Menu
RSS

Items filtered by date: February 2019

Jalin Kebersamaan lewat Bermain Futsal

Foto: Disela-sela kesibukannya, tim KPM menyempatkan untuk bermain futsal sebagai salah satu ikhtiar mengoptimalkan tiga antena manusia (cara berpikir suprarasional), bertempat di Lapangan La Futsal, Rabu (13/02)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Ada banyak cara melepas kepenatan sekaligus menjaga kekompakan di antara sesama rekan kerja. Untuk wujudkan hal tersebut, sebagian karyawan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) melakukannya dengan cara bermain futsal bersama.

"Alhamdulillah dengan bermain futsal kita bisa bersilaturahim. Kita juga bisa menjalin kebersamaan. Pokoknya luar biasa," ungkap Purwo Suharyadi (tim sarpras KPM) yang akrab disapa Pak Ayi.

Pak Ihsan (tim pelatihan KPM) pun merasakan hal positif dari aktivitas bermain futsal. Beliau menyampaikan bahwa orang-orang KPM ini sangat sibuk. Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan aktivitas olah raga agar kondisi fisik bugar dan produktivitas kerja tetap terjaga.

Hal yang sama diungkapkan oleh Pak Imam Permana (tim sarpras KPM). "Kegiatan futsal ini sangat bagus untuk menjaga kondisi tubuh agar fit. Kalau bisa dirutinkan sepekan sekali," ujar pemain yang biasa bermain sebagai pemain belakang ini.

Tim Media

Read more...

Bukan Siapa-siapa

Penulis: Teguh Imam Agus Hidayat (Kepala Bagian Litbang)

Banyak murid-murid yang bukanlah siapa-siapa, bukanlah orang hebat, bukan orang yang sangat cerdas, melainkan mereka orang yang beruntung. Mengapa demikian?

Karena buah takzim kepada gurunya.

Gurulah yang membuat banyak perubahan berarti dalam kehidupan muridnya. Guru yang mengajarkan suatu hal dengan contoh, bukan teori semata. Semua orang butuh dibukakan mata hatinya oleh seorang guru. Setelah terbuka, maka akan merasakan nikmatnya lautan ilmu.

Ilmu itu bersumber dari Allah SWT, tapi akan mudah didapatkan oleh seorang murid manakala seorang murid tersebut takzim terhadap gurunya.

Rasulullah pernah bersabda agar kita saling memberi hadiah agar tumbuh di antara kita rasa saling mengasihi. Jika dihubungkan dengan ilmu, maka seorang murid harus sering memberikan hadiah kepada gurunya. Hadiah di sini bukan sesuatu yang bersifat materi melainkan doa. Jadi, seorang murid wajib mendoakan guru nya. Walaupun sebenarnya, muridlah yang perlu didoakan. Karena saat guru dan murid terjalin kasih sayang (dapat dikatakan persamaan frekuensi), maka ilmu akan mudah ditransfer ibarat menggunakan bluetooth.

Mengapa bisa demikian? Rasulullah mengajarkan sholawat kepada beliau, padahal yang lebih membutuhkan adalah kita. Dengan kita berusaha menyamakan frekuensi dengan Rasulullah (walaupun hanya 0,000....1 %, tapi kita akan mendapatkan faedah yang luar biasa).

Bukankah Rasulullah pernah bersabda yang artinya ulama adalah pewaris nabi. Ulama adalah orang yang paham ilmu dan mengamalkan. Guru di sini dapat dikatakan ulama pada bidangnya. Kita harus melakukan penghormatan (takzim) yang luar biasa kepada guru, karena beliau-beliaulah penerus Rasulullah dalam mengajak orang semakin dekat dengan Allah SWT. Karena sejatinya, guru adalah yang mengajarkan kebaikan dan mengajak untuk lebih mengenal Rabbnya.

Read more...

