Menu
RSS

Items filtered by date: April 2019

MIHT dan Optimalisasi Potensi Anak di Bidang Olimpiade Matematika

 

Sentul, Bogor – Setiap anak Indonesia memiliki hak untuk dikembangkan potensi dirinya di berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali anak-anak Indonesia yang memiliki potensi di bidang matematika. Untuk memfasilitasi pengembangan minat dan bakat anak Indonesia di bidang matematika, Read1 Institute menggelar program khusus, Math In House Training (MIHT) goes to International Mathematics Contest Singapore (IMCS) dan International Mathematics Wizard Challenge (IMWiC) 2019. Program MIHT bertujuan untuk mengenalkan anak pada materi pembelajaran matematika, khususnya pada penguatan dasar-dasar dalam memahami soal-soal olimpiade matematika nasional maupun olimpiade matematika internasional.      

Ryky Tunggal Saputra Aji, Kepala Bagian Pelatihan di Read1 Institute menguraikan beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh para peserta MIHT, di antaranya: menguatkan pemahaman anak pada materi dasar olimpiade matematika, mengasah keterampilan berpikir anak dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade, melatih kemandirian dan sikap tanggung jawab anak, serta membangun kebersamaan dan menjalin persahabatan di antara sesama peserta yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda. “Aturan yang kami rancang di acara MIHT, salah satunya adalah aturan tidak memperbolehkan peserta MIHT membawa perangkat elektronik selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi strategi agar anak-anak  bisa lebih fokus dalam belajar dan bisa mengasah keterampilan berkomunikasi dan keterampilan bersosialisasi mereka.” ujar Team Leader di ajang China Southeast Mathematical Olympiad (CSMO) 2018 di China.

Para peserta yang terdiri dari murid kelas 3 SD – 8 SMP memiliki kesan mendalam dalam keikutsertaannya pada program MIHT goes to IMCS dan IMWiC 2019. Daffa Sulthan Wibawa, murid kelas 3 Gema Nurani International School ini merasa senang karena mendapat ilmu baru, diajari cara mengerjakan soal-soal matematika, dan belajar hidup teratur serta disiplin. Ratu Alifia Mutiara Kusumah, murid kelas 8 SMP Negeri 1 Margahayu Bandung ini pun menuturkan perasaan bangga dan bersyukur bisa menjadi peserta MIHT. “Bagi saya, kegiatan MIHT sangat bermanfaat karena saya mendapatkan teman baru, wawasan baru tentang matematika, dan saya memiliki kesempatan untuk bisa mengikuti kompetisi matematika di tingkat internasional.” pungkas murid yang bercita-cita menjadi dokter ini.  

Read more...

KPM Cabang Depok Gelar Seminar Suprarasional

 

Depok – Kunci keberhasilan pendidikan bergantung pada komitmen dan sinergi yang terbangun antara elemen keluarga, sekolah, dan masyarakat. Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai lembaga nirlaba di bidang pendidikan secara intensif melakukan komunikasi dengan para orang tua lewat agenda pertemuan orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan aksi antara KPM dan para orang tua agar anak-anak mendapatkan layanan pendidikan bermutu.

Ratisa Meyusni SE, Kepala Cabang KPM Depok menjelaskan bahwa agenda pertemuan orang tua dilakukan secara rutin. KPM sebagai sebuah lembaga memiliki cita-cita dan program yang mesti dipahami oleh orang tua siswa KPM. Hal ini sangat penting agar terjadi keselarasan cita-cita dan aksi program pendidikan yang diselenggarakan KPM. Jika hal ini terjadi, cita-cita mulia untuk turut serta mencerdaskan dan membangun karakter anak bangsa niscaya terwujud. Dalam agenda pertemuan orang tua teranyar (Ahad, 14/04/2019), Presiden Direktur KPM hadir langsung dan berbagi gagasan dan pengalaman terbaik tentang cara berpikir suprarasional di hadapan 1000 orang tua siswa KPM Cabang Depok di aula Rabbani, Jalan Margonda Raya Depok. “KPM merupakan lembaga yang berkhidmat untuk menyebarkan virus kebaikan. Dengan seminar ini, kami berikhtiar agar para orang tua siswa KPM pun bisa memahami cita-cita dan filosofi KPM sehingga bisa bergandengan tangan untuk mendidik anak-anak bangsa dan total berkontribusi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.” ungkap penyuka kehidupan berorganisasi dan travelling ini.

