Menu
RSS

Items filtered by date: November 2018

Pentingnya Belajar Pemecahan Masalah di Matematika

Foto: Suasana belajar MNR di Kodim 0606/Kota Bogor/Dok. KPM 

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat. -- Pentingnya membekali pelajar dengan penguasaan terhadap penyelesaian soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu keharusan, mengingat pada proses inilah sedianya memerlukan perhatian lebih dan bisa menjadi tolak ukur dalam keberhasilan belajar matematika.

Staf Ahli Litbang, Thyeadi Tungson mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun litbang Klinik Pendidikan MIPA pada hasil analisis Uji Soal MNR tahun 2017 dan 2018 kelas 6 SD.

Capaian analisa umum rerata nilai tahun 2017, dengan sampel sebanyak 821 siswa dari 29 sekolah yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, Banjar, Sukabumi, Jawa Timur, dsb) menunjukan angka 38,18 %, sedangkan pada tahun 2018 berada di angka 44,11 % dengan jumlah sampel 1.046 siswa dari 37 sekolah.

Foto: Staf Ahli Litbang KPM, Thyeadi Tungson

Capaian rata-rata tahun 2017 dalam menjawab soal bidang aritmatika sebanyak 44,01%, pemecahan masalah 34,59 %, dan geometri 31,88 %. Sedangkan pada tahun 2018 terjadi peningkatan dengan data aritmatika 53,85%, pemecahan masalah 35,01%, dan geometri 39,06 %.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata anak Indonesia masih memiliki kekurangan dalam bidang pemecahan masalah dan geometri. Walaupun bidang aritmatika masih belum mencapai 60%, tapi secara kemampuan sudah baik dan harus terus ditingkatkan. Namun yang menjadi catatan ialah di pemecahan masalah, karena level tertinggi belajar HOTS terdapat di pemecahan masalah yang merupakan gabungan dari soal-soal lainnya.

Tim Media

Read more...

MNR Perbaiki Nalar Matematika Anak

Foto: Buku Pintar MNR merupakan panduan ketika proses pembelajaran matematika di Klinik Pendidikan MIPA 

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Beberapa waktu lalu, dunia pendidikan kembali digemparkan dengan mencuatnya isu terjadinya penurunan kualitas kemampuan bernalar matematika anak-anak Indonesia, “Nalar Bermatematika Gawat, Harian Kompas, edisi Senin (12/11/18)”.

Jika dikaji secara mendalam, faktor penurunan kecakapan bernalar tersebut erat kaitannya dengan diterapkannya soal berjenis HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam sistem evaluasi pembelajaran matematika di kalangan pelajar SD hingga SMA.

Sejatinya, soal jenis HOTS tersebut dirancang sebagai pijakan agar pelajar Indonesia (generasi muda) mampu cakap berpikir di era pendidikan abad 21. Seperti yang kita ketahui, era pendidikan abad 21 menuntut lembaga pendidikan untuk mengubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik, menjadi berpusat pada peserta didik. Hal tersebut dilakukan agar para generasi muda terlatih kecakapan berpikir kritis dan kreatifnya.

Seiring berjalan waktu, tim menelaah akar permasalahan lemahnya keterampilan bernalar matematika anak Indonesia. Pada sebuah kesempatan, tim kontributor menyambangi Kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang berpusat di Bogor dan bertemu dengan Muchammad Fachri selalu Kepala Lomba dan Thyeadi Tungson selaku Staf Ahli Litbang, untuk menguak fenomena lemahnya kecakapan bernalar anak Indonesia.

Foto: Kepala Divisi Lomba KPM, Muchammad Fachri/Dok. KPM

Muchammad Fachri mengatakan, berita tersebut memang betul mencerminkan kondisi dunia pendidikan saat ini. Hal tersebut diperkuat dengan hasil data Uji Soal MNR (Matematika Nalaria Realistik) yang telah dilakukan KPM periode September-Oktober 2018 lalu.