Hormati Guru, Raih Keberkahan Hidup

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Akhir-akhir ini, Kang Herman merasa resah dengan cara berperilaku para murid terhadap guru-gurunya. Hal itu terungkap saat pemilik nama lengkap Herman Hadiwijaya ini berbagi kisah hidupnya di acara sesi sharing di hadapan karyawan Klinik Pendidikan MIPA, Selasa (12/02/2019).

“Kita harus kembali menghidupkan adab pada guru,” ujar Kang Herman penuh antusias. Beliau pun menuturkan keheranannya dengan perubahan cara bersikap murid di zaman sekarang. Dalam sudut pandangnya, murid-murid di zaman dulu selalu bergegas menjalankan anjuran sang guru. Dengar dan langsung laksanakan. Berbeda dengan kecenderungan murid di zaman sekarang, ada banyak pertanyaan atas setiap anjuran guru, akhirnya anjuran tersebut tak dilaksanakan.

Pandangan-pandangan Kang Herman tentang pentingnya adab terhadap guru terbentuk dari perjalanan hidupnya semasa menimba ilmu di Pesantren Al Istiqomah Desa Darma, Kab. Kuningan. Beliau sangat menghormati sosok Kyai Asyikin Hidayat. Apa yang dikatakan Kyai, Kang Herman pasti manut. Beliau sangat terkenang saat Sang Kyai memintanya memijat kaki dan mencabut uban di kepala Kyai. Padahal teman-teman santri lain satu persatu sedang belajar dari Kyai. Tak ada banyak tanya, lakukan saja. Karena Kang Herman berpikir pasti ada banyak kebaikan ketika menuruti perintah guru. “Saya mendapatkan banyak ilmu yang dipelajari dari pesantren yang bermanfaat saat di sekolah. Saya diberikan kemudahan untuk memahami pelajaran-pelajaran di sekolah,” cerita Kang Herman dengan mata berbinar-binar.

Cerita yang paling mengesankan dan takkan pernah dilupakan adalah saat Kang Herman jadi juara lomba maraton antar pesantren Se-Kab. Kuningan. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Kyai Asyikin memanggilnya. “Sini Herman.  Nanti kamu ikut lomba lari antar santri ya.” Kang Herman awalnya tak paham maksud dari perintah Sang Kyai. Namun, lagi-lagi tak ada banyak pertanyaan dari Kang Herman untuk Sang Kyai. Yang Kang Herman pahami, beliau sedang sangat membutuhkan uang untuk biaya sekolah.

Singkat cerita, Kang Herman ikut serta dalam lomba lari antar santri pesantren Se-Kab. Kuningan. Tanpa beliau duga, dirinya berhasil menjadi juara satu dalam lomba maraton tersebut. Kang Herman menghadap Sang Kyai sambil membawa hadiah. Sang Kyai berujar, “Hadiah uang ini kita bagi dua ya, Herman. Sebagian untuk renovasi pintu di pesantren, sebagian lagi untuk Herman.” Uang hadiah lomba maraton dihitung dan langsung dibagi dua oleh Sang Kyai. Yang luar biasa, nilai nominal uang hadiah itu pas sekali untuk biaya renovasi pintu dan biaya sekolah Kang Herman. Kang Herman senang bukan kepalang. Kemenangan Kang Herman hari itu meninggalkan satu pelajaran hidup amat penting, hormati gurumu dan raihlah keberkahan hidup!

Read more...

SDI Al Azhar 10 Serang Bekali Siswa Ilmu Suprarasional

Foto: Motivasi suprarasional untuk hadapi UN/Dok. KPM

Bogorplus.com-Serang, Banten – Ujian Nasional (UN) sesuatu hal yang sampai detik ini kerap menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar pelajar kita. Pasalnya, selain menetapkan standar nilai yang tinggi, UN tahun ini juga ditengarai lebih sulit karena penambahan jumlah soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada naskah soal. Tak ayal, berbagai cara pun dilakukan sekolah untuk mempersiapkan siswanya agar dapat mengikuti UN dengan baik, salah satu cara yang dilakukan dengan membekali motivasi untuk para siswa.