Didin Widia Saputra, salah satu orang tua siswa menyatakan bahwa kajian suprarasional ini membuka cara berpikirnya dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, berpikir suprarasional merupakan cara berpikir yang tak sesuai hukum alam. Inti dari cara berpikir suprarasional adalah banyak berbuat kebaikan dan terus menyebarkan virus kebaikan kepada orang lain. “Ide suprarasional ini harus disebarkan!” tutur Pak Didin.

Hal senada diungkapkan Yoga Permana. Pak Yoga menuturkan, “Selama ini kita terbiasa berpikir rasional. Padahal ada hal luar biasa yang akan terjadi dalam hidup kita jika kita menerapkan cara berpikir suprarasional. Contoh konkretnya ya KPM sebagai lembaga yang menerapkan sistem metode seikhlasnya. Meski menggunakan sistem metode seikhlasnya, KPM tetap eksis berkiprah sampai saat ini dengan prestasi dan rekam jejak yang luar biasa di level nasional bahkan internasional.”

Read more...

Tim Indonesia Meraih Penghargaan Champion Lomba Matematika di Vietnam

Penerimaan penghargaan Champion didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Bapak H. E. Ibnu Hadi

 

Hanoi-Vietnam. - Tim Indonesia yang terdiri dari 6 pelajar SMP dan 3 pelajar SMA meraih hasil gemilang pada ajang Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) pada tanggal 2 April – 6 April 2019 di Hanoi, Vietnam. Tim Indonesia yang diwakili Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dengan Team Leader, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si dan Deputy Leader, Sutriyati, S. Si., M. Si. berhasil meraih Champion (Level Senior – Kelas 10 SMA) dan 3rd Prize Award (Level Junior – Kelas 8 SMP) pada kategori team contest. Pada kategori individual contest, Tim KPM berhasil meraih 1 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu. Selain itu, karena performa unik dan kreatif saat acara malam pentas budaya, penghargaan Innovative Performace Award pun berhasil diraih Tim KPM. Acara penutupan HOMC 2019 dan penganugerahan penghargaan bagi para juara dihadiri pula oleh Bapak H. E. Ibnu Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Vietnam.

Bapak H. E. Ibnu Hadi menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas capaian tim Indonesia di ajang HOMC 2019. “Saya sangat bangga dengan capaian tim Indonesia di ajang HOMC 2019. Pencapaian tahun ini lebih baik dari tahun lalu.” ujar alumnus Master of Economics, Macquarie University, Australia ini. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa lomba seperti HOMC sangat baik untuk membina para siswa Indonesia supaya bisa menunjukkan kemampuan mereka sekaligus bisa mempelajari peta kemampuan siswa dari negara lainnya. Semoga hal ini bisa membangkitkan motivasi generasi muda Indonesia untuk bisa meningkatkan kemampuan dan daya saing dengan anak-anak dari negara lain. Pak Ibnu Hadi pun menuturkan, “Negara Vietnam tengah berkembang pesat dan sumber daya manusianya diasah dan diasuh dengan berbagai ilmu. Kita mesti menyadari bahwa Vietnam sangat terbuka dengan dunia luar untuk belajar bahkan cenderung agresif untuk melakukan pengembangan SDM. Oleh karena itu, Indonesia mesti tetap fokus membina sumber daya manusianya agar bisa bersaing dengan Vietnam”.

Team Leader Indonesia, Ridwan Hasan Saputra mengatakan, “HOMC 2019 merupakan ajang lomba matematika yang ke-16 untuk skala nasional Vietnam dan tahun kedua dibuka untuk peserta internasional. HOMC merupakan lomba yang bergengsi karena memiliki tingkat kesulitan soal yang tinggi serta peserta dibatasi maksimal hanya 6 siswa kelas 8 SMP dan 6 siswa kelas 10 SMA untuk setiap negara peserta, kecuali tuan rumah berhak mengirim masing-masing 2 tim untuk kelas 8 SMP dan kelas 10 SMA. Soal kompetisi ini dibuat oleh para pakar olimpiade matematika di Vietnam. Kemampuan para pakar ini tidak perlu diragukan lagi, mengingat negara ini sudah meraih 60 medali emas dalam International Mathematics Olympiad hingga tahun 2018.”

