Menu
RSS

Items filtered by date: December 2018

Libur atau Belajar

Oleh: Teguh Imam Agus Hidayat, Kepala Divisi Litbang Klinik Pendidikan MIPA

Beberapa hari lagi adalah hari-hari yang dinanti sebagian besar pelajar di Indonesia, apakah itu? Tepat sekali, momen liburan sekolah. Banyak yang sudah mengagendakan berlibur di rumah, keluar kota, bahkan ada yang sampai keluar negeri.

Liburan tak dapat dipungkiri sebagai hal yang spesial di mata para pelajar. Apakah karena melepas kepenatan setelah menghadapi penilaian akhir semester (PAS), atau ingin mencari suasana lain dalam belajar. Semua bergantung pada niat pelajar itu sendiri, sebagaimana dipertegas bahwa Rasulullah bersabda, "Setiap sesuatu bergantung pada niatnya."

Niat ini yang harus diluruskan sejak awal. Faishal (2011) mengatakan bahwa kita harus berlibur atau bertamasya agar dapat melihat kebesaran ALLAH dan menambah keimanan. Saat liburan datang, maka luruskan niat bahwa hanya mengganti tempat belajar sementara, yang sebelumnya sekolah menjadi alam sekitar.

Belajar itu bisa dimana pun, tidak mengenal tempat, sebagaimana Rasulullah bersabda, "Belajarlah mulai dari buaian sampai liang lahat." Artinya belajar tidak ada liburnya, hanya mengganti tempat untuk belajar dan hal yang akan dipelajari.

Mulailah dari sekarang luruskan niat agar makna belajar di saat liburan sekolah tetap melekat pada diri para pelajar di Indonesia. Karena barangsiapa yang harinya (hari ini) lebih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung, barangsiapa harinya seperti sebelumnya, maka ia telah merugi, dan barangsiapa yang harinya lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang terlaknat (Al hadits).

Jakarta, 9 Desember 2018

Read more...

Kiprah RPM Cikarang dalam Membumikan Matematika Berbasis MNR

Foto: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di RPM Cikarang/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Ada banyak cara yang dilakukan untuk menebar kebaikan dan manfaat kepada sesama, salah satunya dengan berbagi ilmu. Seorang Ibu Rumah Tangga, Vitri Wulandari, patut menjadi inspirasi kita semua. Ia konsisten menebar manfaat lewat jalur pendidikan kepada lingkungan sekitar.

Perempuan yang juga pernah berprofesi sebagai guru ini tergugah hatinya agar setiap aktivitasnya mendapatkan ridho dari Allah Swt. Atas dasar itulah, akhirnya Ia merintis sebuah bimbingan belajar yang bernama Rumah Pendidikan MIPA (RPM).

Foto: Kantor RPM Cikarang di Ruko Simprug (kantor sekarang)/Dok. KPM

“Rumah Pendidikan MIPA (RPM) merupakan perpanjangan tangan dari Klinik Pendidikan MIPA yang berpusat di Bogor. Lembaga nirlaba ini didirikan dengan tujuan membumikan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR), khususnya di wilayah Cikarang, Kab. Bekasi,” kata Vitri Wulandari.

Menjalarnya program RPM di Cikarang, memang tak bisa terlepas dari kegigihan dan naluri  Vitri sebagai seorang pendidik. Ia terus berikhtiar membangun peradaban yang baik lewat MNR, SMS, dan Suprarasional.

Sedang cari buku latihan olimpiade Matematika dan Sains? di KPM Mart saja

Vitri menuturkan, awal berdiri pada tahun 2015, lokasi RPM Cikarang berada di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Kancil 5 Blok D No. 100, dimana rumah tersebut merupakan kediaman Vitri sendiri bersama keluarga. Tiga tahun kemudian, RPM Cikarang semakin berkembang dengan menempati sebuah Ruko yang berlokasi di Taman Simprug, Blok A3, No. 23, Jababeka 2, Cikarang Baru.

