatas. Contoh, jika kita ingin membeli sepeda motor senilai Rp 15.000.000,00 dan kita memiliki uang Rp 16.000.000,00, kita bisa memiliki sepeda motor tersebut. Sebaliknya, jika kita memiliki uang kurang dari Rp 15.000.000,00, otomatis kita tak bisa membeli sepeda motor tersebut.

Lain halnya ketika kita bicara tabungan jiwa. Saat seseorang terlahir dari keluarga miskin, dia masih punya kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Saat dia rajin beribadah kepada Tuhan, semangat menuntut ilmu, hormat pada guru, menolong orang lain yang sedang membutuhkan, maka semua kebaikan yang dilakukan bisa menghasilkan tabungan jiwa.

Tabungan jiwa bisa dikonversi dalam bentuk harta, ilmu, keberhasilan hidup, dan sebagainya. Tegasnya, orang yang memiliki surplus tabungan jiwa karena keikhlasan dalam berbuat kebaikan, niscaya dia akan mendapatkan apa pun yang diharapkannya. Tabungan jiwa tidak hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga kebutuhan nonmateri (rumah tangga harmonis, anak-anak pintar dan saleh, para pejabat jujur, para pemimpin berlaku adil, rakyat sejahtera, bangsa beradab, dan sebagainya).

Indonesia terus meniti jalan takdirnya menjadi sebuah bangsa. Bangsa yang gemah ripah loh jinawi tetapi punya utang. Bangsa yang berlimpah sumber daya alam namun masyarakatnya miskin. Anomali.

Bangsa Indonesia harus hijrah menjadi bangsa suprarasional. Pemimpin bangsanya kompeten dan visioner. Politisinya berkarakter negarawan. Penegak hukumnya berintegritas. Cendekiawannya jujur. Para pengusahanya bertanggung jawab dan tidak serakah.

Saat cara rasional sudah dilakukan dan menemui jalan terjal untuk menyelesaikan beragam persoalan bangsa, hijrah menjadi bangsa yang berpikir suprarasional wajib diikhtiarkan.

Bangsa suprarasional memiliki surplus tabungan jiwa karena semua elemen masyarakatnya ‘kecanduan’ berbuat kebajikan. Pemimpinnya adil, masyarakatnya sejahtera. Tatanan kehidupan berjalan harmoni. Sesama elemen bangsa saling menolong dan menenun kebaikan. Hanya dengan cara inilah kita bisa merawat Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Tulisan ini pernah tayang di Tribun Sumsel edisi Minggu, 11 Februari 2018

Read more...

KPM dan Generasi Muda Suprarasional

Foto: Kelas Istimewa KPM/Dok. KPM

Penulis: Usman Hasan Saputra

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Mempunyai anak yang cerdas tentulah menjadi dambaan setiap orang tua. Tapi, apakah cerdas saja cukup? Ternyata tidak. Akhlak dan karakter adalah salah satu kelengkapan bagi pribadi setiap anak yang pada akhirnya akan memegang peranan penting bagi arah kehidupan si anak di masa depan.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai lembaga pelatihan dengan konsep seikhlasnya telah mengembangkan suatu metode pembelajaran yang menggabungkan pelatihan kecerdasan matematika dengan pembinaan akhlak serta pengembangan karakter suprarasional. Metode ini telah dijalankan dalam bentuk suatu kelas yang dinamakan kelas istimewa.

Siswa yang ikut dalam program kelas istimewa dibimbing langsung oleh Presdir KPM, Bapak Ridwan Hasan Saputra, seorang pelatih olimpiade matematika yang telah melahirkan banyak siswa berprestasi kelas dunia. Selain itu, mereka juga akan dibina sisi akhlak dan karakternya agar menjadi suprarasional oleh para pembina dan motivator suprarasional KPM yang telah berpengalaman dalam membina siswa di berbagai daerah di Indonesia.

Kombinasi pembelajaran matematika kelas dunia digabung dengan berbagai permainan dan motivasi suprarasional akan membuat para siswa betah berlama-lama di lokasi belajar bahkan dari sore hingga malam hari. Bahkan para orang tua pun ikut aktif dalam kegiatan dengan memberikan dukungan dan bersedia menunggu anak-anak hingga acara usai.

Anak-anak yang berdedikasi tinggi ditambah dengan keikhlasan para orang tua yang bersedia menemani adalah suatu proses sinergi positif yang akan menghasilkan manfaat  dan dampak besar bagi bangsa ini.  Proses inilah yang diharapkan akan menjadikan anak-anak ini menjadi generasi muda Indonesia yang cerdas dan berakhlak baik serta berkarakter suprarasional.

Tim Media

Read more...

Program Kelas Istimewa Tumbuhkan Semangat Belajar Tiada Henti

Foto: Kelas Istimewa KPM/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Sejak program kelas istimewa digulirkan pada hari Rabu (13/02) lalu, memiliki kesan dan daya tarik tersendiri bagi orangtua dan siswa Klinik Pendidikan MIPA (KPM) untuk datang ke Bogor. Lantas, apa daya tarik program kelas istimewa bagi orangtua siswa KPM?