Jelang UN yang akan digelar pada tanggal 22 April 2019 mendatang, SDI Al Azhar 10 Serang memiliki cara tersendiri untuk mendorong semangat belajar siswa, yakni dengan mengundang langsung motivator Ridwan Hasan Saputra (RHS) untuk memotivasi siswa kelas 6 SDI Al Azhar 10 Serang, Selasa (12/01/2019).

Kepala SDI Al Azhar 10 Serang, H. Sudibyo, menjelaskan bahwa dalam satu bulan terakhir pihaknya telah memberikan pembekalan  intensif persiapan UN. Selain diberikan materi uji coba soal UN, pihaknya juga menyelenggarakan sesi motivasi bagi para siswa.

“Kehadiran sosok Pak Ridwan tentu dapat menjadi inspirasi siswa. Beliau pun tak segan-segan berbagi pengalaman hidupnya dan memberikan kiat berkah hadapi UN dengan konsep tabungan jiwa dan merencanakan kesusahan,"ungkap H. Sudibyo.

Selain itu, cara penyajian materi dalam suasana santai dan interaktif lewat Permainan Suprarasional Penguatan Karakter (PSPK) meninggalkan kesan mendalam dan positif motivasi UN bagi para siswa.

Hal tersebut diungkapkan Keisya Putri Ramadhita. Pelajar berusia 12 tahun ini menaruh kekagumannya terhadap sosok Ridwan Hasan Saputra karena pesannya begitu menyentuh jiwa. “Acaranya sangat menginspirasi. Senang bisa belajar langsung dengan Pak Ridwan," pungkasnya.

Hal senada juga diutarakan Mohammad Zelfa Almajeed. Siswa kelas ini berkomitmen sambut UN dengan terus menambah tabungan jiwa dan merencanakan kesusahan.

Tim Media

Read more...

Dahsyatnya 'Keberkahan' Ilmu dari Sang Guru

Ketika sang guru mengantarkan ilmu/Dok. www.steemit.com

Penulis: Febie Leona Tiffany (Staf Litbang KPM)

Kisah tentang kesuksesan seorang murid karena ketaatan dan pengabdian dirinya pada guru, sesungguhnya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Banyak kisah yang telah diceritakan, baik kisah di masa lampau sampai di masa sekarang yang dialami tokoh-tokoh pemimpin besar negeri ini. Tidak ada satu pun pemimpin besar yang tidak menghormati gurunya. Alhasil, ia meraih puncak kesuksesan karena keberkahan ilmu yang didapatkan karena sikap takzim pada gurunya.

Dalam tulisannya, Motivator Spiritual Nasional, penulis 11 buku inspirasi, Kang Zain mengatakan bahwa ilmu adalah harta yang tak terlihat. Sebagaimana harta, maka ilmu pun bisa berpindah atau mengalir dari satu orang ke orang lainnya. Harta dan ilmu ketika dibagikan dengan tepat maka tidak akan berkurang, bahkan keberkahannya akan semakin berlipat ganda.

Keberkahan suatu ilmu bisa berkurang bahkan hilang bila si pemberi ilmu merasa tersinggung dengan perilaku si penuntut ilmu.

Keberkahan ilmu pun bisa hilang bila si penuntut ilmu berlaku tak santun dan tak hormat kepada si pemberi ilmu. Sepintar apa pun otak murid, tapi bila ia tak mampu menghargai gurunya, maka tak ada berkah dalam kepintarannya tersebut.

Keberkahan ilmu pun akan berkurang bahkan bisa hilang bila tujuan mencari ilmu hanyalah untuk mendapatkan nilai bagus sehingga bisa dipamerkan dan dibanggakan kepada sesama.