Foto: Rumah Pendidikan MIPA (RPM) CIkarang (kantor sebelumnya)/Dok. KPM

Istri dari Ari Pujiwidodo ini juga mengungkapkan bahwa, dukungan dari keluarga dan kerjasama yang baik dengan orang tua siswa, mitra RPM, dan lembaga sekolah di Cikarang menjadi faktor kunci berkembangnya RPM Cikarang.

"Alhamdulillah, atas izin Allah Swt dan dukungan dari berbagai pihak, RPM Cikarang semakin dipercaya untuk berkiprah dan memberikan kontribusi bermanfaat lewat jalur pendidikan,” ungkapnya. Hal tersebut terbukti dengan selalu digelarnya pertemuan rutin baik dengan orang tua maupun silaturahmi ke berbagai lembaga pendidikan.

Buku Strategi Sukses Olimpiade Sains cocok buat sahabat dalam rangka persiapan menghadapi olimpiade sains/Dok. KPM

Kini, siswa binaan RPM Cikarang pun telah mencapai 220 siswa, dimana sebelumnya berkisar di angka 50. Tak hanya itu, RPM Cikarang pun telah memiliki 31 mitra lembaga sekolah dari hasil pelaksanaan Uji Soal MNR.

Foto: Pelaksanaan Penyisihan KMNR 14 di wilayah Cikarang/Dok. KPM

Selain itu, RPM Cikarang juga telah memiliki mitra 4 Klub Matematika Seikhlasnya (KMS) yang tersebar di Cikarang, di antaranya: SDI Al Azhar 12 Cikarang, SDIT Al Kautsar Cikarang, SMPIT Al Fawwaz Cikarang, SDIT An Najma Cikarang, dan 1 lembaga RPM di Perumahan Bumi Citra Lestari. 

Adapun beberapa program yang telah dijalankan RPM Cikarang, seperti Kelas Matematika, Kelas IPA, Kelas Fokus UN, Fun Math and Science, dan Pembinaan Persiapan Kompetisi Matematika dan IPA.

Sementara itu, menurut Dadan Hidayat selaku Kepala SDIT Al Kautsar Cikarang, kerja sama yang terbangun selama satu tahun dengan RPM Cikarang, banyak sekali memberikan manfaat bagi siswa, tenaga pendidik, dan lembaga sekolah. “Alhamdulillah, kehadiran RPM menjadi inspirasi kami untuk membuka Klub Matematika Seikhlasnya (KMS). Selain metode pembelajaran yang bernalar, visi-misi RPM juga senada dengan lembaga pendidikan, yakni meninggikan derajat manusia” ungkap Dadan Hidayat.

Tim Media

Read more...

Bermatematika dengan Cara Berpikir Suprarasional

Oleh: Asep Sapa'at, Kepala Divisi Pendidikan Klinik Pendidikan MIPA

Tahukah Anda apa itu cara berpikir suprarasional? Cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang menjadikan Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau memecahkan masalah. Orang tua, guru, atau pun anak yang berpikir suprarasional akan memahami bahwa mengharap ridho Allah Swt. menjadi tujuan belajar dan banyak melakukan perbuatan baik (dimensi dunia dan akhirat) sebagai cara untuk memperkuat keyakinan ini. Saputra (2017) menyatakan bahwa cara berpikir suprarasional akan mengantarkan anak pada sumber ilmu, yaitu Tuhan Yang Maha Mengetahui dan sumber dari segala sumber ilmu. Jadi, tugas orang tua dan guru adalah semakin mendekatkan dirinya beserta anaknya kepada sumber ilmu.

Ada asumsi ketika anak pandai berhitung, maka anak tersebut disimpulkan pandai bermatematika. Asumsi ini keliru. Karena anak yang pandai berhitung belum tentu pandai bermatematika. Matematika adalah suatu tata aturan yang disepakati bersama. Karena matematika adalah suatu tata aturan, anak dilatih untuk taat pada aturan agar tidak mendapatkan konsekuensi atau hukuman karena pelanggaran terhadap aturan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak peraturan yang wajib dipatuhi dengan penuh kesadaran. Ketika kita belajar mematuhi aturan yang berlaku dan sudah menjadi kesepakatan bersama, maka kita sedang belajar matematika tanpa angka. Matematika tanpa angka merupakan wujud nyata dari cara berpikir suprarasional.

Matematika tanpa angka adalah cara penyajian matematika yang berfokus mengajarkan dan mendidik anak menjadi pribadi bermoral dan patuh pada aturan. Moralitas dan perilaku baik yang ditunjukkan dalam keseharian merupakan cerminan dari pengajaran dan pembelajaran matematika tanpa angka. Konten matematika menjadi alat, sedangkan mendidik karakter anak menjadi fokus utama pembelajaran matematika tanpa angka. Ketika anak belajar disiplin mematuhi aturan dan norma yang berlaku, penalaran anak pun sedang diasah. Harapannya, ketika penalaran anak berkembang, maka anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran matematika. Karena pelajaran matematika relatif mudah dipelajari ketika daya nalar anak berkembang dengan baik.

Bagaimana konsep matematika tanpa angka sebagai realisasi cara berpikir suprarasional dapat meningkatkan penalaran anak? Pertama, ketika kita mengajarkan anak-anak agar hormat pada orang yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, anak-anak sedang diajarkan dan dilatih bagaimana cara bersikap yang tepat kepada orang yang lebih tua dan orang yang lebih muda. Hasil dari pembelajaran ini, anak-anak dilatih untuk terampil menganalisis bagaimana cara terbaik untuk berkomunikasi dan bersikap dengan orang lain yang usianya berbeda dengan dirinya. Dalam konteks pembelajaran matematika, anak-anak diharapkan terlatih untuk menemukenali masalah sekaligus mampu memilih alternatif solusi untuk pemecahan masalah tersebut.

Kedua, ketika orang tua dan guru mengajarkan pengetahuan kepada anak-anak tentang perbedaan orang baik dan orang jahat. Orang baik terbiasa menunjukkan perilaku baik, seperti berkata santun, bersikap sopan, jujur, dan bersikap baik lainnya. Sebaliknya, orang jahat pun biasa menunjukkan perilaku buruk, seperti bohong, berkata kasar, menghina orang, dan bersikap buruk lainnya. Dalam konteks ini, orang tua dan guru sedang mengajarkan kepada anak-anak kemampuan mengidentifikasi perilaku orang baik dan perilaku orang jahat, serta bagaimana cara terbaik untuk menghadapi kedua kelompok orang tersebut.

Ketiga, ketika orang tua dan guru mengajarkan pengetahuan dan mendidik anak-anak tentang cara-cara dan tahapan perilaku yang harus ditunjukkan saat bertamu, misalnya. Saat datang bertamu, ketika sudah sampai di pintu rumah orang yang dituju, kita ketuk pintu dan mengucapkan salam. Jangan dulu masuk ke rumah sebelum dipersilakan oleh pemilik rumah. Ketika anak-anak sudah terbiasa melakukan hal-hal baik saat bertamu itu artinya mereka dapat berpikir dengan baik bagaimana seharusnya kita bersikap saat bertamu. Dalam konteks pembelajaran matematika, ketika anak-anak mendapatkan masalah matematika, mereka dapat menyelesaikan masalah matematika tersebut beserta langkah-langkah penyelesaian masalah yang tepat.

Idealnya, matematika tanpa angka seharusnya diajarkan kepada anak-anak terlebih dahulu sebelum matematika dengan angka. Cara terbaik mengajarkan matematika tanpa angka adalah dengan cara mengajarkan dan menyemangati anak-anak mempraktikkan cara berpikir suprarasional dalam kehidupan mereka. Konsekuensi logisnya, orang tua dan guru harus menjadi teladan yang konsisten berpikir ala suprarasional. Karena dengan cara berpikir suprarasional, konsepsi matematika tanpa angka diharapkan mampu membangun karakter anak-anak dengan sendirinya. Selain itu, kemampuan penalaran anak menjadi semakin terlatih sebagai faktor kunci keberhasilan anak dalam belajar matematika.

Ada yang menarik dari hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri St. Louis (Suyanto, 2010) bahwa peningkatan motivasi siswa dalam meraih prestasi akademik di sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang terlibat dalam program pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis tingkat perilaku negatif siswa yang menghambat keberhasilan akademik. Dampak nyata penerapan pendidikan karakter terhadap keberhasilan belajar anak.

Matematika tanpa angka sebagai wujud nyata dari cara berpikir suprarasional berfokus untuk membangun karakter anak, bukan hanya sekadar membuat anak berpengetahuan matematika saja. Cara berpikir suprarasional mengubah titik tekan pembelajaran matematika dari pengajaran an sich menjadi pembangunan karakter anak. Fokus pembelajaran matematika pun diarahkan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan bernalar anak, bukan kemampuan hapalan anak (Low Order Thinking Skills). Harapannya di masa mendatang, cara berpikir suprarasional akan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dengan tingkat keimanan dan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan yang setara.

Read more...

PMP atau PKn?

Oleh: Teguh Imam Agus Hidayat, Kepala Divisi Litbang KPM/Dok. KPM

Saat saya menginjak bangku sekolah dasar, PMP adalah salah satu pelajaran yang disajikan berdasarkan kurikulum saat itu. PMP singkatan dari Pendidikan Moral Pancasila yang lebih menekankan pada moral terhadap segala aspek, mulai dari rumah, ke masyarakat, sampai yang lebih luas lagi. PMP juga menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PMP berubah nama menjadi PPKn. PPKn singkatan dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kemudian PPKn bermetamorfosa menjadi  PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). PKn salah satu pelajaran wajib mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) harus memberikan perhatiannya kepada pengembangan nilai, moral, dan sikap perilaku siswa. Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejatinya, Pendidikan Kewarganegaraan adalah studi tentang kehidupan kita sehari-hari, mengajarkan bagaimana menjadi warga negara yang baik, warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia.

Pertanyaan besar saat ini adalah mengapa moral para peserta didik sangat memprihatinkan? Sejatinya dibalik mata pelajaran atau kurikulum yang baik ada guru hebat. Guru ini tak bisa lepas perannya dalam perbaikan moral peserta didik.

Guru harus bisa menjadi uswah (suri tauladan) untuk para peserta didiknya. Suri tauladan ini bukan hanya hebat dalam hal menasehati tetapi berprilaku dan berkata baik dimana pun (terlihat peserta didik maupun yang tidak terlihat peserta didik). Guru harus banyak belajar bagaimana sikap Rasulullah dalam membangun Akhlakul Karimah (moral).

Rasulullah bersabda Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. Akhlak yang baik akan muncul karena keimanan yang baik pula. Karena Rasulullah selalu hidup hatinya untuk mengingat ALLAH. Serta ibadah Rasulullah yang jelas sudah ma'sum, tetap dikerjakan dengan sangat sungguh-sungguh.

Jadi, bukan terkait PMP atau PKn, melainkan sosok yang ada dibalik itu, yaitu guru. Guru harus banyak beribadah meningkatkan keimanan serta berakhlak mulia, karena akan menghasilkan generasi yang berakhlak mulia.

Jakarta, 7 Desember 2018

Read more...

Libur Telah Tiba, Yuk Saatnya Berlibur Sambil Belajar dengan Fun Math and Science

Foto: Belajar matematika juga bisa jadi menyenangkan dengan permainan tic tac toe 9/Dok. KPM Cabang 7 Jakarta

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Musim liburan sekolah hampir tiba, sahabat tentu memiliki segudang rencana untuk melakukan aktivitas liburan, kan? Liburan memang menjadi hal yang menyenangkan bagi pelajar, apalagi lokasi dan aktivitasnya menarik dan berbeda dari biasanya.

Nah, buat sahabat yang gemar dengan dunia matematika dan sains, tak ada salahnya menjajal salah satu program liburan bersama Fun Math and Science (FMS). Di program tersebut ada berbagai kegiatan edukasi dan menyenangkan, di antaranya, Logix, Tic Tac Toe 9, dan Hoppers. Selain eksplorasi matematika, terdapat juga eskperimen sains, seperti mengenal tumbuhan, rantai makanan dan Balloon Race

Foto: Peserta KPM Cabang 7 Jakarta dikenalkan dengan aktivitas eksperimen sains, Balloon Race/Dok. KPM

Disamping permainan eksplorasi dan eksperimen, tim FMS juga menyajikan aktivitas fun game, seperti senam otak, the Toxic, Buldoser, dan lain sebagainya. Dan, tak kalah  menariknya, program FMS juga menyajikan permainan yang membangun pendidikan karakter lewat Permainan Matematika Bela Negara (PMBN).

Dapatkan permainan matematika menarik hanya di KPM Mart

Semua aktivitas tersebut dilaksanakan di alam terbuka Kebun Raya Bogor (KRB), dengan nuansa hijaunya pepohonan. Sehingga esensi dari sebuah liburan yang bermanfaat terangkum dalam aktivitas FMS. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk mengeksplorasi, menjelajah, pendidikan karakter, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Foto: Fun Math and Science Outdoor Learning SDI Al Azhar 15 Pamulang, Tangerang Selatan/Dok. KPM

 

Selain menyelenggarakan program Fun Math and Science Go To School dan Fun Math and Science Outdoor Learning, FMS juga ditambah dengan aktivitas praktikum sains dan matematika. FMS sangat cocok menjadi sarana inovasi pembelajaran dan menumbuhkan kreativitas berpikir pelajar.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk isi liburan sahabat dengan aktivitas bermanfaat. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 0812-8188-2562 (Bapak Misbah).

Tim Media

Read more...

Pesantren Kilat Suprarasional Siap Meramaikan Liburan Akhir Tahun

Foto: Brosur Pesantren Kilat Suprarasional 2019/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Akhir tahun selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, khususnya kalangan pelajar. Mengapa demikian? Karena biasanya akhir tahun identik dengan agenda liburan.

Bicara soal liburan, ada yang menarik dari kegiatan yang diusung oleh salah satu lembaga pendidikan, yakni Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Pesantren Kilat Suprarasional, tema kegiatan inilah yang akan digelar KPM untuk mewadahi pelajarnya mengisi kegiatan positif, pada tanggal 28-30 Desember 2018, bertempat di Pondok Pesantren Darul Muttaqien, Jalan Raya Jakarta-Bogor, KM. 41, Parung, Bogor, Jawa Barat.

“Program edukasi yang bersifat tematik-integratif bertujuan untuk memperkuat kualitas keimanan, mengasah kecakapan bernalar, dan mendidik karakter anak,” ungkap Ryky Tunggal Saputra Aji, selaku Kepala Divisi Pelatihan saat ditemui di kantor Klinik Pendidikan MIPA, Bogor, Rabu (05/12/2018).

Ia menerangkan, liburan akhir semester ini merupakan momentum emas untuk recharge kembali pendidikan karakter anak. Sebab, saat ini dunia pendidikan tengah diterpa berbagai hal negatif yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak sebagai seorang pelajar. KPM berharap pesantren kilat berbasis suprarasional ini menjadi benteng bagi pelajar agar tidak terpengaruh budaya global yang negatif.

Dijelaskan pula, bahwa pesantren kilat suprarasional ini ruang lingkupnya masih terbatas, artinya masih diperuntukan bagi kalangan internal siswa KPM, seperti: siswa KPM Pusat Bogor, Cabang, Rumah Pendidikan MIPA (RPM), dan Klub Matematika Seikhasnya (KMS). Jika animo pasca kegiatan semakin meningkat, tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk umum pada kesempatan berikutnya dengan tema Suprarasional Camp.

Ryky juga menambahkan bahwa pada acara nanti berbagai macam kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi diri akan disajikan. Tak hanya dibekali ilmu umum, KPM juga akan membekali dengan pendidikan karakter. Meskipun suasananya belajar, acara juga akan dikemas dengan dengan fun dan menarik, sehingga akan membuat liburan anak-anak menjadi berkesan.

Ayah, Bunda dan sahabat yang telah menjadi keluarga KPM, yuk jangan lewatkan kesempatan baik ini. informasi pendaftaran 0813 1952 2361 (Bapak Ziban-Divisi Pendidikan).

Tim Media

Read more...