Salah satu orangtua siswa kelas istimewa, Ibu Nurpiah berbagi kisah tentang keikutsertaan putrinya dalam program kelas istimewa. Ia menyampaikan penjelasan mengapa tetap istiqomah datang ke Bogor. Rupanya, faktor manfaat penerapan cara berpikir suprarasional yang membuat Ibu Nurpiah mendukung penuh putrinya, Nisrina Fathiyya untuk belajar di Bogor (kelas istimewa).

“Belajar di KPM itu tak hanya fokus pada aspek akademik saja, melainkan banyak sekali pesan moral yang dapat menumbuhkan motivasi anak agar belajar lebih giat,” ungkap Ibu Nurpiah.

Lalu, bagaimana cara menjaga ritme semangat belajar? Ibu Nurpiah menegaskan dan berpegang teguh pada prinsip “Kejarlah akhiratmu, maka dunia akan mengikutimu. Harus diakui, semangat belajar kadang-kadang bisa menurun hingga membuat sulit fokus, yang bisa kita lakukan hanyalah menanamkan komitmen dan memasukkan nilai-nilai positif agar anak terus belajar dan belajar,” imbuh Ibu Nurpiah.

Tim Media

 

Read more...

Strategi KPM Merawat Generasi Muda melalui Program Kelas Istimewa

Foto: Suasana belajar kelas istimewa KPM/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Generasi muda aset berharga suatu bangsa. Oleh karena itu, sangat penting merawat generasi muda agar bisa melanjutkan tongkat estafet perjuangan di masa depan.

Sejalan dengan hal tersebut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) memiliki komitmen untuk mewujudkan manusia agar memiliki cara berpikir suprarasional dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) melalui program kelas istimewa.

Kepala Divisi Pendidikan, Siti Khoerunnisa menjelaskan bahwa program kelas istimewa dihadirkan untuk membentuk siswa yang memiliki nilai-nilai karakter dan cerdas secara ilmu pengetahuan agar menjadi aset berharga untuk masyarakat dan bangsa.

“Selain aktivitas belajar di setiap hari Sabtu, siswa kelas khusus yang terpilih di kelas istimewa difokuskan mendapatkan pembinaan agar memiliki visi hidup yang baik untuk masa depan mereka,“ kata Ibu Nisa (sapaan akrabnya).

Program kelas istimewa ini dikemas dalam bentuk aktivitas belajar matematika selama satu semester (sesuai jadwal yang telah ditentukan). Selain proses KBM, kegiatan pembinaan juga dilengkapi sesi motivasi suprarasional.

Meski acara berlangsung dari sore hingga malam hari, tak menyurutkan antusias pelajar dan orangtua siswa. Mereka menunjukkan dedikasi tinggi untuk bersinergi merawat generasi muda yang memiliki karakter suprarasional.

Tim Media

Read more...

Nilai Budaya KPM

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Apa yang membuat sebuah organisasi mampu bertahan ditengah pusaran dinamika perubahan yang semakin cepat dan tak terprediksi? Jawabnya values atau tata nilai. Tata nilai mesti melekat dan diterapkan oleh seluruh manajemen, karyawan, mitra kerja, dan para pemangku kepentingan. Nilai-nilai ini akan menjadi panduan organisasi dalam melangkah dan membentengi diri ketika menghadapi goncangan yang datang dari dalam maupun dari luar organisasi.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai sebuah lembaga nirlaba di bidang pendidikan memiliki nilai budaya yang dikembangkan sesuai jati dirinya. Ridwan Hasan Saputra, pendiri KPM pernah berujar, “Prestasi dan reputasi apa pun mustahil bisa dicapai tanpa istiqamah (upaya terus-menerus) serta latihan intensif dan disiplin. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan siswa yang berlangsung di KPM, untuk mencetak siswa-siswi yang mampu berprestasi dan berkompetisi, KPM selalu menekankan aspek istiqamah, latihan, dan disiplin dalam belajar.

KPM tidak segan-segan mengeluarkan siswanya yang tidak berdisiplin. Ketegasan ini  tidak hanya diterapkan kepada para siswa KPM saja, namun diterapkan juga kepada para orangtua siswa dan segenap warga KPM lainnya, termasuk guru dan karyawan sebagai salah satu pilar yang harus menunjukkan kinerja yang baik. Langkah ini mendorong semangat belajar dan mewujudkan suasana kondusif dalam upaya mencapai tujuan KPM, khususnya dalam upaya pencapaian tujuan belajar siswa.

