Menu
RSS

Items filtered by date: March 2021

Ribuan Siswa LP Ma’arif NU PBNU Ikuti Uji Soal Matematika Suprarasional

Foto: Pelaksanaan Uji Soal di Satuan Pendidikan LP Ma'arif NU PBNU || Dok. LP Ma'arif NU PBNU

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat—Sebanyak 1.131 siswa kelas 3 MI sampai 12 MA dari 8 satuan Pendidikan LP Ma’arif NU PBNU mengikuti Uji Soal Matematika Suprarasional bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Kamis (25/3/21).

Ribuan peserta tersebut tersebar di beberapa wilayah di antaranya, Yogyakarta, Indramayu, Bandung, Purwakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Serang, dan beberapa kota lainnya di provinsi Banten.

Pelaksanaan Uji Soal Matematika Suprarasional yang digelar LP Ma’arif NU PBNU dibagi dalam 4 zona wilayah, zona pertama digelar serentak di pulau Jawa. Zona kedua dan seterusnya akan berlanjut di Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Pengurus Bidang Penelitian dan Pengembangan LP Ma'arif NU PBNU, Deden Saeful Ridhwan, M.Z, M.A mengatakan Uji Soal Matematika Suprarasional bertujuan meningkatkan literasi dan numerasi. Deden juga mengaku bersyukur bahwa KPM menaruh perhatian pada peningkatan literasi dan numerasi.

Foto: Pengurus Bidang Penelitian dan Pengembangan LP Ma'arif NU PBNU, Deden Saeful Ridhwan, M.Z, M.A. || Dok. Istimewa

“Alhamdulillah KPM sebagai lembaga pendidikan memberikan perhatian kepada peningkatan literasi dan numerasi, sehingga, LP Ma’arif NU PBNU memandang KPM sebagai significant other,” kata Deden saat diwawancara melalui sambungan telepon, Jumat (26/3/21).

Terkait kepedulian KPM dalam meningkatkan literasi dan numerasi, Deden menilai keberadaan KPM sangat diperlukan.

“Keberadaan KPM sangat penting bagi memajukan anak bangsa kita, mengingat juga Indonesia masih terpuruk dari hasil PISA (Programme for International Student Assessment),” imbuh Dosen STIT Islamic Village Tangerang ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Bandung Barat ini berharap Uji Soal Matematika Suprarasonal dapat menjadi sarana meningkatkan kompetensi Matematika. Semoga putra-putri di lingkungan LP Ma’arif NU PBNU kompetensi Matematikanya lebih baik lagi. Terlebih NU merupakan ormas terbesar di Indonesia, kami merasa terpanggil karena memiliki tanggung jawab moral untuk masyarakat, khususnya bagi warga NU,” tutupnya.

Bagi lembaga sekolah yang ingin menggelar Uji Soal Matematika Suprarasional untuk  mengukur kemampuan literasi dan numerasi guna memenuhi Asesmen Kompetisi Minimum (AKM), silakan hubungi 0813.1034.3400.

Read more...

KMS, Kompetisi Matematika Terbesar & Pertama Terintegrasi Karakter

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat--Generasi Y atau yang akrab dikenal dengan sebutan generasi milenial digadang-gadang sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa. Di sisi lain begitu besarnya harapan kepada mereka, terdapat persoalan yang diindikasikan menjadi sebab impian tersebut tak akan terwujud.

Adalah krisis karakter dan prestasi  yang menjadi permasalahan bagi anak bangsa termasuk generasi Y di dalamnya. Mirisnya, perilaku hedonisme tersebut mengubah pola pikir generasi milenial dari berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan.

Menggali lebih dalam kondisi pendidikan Indonesia, Hasil PISA 2018 tunjukkan bahwa Indonesia mengalami penurunan terhadap tiga kompetensi yaitu kekuatan membaca, Matematika, dan juga Sains. Skor kekuatan membaca Indonesia terhadap PISA 2018 adalah 371, skor sementara kekuatan Matematika dan Sains berada di urutan 379 dan 396.

Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) akan menggelar perhelatan Kompetisi Matematika Suprarasional (KMS) Ke-16 dengan biaya seikhlasnya (sesuai kemampuan) yang akan digelar secara daring. Pelaksanaan KMS dibagi dalam dua babak, yakni Babak Penyisihan (18 April 2021) dan Babak Final yang akan digelar pada 30 Mei 2021.