HOMC 2019 diikuti oleh 13 negara, yaitu: China, Malaysia, Philipina, Indonesia, Vietnam, Nepal, Uni Emirat Arab, Myanmar, Hungaria, Polandia, Spanyol, Iran, dan Taiwan. Lomba ini terdiri dari 2 kategori tes, yaitu tes individual (invividual contest) dan tes team (team contest). Untuk tes individual dibagi 3 bagian. Bagian A dari nomor 1 sampai nomor 5 berupa soal pilihan ganda dengan skor 5 untuk satu soal yang benar. Bagian B dari nomor 6 sampai nomor 10 berupa soal isian singkat, dengan skor 10 untuk satu soal yang benar. Sedangkan bagian C dari nomor 11 sampai nomor 15 berupa soal uraian dengan skor 15 untuk soal yang benar. Total nilai jika semua jawaban benar adalah 150. Waktu untuk mengerjakan tes individual adalah 2 jam.

Untuk tes team dibagi dalam 3 bagian juga, hanya ada perbedaan dari jumlah soal dan penskoran. Bagian A dari nomor 1 sampai nomor 4 berupa soal pilihan ganda dengan skor 5 untuk satu soal yang benar. Bagian B dari nomor 5 sampai nomor 8 berupa soal isian singkat, dengan skor 10 untuk satu soal yang benar. Sedangkan bagian C dari nomor 9 sampai nomor 10 berupa soal uraian dengan skor 20 untuk soal yang benar. Total nilai jika  semua jawaban benar adalah 100. Waktu untuk mengerjakan soal team adalah 2 jam. Waktu pelaksanaan lomba individual dan lomba tim diadakan pada hari yang berbeda.

Farrel Dwireswara Salim, peraih medali emas di ajang HOMC 2019 mengakui bahwa lomba ini memiliki tingkat kesulitan soal yang tinggi dan tingkat persaingan yang sangat ketat dengan peserta dari negara lain. Farrel menjelaskan bahwa keberhasilannya di ajang HOMC 2019 tak terlepas dari peran KPM yang telah membantunya bisa mengerjakan soal-soal olimpiade matematika dan gemar berbagi ilmu dengan cara mengajar matematika untuk adik-adik kelasnya di KPM. “Ilmu yang saya pelajari di KPM sejak kelas 4 SD sangat bermanfaat bagi saya.” ujar siswa SMA Kharisma Bangsa ini. Farrel pun berpesan agar anak-anak Indonesia yang ingin mengukir prestasi di bidang olimpiade matematika harus rajin belajar dan punya strategi belajar mandiri, minimal mengerjakan satu soal olimpiade matematika dalam sehari.

Berikut adalah perolehan medali Tim Indonesia di HOMC 2019:

Kategori SENIOR (Kelas 10)

Team Contest : CHAMPION

Medali Emas:

  1. Farrel Dwireswara Salim, SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten

Medali Perak:

  1. Adelia Putri, SMAN Unggulan MH THAMRIN, Jakarta
  2. Gabriela Erin Mariangel, SMA Kristen 1 BPK Penabur, Jakarta

Kategori JUNIOR (Kelas 8)

Team Contest : 3rd Prize Award

Medali Perak:

  1. Luthfi Bima Putra - SMP Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten
  2. Haidar Prayata Wirasana - SMPI Al Azhar 16 Cikarang, Jawa Barat
  3. Axel Giovanni Hartanto - SMP PL Bintang Laut, Surakarta, Jawa Tengah

Medali Perunggu:

  1. Aditya Ilham Khairullah Seger - SMPI Al Azhar 12 Rawamangun, Jakarta
  2. Mochammad Nadhif Arfa Rayyan - SMPI Al Azhar 16 Cikarang, Jawa Barat

Participant:

  1. Dicky Prasetyo Alfaridzi – SMPN 41 Jakarta
Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom