Menu
RSS

Items filtered by date: February 2019

RPM Literasi Petir, Jalan Cita bagi Anak-anak Pedamaran Timur

Foto: Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Literasi Petir/Dok. Adi Saputro

Bogorplus.com-Kab Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan - Dengan semangat kerelawanan, sebuah komunitas guru di kecamatan Pedamaran Timur (Petir) menjadi jalan cita bagi anak-anak di sana. Pak Adi Saputro, salah satu relawan guru di bidang talenta unggul matematika, memberikan bimbingan belajar dengan bayaran seikhlasnya. Mengapa Pak Adi menetapkan bayaran seikhlasnya?

Kisah ini bermula saat Pak Adi diutus oleh Literasi Petir untuk mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik 4 Hari 3 Malam yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Bogor pada tahun 2017. Di tahun 2018, setelah ada 4 relawan guru lain dari Literasi Petir yang mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik dan pelatihan Sains Nalaria Realistik, komunitas Literasi Petir mengajukan permohonan membuka Rumah Pendidikan MIPA Literasi Petir. Itu awal mula RPM bisa menyapa anak-anak Pedamaran Timur.

RPM Literasi Petir membuka program bimbingan belajar reguler, bimbingan belajar intensif untuk persiapan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Dengan komitmen dan semangat belajar para guru relawan, 102 siswa mengikuti babak penyisihan KMNR ke-14, dan 8 siswanya lolos ke semifinal. Luar biasa! Tetap semangat berkarya para guru relawan RPM Literasi Petir.

Tim Media

Read more...

Pelajar KPM Nikmati Pendidikan ala Pesantren Kilat lewat SMC

Foto: Aktivitas ibadah bersama lewat kegiatan tadarus dan hikmah pagi/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Siapa bilang program pesantren kilat hanya bisa dirasakan saat momen liburan sekolah atau momen di bulan Ramadan. Yusuf Abdurrozaq telah membuktikan bahwa ada wadah edukasi layaknya di Pondok Pesantren, yakni Suprarational Math Camp (SMC).

Buku BEST SELLER Cara Berpikir Suprarasional Karya Ridwan Hasan Saputra, dapatkan di KPM Mart (pesan disini)

Meski harus mengorbankan waktu istirahatnya karena padatnya rutinas di sekolah, pelajar kelas 5 SDIT Anak Shalih ini tetap antusias mengikuti program Suprarational Math Camp yang digelar Klinik Pendidikan MIPA, Selasa-Rabu, 19-20 Februari 2019.

“Saya ingin belajar dan terus belajar, kalau belajar di KPM (SMC) suasananya seperti pesantren. Semua aktivitas positif dikerjakan bersama-sama, mulai dari tahajud, tadarus, hikmah pagi hingga belajar matematika,” tutur Yusuf.

Foto: Sesi motivasi suprarasional bersama Ridwan Hasan Saputra (RHS)/Dok. KPM

Sementara itu, siswi kelas 5 SDI Anugerah Insani, Febrina Dishmayetivya mengaku senang dan bersyukur mendapatkan motivasi suprarasional langsung dari sosok Ridwan Hasan Saputra.

“Alhamdulillah, saya termotivasi untuk menjadi pribadi yang memiliki cara berpikir suprarasional,” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

Suprarational Math Camp Wujudkan Implementasi Pendidikan Karakter

Foto: Pelatihan motivasi suprarasional untuk siswa/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Generasi muda merupakan aset masa depan suatu bangsa. Atas dasar itulah, setiap anak harus dibekali ilmu pengetahuan dan pendidikan akhlak.

Karena pentingnya ihwal tersebut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menggagas program Suprarational Math Camp yang digelar selama satu semester untuk para siswa kelas khusus KPM, bertempat di Padepokan Amir Syahrudin.

Ustadz Arodhi selaku Kepala Read1 Human School (RHS) menjelaskan bahwa anak-anak (generasi muda) merupakan potensi berharga untuk melanjutkan perjuangan bangsa di masa depan.

“Kita harus mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan ke depan. Tidak sekadar hanya pintar, tetapi memiliki akhlak yang baik. Oleh karena itu, anak-anak harus dibekali dengan cara berpikir yang tepat (suprarasional) agar memiliki landasan pendidikan karakter yang kuat. 

Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter, program Suprarational Math Camp (SMC) mengajarkan berbagai hal yang mampu melatih kebiasaan positif siswa, seperti berperilaku sopan santun terhadap teman, guru, dan lingkungan sekitar serta melakukan aktivitas ibadah secara berjamaah.

Ustadz Arodhi berharap ketika seorang anak mendayagunakan fungsi akal, hati dan panca indera secara optimal, InsyaAllah kedepannya akan menuai keberkahan, karena setiap aktivitasnya hanya mengharapkan ridho Allah SWT.

Tim Media

Read more...

Sedekah Terbaik Guru

Foto: Sosok guru inspiratif, Een Sukaesih/Sumber: Bukabuku.com

Penulis: Asep Sapa'at 

Abdulah bin Umar RA menceritakan, ketika Rasulullah SAW sedang berkhutbah di atas mimbar menjelaskan perihal sedekah dan mencegah diri dari meminta-minta, beliau bersabda, "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas ialah tangan yang memberi, sedangkan tangan yang di bawah ialah tangan yang meminta." (HR Muslim).

Sedekah itu panggilan jiwa. Pekerjaan hati yang ikhlas dan bahagia melihat orang lain merasa berbahagia. Ada banyak aneka cara bersedekah.

Rasulullah SAW bersabda, "Bukankah Allah SWT telah memberi berbagai macam cara untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah. Setiap kalimat takbir adalah sedekah. Setiap kalimat tahmid adalah sedekah. Setiap kalimat tahlil adalah sedekah. Mengajak kepada kebaikan dan melarang kejahatan adalah sedekah. Bahkan pada kemaluanmu pun terdapat pula unsur sedekah." "Kalau begitu, apakah kami mendapatkan pahala jika kami memuaskan nafsu syahwat kami?" tanya para sahabat. Rasulullah SAW menjawab, "Kalau kalian melakukannya dengan cara yang haram, tentu kalian berdosa. Sebaliknya, apabila kalian lakukan dengan yang halal, kalian mendapatkan pahala." (HR Muslim).

Lantas, apakah sedekah terbaik guru untuk murid-muridnya? Pertama, tutur kata guru yang baik. Kata-kata yang terucap dari seorang guru hendaknya menggugah kesadaran, membangkitkan rasa percaya diri dan motivasi belajar pada murid, serta mendoakan hal-hal baik untuk kehidupan para muridnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Peliharalah dirimu dari neraka walaupun dengan (bersedekah) sebelah buah kurma. Jika kamu tak sanggup, maka dengan tutur kata yang baik." (HR Muslim).

Kedua, sikap keteladanan guru. Contoh itu ada yang baik dan buruk. Namun, keteladanan sudah pasti baiknya. Keteladanan guru menginspirasi murid-murid untuk berperilaku baik secara konsisten dalam keseharian.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa mengerjakan baik dalam Islam, maka ia memperoleh pahala ditambah pahala orang yang mencontoh perbuatannya itu tanpa mengurangi pahala mereka masing-masing. Dan barang siapa melaksanakan pekerjaan jahat, maka ia akan mendapatkan dosanya, ditambah dosa orang-orang yang mencontoh perbuatan buruknya itu tanpa mengurangi dosa mereka masing-masing." (HR Muslim).

Ketiga, senyuman guru. Rasulullah bersabda, "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." (HR Tirmidzi). Wajah adalah ekspresi dari pancaran hati. Hati yang senantiasa mengingat Allah SWT, memancarkan wajah yang dipenuhi kesejukan dan senyum tulus.

Sebaliknya, hati yang dipenuhi dosa akan tampak dari wajah yang kusut masam. Guru yang murah senyum penuh ketulusan bisa menyenangkan hati para murid. Murid akan lebih terbuka dan senang berinteraksi dengan pribadi guru yang peduli dan ramah.

Keempat, harta kekayaan guru. Bagi guru yang dianugerahi harta yang cukup bahkan berlimpah, bersedekahlah! Jangan tunggu kaya untuk bisa bersedekah.

Abu Hurairah RA mengabarkan, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak seorang pun yang menyedekahkan hartanya yang halal di mana Allah menerima dengan baik, walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma itu akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan anak unta (yang semakin lama semakin besar)." (HR Muslim).

Di panggung dunia, seseorang bisa memainkan perannya sebagai guru. Namun, saat tirai kehidupan berakhir karena guru meninggal dunia, apakah gerangan yang bisa menyelamatkan guru di akhirat kelak?

Rasulullah SAW bersabda, "Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR Ahmad). Menjadi guru beriman yang rajin bersedekah adalah investasi terbaik untuk kehidupan akhirat kelak. Wallahu a'lam bishawab.

Tulisan pernah dimuat di Hikmah Republika edisi 01 November 2016

Read more...

RPM Literasi Petir: Asa yang Tak Diduga

Foto: Aktivitas KBM di RPM Literasi Petir/Dok. Adi Saputro

 Penulis: Adi Saputro, S. Pd.

Bogorplus.com-Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan - ‘Menjadi guru itu pilihan’, kalimat itu kutemukan maknanya ketika mendapatkan paparan tentang konsep cara berpikir suprarasional selama 4 hari 3 malam di Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Berkesempatan mengikuti training Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan suprarasional hingga ke Bogor di tahun 2017 seolah menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi seorang Adi Saputro dan Haris. Karena menjadi guru honorer ditengah-tengah hutan sawit di salah satu Kab. OKI, Sumatera Selatan nyaris menghilangkan asa untuk mendapat peluang belajar menambah wawasan dan kompetensi. Jangankan menambah wawasan, untuk bisa pergi ke pulau Jawa atau sekadar pergi ke ibu kota kabupaten saja menjadi suatu kemewahan bagi kami.

Gayung bersambut, perkenalan yang tak diduga dengan komunitas FORMASI (Forum Relawan Literasi) Petir menjadi awal kisah perkenalan dengan KPM hingga akhirnya merintis Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Literasi. Forum yang merupakan dampingan Corporate Social Responsibilty salah satu perkebunan sawit (Sampoerna Agro) menjadi wasilah pengabdian baru dengan merintis Rumah Literasi Petir dan juga RPM Literasi Petir bersama rekan-rekan relawan lainnya. Sebenarnya tak banyak alasan berhimpun dalam FORMASI kecuali untuk menjalin silaturahmi, berbenah diri, dan mencoba berkontribusi secara bersama-sama untuk benahi kualitas pendidikan di sekitar tempat tinggal.

Berkesempatan mengikuti training MNR & Suprarasional di akhir tahun 2017 terasa begitu spesial dan berkesan. Pencerahan jiwa lewat konsep suprarasional, wawasan baru MNR, dan spirit baru bertemu rekan-rekan pendidik lintas pulau nusantara menjadi bekal penting untuk memberanikan diri menunaikan amanah amalkan ilmu MNR dengan mekanisme Sistem Metode Seikhlasnya (SMS).

Sempat dipertanyakan dan diragukan oleh beberapa rekan relawan terkait konsep SMS tak menggoyahkan keyakinanku untuk mengamalkan amanah ilmu MNR dan konsep SMS dalam satu paket. Ruh tak bisa dipisahkan dengan jasad kecuali sudah mati, begitu pesan Pak Ridwan Hasan Saputra (Presiden Direktur KPM) yang terus terngiang di benak saya. Di akhir 2017, belasan siswa SD/SMP mulai mengikuti kegiatan bimbingan belajar MNR yang menjadi cikal bakal RPM Literasi. Hingga akhirnya, di pertengahan tahun 2018, RPM Literasi mendapat izin operasional dari KPM Bogor.

Foto: Perjuangan pelajar RPM Literasi menuju Kota Palembang untuk mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. Adi Saputro

Ditengah ragam keterbatasan dan tantangan yang ada, RPM Literasi telah mengikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-13 dan ke-14. Diawal mengikuti KMNR 13, RPM Literasi mengirimkan 30 siswa/siswinya. Perjalanan yang tak mudah menuju lokasi KMNR di ibu kota provinsi Palembang yg berjarak lebih dari 100 km. Bukan saja jaraknya yang cukup jauh, tetapi kondisi puluhan kilometer jalanan yg masih berat untuk dilewati. Kondisi yang memaksa kita melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, naik mobil hingga bersampan lewati rawa-rawa. Alhamdulillah, seiring meningkatnya kepercayaan komunitas untuk menitipkan sekitar 400 anak-anaknya untuk belajar di RPM Literasi dan akses jalan yang sudah jauh lebih baik, RPM Literasi mengirimkan 102 siswa bimbingan mengikuti KMNR ke-14.

Menyadari beragam kekurangan & keterbatasan yang dimiliki RPM Literasi, fokus saat ini untuk mengikuti ajang KMNR jelas bukan mengejar juara, tetapi membuka wawasan siswa dan mencoba menembus titik batas perjuangan. Perjalanan masih panjang untuk terus membumikan MNR dan suprarasional di komunitas kami. Mimpi dan inspirasi untuk menjadi lingkungan pendidikan yang tak hanya sekedar menghasilkan generasi cerdas, tetapi juga hidup lebih bermakna lewat MNR-SMS-Suprarasional di RPM Literasi masih harus terus dihidup-hidupkan dan membutuhkan dukungan bersama.                                                                                                                                                                                   

Petir, 19 Februari 2019

 

Tim Media

Read more...

Fixed Mindset

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Ayah Bunda, siapa yang tak senang memiliki anak-anak cerdas dan berprestasi. Meski demikian, ada temuan terbaru yang menganjurkan orangtua agar jangan memberi apresiasi terlalu cepat, apalagi memberi titel anak cerdas. Anak-anak seperti ini akan menyamakan cerdas sebagai 'quick and easy process', dan kelak mereka akan takut menghadapi tantangan - tantangan baru (Highlights Parents, 2012).

Anak-anak yang sudah puas dengan apa yang dicapai di masa lalu bisa memiliki tendensi memiliki fixed mindset. Fixed mindset adalah cara berpikir yang terbentuk saat seseorang mendapatkan kemudahan yang membuatnya ingin berlindung dalam kemudahan itu. Akibatnya, terpatri dalam pikiran mereka bahwa hidupnya akan lebih mudah (Kasali, 2014).

Menurut Carol Dweck dalam kajiannya 'Mindset, The New Psychology of Success' (Kasali, 2014), beberapa karakter fixed mindset, yaitu:

1. Didasarkan kepercayaan bahwa 'saya' adalah orang cerdas, hebat. Ingin terlihat berkinerja dan hebat.

2. Tetapi untuk menjaga citra itu, mereka tidak menyukai tantangan - tantangan baru dan hanya ingin berbuat pada apa yang telah dikuasainya. Mereka khawatir bila melakukan hal-hal baru, pindah ke lokasi yang tidak dikunjungi, atau menangani bidang-bidang pekerjaan baru, akan terlihat kurang pandai.

3. Akibatnya tampak ketika menghadapi rintangan. Mereka cenderung menjadi kurang tekun, enggan menghadapi atau memecahkannya.

4. Karena terbiasa mendapatkan 'quick and perfect performance', mereka menjadi kurang tertantang melakukan sesuatu yang menuntut kerja keras. Mereka tidak memiliki kegigihan dalam berjuang.

5. Menghadapi kritik. Orang-orang yang terperangkap dalam fixed mindset tidak terbiasa menghadapi umpan balik negatif. Bagi mereka, kritik terhadap hasil kerja atau kapabilitasnya adalah kritik terhadap pribadi. Mereka cenderung mengisolasi dirinya dari orang-orang yang kritis. Akhirnya, mereka tidak mendapatkan umpan balik negatif yang justru dapat memperbaiki kualitasnya.

6. Orang yang berkarakter fixed mindset melihat negatif terhadap keberhasilan orang lain. Mereka cenderung tidak dapat menerima, bahkan menganggap keberhasilan orang lain sebagai keberuntungan. Lebih dari itu, keberhasilan orang lain adalah sebuah ancaman baginya.

Tim Media 

Read more...

Growth Mindset

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Klinik Pendidikan MIPA (KPM) memiliki agenda lomba matematika dan sains di level nasional dan internasional. Perlu Ayah Bunda ketahui, mengikuti lomba itu banyak manfaatnya bagi ananda. Salah satu hal positif yang akan terjadi pada ananda saat mengikuti berbagai lomba adalah bisa mengembangkan growth mindset mereka. Apakah itu growth mindset? Bagaimana ciri khas seseorang yang memiliki karakter growth mindset?

Mengancik pada kajian Carol Dweck (2009) yang dimuat dalam buku 'Self Driving' (Kasali, 2014), growth mindset adalah cara berpikir seseorang yang melakukan sesuatu bukan karena mereka memiliki kehebatan - kehebatan, tetapi mereka percaya akan menjadi hebat karena dilakukan sepenuh hati dan pantang menyerah.

Berikut ini beberapa karakter growth mindset, di antaranya:

Mari bergabung di event internasional Computational and Algorithmic Thinking Competition. Daftar disini

1. Berasal dari dorongan jiwa atau values (tata nilai), apa yang dirasakan dalam hati, sekalipun lingkungan tidak mendukung.

2. Bukan didasarkan atribut eksternal sehingga kalau mengalami kesulitan - kesulitan tidak menyalahkan orang lain atau membuat alasan, melainkan siap mengoreksi diri, mengambil inisiatif.

3. Rela mengambil risiko, tidak takut gagal sebab kegagalan bukan untuk orang lain. Kegagalan adalah hak kita untuk menghadapi tantangan, dan bila terjadi selalu berpikir ada yang bisa dijadikan pelajaran.

4. Mereka percaya kecerdasan dapat ditumbuhkan karena otak memiliki kesamaan dengan otot, yaitu dapat dijadikan kuat dan besar asalkan dilatih. Latihan ditujukan untuk mendapatkan kemajuan.

5. Bagaimana melatihnya? Pertama hadapi dan selalu miliki tantangan. Hidup yang tak berarti adalah hidup yang tak ada tantangan sama sekali. Dengan adanya tantangan, Anda akan menjadi lebih kuat.

6. Bertahan dalam menghadapi rintangan dan ujian. Jangan biarkan ujian - ujian kecil menciutkan hati. Citra diri Anda tidak ditentukan oleh keberhasilan atau kejatuhan, tetapi oleh kehormatan. Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar, demikian juga dengan kemenangan.

7. Usaha dan kerja keras. Di zaman serba teknologi ini, kerja keras bukanlah hal yang harus ditinggalkan, atau diganti oleh kerja cerdas. Tidak ada kerja cerdas tanpa kerja keras. Kerja keras adalah mutlak untuk menggembleng keterampilan dan keunggulan.

Tim Media

Read more...

Mengulik Kiprah Klub Panahan Seikhlasnya KPM Cabang Depok

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Bogorplus.com-Depok, Jawa Barat - Sejak Agustus 2017 lalu, KPM Cabang Depok membuka Klub Panahan Seikhlasnya. Klub KPM Cabang Depok secara organisasi panahan menginduk pada Indonesia Archery Schools Program (INASP), yaitu organisasi yang concern dalam memasyarakatkan olah raga panahan kepada masyarakat awam. Ada empat hal yang mendasari pembentukan klub ini, yaitu member panahan merasa enjoy & fun dgn olahraga panahan, membentuk karakter calm, focus, brave and win, menerapkan salah satu aktivitas yang menjadi sunnah Rasul serta member semakin mahir dalam memanah.

Zulfa Defison mengungkapkan bahwa aktivitas ini terus dilakukan untuk semakin memassalkan olahraga panahan. Proses yang dilakukan selama ini masih mengacu ke arah sana. Namun komitmen dan keseriusan sudah ditunjukkan oleh KPM Cabang Depok dengan tersedianya para pelatih memanah yang mumpuni & bermental pembelajar dan adanya ujian Sertifikasi Kemahiran Memanah (SKM) setiap akhir semester bagi para pelatih dan member klub panahan seikhlasnya ini.

Zulfa menuturkan, "Kami memiliki  7 orang pelatih, 4 pelatih sudah lulus SKM level 2 dan 3 pelatih lainnya lulus  SKM level 1." ujar salah satu tim KPM Cabang Depok ini.

Foto: Kelas panahan KPM Cabang Depok/Dok. KPM

Klub panahan seikhlasnya KPM Cabang Depok rata-rata sudah mengikuti 5 sampai 6 lomba memanah tingkat Jabodetabek dan tingkat nasional. "Kami masih mengikuti lomba untuk kategori pemula. Di sini berlaku sistem semua peserta bisa menjadi juara. "Anak-anak paham upaya seperti apa yang harus mereka lakukan agar bisa menjadi juara. Kami tidak berfokus pada hasil, namun berfokus kepada semua proses yang harus mereka jalani yang menjadi titik perhatian kami." ujar pria pemilik gelar akademik M. Si ini. Terus berkarya Klub Panahan Seikhlasnya KPM Cabang Depok.

Tim Media

Read more...

M. Fachri: "Persiapkan Diri Jelang Semifinal KMNR 14"

Foto: Pelaksanaan babak penyisihan KMNR Se-Indonesia Ke-14 wilayah Cikarang/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-14 akan segera digelar tanggal 24 Februari 2019. Apa yang harus dipersiapkan oleh para semifinalis KMNR 14?

Fachri, Kepala Bagian Lomba Klinik Pendidikan MIPA (KPM) lewat keterangan persnya menyampaikan beberapa pesan penting bagi para semifinalis KMNR 14.

Beliau berpesan agar para semifinalis menjaga kesehatan fisik agar bisa fokus menyelesaikan soal - soal di babak semifinal. Lebih lanjut, beliau mengatakan agar anak-anak belajar lebih giat untuk menguasai materi dan bisa menjawab soal di babak semifinal. Terakhir dan yang tak kalah penting, tetap berdoa agar diberikan kemudahan dan kelancaran saat mengikuti kompetisi di babak semifinal. Sampai jumpa di babak semifinal KMNR 14.

Tim Media

Read more...

Mengulik Kiprah Klub Panahan Seikhlasnya KPM Cabang Depok

Bogorplus.com-Depok, Jawa Barat - Sejak Agustus 2017 lalu, KPM Cabang Depok membuka Klub Panahan Seikhlasnya. Ada tiga hal yang mendasari kegiatan ini dilakukan, yaitu untuk kebutuhan menjaga kesehatan, melatih kemahiran memanah, dan menerapkan salah satu aktivitas yang menjadi sunnah Rasul.

Zulfa Defison mengungkapkan bahwa aktivitas ini terus dilakukan untuk melahirkan atlet panahan sebagai proyeksi jangka panjang. Proses yang dilakukan selama ini masih mengacu ke arah sana. Namun komitmen dan keseriusan sudah ditunjukkan oleh KPM Cabang Depok dengan tersedianya para pelatih memanah yang kompeten dan adanya evaluasi berkala bagi setiap siswa yang ikut klub panahan seikhlasnya ini.

Zulfa menuturkan, "Kami memiliki  7 orang pelatih, 4 pelatih sudah lulus level 2, 3 pelatih lainnya lulus level 1." ujar salah satu tim KPM Cabang Depok ini. Beliau pun menyampaikan bahwa ada agenda sertifikasi kemahiran memanah. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan dalam membidik. Makin tinggi level kemahiran membidik, makin jauh jarak untuk membidik dan makin kecil target yang harus dibidik.

Klub panahan seikhlasnya KPM Cabang Depok rata-rata sudah mengikuti 5 sampai 6 lomba memanah tingkat Jabodetabek dan tingkat nasional. "Kami masih mengikuti lomba untuk kelas pemula. Di sini berlaku sistem semua bisa jadi juara. Ada kriteria penilaian untuk juara 3, juara 2, dan juara 1. "Anak-anak paham upaya seperti apa yang harus mereka lakukan agar bisa menjadi juara 3, juara 2, dan juara 1. Bukan fokus pada hasil, namun proses yang harus mereka jalani yang menjadi titik perhatian kita." ujar pria pemilik gelar akademik M. Si ini. Terus berkarya Klub Panahan Seikhlasnya KPM Cabang Depok.

Tim Media

Read more...