Menu
RSS

Items filtered by date: September 2019

Kampung Matematika Laladon Pikat Insan Pendidik Malaysia

Foto: Guru-guru Malaysia Berkunjung ke Kampung Matematika/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Sebanyak 21 guru dari Negeri Jiran Malaysia menyambangi Kampung Matematika Laladon, Bogor, Jawa Barat. Para pendidik yang tergabung dalam organisasi Majlis Guru Cemerlang Negeri Kedah & MIPA datang dalam rangka Knowledge Transfer Programme bersama Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Dalam lawatannya, para guru tersebut menyelami berbagai program Klinik Pendidikan MIPA (KPM), di antaranya: proses pembinaan di KPM dengan bayaran seikhlasnya, strategi membina siswa/siswi pada olimpiade MIPA tingkat nasional dan internasional, dan mereka juga antusias menyimak paparan tentang penguatan karakter melalui  motivasi suprarasional. Selain itu, peserta diajak berkeliling kegiatan wisata kampung matematika Laladon.

Foto: Ridwan Hasan Saputra berbagi ilmu pengetahuan terkait program dan filosofi KPM/Dok. KPM

Kedatangan guru-guru tersebut membuat suasana Kampung Matematika nampak berbeda dari biasanya. Tawa, canda, dan diskusi dengan anak-anak Kampung Matematika mewarnai kunjungan pada hari Jumat (27/09/2019). Mereka tampak antusias kala singgah di spot unik dan beragam tantangan yang disajikan tim fasilitator.

Head of Human Management & Development Sector, Kedah State Education Department, Ministry of education Malaysia, TN. HJ Marzuki Bin Haji. Daud mengaku merasa kagum dengan kehadiran Kampung Matematika. “Kami pun telah melihat perkampungan matematik ini digerakan oleh seorang tokoh masyarakat tanpa campur tangan kerajaan (red-pemerintah) yang sukses menginspirasi dan dapat membantu masyarakat dalam bidang pendidikan.Saya rasa perkara ini boleh saya bawa balik (red-diadopsi) ke Malaysia untuk di amalkan,” ungkapnya dalam Bahasa Melayu.

Foto: TN. HJ Marzuki Bin Haji Daud (kiri), Ridwan Hasan Saputra (Tengah), TN. HJ Mohd Hafiz Bin Mohd Salleh (kanan)/Dok. KPM

Disamping itu, Marzuki mengapresiasi  dukungan warga di Kampung Matematika. dimana warga sekitar dan masyarakatnya peduli terhadap bidang pendidikan. Hal tersebut terlihat dari rumah-rumah  warga yang dijadikan tempat belajar dan bersedia dengan ikhlas dinding rumahnya di gambar lukisan tentang matematika. “Saya pun semakin bangga dengan hadirnya berbagai permainan yang dapat menggugah kekompakan dan karakter siswa. cara ini amat baik untuk memupuk nilai rohani dari dalam diri anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra (RHS), mengaku bangga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Malaysia beserta insan pendidiknya. “Saya sebagai warga negara Indonesia bangga karena pemerintah Malaysia mengirimkan guru-guru terbaiknya untuk belajar ke Kampung Matematika, Kantor Klinik Pendidikan MIPA, dan mempelajari kelas berbakat dengan bayaran seikhlasnya yang dibuat oleh KPM. Setelah kunjungan ini, program KPM dan Kampung Matematika akan diadopsi di Malaysia dengan dukungan pemerintah Malaysia,” terang RHS.

RHS berharap program Klinik Pendidikan MIPA dan Kampung Matematika ini segera disambut baik dan dimanfaatkan juga oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia. “Jangan sampai nanti Malaysia yang maju lebih berkembang dalam bidang matematikanya, padahal ilmunya didapatkan dari Bogor. Sementara orang Indonesia sendiri masih tertinggal,” tegas RHS.

Tim Media

Read more...

Mengasah Jiwa Pekerja Informal lewat Motivasi Suprarasional

Foto: Ridwan Hasan Saputra gugah pekerja informal lewat motivasi suprarasional/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat –Tak ada seorangpun yang tahu kapan mendapatkan sebuah rezeki, berapa besarnya rezeki, bahkan dimana mendapatkan rezeki, karena itu adalah rahasia Allah Swt.

