Menu
RSS

Items filtered by date: March 2020

Belajar Menghindari Covid-19 lewat CCG

Covid-19 Cartesian Game/Dok. KPM Mart

Merebaknya wabah virus korona (Covid-19) di Indonesia menjadi keprihatinan berbagai pihak. Pasalnya, kurangnya kepedulian masyarakat dengan saran-saran dari pemerintah, membuat Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ridwan Hasan Saputra (RHS) tergerak untuk membuat permainan Matematika yang bernama Covid-19 Cartesian Game (CCG). Permainan ini diciptakan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar sadar tentang pentingnya Social distancing (menjaga jarak).

Permainan yang diperuntukkan bagi siswa kelas 1 SD sampai 12 SMA ini dapat membantu para pelajar lebih memahami proses penularan Covid-19. Keunikan lainnya, dalam permainan CCG para pelajar di ajak berstrategi untuk menghindari Covid-19 dengan konsep Matematika.

RHS selaku penggagas permainan mengungkapkan, kehadiran CCG menjadi wujud kepedulian dirinya yang ingin membantu pemerintah dalam mensosialisasikan anjuran Social distancing. Selain itu, Praktisi Suprarasional ini juga berharap dapat ikut serta membantu pemerintah dari segi pendanaan. “Sebagian pendapatan dari hasil penjualan CCG akan digunakan untuk kegiatan sosial terutama akibat Covid-19”, kata RHS.

Foto: Papan Permainan Covid-19 Cartesian Game/Dok. KPM Mart

RHS pun memberikan penawaran khusus kepada pihak sekolah yang ingin memiliki permainan CCG untuk murid-muridnya akan mendapatkan harga dan penawaran khusus, yaitu mencantumkan nama dan logo sekolahnya di papan permainan CCG.

Selain memberikan penawaran ke lembaga pendidikan, pihaknya siap memfasilitasi kepada para donatur atau berbagai perusahaan yang ingin menyumbangkan dana dalam pembuatan CCG dan produknya akan dibagikan gratis ke berbagai sekolah yang kurang mampu.

Penasaran dengan cara bermain Covid-19 Cartesian Game, Saksikan melalui channel Youtube KPM Seikhlasnya dengan cara klik tautan di sini atau salin tautan berikut https://bit.ly/cara_main_CCG. Adapun untuk pembelian permainan dapat kunjungi TOKOPEDIA & SHOPEE KPM Mart. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0812 8548 5755

Read more...

Doa untuk Pak Jokowi

"Ya Allah, berikanlah kesehatan dan panjang umur kepada Pak Jokowi.

Ya Allah, tingkatkanlah Keimanan dan ketakwaan kepada Pak Jokowi.

Ya Allah, berikanlah kesabaran yang tinggi kepada Pak Jokowi.

Ya Allah, pertemukanlah Pak Jokowi dengan para Wali Allah.

Ya Allah, bimbinglah Pak Jokowi dalam menghadapi masalah bangsa akibat virus Corona ini.

Ya Allah, semoga banyak rakyat Indonesia mendoakan Pak Jokowi agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik.

"Ya Allah, semoga orang Indonesia Ikhlas menerima apa yang menjadi kehendakMU, sehingga limpahan rahmat dan keberkahan yang akan orang Indonesia dapatkan setelah masalah ini berlalu.

Aamiin.

Doa ini dipanjatkan karena Pak Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia yang memimpin kita semua. Saatnya kita semua bersatu padu untuk mendukung Pak Jokowi menyelesaikan masalah, minimal dengan doa, agar bangsa Indonesia bisa selamat melewati bencana non alam akibat virus corona.

Bogor, 17 Maret 2020

Ridwan Hasan Saputra

Salam

Ikhlas Tegas Puas, 

Klinik Pendidikan MIPA

Read more...

Strategi SDIT Assa’adah Optimalkan Kompetensi Guru Matematika lewat MNR

Foto: Pelatihan MNR di SDIT Assa'adah Jakarta/Dok. KPM

Bogorplus.com-DKI Jakarta – Sudah acap kali terdengar bahwa Matematika masih menjadi pelajaran yang sulit bagi kebanyakan orang. Ilmu eksak yang sudah ditemukan sejak 3.000 SM ini memang sering menjadi momok menakutkan bagi pelajar.

Untuk mengatasi fenomena tersebut, lembaga pendidikan SDIT Assa’adah Kalisari, Jakarta Timur mencoba mengangkat tema potret Matematika dari sudut pandang yang berbeda melalui Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Wakil Kepala Sekolah SDIT Assa’adah, Hendra Winata Kusuma mengatakan bahwa paradigma akan kesukaran Matematika bisa menghambat proses pembelajaran. “Tugas utama seorang guru matematika adalah menggali potensi siswa yang belum memahami matematika. Setelah itu, menunjukan cara yang benar potret belajar Matematika sebagai sebuah permainan yang menyenangkan", katanya.

Pelatihan yang dilaksanakan dalam dua kesempatan ini (15 dan 29 Februari 2020) dihadiri oleh 30 peserta guru internal. Tim Pelatih KPM memberikan inovasi dalam metode pembelajaran Matematika, seperti masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, serta permainan Matematika.

Hendra menambahkan antusias belajar MNR bukan hanya datang dari kalangan guru saja, tetapi seluruh perwakilan divisi pun turut meramaikan pelatihan tersebut. “Hal ini membuktikan bahwa MNR tak hanya dinantikan kalangan guru dan siswa saja, tetapi profesi lain pun dapat mempelajari MNR,” Ujar Hendra dalam kesempatan wawancara.

“Melalui pelatihan MNR, semoga para guru akan mendapatkan wawasan dan bekal untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola pembelajaran Matematika,” pungkasnya.

Komitmen KPM dalam meningkatkan kompetensi guru bukan saja menjadi narasumber pada pelatihan di berbagai lembaga pendidikan, KPM juga menyertakan akses pembelajaran bagi para guru melalui pelatihan intensif selama 4 hari 3 malam di Kantor Klinik pendidikan MIPA (KPM).

Tim Media

Read more...

Seribu Satu Langkah Bang Read1 Perkuat Pendidikan & Ekonomi

Foto: Peserta Pelatihan Suprarasional khusus pengurus DKM Masjid/Musala Batch 3/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Pendidikan dan ekonomi masih jadi persoalan serius bagi masyarakat. Harga pangan yang kian meroket dan biaya pendidikan yang semakin membengkak memaksa mereka memangkas sejumlah kebutuhan. Bahkan, beberapa orang hidup tanpa memiliki penghasilan tetap.

Situasi ini menggugah hati beberapa elemen masyarakat untuk turun tangan mengatasi permasalahan tersebut. Seribu satu langkah pun dilakukan salah satu lembaga yang digagas oleh Ridwan Hasan Saputra (RHS), yaitu Bang Read1 melalui program Pelatihan Suprarasional bagi Pengurus DKM Masjid/Musala di wilayah Bogor.

Sejak diluncurkan pertama kalinya pada 21 Desember 2019, Bang Read1 telah membina sebanyak 71 DKM dengan total peserta 144 pengurus. Program yang ditawarkan Bang Read1 pun tidak main-main, pengurus DKM yang telah mendapatkan pembinaan akan didukung Bang Read1 melalui program Pinjaman Modal Usaha tanpa Bunga dan Jaminan Fisik bagi para jamaahnya.

Foto: RHS bekali pengurus Masjid/Musala dengan ilmu suprarasional/Dok. KPM

Meskipun memberikan pinjaman tanpa bunga dan jaminan, Bang Read1 tetap memiliki persyaratan khusus kepada masyarakat yang hendak mengajukan pinjaman, yaitu rajin beribadah ke Masjid dan memiliki kegiatan usaha.

Di bidang Pendidikan, Bang Read1 juga telah mempersiapkan kerja sama bagi pengurus Masjid untuk membuka Klub MIPA Seikhlasnya (KMS), yakni sebuah wadah komunitas belajar Matematika dan IPA bagi warga di lingkungan masjid dengan sistem bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan). Program KMS ini diharapkan dapat memudahkan warga sekitar yang ingin belajar MIPA tanpa terkendala biaya pendaftaran/belajar.

Asep Safrudin selaku peserta pelatihan mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan langka ini. “Alhamdulillah saya telah mendapatkan ilmu sangat bermakna, lewat cara berpikir suprarasional di sinilah sejatinya jika umat islam ingin maju. Saya pun termotivasi konsep sedekah dan berbagi yang sudah diajarkan Pak Ridwan akan saya sebarluaskan pada jamaah Masjid,” ungkap pengurus Masjid Raya Al Musyawarah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara itu bagi H. Nurhamid, pengurus DKM  Masjid Nurul Amal Ciomas, Kab. Bogor, konsep suprarasional ini salah satu inovasi dan langkah terbaik untuk memperbaiki kualitas individu. Ia pun bersyukur karena telah terlibat langsung dalam inovasi tersebut.

KPM Hadirkan Kompetisi untuk Remaja Masjid (Daftar di sini)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bang Read1 tidak hanya melatih pengurus DKM di wilayah Bogor, tetapi akan memberikan pelatihan di Bekasi (Sabtu, 7 Maret 2020), Depok (Minggu, 22 Maret 2020) dan Jakarta (Minggu, 5 April 2020) mendatang.

Tak hanya melalui Masjid, kepedulian Bang Read1 juga telah memiliki masyarakat binaan yang berasal dari kalangan pekerja informal, seperti tukang becak, tukang, ojek, penjaga warung, dan sebagainya.

Pada kesempatan terpisah, Herman Hadiwijaya selaku Koordiantor Bang Read1 menambahkan, “Harapan dari program informal ini semakin banyak masyarakat yang mendapat bantuan baik secara pembinaan karakter maupun finansial sehingga menjadi "orang kaya" yang sebenarnya dan jauh dari riba,” ungkapnya.

Tim Media

Read more...