Menu
RSS
Top Banner Nasional

MEMANFAATKAN KEMACETAN

Foto Ilustrasi by: KPM Seikhlasnya Foto Ilustrasi by: KPM Seikhlasnya

Saya membaca status teman yang menyatakan bahwa di malam minggu kemarin, Ia mengalami kemacetan luar biasa. Ia pulang dari kantor ke rumahnya menggunakan motor membutuhkan waktu 2 jam, padahal  jaraknya hanya sekitar 9 km.  Kejadian yang dialami teman tersebut, saya alami juga, hanya saya lebih beruntung karena saya tidak merasakan macet yang lama. Keberuntungan lain yang saya dapatkan adalah setelah menjalani kemacetan itu, saya mendapatkan solusi dari masalah besar yang sedang saya hadapi. Kenapa saya bisa menyelesaikan masalah besar pada saat terjadi kemacetan? Jawabannya ada pada tulisan berikut ini.

Kemacetan adalah situasi yang sering kita alami baik kemacetan harian ketika berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, atau ketika pulang kerja. Kemacetan mingguan terjadi pada saat ingin ke tempat rekreasi bersama keluarga. Kemacetan tahunan pada saat mudik hari raya Idul Fitri. Kemacetan yang dialami harian, mingguan, dan tahunan tentunya tidak bisa diselesaikan oleh kita sebagai rakyat biasa, sebab kemampuan akan hal itu ada pada pemerintah, tetapi kita bisa mengubah situasi kemacetan yang awalnya menyebalkan menjadi sesuatu yang menentramkan dan memberi manfaat bagi kehidupan kita.

Sebelum saya menjelaskan bagaimana mengubah situasi kemacetan menjadi sesuatu yang memberi manfaat, saya ingin menerangkan terlebih dahulu tentang hadis Nabi berikut ini:  Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung) (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).  Saya beberapa kali mengalami kejadian dalam hidup yang ternyata sangat berhubungan dengan hadis ini. Kejadian tersebut adalah jika saya mempunyai masalah maka hati saya tidak tenang, kemudian jika saya melakukan zikir atau mengingat Allah maka setelah sekian lama berzikir hati saya menjadi tenang dan uniknya masalah yang saya hadapi terselesaikan.

Setelah saya merenungi fenomena ini, saya menyimpulkan bahwa hubungan yang terjadi adalah sebagai berikut: jika hati kita baik atau tenang maka jasad kita baik atau kita tidak mempunyai masalah. Jika hati kita rusak atau tidak tenang maka jasad kita rusak atau jasad kita sakit atau kita mempunyai masalah.  Berdasarkan dua pernyataan tadi saya berpikir,  jika kita mempunyai masalah maka hati kita tidak tenang. Supaya masalah selesai maka kita harus berupaya agar hati kita tenang. Upaya yang dilakukan agar hati kita tenang adalah dengan mengingat Allah, hal ini sesuai dengan  QS Ar-Ra’d ayat 28 (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Kesimpulannya adalah jika kita punya masalah maka perbanyaklah mengingat Allah sampai hati kita merasa tenang, semoga dengan hati kita tenang Allah akan menolong kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Jika masalah yang kita hadapi masih belum selesai ketika kita sudah melakukan zikir secara lisan, maka yang harus dilakukan adalah zikir perbuatan. Hal ini akan dibahas di tulisan yang lain.

Kembali pada masalah kemacetan, jika kita sudah mengetahui bahwa zikir itu bisa menyelesaikan masalah kehidupan kita, maka ketika sedang mengalami kemacetan di jalan  daripada kita marah-marah dan berkata-kata kasar lebih baik kita perbanyak zikir atau mengingat Allah. Hal ini berlaku bagi pengendara mobil, pengendara motor, dan penumpang angkot maupun bis. Hati yang tenang karena berzikir insyaallah akan membuat kita selamat di perjalanan dan insyaallah akan membuat masalah kehidupan yang kita hadapi selesai.

Ini adalah berbagi pengalaman tentang memanfaatkan kemacetan. Bagi saya, jika kita tidak mampu mengubah keadaan maka lebih baik kita lihat keadaan itu dengan cara pandang yang berbeda, supaya keadaan tersebut menjadi berkah untuk kita. Mulai sekarang, mari kita lihat kemacetan yang kita alami sebagai waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir dan sholawat. Jika orang Indonesia banyak melakukan hal ini, insyaallah Indonesia akan menjadi lebih baik.

 

Bogor, 22 Agustus 2022

Bang Read1

back to top