Diketahui, KMS sebelumnya dikenal dengan nama Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) yang merupakan salah satu lomba terbesar yang diikuti ratusan ribu siswa SD hingga SMA dari seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan ke-15 (tahun 2020) lalu dimulai sejak tahapan Uji Soal MNR (tingkat sekolah).

Tercatat, pada seleksi tingkat sekolah, periode September-Oktober 2019, lebih dari 400 ribu pelajar mengikuti tahapan Uji Soal MNR. Sedangkan untuk Babak Penyisihan (tingkat Kota/Kab) diikuti lebih dari 130 ribu peserta, Babak Semifinal (tingkat Provinsi) diikuti 46.450 peserta, dan di Babak Final (tingkat nasional) diikuti 2.629 peserta dan untuk pertama kalinya Babak Final KMNR 15 digelar secara online karena pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021, KMNR bertransformasi menjadi KMS. Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si menjelaskan, KMNR event yang selalu ditunggu pelajar Indonesia. “Alhamdulillah kompetisi ini masih bertahan sampai sekarang. Sesuai dengan perkembangan zaman, InsyaAllah Kompetisi Matematika Nalaria Realistik diubah namanya menjadi Kompetisi Matematika Suprarasional,” ungkap Ridwan HS, dilansir dari tayangan video Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan, Ridwan menjelaskan di masa sekarang tidak hanya butuh anak kuat dalam bernalar, tapi butuh anak-anak yang nalarnya kuat dan karakternya baik. “Oleh sebab itu, dalam kompetisi (KMS) ini kita akan memasukkan soal-soal yang berhubungan dengan karakter dan akhlak. Supaya harapannya, para juara lomba ini adalah anak-anak yang sholeh sekaligus pintar,” jelas RHS.

Pendaftaran KMS telah dibuka hingga 16 April 2021. Sebelum kompetisi dimulai akan digelar Try Out pada tanggal 15-17 April 2021. KMS diperuntukkan bagi siswa kelas 1 SD hingga 12 SMA/sederajat. Informasi & Pendaftaran hubungi 0813.1034.3400 atau kunjungi laman https://www.kpm.read1institute.org/

Read more...

Perkuat Literasi, Numerasi, dan Karakter, KPM Gagas Uji Soal Matematika Suprarasional

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Hasil survei PISA 2018 menempatkan Indonesia berada di urutan ke-74, alias peringkat keenam dari bawah, ketekunan dan pemahaman berliterasi, mulai baca tulis, digital, dan numeral masih rendah.

Rasa hirau kita patut terusik dengan kenyataan hasil PISA, karena kecakapan berliterasi merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan sebagai salah satu prasyarat untuk mewujudkan kecakapan hidup abad 21.

Permasalahan belum meratanya kesempatan untuk mengakses bahan literasi di dalam negeri, disinyalir menjadi penyebab utama. Sebagai contoh, orang yang tinggal di kota besar seperti DKI Jakarta dan kota-kota besar yang dilengkapi segala fasilitas penunjang internet, lebih mudah mengakses bahan literasi dibandingkan di tempat lain.

Upaya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak Indonesia tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Bak gayung bersambut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyampaikan komitmennya melalui program yang bertajuk Uji Soal Matematika Suprarasional.

Adapun keunikan dari program yang digelar lembaga nirlaba ini adalah menerapkan konsep biaya seikhlasnya dan/atau pakai doa. Sehingga siapapun dapat ikut serta dan KPM menerima permintaan dari sekolah untuk seluruh siswanya.

Foto: Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengatakan bahwa Uji Soal Matematika Nalaria Realistik sudah biasa diikuti oleh siswa dari kelas SD hingga SMA sejak tahun 2016 hingga 2020. Pada tahun 2021, KPM mengubah namanya menjadi Uji Soal Matematika Suprarasional.

“Kenapa kami ubah? Karena kami akan memasukkan nilai-nilai karakter, adab dan akhlak, serta keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Di era pandemi ini dan di masa depan, kedekatan kepada Yang Maha Kuasa menjadi faktor penting dalam keberhasilan hidup,” ungkap Ridwan dilansir dari laman Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini menambahkan bahwa Uji Soal Matematika Suprarasional ini tidak hanya hanya melatih kecapakan bernalar saja. Tetapi juga akan menitikberatkan pada nilai karakter dalam rangka memenuhi Asesmen Kompetensi Minimum. “InsyaAllah Uji Soal Matematika Suprarasional akan berhubungan juga dengan Asesmen Kompetensi Minimum,” pungkas RHS.

Perlu diketahui bahwa Uji Soal Matematika Suprarasional ini merupakan upaya KPM dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi Matematika atau yang disebut Numerasi dengan materi soal Bilangan, Geometri dan Pengukuran, Aljabar, Data dan Ketidakpastian.

Asesmen literasi membaca bertujuan untuk mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan asesmen numerasi bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Informasi & pendaftaran Uji Soal Matematika Suprarasional dapat hubungi KPM Pusat (0813.1034.3400) atau kunjungi laman https://www.kpm.read1institute.org/

Read more...

Wadah Suprarasional

Oleh: Teguh Imam Agus Hidayat

BOGORPLUS.COM-Wadah (dalam KBBI) adalah tempat untuk menaruh atau menyimpan sesuatu. Suprarasional adalah menjadikan hal yang gaib yaitu Allah Swt, sebagai faktor yang sangat penting untuk bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan atau tindakan (Saputra, 2017). Jadi, Wadah Suprarasional adalah tempat untuk menaruh atau menyimpan pahala (tabungan jiwa) dari amal baik yang dilakukan dengan Allah sebagai pertimbangan dalam setiap tindakan. Tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan agar mendapat ridha Allah.

Wadah suprarasional dapat diibaratkan sebagai ember besar tanpa celah yang dapat menampung air atau lainnya. Jika ember tersebut terdapat celah (bolong) maka isinya lambat laun akan habis karena tumpah atau terjatuh. Dalam contoh lain wadah suprarasional diibaratkan seperti bak, semakin besar baknya maka semakin banyak pula isinya, begitu pun sebaliknya semakin kecil bak nya makan semakin sedikit isinya. Untuk memperoleh isi yang banyak maka kita harus mempunyai wadah yang besar.

Dalam ilmu suprarasional untuk memperbesar wadah tersebut haruslah ada amalan-amalan yang dilakukan oleh seseorang dan diterima oleh Allah, agar amalan-amalan yang dilakukan dapat diterima oleh Allah ada suatu amalan yang menjadi penentu semua amal dapat diterima atau tidak, sebagaimana terdapat dalam Kitab Ihya Ullumuddin, Rasulullah bersabda: “Yang pertama diperiksa pada hari kiamat dari perbuatan hamba adalah shalatnya. Apabila shalatnya sempurna, maka shalatnya diterima beserta seluruh amal ibadahnya. Sebaliknya, jika shalatnya kurang (tidak sempurna), maka shalatnya akan dikembalikan kepadanya beserta seluruh amal ibadahnya”.

Oleh karena itu, setiap insan wajib memperhatikan shalatnya, agar semua amal yang dilakukan menjadi bernilai. Shalat adalah salah satu amalan yang paling utama sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibn Mas'ud RA, bahwa "seorang laki-laki pernah bertanya Nabi Shallallahu alaihi wasallam, amalan apa yang paling utama?" Nabi menjawab: “Shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fi sabilillah”. Sabdanya lagi, “Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah meruntuhkan agama” sebagaimana Imam Al Ghazali menuliskan dalam kitabnya.

Foto: Teguh Imam Agus Hidayat || KPM

Shalat menjadi hal yang sangat penting dan mendasar bagi umat Islam. Proses terjadinya perintah shalat juga bukan peristiwa biasa, melainkan sangat luar biasa yang mana Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah Al Isra ayat 1: "Maha suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat". Kemudian, ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan Imam Nasa'i,  Dia berfirman: Sesungguhnya Aku (Allah) pada hari Aku menciptakan langit dan bumi Aku telah mewajibkan kepadamu dan kepada umatmu lima puluh waktu shalat, (ia sekarang) lima (dengan balasan) lima puluh.

Melihat hal yang demikian besarnya, shalat dapat dikatakan sebagai kunci agar wadah suprarasional dapat membesar. Sudah seharusnya setiap muslim benar-benar menjaga wadah suprarasional ini, agar semua aktivitas suprarasional masuk dalam wadah suprarasional. Ketika wadah suprarasional membesar maka otomatis tabungan jiwa seseorang membesar. Tabungan jiwa yang besar ini dapat terkonversi kepada kebutuhan diri dalam kehidupan jiwa maupun raga (Saputra, 2020). Salah satunya adalah doa orang tersebut akan mudah terkabul, serta kebutuhan dirinya akan dicukupkan oleh Allah.

Semoga kita semua dapat memperbesar dan menyempurnakan wadah suprarasional. Aamiin.

Read more...

Lomba Hafalan Al-Qur’an, Strategi KPM Bekasi Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia

BOGORPLUS.COM-Bekasi, Jawa Barat – Salah satu ikhtiar nyata dalam proses pemeliharaan Al-Qur’an adalah dengan cara menghafalkannya. Oleh sebab itu, program atau pembinaan hafalan Al-Qur’an sebuah keniscayaan bagi generasi muda agar memiliki akhlak mulia.  

Tak sedikit juga lembaga pendidikan di Indonesia yang memfasilitasi generasi muda untuk mencintai Al-Qur’an, salah satunya Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Bekasi yang menggelar Lomba Hafalan Alqur’an untuk anak SD/MI Se-Bekasi.

Acara yang digelar dalam 2 tahap yakni, babak penyisihan (28 Februari 2021) dan babak final (14 Maret 2021), bertujuan untuk menghasilkan siswa yang cerdas dan berakhlak mulia melalui pendekatan Al-Qur’an.

Ikhtiar KPM Cabang Bekasi yang menitikberatkan nilai kehidupan pada Al-Qur’an telah dimulai ketika proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Sebagai lembaga yang bergerak dibidang pendidikan, KPM Cabang Bekasi tidak hanya membekali siswa secara akademik (MIPA & bahasa Inggris), tetapi juga fokus mendidik siswa agar berakhlak mulia dengan cara mewajibkan siswa KPM Cabang Bekasi melakukan setoran hafalan Al-Qur’an setiap semester,” Ujar Dien Novita selaku Kepala KPM Cabang Bekasi.

Dien Novita menjelaskan peserta Lomba Hafalan Al-Qur’an ini pun disambut antusias pelajar dan berjalan lancar. “Alhamdulillah babak penyisihan berlangsung lancar. Total peserta yang ikut berjumlah 180 anak, bahkan ada yang berasal dari Jakarta. Mekanismenya, peserta dihubungi oleh juri melalui videocall dan untuk menghindari kecurangan, peserta diwajibkan menutup mata dengan alat penutup dan kamera handphone menghadap ke cermin,” jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, Bilal Alfaridzi Reed, peserta kelas 2 mengatakan, “Lomba ini sangat menyenangkan dan menarik, membuat saya percaya diri untuk lomba-lomba tahfiz selanjutnya,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan M. Zhafran Vandika. Ia berharap semoga bisa lolos ke final dan mendapatkan hasil terbaik.

Bagi Anda yang ingin putra-putrinya meningkatkan kemampuan Matematika, IPA, dan berbahasa Inggris dengan biaya seikhlasnya, silakan bergabung di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang bekasi yang berkedudukan di Jl. Pulo Ribung Blok AE No.102, RT.008/RW.013, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi-Jawa Barat. Narahubung 0857.7163.6813. 

Tim Media

Read more...

Resensi Buku Karakter Suprarasional || Oleh: Abdullah Makhrus

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat -- Saya membaca buku ini dalam waktu paling cepat dari buku-buku lain yang pernah saya baca. Kurang dari 3 jam menyelesaikannya. Padahal buku lain saya bisa berhari-hari bisa merampungkannya. Ada kekuatan dan semangat tersendiri untuk menyelesaikan membacanya.

Inilah kisah seorang Motivator Suprarasional, Bapak Ridwan Hasan Saputra yang membagikan pengalaman spiritualnya. Beliau banyak menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh keajaiban setelah mempraktekkan ilmu suprarasional. 

Di awal paparan buku ini, beliau menceritakan bahwa manusia diberi oleh Allah tiga buah antena dalam kehidupannya yaitu panca indera, akal dan hati. Antena panca indera berhubungan dengan perbuatan. Antena akal berhubungan dengan ucapan. Antena hati berhubungan dengan niat.

Manusia seharusnya memaksimalkan fungsi ketiga antena tersebut sebagai wujud rasa syukur sekaligus menjadikannya sebagai alat untuk menarik rezeki.

Beliau berprinsip bahwa setiap orang perlu memiliki tabungan jiwa dengan kode khusus dan kode umum.  Kode umum merupakan bentuk perbuatan baik yang dilakukan seorang manusia, tetapi hasil yang diperoleh tidak berhubungan langsung dengan apa yang dilakukan.

Misalnya orang tua yang rajin puasa sunah bisa jadi akan membuat anaknya menjadi pintar sehingga mendapat beasiswa di sekolahnya, rajin salat tahajud bisa jadi membuat utang bisa lunas dan lain sebagainya. Proses kode umum ini biasanya karena hubungan yang dekat dengan Allah.

Sedangkan kode khusus adalah perbuatan baik yang akan mendapat balasan sesuai dengan perbuatan baik yang kita lakukan.  Misalnya, jika kita ingin anak kita dapat beasiswa maka fokuslah untuk memberikan beasiswa pada anak-anak yatim piatu dan anak-anak orang miskin.

Salah satu pengalaman beliau yang menarik yang diceritakan dalam buku ini adalah waktu beliau membeli sebuah ruko. Beliau harus meminjam uang dari orang tua siswa sebesar Rp800 juta. Keajaiban pertama orang tua tersebut tidak memberikan tenggang waktu kapan harus membayar dan cicilannya pun tidak ditentukan seberapa besarnya.

Jika meminjam ke bank, tentu hal ini tidak bisa dilakukan. Beliau kemudian melakukan praktek tabungan jiwa tersebut saat akan berniat membayar hutangnya. Pada hari itu beliau menelpon orang-orang yang berutang ke beliau dari mulai yang ratusan ribu sampai yang 50 juta.

Dalam satu hari, 100 juta lebih total utang yang beliau anggap lunas. Setelah melakukan hal tersebut, tidak sampai satu bulan, beliau bertemu dengan orang tua siswa yang meminjamkan uang pada Pak Ridwan. Anehnya, orang tua justru mengatakan bahwa hutang beliau dianggap lunas.

Ada lagi kisah yang lebih menarik, yaitu ketika di bulan Januari 2019 ketika beliau ke Afrika Selatan tepatnya di Durban, seorang temannya mengirimkan pesan untuk ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang berada di Capetown yang bisa ditempuh dalam dua jam perjalanan dari kota tersebut.

Saat beliau sedang duduk-duduk di dalam mal. Tiba-tiba ada orang Afrika Selatan yang tidak pernah kenal dengan beliau bertanya dan berdialog. Dalam pembicaraan tersebut Pak Ridwan bertanya, apakah orang tersebut mengenal Syekh Yusuf Al Makasari?

Orang tersebut ternyata mengenalnya, lalu Pak Ridwan menyampaikan sebuah impiannya, bahwa beliau ingin berziarah ke sana, tapi bingung caranya. Tidak disangka, orang tersebut langsung menjawab, “Bismillah, InsyaAllah Anda bisa kesana”. Singkat cerita orang tersebut memintanya mengirimkan foto paspor setelah berdialog.

Tidak sampai satu jam, orang tersebut mengirim melalui WA tiket pesawat Durban-Captown PP dan berkata bahwa itu tiket gratis buat pak Ridwan. Bahkan, yang lebih mengejutkan orang tersebut sekaligus menyediakan orang yang siap mengantar ke lokasi Makam syekh yusuf Al Makasari.

Dari banyak kisah inspirasi di dalamnya, saya merasakan dan membuktikan sendiri keajaibab-keajaiban rezeki datang secara tiba-tiba setelah mempraktekkan isinya. Oleh karenanya buku ini layak dibaca karena kaya dengan inspirasi dan pengalaman riil penulis.

Tidak sekadar itu, penulis memberi beberapa kutipan ayat Alquran dan hadis untuk menunjukkan bahwa janji Allah dan Rasulnya adalah benar. Sehingga sangat cocok dibaca oleh siapapun terutama bagi siapa saja yang sering dirundung masalah termasuk kekurangan rezeki dalam hidupnya.

Di akhir cerita, dilengkapi kisah seru tujuh pengalaman spiritual beberapa alumni sekaligus anak didiknya. Mereka yang telah  mempraktekkan ilmu suprarasional merasakan ada keberkahan tersendiri setelah beberapa kali memenangkan olimpiade matematika.

Sebagiannya lagi mendapatkan kejutan-kejutan berupa beasiswa kuliah di luar negeri seperti di Singapura, Jepang, London, Belanda, dan Korea dengan segala kemudahan dan keajaiban saat mendapatkannya.

Tertarik membaca kisah lengkapnya? Silakan baca dan dapatkan bukunya dengan mendownload E-BOOK  BAYAR PAKAI DOA ‼️ Buku Karakter Suprarasional karya Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si dan Kisah Suprarasional.

Silakan unduh di sini?

http://kpmsuprarasional.org/#pendaftaran

Judul : Karakter Suprarasional Menjadi Pemenang di Masa Krisis (Suprarasional Jilid 2)

Penulis : Ridwan Hasan Saputra

Penerbit : Klinik Pendidikan MIPA

Tahun terbit : 2020

Tebal buku : 158 halaman

 

Read more...

Jagalah Adab dengan Guru agar Ada Keberkahan Ilmu

Foto: Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si., Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) || Tangkapan Layar Channel YouTube KPM Seikhlasnya

Bogor, Jawa Barat – Pendidikan merupakan sarana utama dalam peningkatan kualitas manusia dan memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsung kehidupan manusia. Perilaku manusia harus difokuskan kembali sesuai fitrahnya sebagai manusia yang memiliki akhlak baik. Dengan kata lain, urgensi pendidikan yang menekankan pada aspek akhlak adalah sebuah keniscayaan.

“Saat ini banyak murid yang belajar, tapi mereka jarang mendapatkan ilmu dari gurunya. Padahal ilmu dari gurunya banyak, tapi dia tidak bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupannya. Sehingga banyak anak-anak zaman sekarang menjadi kurang pintar. Apa penyebabnya?,” kata Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si saat menjadi pembicara di acara Malam Bina Akhlak dan Karakter (MABAR) yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Selasa (16/2/21) lalu.

Ridwan HS menegaskan dalam menuntut ilmu, seorang murid harus lebih dahulu menghormati dan menjunjung tinggi seseorang yang mampu menjadi sumber ilmu tersebut. Oleh sebab itu, memuliakan guru wajib hukumnya bagi pencari ilmu agar ilmunya berguna dan membawa keberkahan.

Berikut 8 adab seorang murid terhadap guru berdasarkan referensi dari terjemahan kitab Adabul Alim Wal Muta’alim (Adab Guru dan Murid) karangan Imam Nawawi:

  1. Seorang murid harus menyucikan hatinya.
  2. Senantiasa rendah hati terhadap ilmu yang dipelajari
  3. Menghormati dan Memuliakan guru
  4. Mencari keridhoan dari guru
  5. Mendengar penjelasan guru
  6. Semangat dalam menuntut ilmu
  7. Bersikap santun, sabar, dan memiliki cita-cita yang tinggi
  8. Segera menulis dan mencatat jika mendapati hal baru.

Ridwan berpesan agar para peserta didik memahami dan mengingat pesan dari Imam Nawawi tersebut. “Tolong 8 hal ini kalian ingat, catat, dan praktikan dalam kehdiupan sehari-hari, karena kalau seorang guru ridho dan merasa dimuliakan, maka kita juga akan dimuliakan oleh banyak manusia,” pungkas RHS.

Saksikan video selengkapnya dengan klik tautan ini. Dapatkan pesan inspiratif dan  motivasi hidup dalam acara MABAR (Malam Bina Akhlak & Karakter). Disiarkan langsung setiap Selasa malam Rabu di Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Tim Media

Read more...

ROC Bilangan Inovasi KPM Perkuat Literasi & Numerasi Siswa

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA kembali hadirkan inovasi untuk menjawab tantangan dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa SD hingga SMA. Inovasi tersebut diwujudkan melalui ajang Read1 Online Competition Bilangan (ROC) Bilangan yang diikuti 1.617 peserta pada Minggu, (14/2/21) lalu.   

Herman Hadiwijaya selaku Penanggung Jawab acara mengatakan, ROC Bilangan merupakan langkah konkret untuk meningkatkan literasi dan numerasi di kalangan pelajar.

“Kami merasa perlu mengadakan ROC Bilangan karena bilangan ini adalah salah satu materi yang selalu ada dari kita kecil hingga dewasa. Selain itu, kami juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengasah kemampuan untuk menghadapi perlombaan baik di level nasional maupun internasional,” kata Herman saat memberikan sambutan pada Virtual Awarding ROC Bilangan, Jumat (19/2/21) lalu.

“Alhamdulillah antusasime peserta sangat tinggi, mungkin karena tema bilangan ini sangat penting sekali untuk dipelajari. Kami dari KPM sangat berterima kasih dengan antusiasme dan minat dari para peserta. Selamat kepada seluruh peraih penghargaan dan bagi yang belum mendapat penghargaan terus berusaha lagi,” tutup Herman.

Foto: Tangkapan layar Channel YouTube KPM Seikhlasnya

Sementara itu, ROC Bilangan ini pun mendapat sambutan positif dari siswi SMPN 1 Bogor, Amara Khairunnisa Dinata.

“Soal-soal yang disajikan seru dan menantang. Jarang juga ada lomba khusus di satu materi saja. Jadi, pas ngerjain soal bisa fokus pada tema bilangan saja. Semoga KPM bisa menyelenggarakan ROC Lainnya, misalnya ROC Aljabar, ROC Kombinatorik, ungkap Amara.

Hal senada juga diungkapkan Luvidi Pranawa Alghari, siswi SDI PB Soedirman Jakarta mengatakan tak pernah melewatkan jika KPM ada sebuah kegiatan. “Senang, setiap KPM bikin lomba Matematika pasti aku selalu ikutan. Menariknya ROC Bilangan ini bisa utak-atik angka. Aku juga dapat ilmu baru karena baru pertama kali ikut dengan materi teori bilangan,” kata siswi yang memiliki hobi Matematika dan coding ini. 

Foto: Tangkapan layar Channel YouTube KPM Seikhlasnya

Selain ROC Bilangan, sejumlah event kompetisi bertaraf nasional lainnya akan digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM) seperti, International Kangaroo Mathematics Competition (IKMC), Uji Soal Matematika Suprarasional, Kompetisi Matematika Suprarasional (KMS) Ke-16, Olimpiade Guru Matematika (OGM) Ke-6, Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-3, Olimpiade Guru Sains (OGS) Ke-1, ROC Aritmatika, dan ROC Aljabar. Informasi selengkapnya dapat akses laman https://www.kpm.read1institute.org/

Tim Media

Read more...

Doa bersama, Perkuat Dimensi Suprarasional agar Terhindar Musibah

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Doa merupakan kunci dan jalan bagi setiap umat Islam untuk meminta pertolongan serta perlindungan kepada Allah SWT. Namun, nyatanya masih banyak di antara kita yang masih enggan berserah diri untuk memohon kepada Allah SWT.

Padahal, di tengah bencana dan musibah saat ini, selain upaya ikhtiar secara akal dan fisik, kita juga perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara berpikir suprarasional.

Cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang menjadikan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau memecahkan masalah (Saputra, 2017).

Salah satu lembaga yang rutin menggelar doa bersama untuk bangsa yaitu Jaringan Suprarasional dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang digelar setiap hari Kamis, pukul 20.00 WIB-selesai dengan tema “Semoga Terhindar dari Musibah dan Bencana”.

Acara yang digelar secara virtual melalui Channel YouTube KPM Seikhlasnya, diisi dengan kegiatan pembacaan surah yasin, sholawat, zikir, doa, dan ceramah motivasi.

Penanggung jawab Doa Bersama untuk Bangsa, Teguh Imam Agus Hidayat mengatakan, acara ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat dimensi suprarasional dan sebagai wujud rasa cinta untuk bangsa karena musibah Covid-19 serta bencana alam yang melanda Indonesia.

“Kami mengajak kepada umat Islam di Indonesia untuk mendoakan bangsa ini agar musibah Covid-19 diangkat dari bumi Indonesia dan dijauhkan dari bencana,” ujarnya.

Teguh juga berharap semoga doa yang dipanjatkan secara berjamaah diijabah Allah SWT. “Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt dan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat,” pungkasnya

Tim Media 

Read more...