“Di dalam kitab suci Alquran disebutkan bahwa ‘Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubah nasibnya sendiri,’ ini menandakan bahwa nasib itu harus diperjuangkan dengan segala ikhtiar atau usaha. Selain itu, kita juga diperintahkan untuk memperbanyak tabungan jiwa dengan cara beribadah kepada Allah dan menjadikan Allah sebagai tujuan agar usaha kita diberi rahmat dan berhasil,” ujar Ridwan Hasan Saputra (RHS) ketika memberikan motivasi di hadapan para pekerja informal, Kamis (19/09/2019) lalu.

Acara yang digagas oleh “Bang Read1” ini sukses menggugah 54 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, Buruh bangunan, Ojeg online, Pedagang, Tukang becak, Tukang parkir, dan Penjaga warung lewat pelatihan motivasi yang bertajuk cara berpikir suprarasional.

Foto: Ridwan Hasan Saputra gugah pekerja informal lewat motivasi suprarasional/Dok. KPM

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan sharing pengalaman hidup dari sosok Ridwan Hasan Saputra yang telah malang-melintang menapaki kehidupan lewat cara berpikir suprarasional. Selain itu, peserta juga diajak  untuk melakukan simulasi merencanakan kesusahan sesuai kode khusus dan kode umum dari masalah yang tengah dihadapi.

Salah satu peserta, Budiman Nityo H, mengatakan apa yang disampaikan RHS merupakan salah satu kunci menggapai kebahagian dunia dan akhirat. “secara tegas Pak Ridwan sudah berpesan, jika kita hanya mengejar dunia, akhirat tidak akan dapat. Tetapi, kalau orientasi hidup kita berlandaskan akhirat, InsyaAllah kebaikan dunia pun akan diraih,” terangnya.

Sementara itu, bagi Jayadi, menganggap cara berpikir suprarasional jalan pembuka menuju perbaikan karakter masyarakat. “Dengan dihadiri dari latar belakang dan status sosial yang berbeda, semoga proses ini menjadi modal kami dalam mewujudkan masyarakat yang lebih baik dari segi karakter,” tuturnya.

Tim Media

Read more...

Ratusan Pelajar SD Adu Kemampuan di Final Jawara Matematika Banten Ke-3

Foto: Suasana Babak Final Jawara Matematika Banten (JMB) Ke-3/Dok. KPM

Bogorplus.com-Serang, Banten – Babak Final Jawara Matematika Banten (JMB) Ke-3 yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Serang, Minggu (22/09/2019) menjadi ajang adu bakat pelajar SD di Provinsi Banten.

Mereka tampak serius menggarap sajian soal matematika yang berbasis Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan berkompetisi untuk meraih prestasi terbaik. Kepala KPM Cabang Serang, Yaya Sunarya mengatakan, Ratusan peserta yang tampil di babak final merupakan hasil seleksi dari babak penyisihan pada 15 September 2019 lalu. Saat itu, 2.880 peserta antusias meramaikan JMB Ke-3 yang terbagi dalam beberapa wilayah penyelenggara. "Sekarang tersaring sebanyak 792 peserta yang tampil di babak final,” terang Yaya Sunarya pada saat acara pembukaan babak final, bertempat di GOR Maulana Yusuf, Ciceri, Serang-Banten.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Serang, Evie Shofiyah Usman membuka acara final JMB 3/Dok. KPM

Yaya Sunarya menuturkan, Perhelatan Jawara Matematika Banten (JMB) merupakan ajang untuk menjaring bibit-bibit baru dalam bidang Matematika  di provinsi Banten. “Selain melatih keterampilan berpikir, lomba yang mengusung bayaran seikhlasnya ini mengajarkan jiwa sportivitas, kejujuran, dan keikhlasan. Sehingga proses ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk mengembangkan potensi siswa dalam meniti kompetisi mendatang,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kota Serang, Evie Shofiyah Usman mengapresiasi penyelenggaraan JMB. “Kami menyambut bahagia karena kehadiran JMB sangat bermanfaat sekali untuk membangun kecerdasan pelajar SD di Serang dan Banten di bidang Matematika,” ujarnya.

Evie berharap kegiatan JMB dapat dijadikan momentum untuk membangun karakter anak karena karakter adalah hal penting yang harus ditanamkan sejak dini, seperti kejujuran, sportivitas, saling menghargai, kerja sama, dan silaturahim. “Terima kasih kepada KPM yang telah peduli terhadap dunia pendidikan lewat sebuah kompetisi matematika menarik karena didasari keikhlasan,” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

‘Bang Read1’ Luncurkan Becak Wisata Religi (BESTARI)

Foto: Becak Wisata Religi/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Ragam transportasi publik yang kian menjamur semakin berdampak sepinya penumpang dan berkurangnya pendapatan bagi pengemudi becak sebagai alat transportasi tradisional. Namun, berkat buah gagasan Ridwan Hasan Saputra (RHS), para pengemudi becak yang acapkali mangkal di Komplek Taman Pagelaran, Ciomas, Kab. Bogor, kini menjelma sebagai transportasi wisata yang bernama BESTARI (Becak Wisata Religi).

Hal tersebut diungkapkan Herman Hadiwijaya selaku Penanggung Jawab Program. “BESTARI (Becak Wisata Religi) ini adalah salah satu kelanjutan dari program pelatihan suprarasional yang telah mereka ikuti pada hari Minggu (28/07/2019) lalu,” ungkap Herman Hadiwijaya.

Foto: Becak Wisata Religi/Dok. KPM

Herman mengatakan, eksistensi moda transportasi lawas ditengah modernisasi adalah hal yang menarik. Pasalnya, selain menjadi tambahan income bagi pengemudi becak, BESTARI juga menjadi sarana wisata yang mengandung nilai edukasi bagi masyarakat, khususnya dikalangan pelajar.

“Pertama, peserta yang sedang mengikuti kegiatan di Klinik Pendidikan MIPA diajak berkeliling menikmati perjalanan pagi di desa Laladon. Mereka juga disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah yang luas, sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi sarana refreshing disela-sela proses belajar.  Kedua, peserta (khususnya pelajar) dapat berinteraksi dan mengambil hikmah dari pengalaman hidup pengemudi becak. Sehingga para peserta akan merasa lebih bersyukur dan termotivasi untuk senantiasa menjadi lebih baik dalam menapaki kehidupan di masa depan,” ujar Kang Herman (sapaan akrabnya).


Foto: Becak Wisata Religi/Dok. KPM

Meski perdana beroperasi pada hari Rabu (18/09/2019) kemarin, BESTARI langsung mendapat respon positif dan disambut gembira salah satu orangtua siswa Klinik Pendidikan MIPA, Mainita Hidayati. Ia mengaku bersyukur dengan hadirnya BESTARI. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada KPM yang telah menghadirkan becak wisata religi. Sehingga anak saya semakin bersemangat mengikuti kegiatan Suprarational Math Camp (SMC) bersama KPM,” ujarnya. 

Menurut Mainita, hadirnya kegiatan tersebut memiliki makna yang berarti bagi kehidupan putranya agar semakin bersyukur dari pengalaman hidup tukang becak untuk kemudian dijadikan hikmah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari perjalanannya bersama tukang becak, anak saya pun sampai menangis setelah mendengar kisah Sang Tukang Becak yang menggantungkan hidupnya hanya dari menarik becak karena minimnya keterampilan dan faktor pendidikan. Dari pengalaman tersebut, saya bersyukur anak saya semakin termotivasi untuk semangat belajar dan mengasah keterampilan demi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Ardito Rahkmanov, salah satu peserta SMC asal SDN Cibuluh 1 Bogor, merasa senang setelah mengikuti wisata becak religi karena selama ini sudah jarang naik becak. Hal senada diungkapkan Alice Aneira Earlaene, pelajar asal SDI Assuryaniyah Bekasi tampak sumringah ketika diajak berkeliling melihat hamparan sawah dipagi hari, sehingga membuat semangat belajarnya pun semakin meningkat.

Tim Media

Read more...

SDIT Al-Barkah Ajak Pelajarnya Belajar MIPA melalui Fun Math and Science

Ratusan pelajar SDIT Al-Barkah ikuti Fun Math and Science Goes To School/Dok. KPM

Bogorplus.com - Kota Depok, Jawa Barat – Sebanyak 189 SDIT Al Barkah Kota Depok tampak sumringah ketika menyambut tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Jumat (06/09/2019). Sorak-sorai gembira pun terjadi tatkala tim binaan Ridwan Hasan Saputra (RHS) menyapa peserta dan mengawali kegiatan lewat ice breaking.