Sejatinya, jika Anda seorang murid atau sang penerima ilmu, maka hindarilah berdebat dengan guru Anda, hargailah guru Anda, doakanlah guru Anda, mintalah doa kepada guru Anda, cintailah ilmu yang benar yang telah disampaikannya, dan cintailah guru Anda karena Allah yang telah mentansfer berbagai ilmu kepada Anda. Semoga keberkahan senantiasa menaungi kehidupan guru-guru kita semua. Aamiin.

Read more...

Buah Ketakziman pada Guru

Pentingnya menghadiri majelis ilmu/Sumber: bincangsyariah.com

Penulis: Muhamad Ihsan (Staf Pelatihan KPM)

Pada suatu malam, saat rintik hujan dan cuaca dingin menyelimutiku, rasa malas itu menguasaiku agar tak beranjak di tempat tidur.

Benakku berbisik, "Betapa nikmatnya jika aku tidur saja, lalu bermimpi indah dan besok pagi bangun dengan penuh bahagia, badan semakin segar untuk siap beraktivitas di tempat kerja."

Segera kutepis angan dalam benakku itu karena aku tahu sekarang jadwal pengajian pekanan bersama guruku. Apa susahnya hanya duduk lalu mendengarkan petuah dari guruku.

Akhirnya kupaksakan badanku bangkit dari tempat tidur, kulangkahkan kakiku dengan tekad untuk mencari ilmu.

Akhirnya aku sampai di majelis ilmu. Aku mendengarkan nasihat agama, nasihat yang baik, nasihat kebenaran dari guruku dengan penuh takzim sampai tak ingin ada satu kata pun yang terlewat darinya.

Hujan semakin deras disertai suara petir menggelegar. Tiba-tiba, ada suara benda yang terjatuh sehingga menimbulkan kepanikan.

Semua jamaah yang hadir di majelis ilmu berdiri dan menuju sumber suara untuk membuang rasa penasarannya, ada apakah gerangan?

Berbeda dengan yang lain, aku tak bergeming dan tetap memandang wajah guruku. Aku tetap istiqomah menyimak setiap kata yang diucapkan guruku.

Guruku yang melihatku tetap menyimak penjelasan ilmu darinya tiba-tiba berkata, "Kamu akan mendapatkan istri salehah yang mengenyam pendidikan di pesantren. Kamu tak perlu repot mendidiknya."

Saat itu aku tak paham maksud dari kata-kata guruku. Namun sekarang, hal itu menjadi sesuatu yang nyata terjadi dalam hidupku. Inilah buah dari semangat mencari ilmu dan bersikap takzim kepada guru. Saya meyakini hal baik tersebut. Bagaimana dengan para pembaca sekalian?

Read more...

Guruku Ladang Kesuksesanku

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com
Penulis: Eva Khoirunnisa (Staf Litbang KPM)

Matahari serasa berjarak sejengkal dari ubun-ubun. Peluh membasahi seragam putih abuku yang sudah lusuh. Kelas hari ini telah usai, tapi aku masih harus mengikuti kelas tambahan pembinaan olimpiade komputer.

Pembinaan olimpiade ini sangat menguras otakku. Betapa tidak, hampir tak ada yang kupahami dari materi olimpiade komputer ini. Deretan kodingan nampak seperti kumpulan cacing umpan burung, penuh, bercecar, tapi tak ada satu pun yang bisa kucerna. Lain halnya dengan sesosok pria dewasa di depanmu yang dengan sabar menata deretan kodingan yang bak cacing umpan burung itu. Dia guru Teknologi Informasi Komputer (TIK) di sekolahku. Pelan-pelan guruku menuntunku agar bisa mencernanya sedikit demi sedikit. Tapi tetap saja, aku tak bisa mencernanya. Walau demikian, aku tetap berusaha mendengarkannya dengan saksama, tetap merendahkan suara darinya, tetap menuruti perintahnya, dan tak langsung membalikkan badan setelah mencium tangannya, tapi mundur beberapa langkah sambil menundukkan badan.

