Menu
RSS

Items filtered by date: November 2018

Pelatihan MNR & Suprarasional Kenalkan Nilai-Nilai Kehidupan

Foto: Peserta pelatihan saat menjajal Permainan Suprarasional Pendidikan Karakter (PSPK)/Dok. KPM

Bogorplus.com Aceh Besar-Banda Aceh. – Ikhtiar Kemendikbud dan KPM dalam memberikan pelatihan peningkatan guru matematika di berbagai daerah kini berbuah manis. Selain mendapat sambutan hangat terhadap konsep materi yang disampaikan, para peserta juga memberikan apresiasi karena setiap momen pelatihan bersama KPM tak sekedar belajar ilmu umum saja, namun terkandung nilai-nilai kehidupan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ibu Nurhayati, guru SMPN 1 Darussalam, Aceh Besar-Banda Aceh. Ia mengaku sangat bersyukur dapat berkesempatan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Sulthan Hotel Internasional. Selama 4 hari 3 malam, pada tanggal (29/10) hingga (01/11) yang mendapatkan nuansa pelatihan pelatihan yang berbeda dari biasanya.

“Acapkali materi disajikan, pemateri selalu menyisipkan makna yang terkandung yang mengarah pada nilai kehidupan. Terlebih, cara penyampaian yang ramah dan mudah diserap menjadi nilai tersendiri bagi saya yang sudah menantikan pelatihan seperti ini,” ungkap Ibu Nurhayati.

Foto: Suasana pelatihan yang dilaksanakan di Sulthan Hotel Internasional, Aceh/Dok. KPM

Sementara itu, bagi Ibu Fatimah Zohra momen pelatihan kali ini menyadarkan saya bahwa menuntut ilmu adalah segalanya. “Semakin berkembangnya zaman, mau tak mau kita pun harus berupaya agar meningkatkan kompetensi diri masing-masing untuk dapat menghadapi tantangan zaman. Dan, KPM telah memberikan kiat-kiat untuk mencapai hal tersebut. Semoga kita semua dapat istiqomah menerapkan ilmu MNR dan suprarasional,” tutup Ibu Fatimah.

Dengan berakhirnya kegiatan pelatihan di Aceh Besar, maka berakhir pula rangkaian kegiatan tim Klinik Pendidikan MIPA dalam memberikan pelatihan meningkatkan kompetensi guru matematika di daerah-daerah. Berikut daftar lokasi yang sudah dikunjungi tim KPM ke berbagai daerah, di antaranya: Kab. Landak, Kalbar (01-04 Oktober 2018), Kab. Majene, Sulawesi Barat (08-11 Oktober 2018), Kota Bima, NTB (15-18 Oktober 2018), Kab. Seluma, Bengkulu (22-25 Oktober 2018), dan Kab. Aceh Besar, Banda Aceh (29 Oktober-01 November 2018).

Tim Media

Read more...

Kadisdik Aceh Besar Tutup Acara Pelatihan Matematika Berbasis HOTS & Suprarasional

Foto: Ketua Pelatih dari KPM, Drs. H. Moh. Arodhi (kiri) serah terima kenang-kenangan buku cara berpikir suprarasional kepada Kadisdik Kab. Aceh Besar, Dr. Silahuddin, M.Ag (kanan)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Aceh Besar-Banda Aceh. – Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Aceh Besar menutup secara resmi pelatihan peningkatan kompetensi guru matematika di wilayah Kab. Aceh Besar. Acara yang telah digelar selama 4 hari 3 malam ini berpusat di Sulthan Hotel Internasional, Jl. Sulthan Hotel No. 1 Peunayong, Banda Aceh, pada tanggal 29 Oktober – 01 November 2018.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Silahuddin, M.Ag, selaku Kadisdik memberi apresiasi dan penghargaan terhadap dedikasi para guru yang berkomitmen untuk menjadi seorang pembelajar. Kadisdik berharap nantinya para guru mampu mempraktikkan ilmu yang telah didapat dan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran matematika.

“Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten menjadi faktor kunci menghadapi era revolusi industri 4.0. Kita ketahui, revolusi industri yang bertumpu pada teknologi menuntut bangsa Indonesia harus mempersiapkan SDM yang andal,” kata Pak Silahuddin.

Foto: Peserta pelatihan peningkatan kompetensi guru matematika berbasis HOTS & Suprarasional di Aceh Besar/Dok. KPM

Dari fenomena tersebut, Kadisdik yang baru menjabat selama 2 bulan berpesan agar para guru mengimplementasikan ilmu yang didapat pasca pelatihan secara sungguh - sungguh.

Kemudian, Ia pun mengatakan, guru yang hebat adalah guru yang mampu memandaikan siswanya dalam urusan budi pekertinya. “Sebagai seorang pendidik, guru memiliki tugas untuk membina budi pekerti dan memberikan pengarahan kepada siswa agar menjadi seorang anak yang berbudi pekerti luhur. Oleh karena itu, belajar matematika bukan sebatas transfer pengetahuan saja, namun banyak terkandung nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.

Di samping itu, guru yang hebat adalah guru yang memiliki keterampilan dalam ilmu dan akal. “Pahami dan kuasai hasil pelatihan yang telah diikuti secara mendalam. Setelah itu, latihlah para siswa agar dapat terampil berpikir secara holistik,” tutupnya.

Tim Media

Read more...