Ratusan pelajar kelas 4-6 SD tersebut diajak lebih dekat untuk belajar matematika dan sains lewat kegiatan yang bertajuk Fun Math and Science. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum, Lia Mahlia mengaku bersyukur atas terlaksananya kegiatan FMS di SDIT Al Barkah. “Alhamdulillah, pelaksanaan FMS bagus sekali dan menarik sekaligus sukses memikat anak-anak. Semoga kegiatan edukasi ini (Fun Math and Science-red) dapat menjadi inovasi dalam proses pembelajaran matematika dan sains,” kata Lia Mahlia.

Foto: Peserta begitu antusias ketika menyimak paparan Permainan Matematika Bela Negara/Dok. KPM

Setelah diajak bergembira bersama lewat ice breaking, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti aktivitas praktikum dan eksplorasi. Dalam kegiatan tersebut, tim FMS menyajikan Permainan Matematika Bela Negara (PMBN), Kartu Nara, dan Logic untuk matematika. Sedangkan di bidang sains KPM menyajikan Balloon Rocket, Exploding Baggies.

Rathri Chandra Dewi selaku Staff Litbang Matematika Klinik Pendidikan MIPA menjelaskan,  manfaat dari permainan tersebut dapat menumbuhkembangkan minat terhadap mata pelajaran matematika. Selain itu, FMS juga menstimulasi paradigma berpikir bahwa matematika dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan.

Sementara itu, fasilitator bidang sains, Febie Leona Tiffany mengungkapkan eksperimen sains mengajarkan anak ilmu tentang kehidupan yang terjadi di kesehariannya. Saat bereksperimen, akan terjadi diskusi, berpendapat, dan belajar tentang kesabaran (menunggu hasil eksperimen). “Seperti eksperimen kali ini, anak-anak mempelajari reaksi asam basa dan hukum fisika dalam kehidupan,” ungkap staff litbang IPA dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Foto: Simulasi eksperimen Balloon Rocket/Dok. KPM

Acara yang digelar sejak pagi hingga siang hari tak pelak membuat takjub dan semangat peserta. “senang sekali bisa belajar sains sambil bermain dan mau ikut lagi,” kata Panji Abdi Al Fatin siswa kelas 5 ini. Hal senada juga dikatakan M. Fahri Refandi yang mendapatkan pengalaman seru saat bermain Permainan Matematika Bela Negara, Balloon Race dan praktikum sains.

Bagaimana Sahabat, apakah tertarik untuk menjajal program Fun Math and Science di sekolah masing-masing? Yuk, daftar dan hubungi langsung tim Klinik Pendidikan MIPA. Narahubung 081280341100 (Ibu Karlina) atau 081299439643 (Bapak Ihsan).

Tim Media

Read more...

Aufan Pelajar Asal Bandung Barat Sukses Raih Best Overall di Ajang OMSI Ke-4

Foto: Aufan Ahmad Mumtaza (SD Al Irsyad Satya Islamic School, Kab. Bandung Barat)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Pelajar asal Kab. Bandung Barat, Aufan Ahmad Mumtaza, didaulat menjadi peserta terbaik di ajang Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) Se-Indonesia Ke-4 yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Aufan yang mewakili SD Al Irsyad Satya Islamic School, sukses mempersembahkan medali emas dan 1 Trophy Best Overall di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, IPB Dramaga Bogor, Minggu (01/09/19).

Perjuangan Aufan untuk meraih predikat “Best Overall” tentu tak mudah. Selain ditantang harus menyelesaikan soal matematika dan sains selama 120 menit. Aufan pun bersaing dengan 542 finalis dari berbagai daerah lain.

OMSI merupakan kompetisi tingkat nasional yang memadukan mata pelajaran matematika dan sains. Dari kompetisi ini, peserta yang meraih penghargaan terbaik berhak mengikuti seleksi menuju International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2019 di Vietnam.

Dalam kesempatan wawancara, Minggu, 01 September 2019, Aufan Ahmad Mumtaza mengatakan prestasi yang diraih atas penghargaan tersebut tak lepas dari support orangtua, sekolah, dan latihan intens yang dilakukannya. Meskipun dasar ilmu yang ditekuni adalah matematika, Aufan tak ragu untuk memfokuskan secara khusus latihan soal-soal sains demi mengasah kemampuan matematika dan sains lebih luas lagi.

SIMAK HASIL LENGKAP BABAK FINAL OMSI KE-4 (DISINI)

“Alhamdulillah, senang dan bangga. Saya gak nyangka bisa meraih prestasi di level nasional. Bisa berkompetisi di final saja sudah membuat saya bersyukur karena ini pengalaman saya ikut OMSI,” ujarnya seraya tersenyum.

Baca juga:

Ikuti Seleksi Terbuka Menjadi Tim Nasional IMSO 2019 Bersama KPM (unduh disini)

Sementara itu, Irawan Bagus sebagai orangtua mengaku bangga dengan putranya tersebut. Jerih payahnya yang selama ini dia lakukan, akhirnya membuahkan hasil. “Terus terang kami bangga sekali, karena event OMSI pertama kalinya diikuti. Awalnya sempat tak percaya ketika terpilih lolos ke final, namun, orangtua hanya bisa memberikan dukungan, doa, dan motivasi yang kuat kepada Aufan. Hingga akhirnya, seiring berjalannya waktu, Aufan menemukan ilmu baru yang mampu mengasah kemampuan matematika dan sains,” ujar Irawan.

“Terima kasih teruntuk KPM yang telah mempersembahkan kompetisi yang begitu bermakna bagi putra saya. Semoga penyelenggaraan OMSI ini dapat kami jumpai kembali hingga ke level Sekolah Menengah Pertama (SMP),” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

RHS Perkuat Motivasi Hidup Ojek Pangkalan lewat Suprarasional

Foto: Peserta pelatihan suprarasional bagi tukang ojek/Dok. KPM

Bogorplus.com - Bogor, Jawa Barat - Fenomena maraknya ojek online (berbasis daring) secara tak langsung memengaruhi ekosistem transportasi yang selama ini sudah berjalan. Ketimpangan penghasilan menjadi salah satu hal yang kerap dikeluhkan oleh ojek pangkalan dalam menghadapi terpaan ojek online.

Menanggapi permasalahan tersebut, lembaga Klinik Pendidikan MIPA bekerja sama dengan “Bang Read1” menginisiasikan program khusus, yakni berupa pelatihan motivasi cara berpikir suprarasional bagi pengemudi ojek pangkalan Komplek Laladon Indah, Ciomas, Bogor, Kamis (29/08/19) lalu.

Pelatihan yang bertajuk Menyelesaikan Masalah dan Mendapatkan Rezeki dari Jalan Tak Terduga tersebut fokus kepada tiga hal, yakni pembinaan akal, hati, dan fisik. Motivator Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membantu menyejahterakan pengemudi agar taraf hidup mereka menjadi lebih baik.

RHS menerangkan, tak dapat dipungkiri jika keterbatasan latar belakang pendidikan dan pengalaman hidup menjadi simpul permasalahan hingga akhirnya memaksa mereka tidak bisa berinovasi, kurang memahami berbagai persoalan hidup, dan berstrategi dalam penyelesaian masalah.”Dengan dibekali motivasi cara berpikir suprarasional, akhirnya mereka mulai menyadari persoalan hidup yang dihadapi, di antaranya kurangnya melakukan aktivitas ibadah, kurang melakukan inovasi dan tidak mau belajar,” ungkap peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini. 

“Sementara itu, keseriusan KPM & Bang Read1 dalam membantu kesejahteraan bagi pengemudi ojek pangkalan akan ditindaklanjuti dengan membuat komunitas suprarasional lewat aktivitas merencanakan kesusahan dan membuka gerakan ojek bayaran seikhlasnya pada waktu dan hari tertentu. Lewat proses tersebut, diharapkan dapat mendorong dan mengubah cara bepikir mereka untuk senantiasa menjaga aktivitas ibadah kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas berpikir agar kehidupan mereka menjadi lebih sejahtera,” jelas RHS.

Sang pengemudi, Sopian, mengaku bersyukur karena telah mendapatkan motivasi dari Pak Ridwan, sehingga jiwanya pun merasa lebih tenang dan termotivasi. “Alhamdulillah motivasi suprarasional ini menyadarkan saya untuk menambah keyakinan kepada Allah Swt Sang pemberi Rezeki. Hal tersebut yang kemudian memberikan semangat saya untuk terus mengasah kemampuan berpikir agar tak tertinggal perkembangan zaman,” kata Sopian.

Tim Media

Read more...
ads by bogorplus.com
Kota Bogor Bottom