Sampai tiba waktunya ajang olimpiade digelar pun aku belum bisa mencerna kodingan umpan burung itu. Tetapi sungguh tak disangka, aku lolos bahkan mendapatkan nilai terbaik di ajang olimpiade tingkat Kabupaten dan berhak mewakili di tingkat Provinsi.

Kugendong piala yang tingginya setengah badanku lengkap dengan sertifikat dan hadiah secarik amplop berisi sejumlah uang. Piala tersebut kupajang di lemari sekolah, mendesak piala-piala lain yang lebih kecil. Sertifikat kusimpan apik di lemariku. Amplop uang ini? Ah sudah pastilah untuk bayar SPP-ku yang sudah menunggak beberapa bulan. Otakku masih penuh pertanyaan, kenapa bisa, apakah ini hanya mimpi? Tak ada yang istimewa dariku. Namun ucapan selamat masih membanjiriku, baik dari murid-murid maupun guru-guruku. Bahkan, sebutan "master komputer" pun disematkan pada diriku.

Read more...

Sharing Session: Tradisi Saling Belajar di KPM

Foto: Sharing session yang digelar KPM merupakan aktivitas rutin yang berlangsung setiap dua pekan sekali/Dok. KPM

Satu orang berdiri di depan bertindak sebagai pembawa acara, yang lainnya duduk lesehan. Acara dimulai dengan berdoa bersama lalu dilanjutkan sesi ice breaking. Ada keriangan dan gelak tawa saat semua orang yang hadir di forum mengikuti sesi ice breaking. Setelah itu, semua pandangan tertuju pada pengisi materi. Suasana menjadi lebih senyap dan hanya suara pemateri yang terdengar di ruangan.  Itulah gambaran suasana di dojo atas Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Selasa (12/02/2019).

Aktivitas rutin yang berlangsung setiap dua pekan sekali ini punya arti tersendiri bagi seluruh karyawan KPM. Rheta Rezkianti, Kepala Bagian HRD KPM menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah dan relasi di antara sesama karyawan dan juga sebagai media komunikasi antar divisi KPM terkait agenda kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan. Dari kegiatan ini, beliau berharap alur komunikasi lebih lancar dan setiap karyawan semakin memahami visi dan misi lembaga.

Hal menarik di agenda rutin KPM ini adalah penunjukkan staf KPM untuk menjadi pembawa acara dan penunjukkan pimpinan KPM sebagai pemateri secara bergantian. Staf KPM yang bertugas menjadi pembawa acara berlatih cara berkomunikasi, bersikap percaya diri, dan mengasah kemampuan menyimpulkan inti materi secara langsung lewat simulasi nyata. Hal ini pun berlaku bagi pemateri. Bedanya, para pemateri ditantang agar mampu menyampaikan pengetahuan dan pengalaman hidup yang mengandung makna suprarasional. 

Herman Hadiwijaya selaku Kepala Bagian Read1 Group mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu tentang adab menuntut ilmu/Dok. KPM           

Herman Hadiwijaya yang akrab dipanggil Kang Herman mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu tentang adab menuntut ilmu, khususnya bagaimana bersikap takzim kepada guru. “Saya berbagi ilmu ini karena posisi saya sekarang sebagai seorang guru yang dulu pernah menjadi murid dari seorang guru. Bagaimana saya ingin menjelaskan sudut pandang seorang murid kepada guru. “ ujar Kang Herman. Beliau juga menuturkan bahwa dalam menuntut ilmu ada dua hal yang bisa mendatangkan keberkahan, yaitu sikap takzim murid kepada guru dan guru yang mendoakan muridnya. Di akhir penyajiannya, beliau berharap akhlak para murid kepada guru bisa semakin baik karena itu bisa menunjukkan peradaban pendidikan yang sebenarnya. Terima kasih ilmunya, Kang Herman.