Sedangkan Uji Soal MNR merupakan event tahunan yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) guna mengukur kemampuan peserta didik terhadap bidang matematika. Kegiatan yang sukses diikuti sebanyak 352.088 peserta dari berbagai wilayah Indonesia ini menjadi pilihan menarik bagi insan pendidikan karena dinilai sangat membantu pada perkembangan proses belajar matematika siswa.

Fachri mengungkapkan data yang telah dihimpun tim KPM, sebagian besar pelajar Indonesia masih sangat minim kemampuan bermatematikanya. Khususnya dalam bidang geometri dan pemecahan masalah.

“Ketika sudah berbicara lemahnya pemecahan masalah, sebuah pekerjaan rumah yang tak sederhana. Artinya, jika ada siswa yang tak memahami soal berjenis ini, berarti ada persoalan dalam berpikir nalarnya,” kata Fachri.

“Jika diamati, memang banyak faktor yang menyebabkan menurunnya kemampuan bernalar siswa. Beberapa sekolah masih menerapkan sistem belajar matematika yang bersifat hafalan rumus, hitung cepat, dan jarang dihadirkannya latihan soal yang memiliki karakteristik bernalar, sehingga pelajar pun kurang mendapat pengalaman mengerjakan soal-soal yang dapat menstimulus nalar seperti yang diterapkan KPM lewat metode MNR,” ungkap Fachri.

Tim Media

Read more...

MNR Jadi Strategi MTSN 3 Bogor Mengembangkan Nalar Matematika


Foto: Trainer KPM, Ryky Tunggal Saputra memberikan pelatihan MNR & Suprarasional kepada keluarga besar MTSN 3 Bogor/Dok. KPM 

Bogor, Jawa Barat – Memiliki pelajar atau generasi muda yang unggul dan berkarakter merupakan dambaan kita semua. Tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan karakter menjadi faktor kunci dalam mewujudkan peradaban manusia yang berkualitas.

Kini, kiprah sekolah pun semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Mengingat, harapan besar lahirnya generasi muda menjadi salah satu misi sosial yang mesti diemban  sekolah.

Menjawab tantangan tersebut, MTSN 3 Bogor tengah mempersiapkan strategi guna mewujudkan generasi unggul dan berkarakter. Pada hari Sabtu-Minggu, 10-11 November 2018 lalu, lembaga pendidikan yang beralamat di Jl. Raya Karadenan, Karadenan, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, menggelar workshop Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan cara berpikir suprarasional dengan menghadirkan tim pelatih dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Foto: Pembekalan materi eksplorasi kepada peserta pelatihan/Dok. KPM

 “Sebagai lembaga pendidikan besar yang berlandaskan Islam, MTSN 3 Bogor berikhtiar  mewujudkan pendidikan bermutu. Kami memandang, pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Cara Berpikir Suprarasional sangat tepat untuk menuju proses tersebut,” ujar Badrudin, M.Pd selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas.

Mengingat pentingnya pelatihan ini, MTSN 3 Bogor pun melibatkan puluhan staf, guru, perwakilan orang tua, dan siswa untuk mengikuti pelatihan bersama pelatih dari KPM, yakni Ryky Tunggal Saputra Aji dan Taufik Hidayah. Selama dua hari, para peserta mendapatkan pengalaman berkesan dengan sajian materi MNR dan suprarasional.

Ika Nurmustika Hanimah, mengabdi sebagai guru matematika kelas 7 dan 9, membuatnya merasa bahagia dan bersyukur karena berkesempatan mengikuti pelatihan yang luar biasa bersama tim KPM. Pendidikan karakter ala KPM ini betul-betul harus terus berkelanjutan, bahkan hingga tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Zumiyarni selaku guru BK menilai penyelenggaraan pendidikan tengah mengalami degradasi moral yang cukup mengkhawatirkan. “Namun masih ada harapan untuk dapat diperbaiki, yakni melalui praktik kolaborasi antara MNR dan suprasional.  Dua faktor penunjang inilah InsyaAllah akan menjaga kredibilitas dunia pendidikan di negeri ini,” tutup Ibu Zumiyarni.

Tim Media 

Read more...

KPM Mart Hadirkan Kemudahan Berbelanja Lewat Toko Online

Foto: Produk KPM Mart yang tersusun dalam rak/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA Mart (KPM Mart) semakin memudahkan layanan untuk para pelanggannya lewat toko online. Bagi para pelanggan yang ingin berbelanja, kini cukup mengakses lewat aplikasi atau web yang telah disediakan tim KPM Mart.

“Layanan pembelian melalui toko online ini dapat menjadi pilihan utama bagi pelanggan KPM Mart yang ingin mendapatkan produk-produk KPM, terutama bagi pelanggan yang berada di daerah dan tidak dalam jangkauan cabang atau mitra Klinik Pendidikan MIPA,” kata Nabila Nurhakimah, selaku pengelola KPM Mart.

Foto: Buku Pintar MNR SD, salah satu produk buku Matematika/Dok. KPM

Caranya pun cukup sederhana, pelanggan dapat memanfaatkan toko online di aplikasi maupun web. “Agar semakin memudahkan para pelanggan, KPM Mart telah menyediakan toko online, yakni Tokopedia (klik disini), Bukalapak (klik disini), dan Web KPM Mart (klik disini),” lanjut Teh Nabila (sapaan akrabnya).

Pada kesempatan terpisah, CEO KPM Mart, Ridwan Hasan Saputra (RHS) mengatakan, KPM Mart merupakan pembaharuan dari Toko Matematika. “Seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan dan varian produk yang dihadirkan (tak hanya produk matematika), Toko Matematika bertransformasi menjadi sebuah toko yang mudah diingat dan diakses para pelanggan, yaitu KPM Mart,” ungkap RHS.

Foto: Buku Sains Nalaria Realistik merupakan salah satu koleksi produk buku Sains/Dok. KPM

Peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini mengungkapkan, produk-produk yang dijual pun semakin beragam, seperti: buku matematika, buku sains, puzzle kayu, permainan kartu, permainan eksplorasi, produk titipan UMKM, souvenir, alat tulis kantor dan lain-lain. Tak hanya itu saja, KPM Mart juga menjual produk buku dan seragam penunjang bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di KPM.

Di samping peran toko yang menjual produk KPM dan kebutuhan lainnya, kehadiran KPM Mart juga dapat membantu masyarakat sekitar dan keluarga KPM. Salah satunya membuka kerja sama usaha dengan menitipkan produk UMKM dititipkan di KPM Mart.

Foto: Sagon Kelapa khas Lumajang menjadi pelengkap salah satu produk titipan UMKM dari keluarga KPM/Dok. KPM

Meskipun telah menghadirkan toko online, KPM Mart tetap membuka tokonya secara offline. Bagi pelanggan yang ingin mendapatkan produk KPM Mart, dapat berkunjung langsung yang berlokasi di Pertokoan Madjoe No. 22 C, Jalan Raya Laladon, Ciomas - Kab. Bogor. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 081284585755.

Tim Media

Read more...

Makan Sambil Bersedekah di Warung Barokah Kodim 0607/Kota Sukabumi


Foto: Pengunjung memilih menu makanan di Warung Barokah Kodim 0607/Kota Sukabumi/Dok. Kodim 0607/Kota Sukabumi

Bogorplus.com-Kota Sukabumi, Jawa Barat—Dari sekian bentuk amal ibadah, aktivitas bersedekah merupakan amalan yang sering kita jumpai. Selain dapat mendatangkan pahala, sedekah juga sangat membantu sesama manusia (bagi yang membutuhkan). Banyak cara yang telah dilakukan berbagai lembaga maupun individu guna melaksanakan program berbagi (sedekah).

Seperti halnya yang dilakukan Kodim 0607/Kota Sukabumi, memiliki cara sendiri agar tetap dapat membantu antar sesama. Selain menjadi tempat pembinaan satuan dan teritorial, Kodim 0607/Kota Sukabumi sukses menginspirasi masyarakat dengan membuka “Warung Barokah”.

Warung Barokah sendiri dapat kita jumpai persis berdekatan dengan pintu masuk Makodim. Terlihat, Warung yang berada di Jl. R.A. Kosasih, Sukaraja, Kota Sukabumi ini sudah terpasang spanduk yang bertuliskan slogan “Bayar Seikhlasnya untuk Sedekah”. Tulisan ini pun akhirnya mendapat perhatian dari para pengguna jalan hingga akhirnya singgah di warung tersebut.

Foto: Warung Barokah tampak depan/Dok. Kodim 0607/Kota Sukabumi

Warung Barokah buka setiap hari Jumat pada pukul 09.00-13.00 WIB. Sama seperti warung makan pada umumnya, Warung yang digagas Sang Dandim, Letkol Kav Mujahidin ini juga menyediakan aneka menu, seperti: nasi uduk, nasi kuning, telur, sayur, dan gorengan.

Letnan Kolonel Kav Mujahidin mengungkapkan ihwal kehadiran warung barokah. “Hadirnya warung barokah ini termotivasi untuk menghadirkan inovasi dalam kegiatan sosial. Oleh sebab itu, munculah gagasan untuk mendirikan sebuah warung yang mengusung konsep sedekah, dan akhirnya terbentuklah warung barokah,” ungkap Letkol Kav Mujahidin, dalam kesempatan wawancara, Kamis (08/11/2018), di Makodim 0607/Kota Sukabumi.

Foto: Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letnan Kolonel Kav Mujahidin/Dok. KPM

“Selain ingin menghadirkan inovasi berbeda dalam kegiatan sosial, kehadiran warung barokah ini terinspirasi dari Kodim 0606/Kota Bogor yang telah lebih dulu mendirikan Warung Berkah. Terlepas dari itu semua, tentunya kami berniat dan berikhtiar agar dapat membantu masyarakat (yang membutuhkan) dengan cara apapun, salah satunya bersedekah,” ungkapnya.

Eks Perwira Staf Operasi Kodam V Brawijaya ini mengatakan, siapa pun dapat berkunjung dan mampir di Warung Barokah ini. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati hidangan menu yang disajikan dengan biaya seikhlasnya (sesuai kemampuan). Pihaknya pun telah menyiapkan kotak/keropak untuk menerima bayaran seikhlasnya dari pengunjung yang telah menyantap makanan.

Foto: Suasana santap pagi di Warung Barokah/Dok. Kodim 0607/Kota Sukabumi

Kemudian, dari hasil pendapatan Warung Barokah, sepenuhnya akan disumbangkan untuk kalangan tidak mampu (fakir miskin, kaum dhuafa, yatim piatu, dan sebagainya).

Saat dikonfirmasi terkait sumber pendanaan untuk menyajikan menu makanan, Letkol Kav Mujahidin menegaskan bahwa sumber dana murni berasal dari kantong pribadi masing-masing anggota TNI Se-Kota Sukabumi yang sebelumnya diorganisir setiap Koramil dibawah komando Kodim 0607/Kota Sukabumi.

 “Dari program warung barokah ini sedianya dapat membangun kesadaran semua pihak, jika penghasilan yang kita terima masih ada hak orang lain (kalangan tidak mampu) yang harus disalurkan. Dan, melalui warung barokah ini diharapkan menjadi sarana yang tepat untuk bersedekah secara berjamaah." tutupnya.

Tim Media

 

Read more...

KPM Umumkan Hasil Olimpiade Guru Matematika (OGM) Se-Jabodetabek 2018

 

Foto: Suasana Olimpiade Guru Matematika Se-Jabodetabek/Dok. KPM

Bogor, Jawa Barat—Klinik Pendidikan MIPA (KPM) telah merilis pengumuman hasil Olimpiade Guru Matematika (OGM) Se-Jabodetabek. Informasi tersebut dapat dilihat di website www.kpmseikhlasnya.com yang dirilis hari Rabu (07/11/2018).

Pelaksanaan OGM telah  digelar pada hari Sabtu (03/11/2018) lalu. Sebanyak 59 pendidik level SD hingga SMA dari wilayah Jabodetabek memadati ruang kelas di SDIP Daarul Jannah, Cibinong-Bogor. Pada kesempatan tersebut, Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra, hadir memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka acara secara resmi.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (pertama dari kanan) membuka acara secara resmi Olimpiade Guru Matematika (OGM)/Dok. KPM

Teguh Imam Agus Hidayat, selaku Ketua Pelaksana mengatakan, perhelatan perdana yang digelar KPM Pusat ini memiliki keunikan tersendiri daripada lomba-lomba pada umumnya.  “Meskipun bernuansa kompetisi, para peserta juga dibekali pelatihan/pembinaan motivasi cara berpikir suprarasional. Selain itu, ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan pun disajikan pada event dengan bayaran seikhlasnya ini,” ungkapnya.

“Peserta yang dinyatakan LOLOS ke tahap selanjutnya adalah yang namanya tercantum pada pengumuman dan berhak mengikuti ke babak selanjutnya, yakni tahap 2, pada hari Sabtu (10/11/2018), bertempat di SDIP Daarul Jannah, Cibinong-Bogor,” ujar Pak Teguh dalam keterangan persnya.

Berikut informasi lengkap Peserta OGM ke tahap 2, silakan buka link disini.

Tim Media

Read more...

Jelang Piala Kasad, Atlet Yongmoodo Divif 1 Kostrad dibekali Motivasi Suprarasional

Foto: Ridwan Hasan Saputra (RHS) bersama Atlet Yongmoodo Divisi 1 Kostrad/Dok. KPM

Bogor, Jawa Barat – Kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kedatangan tamu istimewa dari Divisi Infanteri 1 Kostrad, Sabtu (03/11/2018) lalu. Kehadiran 25 anggota TNI tersebut merupakan para atlet Yongmoodo yang akan berlaga pada ajang Piala Kasad Cup, Bali, 23-30 November 2018 mendatang.

Kehadiran tim asuhan Letnan Kolonel Cpl Ramin, S.I.P., M. Tr (Han) bertujuan mendapatkan bekal motivasi cara berpikir suprarasional oleh Ridwan Hasan Saputra (RHS). Acara yang digelar pukul 20.00-22.00 WIB berlangsung hangat dan penuh makna.

Foto: Suasana pelatihan suprarasional bagi Atlet Yongmoodo/Dok. KPM

Pada kesempatan tersebut, Ridwan Hasan Saputra (RHS) memotivasi para atlet dengan cara berpikir suprarasional agar bisa meraih rezeki yang tak terduga. Selain itu, RHS juga berbagi kiat agar penerapan cara berpikir suprarasional menjadi efektif, yakni dengan mengoptimalkan tiga antena kehidupan yang yang ada pada diri masing-masing atlet, seperti: hati, akal, dan panca indera.

Sementara itu, Letnan Kolonel Cpl Ramin, S.I.P., M. Tr (Han) selaku Komandan Latihan mengungkapkan bahwa kehadiran timnya bersilaturahim dengan Pak Ridwan agar memiliki kesamaan persepsi dalam konsep arah berpikir, khususnya bagi atlet yang akan berlaga di ajang nasional.

Perwira yang kini menjabat sebagai Komandan Detasemen Peralatan Divif 1 Kostrad berharap, dengan diberikannya motivasi suprarasional, para atlet yang dibina tak hanya mengejar prestasi semata. “Namun dibalik itu semua, para atlet harus memiliki pondasi berpikir yang baik seperti yang telah disampaikan Pak Ridwan agar dalam pelaksanaan kompetisi mendatang menuai hasil yang membanggakan atas keridhoan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Pak Ramin.

Tim Media

Read more...

KPM Sukses Menggelar Event Internasional CFM 2018

Foto: Challenge for Future Mathematicians (CFM) 2018/Dok. KPM 

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat -- Kesuksesan gelaran olimpiade matematika bertaraf internasional di Bogor-Jawa Barat, yang bertajuk "Challenge for Future Mathematicians (CFM)", pada tanggal 27-30 Oktober 2018 lalu, semakin mengukuhkan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai lembaga yang berputar menjadi penyelenggara kompetisi internasional.

Selama kompetisi berlangsung, 153 peserta dari 5 negara, seperti: Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia berlaga yang berpusat di Aula Griya Dharma Wulan, Sentul-Bogor. Mereka juga bersaing dalam 2 kategori, yakni individual contest dan team contest. Selain itu, ada juga sesi tambahan, yaitu puzzle contest. Pada event kali ini, sebanyak 17 medali emas, 34 medali perak, 57 medali perunggu diperebutkan oleh ratusan peserta mulai kelas 3 SD-8 SMP.

Keberhasilan KPM menjadi tuan rumah tak hanya baru kali ini saja. Bila kita tengok sebelumnya, ada beberapa event internasional dimana KPM menjadi tuan rumah, di antaranya International Mathematics and Science (IMSO) November 2016, International Mathematics Wizards Challenge (IMWiC) Mei 2018, dan International Youth Exchange (IYE) Agustus 2018, dan kegiatan serupa lainnya pada tahun 2015.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (tengah) bersama team leader negara peserta CFM 2018/Dok. KPM

Meski telah banyak mengikuti berbagai kegiatan internasional, tak membuat KPM jumawa. "Sedianya, event olimpiade sebagai pemersatu seluruh elemen bangsa, tak hanya bidang matematika, namun berlaku untuk bidang olimpiade lainnya. Kami bersyukur karena diberikan keberkahan dari Allah Swt atas terselenggaranya event ini. Hal ini tak mungkin dapat terwujud tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Selain sebagai pemersatu bangsa, CFM kali ini diharapkan juga dapat memupuk persaudaraan antar bangsa, khususnya peserta negara CFM," ungkap Muchammad Fachri selaku Ketua Penyelenggara CFM 2018.

Pasca awarding ceremony, apresiasi pun disampaikan kepada tim KPM yang telah sukses menggelar event CFM untuk kedua kalinya di Indonesia. Salah satunya disampaikan Nguyen Chi Truang. "Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada KPM karena telah sukses menggelar event CFM 2018 sehingga siswa, orang tua, dan official begitu senang mengikuti rangkaian CFM di Bogor," ungkap Team Leader Vietnam ini.

Tak hanya menggelar dan mengikuti kompetisi internasional, KPM pun tengah bersiap untuk menggelar kompetisi matematika bertaraf nasional, yakni Babak Penyisihan Kompetisi Matematika Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se-Indonesia Ke-14, yang akan berlangsung pada tanggal 25 November 2018. Bagi para sekolah dan pelajar yang ingin mengikuti event nasional tersebut dapat menghubungi tim lomba KPM 0812-8546-962.

Saksikan juga tayangan kilas balik kegiatan CFM 2018 (Klik Gambar dibawah ini)

Tim Media

Read more...

Kartu Nara Jadi Permainan Eksplorasi di Ajang Olimpiade Matematika Internasional

Foto: Permainan Kartu Nara/Dok. KPM

Bogorplus-com-Bogor, Jawa Barat – Pada gelaran Challenge for Future Mathematicians (CFM) 2018, sebanyak 153 peserta dari 5 negara yang terdiri dari Vietnam, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Indonesia telah berjuang untuk meraih prestasi terbaik di ajang tahunan tersebut. Ada dua jenis lomba dalam ajang CFM ini, yakni individual contest & team contest. Selain itu, ada pemandangan berbeda kala memasuki babak puzzle contest (permainan eksplorasi), yakni adanya permainan kartu nara (Nara Game) sebagai tantangan eksplorasi bagi para peserta.

Untuk pertama kalinya, Kartu Nara menjadi permainan yang dipertandingkan pada event internasional. Permainan yang digagas oleh CEO Read1 Humas School (RHS), Ridwan Hasan Saputra ini semakin menambah cair suasana ditengah ketatnya persaingan antar peserta di ajang kompetisi.

Foto: Kartu Nara pun menjadi permainan puzzle contest di ajang internasional CFM 2018/Dok. KPM

Nara game diperkenalkan kepada publik pada pertengahan tahun 2016. Sejak saat itu, permainan nara mulai digandrungi kaum pelajar, tak terkecuali insan pendidik, seperti guru, mahasiswa, dan umum pada kesempatan pelatihan, kompetisi, dan kegiatan belajar di berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran permainan Kartu Nara pada kompetisi internasional bukan tanpa alasan, Muchammad Fachri selaku Ketua Pelaksana CFM 2018 menjelaskan, ditetapkannya Kartu Nara bertujuan memperkenalkan produk asli karya Klinik Pendidikan MIPA kepada dunia internasional.

"Permainan Kartu Nara bukan permainan kartu biasa. Di dalamnya terdapat pengenalan operasi hitung, berpikir  strategis, hingga belajar  mengambil keputusan untuk meraih kemenangan," tuturnya.


Foto: Meski sederhana, kartu nara mampu menyuguhkan eksplorasi matematika unik dan menyenangkan/Dok. KPM

Sementara itu, Thyeadi Tungson selaku ketua dewan juri mengatakan, sesi puzzle contest tak harus melulu dengan permainan yang sulit dan menantang.

"Prinsipnya, kita ingin menghadirkan permainan yang fun (menyenangkan). Meskipun permainannya sederhana, tapi jika dikemas dengan cara bermain yang menarik, pasti jadi seru. Dan, kategori tersebut ada di dalam permainan Kartu Nara. Terbukti, peserta dari luar negeri pun sangat antusias ketika bermain, bahkan dapat menjuarai sesi puzzle contest ini " ujar Pak Thyeadi.

Bagi sahabat yang penasaran dengan Permainan Kartu Nara bisa mendapatkannya di KPM Mart (silahkan klik disini). Kartu ini sangat cocok dimainkan bagi kalangan pelajar SD-SMA, guru, hingga kalangan masyarakat umum. Selain sebagai alat permainan, Kartu Nara juga dapat digunakan untuk berlatih kemampuan bernalar anak melalui strategi permainan.

Tim Media

Read more...

Ridwan Hasan Saputra Bekali Peserta LDKS SMKN 4 Bogor dengan Suprarasional

Foto: Ridwan Hasan Saputra membekali para peserta LDKS SMKN 4 Bogor dengan motivasi suprarasional/Dok. KPM 

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat -- Nuansa berbeda tampak saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang digelar SMKN 4 Kota Bogor. Selain materi yang bertemakan tentang kepemimpinan, panitia pelaksana pun turut menghadirkan Motivator Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra. Kehadiran Peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini guna membekali 195 peserta calon pemimpin masa depan dengan motivasi cara berpikir suprarasional, bertempat di gedung SMKN 4 Bogor, Jalan Raya Tajur, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (02/11/2018).

Selama dua jam, peserta LDKS dibekali stimulus agar menjadi pelajar yang berkah, yakni dengan mengoptimalkan tiga antena kehidupan, seperti: hati, akal, dan panca Indera. Meski terkesan santai, semua peserta larut dalam sajian materi yang disampaikan sang motivator.

Meskipun baru perdana mengikuti motivasi suprarasional, para peserta yang hadir semakin terduga motivasi hidupnya, salah satunya M Yusuf Naufal. Menurutnya, materi suprarasional sangat bagus jika disampaikan kepada pelajar. "Alhamdulillah saya sangat bersyukur mendapatkan pengalaman langsung dari ahlinya."

Ketua OSIS SMKN 4 Bogor ini juga mengakui bahwa cara berpikir suprarasional tak hanya mengajarkan tentang strategi meningkatkan jiwa kepemimpinan, namun menginspirasi untuk menjadi pribadi yang berkualitas.

Sementara itu, kepada tim kontributor, Kepala SMKN 4 Bogor, Drs. Joni Alwis, mengatakan event tahunan ini memang sengaja dikemas secara berbeda. Salah satunya mengundang narasumber dari pihak eksternal, bekerja sama dengan Korem 061/Suryakancana dan Klinik Pendidikan MIPA. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter. 

Lebih lanjutnya, Pak Joni Alwis menegaskan, "Kita ketahui, SMK atau pendidikan vokasi merupakan pendidikan untuk mempersiapkan para pelajar memiliki keterampilan berpikir, bertindak dan cakap dalam berorganisasi. Dan, motivasi suprarasional ini sangat membantu sekali untuk menguatkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik," tutupnya.

Tim Media

Read more...