Perhelatan Kompetisi Bergengsi KPM di Awal Tahun 2019


Foto: Ratusan pelajar berjuang pada Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) 2018 yang digelar KPM/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) konsisten menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga yang melahirkan generasi cerdas dan berbudi pekerti. Selain memiliki keunikan lewat Sistem Metode Seikhlasnya (SMS), KPM juga dikenal sebagai lembaga yang giat menggelar event lomba matematika di level nasional dan internasional.

Pada awal tahun 2019 mendatang, KPM kembali menggelar agenda lomba yang diperuntukkan bagi para siswa dan guru yang ingin beraktualisasi diri dan menambah wawasan di bidang matematika maupun sains. Yuk simak ulasannya berikut ini.

International Mathematics Assessments for School (IMAS)

Foto: Brosur IMAS 2019/Dok. KPM

Mendengar namanya, tentunya kita tahu kalau event ini adalah kompetisi dari luar negeri. Namun jangan khawatir, meskipun kompetisi ini bertaraf internasional, pelaksanaannya tetap di Indonesia, dimana KPM sebagai tuan rumah event tersebut. Tahun ini merupakan kelima kalinya KPM dipercaya menjadi tuan rumah IMAS. Selain Indonesia, beberapa negara turut berkompetisi di ajang ini, di antaranya: Filipina, Thailand, Malaysia, Cina, Taiwan, dan beberapa negara lainnya.

Lomba IMAS memiliki keunikan tersendiri yakni dari sisi pembiayaan yang menggunakan pembayaran Seikhlasnya (sesuai kemampuan). Sehingga dari kalangan manapun dapat mengikuti kegiatan ini tanpa terkendala biaya. Kemudian, terdapat analisis hasil pengerjaan siswa di sertifikat dan pelaksanaannya pun akan digelar di berbagai wilayah/cabang yang sudah bermitra dengan KPM.

Event ini cocok untuk sahabat kelas 3 SD – 8 SMP. Ada pun untuk soal akan dibagi menjadi 3 kategori, yakni Middle Primary (3-4 SD), Upper Primary (5-6 SD), Junior Secondary (7-8 SMP). Event berskala internasional ini akan dibagi dalam dua tahap, Round 1 (20 Januari 2019) dan Round 2 (Maret 2019). Tertarik? Pendaftaran sudah dibuka dari sekarang, silahkan dapat menghubungi 0813 1034 3400 (Ibu Mega).

 

Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Se-Indonesia Ke-1


Foto: Brosur KSNR 2019/Dok. KPM

Selain Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se-Indonesia, KPM juga akan menghadirkan event kompetisi nasional yang diperuntukan bagi penggemar sains, yang bertajuk KSNR.

Event perdana ini siap menyapa para pelajar kelas 4-6 SD/sederajat, pada tanggal 27 Januari 2019 (babak penyisihan) dan 24 Maret 2019 (babak final). Kehadiran KSNR ini tentunya akan menambah daftar kompetisi yang digelar KPM dalam bidang sains selain OMSI (Olimpiade Matematika & Sains Indonesia).

Peserta dengan nilai terbaik pada ajang ini akan berkesempatan mengikuti event internasional, seperti International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), International Science Competition (ISC) dan event bergengsi lainnya. Informasi pendaftaran dapat menghubungi 0812 8546 962 (Bapak Tri).

Tim Media

Read more...

Selamat, Inilah Pemenang Olimpiade Guru Matematika Jabodetabek 2018

Foto bersama para pemenang OGM ke-1 Se-Jabodetabek/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Pasca melalui proses penilaian ketat dan perjuangan cukup panjang, Klinik Pendidikan MIPA akhirnya mengumumkan para pemenang event Olimpiade Guru Matematika (OGM) Se-Jabodetabek tahun 2018, pada hari Minggu (02/12/2018), bertempat di Auditorium Toyyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga.

Sebelum pemenang lomba OGM diumumkan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari tim KPM dengan materi matematika dan cara berpikir suprarasional selama 4 tahap, yang telah dilaksanakan selama 4 pekan di bulan November 2018.

Foto bersama dengan para finalis OGM ke-1 se-Jabodetabek/Dok. KPM

Ketua pelaksana, Teguh Imam Agus Hidayat mengatakan, perhelatan perdana yang digelar KPM Pusat ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan lomba-lomba pada umumnya.  “Meskipun bernuansa kompetisi, para peserta juga dibekali pelatihan/pembinaan motivasi cara berpikir suprarasional. Selain itu, ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan pun disajikan pada event dengan bayaran seikhlasnya ini,” ungkapnya.

“Mengingat proses seleksi yang bertahap dan bermuatan motivasi spiritual (suprarasional), KPM berharap dari lomba ini dapat melahirkan sosok guru yang unggul, inovatif serta bisa menjadi teladan bagi para siswa di sekolah, khususnya bagi sesama insan pendidik,” ungkap Teguh.

Meski dilakukan selama 4 tahap, tak menyurutkan semangat para peserta yang ikut lomba guru. Tercatat, dari 146 pendaftar, kini menyisakan 26 orang finalis, hingga akhirnya ditetapkan 6 orang pemenang terdiri dari juara 1–3 dan juara harapan 1–3.

Sebagai wujud apresiasi dan penghargaan, Klinik Pendidikan MIPA memberikan hadiah piala, sertifikat, dan uang tunai bernilai jutaan rupiah kepada peserta. Selain hadiah tersebut, KPM juga memberikan hadiah utama pergi ke Singapura sekaligus mendampingi pelajar KPM berkompetisi di Singapura.

Berikut para pemenang OGM Se-Jabodetabek tahun 2018:

 

Juara 1, Qothrotun Nada, S.Pd – SMA Islam Al Azhar 3 Jakarta

Juara 2, Abdul Aziz, S.Ked – Nurul Fikri

Juara 3, Muhammad Taufik, M.Pd – SMP Nizamia Andalusia Jakarta

 

Juara Harapan 1, Wawan Kurniawan, S.Si, M.M. – SMAS Islam Dian Didaktika Depok

Juara Harapan 2, Shofiudin Malich, S.Pd – Sekolah Global Mandiri

Juara Harapan 3, Marselino F.G. Sundah, S.Pd, B.Sc – Sekolah Global Prestasi

 

Tim Media

Read more...

SNR Menjadi Inovasi Terbaru dalam Pembelajaran Sains

Foto bersama peserta pelatihan SNR dengan Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Mengubah stigma bahwa sains sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, nampaknya harus diantisipasi oleh para pendidik. Terlebih, di era pendidikan Higher Order Thinking Skills (HOTS), sains masih menjadi perhatian serius bagi para pelajar. Keresahan tersebut yang membuat salah satu lembaga pendidikan di Bogor, yakni Klinik Pendidikan MIPA (KPM), dengan menggelar pelatihan Sains Nalaria Realistik (SNR) bagi insan pendidik, pada tanggal 28 November – 01 Desember 2018, bertempat di Padepokan Amir Syahrudin, Kantor Klinik Pendidikan MIPA (KPM)

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM), membuka program untuk pengembangan para guru dalam metode pembelajaran sains. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para guru sains agar mampu menjadi pendidik yang semakin kreatif dan inovatif.

SNR sendiri merupakan sebuah metode pembelajaran, buah gagasan Ridwan Hasan Saputra (RHS), yang diharapkan dapat memfasilitasi guru dan siswa ketika mempelajari sains berbasis HOTS. “Selain mempermudah belajar sains, SNR dapat menjadi tren jika belajar sains itu tidak harus dengan metode hafalan, namun dapat dengan pendekatan bernalar,” ungkap Ina Ana Khoeriah.

Wakil Kepala Bagian Litbang Sains KPM ini menjelaskan, untuk menangani materi sains bagi pelajar, yang terpenting adalah penguasaan konsep terlebih dahulu.

“Pemahaman konsep ini penting dikuasai sebagai pondasi untuk mempermudah tahapan belajar sains. Metode SNR dibagi ke dalam beberapa tahapan, di antaranya:  masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran komunikasi, pemecahan masalah, eksplorasi, bahkan praktikum sederhana dengan metode STEM (Science Technology Engeneering and Mathematics), ucap lulusan Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor ini.

Selain membekali para guru dengan metode SNR, tim pelatih KPM juga membekali tips dan trik manajemen kelas serta cara berpikir suprarasional. “Dengan adanya perpaduan tersebut, diharapkan semakin meningkatkan motivasi para guru tentang esensi pembelajaran sains. Sehingga para guru mampu mencetak generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia,” tutup Ina.

Sementara itu, salah satu peserta, Maksum Zakaria mengaku bersyukur telah mengikuti pelatihan SNR bersama KPM. “Saya seperti mendapatkan vitamin baru yang jarang saya dapatkan pada pelatihan lain,” ujar guru SMP Surya Bangsa Tangerang ini.

Hal senada juga diungkapkan Ratna Kartika Sari, guru asal Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto ini mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti pelatihan. “Pengalaman pelatihan SNR ini sangat luar biasa dan dapat menjadi inovasi dalam pembelajaran sains di masa yang akan datang,” kata Ratna.

Tim Media

Read more...

Pasca Bencana, Tak Surutkan SMP Otak Kanan Palu Gelar KMNR 14

Foto: Suasana babak penyisihan KMNR di SMP Otak Kanan Palu/Dok. SMP Otak Kanan Palu

Bogorplus.com-Palu, Sulawesi Tengah – Tragedi bencana gempa bumi dan gelombang tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam. Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) tersebut, tak hanya meluluhlantakkan bangunan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, tapi juga meninggalkan trauma bagi masyarakat.

Di bidang pendidikan, bencana tersebut juga menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Meskipun saat ini pemerintah telah berupaya mendirikan tenda-tenda darurat untuk keberlangsungan pendidikan.

Tak ingin memendam rasa duka berkepanjangan, salah satu sekolah di Palu, yakni SMP Otak Kanan Palu terus bangkit dari keterpurukan. Dari waktu ke waktu proses pemulihan pun telah dilakukan, baik pemulihan fisik maupun mental.

Foto: SMP Otak Kanan Palu sebagai penyelenggara penyisihan KMNR di Kota Palu/Dok. SMP Otak Kanan Palu

Bahkan, lembaga yang dipimpin Nur Ilham ini tetap menggelar event lomba matematika nasional, yaitu Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se-Indonesia Ke-14, Minggu (25/11/18). Kegigihan keluarga besar SMP Otak Kanan Palu ini patut diapresiasi , karena kontribusinya untuk memajukan pendidikan di Palu tetap berlangsung meski diterpa musibah.

“Alhamdulillah, meskipun kami baru saja mendapat ujian dari Allah Swt, SMP Otak Kanan Palu tetap menggelar babak penyisihan KMNR 14. Walaupun kami akui pasca kondisi tersebut, terjadi penurunan jumlah peserta dari tahun sebelumnya” ungkap Nur Ilham selaku Ketua Yayasan Otak Kanan Palu, dalam sambungan telepon.

Pria kelahiran Biromaru, Sulawesi Tengah ini mengungkapkan motivasinya tetap melaksanakan KMNR adalah agar jangan berputus asa dengan Rahmat Allah Swt. “Justru kejadian ini merupakan bahan renungan kita bersama agar terus memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.” ungkap Nur Ilham.

Foto: Peserta mengikuti babak penyisihan KMNR dengan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan)/Dok. SMP Otak Kanan Palu

“Caranya adalah dengan terus berkarya dan memberikan kemanfaatan untuk umat. KMNR ini merupakan sarana memperbaiki umat lewat pendidikan. Prinsipnya, orang hebat itu bukan dilihat dari kondisi kita saat ini, namun bagaimana kita menyikapi sebuah kondisi dengan merubah cara pandang, itulah ilmu yang saya dapatkan dari cara berpikir suprarasional,” tambahnya.

SMP Otak Kanan Palu sudah menjadi mitra Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sejak tahun 2016. Di tahun ketiga ini lembaga yang berkedudukan Jalan Basuki Rahmat Lrg. Nusantara No. 15 A, Palu Selatan, Kota Palu, sukses menghimpun sebanyak 123 pelajar kelas 1 SD – 12 SMA untuk mengikuti penyisihan KMNR 14.

Tim Media

Read more...