Tim Media 

 

Read more...

Pelajar KPM Serang Nikmati Wisata Edukasi di Kampung Matematika

Foto: Bukan hanya sekedar belajar matematika, Fun Math and Science mengajak pelajar mengasah kreativitas lewat permainan/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Kampung Matematika Laladon selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelajar. Tak hanya sebagai lokasi belajar bagi para pelajar yang ingin menimba ilmu, tetapi sekaligus menjadi tujuan wisata edukasi. Para pelajar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Serang langsung merasakan suasana belajar di kampung matematika Laladon, Minggu (10/02/2019).

Permainan Tic Tac Toe 9 (pesan disini)

“Inilah asyiknya belajar matematika di KPM. Bukan hanya menjawab soal saja, melainkan ada sebuah inovasi belajar yang disajikan lewat sebuah permainan,” ungkap Devi Khairul Hidayati selaku koordinator rombongan.

“Dari program ini diharapkan para peserta lebih bersemangat lagi untuk belajar matematika dan sains,” pungkasnya.

Perjalanan peserta diawali dengan menyusuri jembatan, melewati gang, kemudian dilanjutkan ke titik kumpul. Setelah itu, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti aktivitas kelompok.

Bukan hanya sekedar permainan matematika dan sains yang disediakan di kampung matematika. Berbagai permainan tim seperti Transfer Ball dan Target Ball menghadirkan kecerian di antara para pelajar. Tak ayal gelak tawa dan canda terdengar dari setiap pos.

Disela-sela menikmati permainan dan tantangan, RR Nabilah Y.P menyatakan sangat senang berkunjung ke kampung matematika. "Sangat unik dan banyak imajinasinya, selain itu, kita melakukannya secara bersama-sama yang membuat suasana semakin akrab,” ungkap pelajar SDN Bhayangkari Serang ini.

“Seru dan asyik bermain belajar di sini apalagi ada permainan baru seperti tic tac toe. Gak ngebosenin,” imbuh M. Raziq Raki, pelajar SDI Al Azhar 10 Serang.

Tim Media

Read more...

Aksi Pelajar Bekasi Beradu Kreativitas di Kampung Matematika Laladon

Foto: Peserta Fun Math and Science tengah menjajal permainan Transfer Ball/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Liburan akhir pekan dimanfaatkan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Bekasi untuk mengasah kreativitas siswanya, yakni dengan berwisata ke Kampung Matematika Laladon, Minggu (10/02/2019).

Foto: Ingin memahami operasi hitung matematika sambil bermain? Yuk coba permainan kartu nara (pesan disini)

Putri Amalia selaku koordinator KPM Cabang Bekasi mengatakan, untuk mewujudkan pelajar yang kreatif dan berkarakter perlu didukung dengan metode belajar yang kreatif dan mampu menumbuhkan karakter pula.

“Alhamdulillah acara ini bagus sekali untuk mengisi liburan akhir pekan anak-anak. Kampung Matematika menjadi sarana yang tepat untuk membangun hal tersebut. Selain mengusung konsep wisata, Kampung Matematika juga sukses menyuguhkan proses pembelajaran melalui pendekatan eksplorasi dan eksperimen,” kata Miss Putri (sapaan akrabnya).

Sedikitnya ada 49 siswa dari berbagai sekolah ikut ambil bagian untuk mengikuti rangkaian agenda Fun Math and Science di Kampung Matematika Laladon. Agar dapat melatih kerja sama tim, peserta juga dibagi menjadi beberapa kelompok dan diajak mengeksplorasi ide-idenya dan mengadu strategi agar bisa menyelesaikan permainan.

Tak hanya memamerkan permainan kreatif, peserta juga diajak berkeliling Kampung Matematika untuk mengamati rumah-rumah belajar dan berswafoto dengan dekorasi yang bertemakan Kampung Matematika.

Tim Media

Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom