Menu
RSS

Items filtered by date: November 2019

Kolaborasi K3S Samarinda & KPM Gelar Pembinaan Olimpiade MIPA


Foto: Pelatihan Pembimbing Olimpiade MIPA/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kota Samarinda, Kalimantan Timur – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pelajar menjadi aset utama sebagai bekal dalam menghadapi era persaingan global. Realitas tersebut semakin menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Berbagai inovasi terus didorong para insan pendidik untuk mewujudkan proses pembelajaran Matematika dan IPA (MIPA) yang mampu mengasah keterampilan berpikir siswa. Salah Satu upaya yang dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Dasar Kota Samarinda adalah bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam menggelar Pelatihan Pembimbing Olimpiade Matematika dan IPA yang dihadiri 100 guru SD Swasta Se-Kota Samarinda, bertempat di Kantor Erlangga, pada 13-15 November 2019.

Foto: Kadisdik Kota Samarinda (tengah) menyampaikan sambutan dan membukan acara pelatihan/Dok. KPM

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, H. Asli Nuryadin mengatakan bahwa esensi pendidikan yang maju adalah mampu berpikir diluar kebiasaan (out of the box). “Kebijakan saya ini terbilang tidak popular karena diluar dari kebiasaan. Namun, untuk meraih sukses butuh sebuah pengorbanan dan perjuangan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

H. Asli Nuryadin menegaskan bahwa untuk merubah peradaban pendidikan harus dimulai dari diri sendiri, sedangkan sekolah dan pemerintah hanya sebagai fasilitator. Di samping itu, yang terpenting adalah niat. “Kalau nawaitunya tidak dari kita sendiri, pasti akan sulit,” tegasnya.

Senada dengan Kadisdik Kota Samarinda, Ketua Pelaksana Pembinaan, Yeny Duwi Seviawati berharap kegiatan dapat menumbuhkembangkan pengetahuan para guru untuk membina siswa di bidang olimpiade MIPA. “Saya berkeyakinan jika para guru terus mengeksplor kemampuan di bidang olimpiade, InsyaAllah kualitas siswa di Samarinda akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

KOMPI 2019: Hadirkan Solusi Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Milenial

Foto: Kasie Kurikulum & Pengembangan Program (SD) YPI Al Azhar, Subari, membuka acara babak final KOMPI 2019/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar menaruh harapan besar dari perhelatan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) 2019 yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Setidaknya, ada dua makna mendalam bagi YPI Al Azhar dari perhelatan perdana tersebut.

“Pertama, KOMPI menjadi sebuah solusi dalam menjawab tantangan pendidikan di era milenial. Kedua, Konsep Sistem Metode Seikhlasnya dan Matematika Nalaria Realistik (MNR) menjadi ciri khas Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam mewarnai dunia pendidikan di Indonesia,” ungkap Kasie Kurikulum dan Pengembangan Program (SD), Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar, Subari, dalam kesempatan wawancara pada babak final KOMPI 2019, di SDI Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Minggu (10/11/2019).

Subari mengatakan bahwa penyelenggaraan KOMPI 2019 ini dianggap sebagai momentum penting bagi dunia pendidikan. “KOMPI ini merupakan cara out of the box yang digagas KPM. Sudah sepatutnya dunia pendidikan harus mengusung konsep pendidikan agama dan umum seperti yang dilakukan KPM, sehingga makna mendidik yang menitikberatkan pada perbaikan moral, nalar, dan intelektual dapat terwujud.

Selain itu,  yang menjadi daya tarik dari perhelatan KOMPI adalah Sistem Metode Seikhlasnya (SMS) “Konsep yang dibangun KPM selama ini adalah konsep seikhlasnya, itulah yang menjadi inspirasi kami dalam menghadirkan pendidikan dengan penuh keikhlasan. Karena sejatinya, salah satu adab di dalam menuntut ilmu itu adalah semata-mata mengharap ridho Allah SWT, maka dalam proses majlis ilmu, baik murid maupun guru harus memiliki kesamaan niat, yakni mengharapkan ridho Allah SWT, ” tegas Subari.

Tim Media 

Read more...

YPI Al Azhar Tuan Rumah Perhelatan Nasional “KOMPI 2019”

Foto bersama Presiden Direktur KPM (keempat dari kiri) dan Kasie Kurikulum,  Pengembangan Program (SD) YPI Al Azhar, Subari (Keempat dari kanan), dan Kepala SDI Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Hj. Yana Rodiyanah (ketiga dari kanan)/Dok. KPM

Bogorplus.com- Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – Perhelatan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) Tahun 2019, resmi berakhir dengan digelarnya babak final yang dihadiri 898 peserta pada hari Minggu, 10 November 2019. Dibalik kesuksesan tersebut, SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru dan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar memiliki peran penting karena telah memberikan dukungan sebagai tuan rumah.  

Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ridwan Hasan Saputra (RHS) menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar karena telah mendukung pada perhelatan KOMPI 2019.

“Terima kasih kepada YPI Al Azhar dan SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru yang telah memberikan dukungan menjadi tuan rumah pada perhelatan KOMPI 2019, Semoga Allah Swt senantiasa memberikan rahmat kepada keluarga besar YPI Al Azhar” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.

Sementara itu, Kasie Kurikulum dan Pengembangan Program (SD), Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar, Subari, turut bangga karena lembaganya bisa membantu dan memfasilitasi Klinik Pendidikan MIPA dalam menggelar KOMPI 2019.  

Foto: Suasana babak final KOMPI 2019/Dok. KPM.

“Kalau saya bilang, di dalam darah saya ada KPM, sehingga kami sangat mensupport pelaksanaan KOMPI 2019 yang bertempat di SDI Al Azhar 1 Kebayoran Baru. Selain itu, KPM dan Al Azhar memiliki kesamaan visi-misi dalam mewujudkan generasi berkualitas. Saya menilai Klinik Pendidikan MIPA (KPM) punya format yang bagus melalui KOMPI ini,” Imbuh Subari.

Subari berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik karena merupakan bagian dari ikhtiar YPI Al Azhar dan KPM dalam melahirkan generasi yang beradab dan memiliki kecerdasan intelektual.

Tim Media

Read more...

Tim KPM Raih 17 Medali Emas pada Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional

Bogorplus.com, Bogor, Jawa Barat – Kontingen Pencak Silat Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil menyabet prestasi membanggakan dengan meraih 17 medali emas dan 19 medali perak pada kejuaraan Bogor Silat Championship Serie 2  yang digelar pada 02-03 November 2019, bertempat di GOR Padjajaran Kota Bogor.

“Kontingen Satria Muda Indonesia Unit Klinik Pendidikan MIPA mengirimkan sebanyak 36 atlet yang terdiri dari 26 atlet usia dini (Sekolah Dasar) dan 8 atlet pra-remaja (Sekolah Menengah Pertama),” ungkap Rian Ardiansyah selaku Pelatih dalam keterangan pers.

Bogor Silat Championship Serie 2, dikatakan Rian, merupakan kejuaraan pencak silat tingkat nasional antar sekolah, perguruan dan klub yang digelar Komunitas Uncal Bogor bekerjasama dengan Pengurus Besar IPSI dan Pengprov IPSI Jawa Barat dan IPSI Kota Bogor.

“Dari perhelatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi para peserta untuk merasakan pengalaman bertanding dan berkesempatan memajukan prestasinya ke jenjang pertandingan selanjutnya serta terciptanya bibit-bibit berbakat yang memiliki prestasi di daerah, nasional bahkan mendunia,” ujarnya.

Rian menambahkan prestasi yang didapat dari kejuaraan ini, merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan para atlet dalam berlatih, dan dukungan orangtua siswa. Dia berharap capaian tersebut bisa terus dipertahankan dan bisa memotivasi atlet lainnya meraih prestasi.

Read more...

Lomba Matematika Terbesar di Indonesia “KMNR 15” Siap digelar

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Kompetisi Matematika Nalari Realistik (KMNR) Se-Indonesia Ke-15 kembali digelar tahun ini. perhelatan yang digagas Klinik Pendidikan MIPA (KPM) akan menggelar babak penyisihan pada hari Minggu, 24 November 2019.

KMNR ke-15 merupakan salah satu lomba terbesar yang diikuti ratusan ribu siswa dari seluruh Indonesia. Ketua Pelaksana KMNR, M Fachri, mengatakan, daya tarik dari kompetisi ini adalah penyajian soal-soal yang unik dan menantang daya nalar atau keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill), sehingga menjadikan KMNR sangat diminati oleh para siswa pecinta matematika kelas 1 SD sampai 12 SMA.

"Di samping itu, hal yang paling unik dan berbeda dari gelaran KMNR adalah biaya partisipasi lomba dengan menerapkan sistem metode seikhlasnya (SMS) sesuai kemampuan peserta,” Diharapkan dengan lomba ini semua peserta dapat mengasah kemampuannya tanpa terhalang oleh biaya”, kata Fachri.

Format kompetisi ini dimulai dari tingkat sekolah (uji soal), kota/kabupaten (penyisihan), provinsi (semi final), dan tingkat nasional (final). Pada periode September-Oktober 2019, tercatat, lebih dari 400.000 pelajar mengikuti tahapan uji soal MNR.

Berdasarkan data dari Klinik Pendidikan MIPA, tren peningkatan animo peserta mengikuti Uji Soal MNR cukup signifkan. Periode 2016/2017 diikuti 250.718 peserta, periode 2017/2018 diikuti 323.997 peserta, dan periode 2018/2019 diikuti 352.088 peserta.

Bagi pelajar Indonesia yang ingin mengasah kemampuan dan menjajal kompetisi matematika berbasis Matematika Nalaria Realistik (MNR), segera daftarkan sekolahmu di ajang babak penyisihan KMNR Se-Indonesia Ke-15. Narahubung 08128546962 (Bapak Tri).

Tim Media 

Read more...

Motivasi Suprarasional Gugah Ratusan Jamaah Kuliah Subuh YPI Al Azhar

Foto: Kuliah Subuh Pegawai YPI Al Azhar/Dok. KPM

Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Dinginnya suhu di pagi hari tak menyurutkan semangat 700 peserta untuk mengikuti kuliah subuh yang bertempat di Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Sabtu (02/11/2019).

Para peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, dan Pegawai Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, nampak antusias menyimak materi motivasi suprarasional yang disajikan Ridwan Hasan Saputra (RHS) selaku narasumber.

Pada kesempatan tersebut,  Ridwan Hasan Saputra memaparkan kiat jitu meraih keberkahan hidup dengan mengoptimalkan 3 antena kehidupan manusia, yakni akal, hati, dan fisik.

Peraih Tokoh Perubahan Republika Tahun 2013 ini juga memberikan motivasi bahwa seorang guru adalah profesi yang mulia daripada profesi lainnya, karena berperan penting bagi masa depan seorang anak. Sehingga potensi untuk memperbesar wadah rezeki dan tabungan jiwa semakin besar pula.

Kepala Bagian Kepegawaian YPI Al Azhar, Yayat Suyatna, mengungkapkan bahwa program kuliah subuh merupakan agenda rutin yang digelar YPI Al Azhar dalam rangka mempererat tali silaturahim antar pegawai.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (kanan) menjadi narasumber Kuliah Subuh/Dok. KPM

Selain itu, Tujuan YPI Al Azhar mengundang RHS sebagai narasumber agar dapat merubah orientasi hidup dan memperkokoh jati diri sebagai seorang guru melalui motivasi suprarasional.

“Mendidik merupakan tugas yang amat mulia, tetapi tidaklah ringan. Bukan hanya sekedar mencerdaskan, tetapi menjadikan siswa berkarakter. Oleh karena itu, perpaduan kekuatan akal, kekuatan hati (ibadah), dan tabungan jiwa seorang guru menjadi faktor kunci dalam mewujudkan jati diri seorang guru yang profesional, memiliki keterampilan, hingga kepedulian sosial yang tinggi,” jelas Yayat Suyatna.

Yayat berharap silaturahim dengan Ridwan Hasan Saputra tak hanya sampai disini. Ia pun berencana akan menggelar pelatihan suprarasional lanjutan agar orientasi para guru menjadi lebih baik dan menjadi uswah (keteladanan-red) bagi muridnya.

Sementara itu, bagi Muhammad Akbar Satrio, kuliah subuh kali ini sangat berbeda dari biasanya. “Kita dibawa pada dimensi berpikir lain. Berpikir yang sangat diluar nalar manusia biasa. Namun Bang Ridwan mampu mengurai semuanya dengan logis dan diterima oleh nalar kita semua. Setelah menyimak kuliah subuh hari ini, saya bertekad menambah tabungan jiwa, pungkas Staff Kantor Masjid Agung Al Azhar ini.

Tim Media

Read more...