Foto: Logo Klinik Pendidikan MIPA/Dok. KPM

KPM juga berupaya membangun sinergi positif dengan orangtua siswa agar bisa mengantarkan anak-anak menapaki puncak keberhasilan. Keberhasilan yang dikehendaki KPM adalah keberhasilan yang dicapai dengan cara yang benar dan digunakan untuk tujuan yang benar. Keberhasilan seperti itu hanya bisa diraih dengan niat yang ikhlas. KPM menyadari bahwa kerap kali niat baik bisa dibelokkan oleh kekuatan buruk yang bertujuan untuk menggagalkan pencapaian cita-cita mulia. Oleh karena itu, dalam proses belajar siswa diperlukan ketegasan dan kedisiplinan disertai latihan yang sungguh-sungguh dan berulang-ulang, agar tidak terpalingkan dari jalan yang lurus. Keteraturan dan ketertiban mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang ditegakkan untuk menanamkan kesadaran dan membentuk kebiasaan yang baik.

18 tahun sudah KPM berkiprah dan tetap teguh menunaikan tugas suci bagi ibu pertiwi, yaitu melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Nilai ikhlas, tegas, dan puas menjadi realitas yang dipraktikkan dalam keseharian di lingkungan inernal KPM. Ikhlas berarti melakukan pekerjaan dengan senang hati. Tegas berarti menghindarkan diri dari segala hal dan kemungkinan yang tidak baik serta dalam menjaga lingkungan yang kondusif. Puas artinya bahagia mendapatkan hasil terbaik dari ikhtiar yang sudah dilakukan. Salam ikhlas,tegas, puas.

Tulisan disarikan dari buku Orang Bogor yang Mendunia dengan Keropak (2015).

Read more...

KPM Kembali Gelar Kompetisi Computational and Algorithmic Thinking

Pendaftaran kompetisi (klik disini)

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Kompetisi Computational and Algorithmic Thinking (CAT) kembali hadir di Indonesia. Klinik Pendidikan MIPA menjadi satu-satunya penyelenggara tunggal di Indonesia. Kompetisi yang menyasar pelajar kelas 5 SD – 12 SMA siap menyapa dan memberikan tantangan para pelajar pada tanggal 02 April 2019.

Fachri selaku Kepala Divisi Lomba KPM menuturkan bahwa kompetisi CAT adalah kompetisi pemecahan masalah yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemrograman komputer. Selain itu, kompetisi ini cocok untuk siswa yang memiliki minat dalam bidang matematika (tidak diperlukan pengalaman dalam pemrograman komputer).

“Keunikan dari kompetisi ini yaitu peserta akan dihadapi dengan tantangan untuk mengembangkan dan mengkaji data algoritma sebuah pemrograman sesuai prosedur secara akurat.

Pada pelaksanaannya, kompetisi CAT terbuka untuk umum dan terbagi menjadi 4 tingkatan level, yaitu Upper Primary (5-6 SD), Junior (7-8 SMP), Intermediate (9 SMP – 10 SMA), dan Senior (11-12 SMA).

Bagi sahabat yang penasaran dengan keunikan kompetisi ini, yuk segera daftar dengan cara mengisi formulir online https://goo.gl/forms/kvqOb9ZZFNJHoyBp2 atau dapat menghubungi Kantor KPM, Cabang dan Mitra KPM. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 081310343400 (Ibu Mega).

Tim Media

Read more...

Jalan Perjuangan Menuju Semifinal KMNR 14

Foto: Perjuangan pelajar RPM Literasi menuju Kota Palembang untuk mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. Adi Saputro

Bogorplus.com-Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan - Tak ada jalan mudah mencapai cita-cita. Hal ini berlaku bagi semua orang, tak terkecuali bagi 8 siswa binaan RPM Literasi Petir yang lolos ke semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-14.

Anak-anak yang tinggal di SP1 Desa Sumber Hidup Kec. Pedamaran Timur Kab. Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan harus berjuang ekstra keras untuk bisa meraih keberhasilan di babak semifinal KMNR 14.

Foto: Perjuangan pelajar RPM Literasi menuju Kota Palembang untuk mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. Adi Saputro

Persiapan sudah dilakukan dengan mengadakan pembinaan intensif bagi para siswa yang lolos ke babak semifinal. Tantangan berikutnya yang tak mudah adalah menyiapkan fisik para siswa menuju lokasi pelaksanaan semifinal KMNR 14 di Palembang. Banyak wilayah di Kab Ogan Komering Ilir merupakan daerah rawa gambut, termasuk wilayah Pedamaran Timur. Ketika musim penghujan datang dan air rawa meluap, maka jalan utama dari Kec. Pedamaran Timur menuju kota Palembang tidak dapat dilalui mobil. Agar tetap bisa melakukan perjalanan, para guru relawan dan para siswa RPM Literasi Petir harus menaiki perahu kayu/sampan dan kemudian berganti mobil lagi untuk melanjutkan perjalanan. "Kami harus menginap semalam sebelum acara semifinal dilaksanakan karena tak mungkin berangkat tepat di hari pelaksanaan." ujar Adi Saputra, pengelola RPM Literasi Petir penuh antusias.

Tim Media

Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom