Menu
RSS
Top Banner Nasional

Items filtered by date: December 2019

Membangun Kekuatan Masjid lewat Literasi Umat dan Ekonomi Syariah

Foto: Para Narasumber Pelatihan Suprarasional Khusus Pengurus DKM. Andi Ihsan Arkam (kiri), Ridwan Hasan Saputra (tengah), dan Nur Hasan Murtiaji (kanan)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Selain menjadi poros aktivitas keagamaan, Masjid juga menjadi salah satu tempat strategis dalam upaya pemberdayaan dan jantung kesejahteraan umat. Sehingga membangun kekuatan Masjid melalui literasi umat dan ekonomi syariah merupakan sebuah keniscayaan dalam membangun peradaban bangsa.

Pentingnya membangun kekuatan Masjid lewat dua komponen tersebut yang melatarbelakangi Bang Read1 menggagas Pelatihan Suprarasional Khusus Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Sabtu-Minggu, 21-22 Desember 2019 yang diikuti 42 peserta dari 21 DKM dari wilayah Bogor. Pada kesempatan tersebut juga hadir Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji dan Ketua Baitut Tamkin Micro Finance, Andi Ihsan Arkam sebagai pembicara.

Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji mengatakan bahwa konsep Pelatihan Bang Read1 yang berusaha mengangkat ekonomi umat agar Masjid dapat menjadi pusat pergerakan ekonomi patut di apresiasi. “Program ini sangat bagus sekali karena selama ini perkara ekonomi sering dilupakan Masjid. Padahal, urusan Masjid tak harus melulu tentang aktivitas ibadah dan pendidikan, salah satu yang sering kali dilupakan yaitu dukungan modal (pinjaman) untuk kegiatan usaha,” kata Hasan usai menjadi Pembicara.

Foto: Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji/Dok. KPM

Nur Hasan Murtiaji menganggap sulitnya mendapatkan akses pendana dari lembaga perbankan dinilai masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat menengah ke bawah karena terkendali aturan-aturan. “Dengan adanya sistem Bang Read1 ini menjadi solusi tuh bagi usaha-usaha kecil yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal. Keren banget dah!,”imbuhnya.

Alumnus jurusan Astronomi, Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan literasi umat dapat menjadi modal dalam memperkuat peran Masjid. “kalau kita lihat dari sejarah Nabi Muhammad SAW, Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, ekonomi, bahkan pemerintahan itu bermula dari Masjid. Nah, saat ini yang luput dari perhatian bahwa Masjid juga sebagai pusat informasi, dalam kondisi kekinian disebut juga literasi umat.” Terangnya.

Hasan berharap ketika gerakan literasi umat di lingkungan Masjid melalui berbagai platform media berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan dapat membantu menyaring penyebaran berita hoax yang selama ini meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Andi Ihsan Arkam selaku ketua Baitut Tamkin Micro Finance dalam paparan materinya menyampaikan hakikat  memakmurkan Masjid lewat ekonomi harus dilandasi dua hal, yakni Salat dan Zakat. Alqur’an pun sering menggandengkan perintah zakat dan salat secara beriringan.

Hal ini menandakan bahwa salat sebagai ibadah spesial seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi tidak bisa terlepas dari keharusan untuk peduli pada kondisi masyarakat di sekitarnya. Dengan bahasa lain, umat Islam yang baik adalah mereka yang senantiasa memposisikan secara beriringan antara ibadah individual dan ibadah sosial.

Foto: Ketua Baitut Tamkin Micro Finance, Andi Ihsan Arkam/Dok. KPM

“Semoga apa yang digagas Bang Read1 sebagai pemicu bagi pengurus DKM untuk menjaga amanah dan memperkuat rasa keadilan sosial yang tinggi kepada masyarakat. keamanahan itu akan terabaikan akan dua hal yakni kezaliman (akhlaknya kurang baik) dan kejahilan (kebodohan), sehingga orang yang memiliki sifat tersebut pasti akan muncul berbagai masalah. Oleh karena itu, jangan pernah bosan untuk terus belajar dan mengkaji ilmu pengetahuan,” tandasnya.

Tim Media 

Read more...

Bang Read1 Bekali “Konsep Ekonomi Suprarasional” bagi Pengurus DKM

Foto: Peserta Pelatihan Suprarasional Khusus Pengurus DKM wilayah Bogor/Dok. KPM

Bogor, Jawa Barat – Selain menjadi sarana ibadah, Masjid memiliki peran signifikan bagi pembangunan bangsa. Salah satunya yang kini tengah ramai adalah pemberdayaan ekonomi umat. Peran penting inilah yang memotivasi Bang Read1 menggagas Pelatihan Suprarasional yang menyasar Pengurus dewan Kemakmuran Masjid (DKM) wilayah Bogor. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu, 21-22 Desember 2019 diikuti 42 peserta dari 21 DKM.

Pendiri Bang Read1, Ridwan Hasan Saputra (RHS) mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan melatih para pengurus DKM agar memiliki konsep cara berpikir suprarasional, mengoptimalkan peran masjid dengan ekonomi syariah dan penguatan media sebagai literasi umat.

“Dalam bidang keuangan dan ekonomi, para pengurus DKM nantinya didorong agar memiliki peran sebagai penggerak ekonomi, salah satu dukungan Bang Read1 adalah melalui program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan jaminan fisik bagi para jamaahnya,” ujar RHS.

Meskipun memberikan pinjaman tanpa bunga dan jaminan, Bang Read1 tetap memiliki prosedur dan persyaratan khusus kepada masyarakat yang hendak mengajukan pinjaman kepada Bang Read1.

Foto: Motivator Cara Berpikir Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra/Dok. Klinik Pendidikan MIPA

“Bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman harus memenuhi persyaratan, yaitu rajin beribadah ke Masjid dan memiliki kegiatan usaha. Kemudian, masyarakat dapat menghubungi pengurus DKM setempat yang sudah mendapat persetujuan dan mengikuti pelatihan bersama Bang Read1. Di samping itu, Masjid pun berkesempatan mendapat titipan modal usaha sebesar dua puluh juta rupiah dari Bang Read1 untuk mereka pinjamkan ke warga yang berada di sekitar Masjid/Musala,” imbuh RHS.

RHS menambahkan keunikan lainnya dari program titipan modal usaha ini adalah jika sudah berjalan selama satu tahun, Bang Read1 akan memberikan 50% dari dana titipan kepada DKM untuk digunakan operasional dan pembangunan Masjid/Musala.

RHS berharap, semoga dengan hadirnya program pinjaman tanpa bunga dan jaminan fisik dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Selain itu, misi Bang Read1 berikutnya adalah dapat membantu seluruh lapisan masyarakat agar terhindar dari riba.

Sementara itu, Kepala BUMDes Laladon, Yani Budiman,  menyambut positif gagasan Bang Read1 untuk mendukung UMKM lewat program suprarasional dan pinjaman tanpa bunga. “Sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan untuk menata hidup agar lebih baik. Di zaman sekarang ini, tak hanya cukup mengandalkan cara berpikir rasional. Jika menggunakan kalkulator manusia (rasional), bisnis yang mengandalkan rasional akan menemui kekecewaan jika bertemu rugi. Tetapi, kalau sudah allāhuṣ-ṣamad, berorientasi kepada Allah, InsyaAllah hati akan merasa tenang dan tak mudah putus asa.

Hal senada juga diungkapkan Pengurus DKM Al Huda yang termotivasi untuk menyebarluaskan konsep suprarasional di wilayahnya.”Langkah pertama yang akan saya lakukan yaitu menggelar pelatihan suprarasional khusus jamaah agar semakin banyak masyarakat yang terbuka akal dan hatinya,” kata Rina. Selain itu, Rina pun mengapresiasi langkah Bang Read1 yang telah menghadirkan program pinjaman tanpa bunga untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan finansial kegiatan UMKM.

Tim Media 

Read more...

Perguruan Birrul Waalidain Bogor Gelar Pelatihan Motivasi Suprarasional

Foto: Suasana pelatihan suprarasional di Perguruan Birrul Waalidain/Dok. KPM

Bogorplus.com - Bogor, Jawa Barat – Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Bogor menyelenggarakan acara yang bertajuk “Pelatihan Motivasi Suprarasional” dalam rangka menghadapi semester genap Tahun Ajaran 2019/2020, Selasa (17/12/2019).

Acara yang menyoroti pentingnya kompetensi guru dalam menciptakan generasi unggul tersebut dihadiri 50 peserta guru dan karyawan Perguruan Birrul Waalidain.

Memed Jalaludin selaku Ketua Yayasan, berharap kegiatan ini menjadi pengingat bagi para guru agar memiliki orientasi hidup yang berlandaskan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Terlebih, guru merupakan memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan. “Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat agar para guru dapat meningkatkan wawasannya dari rasional menjadi wawasan yang memiliki nilai Ketuhanan (suprarasional) dan memperbaiki Hablumminallah,” kata Memed dalam kesempatan wawancara.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (RHS) menjadi pembicara pelatihan suprarasional/Dok. KPM

“Saya bersyukur, pelatihan motivasi suprarasional ini dapat membawa energi baru bagi keluarga besar Birrul Waalidain Semoga kedepannya dapat dijadikan bekal dalam mendidik generasi muda,” sambungnya.

Oleh karena itu, H. Memed Jalaudin menaruh perhatian untuk menindaklanjuti beberapa program meningkatkan tabungan jiwa pasca pelatihan suprarasional, salah satunya dengan memantau aktivitas ibadah wajib dan sunah baik secara bersama-sama maupun individu.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (keenam dari kiri) dan H. Memed Jalaludin (keenam dari kanan)/Dok. KPM

Sementara itu, Motivator Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra (RHS) berpesan kepada guru-guru Perguruan Birrul Waalidain bahwa hakikatnya sebuah rezeki yaitu berasal dari Allah SWT, sehingga para guru tidak perlu berkeluh kesah dan tetap ikhlas dalam mendidik.

“InsyaAllah, jika Perguruan Birrul Waalidain menerapkan cara berpikir suprarasional secara konsisten, akan terwujud guru-guru dan murid-murid yang berkualitas bahkan menjadi contoh bagi sekolah lain karena dalam dirinya telah terpatri di dalam individu masing-masing rasa keikhlasan, mau belajar, dan memperbaiki diri sehingga kualitas pendidikan akan lebih maju,” tutup Peraih Tokoh Perubahan Republika Tahun 2013 ini.

Foto: Ridwan Hasan Saputra (kedelapan dari kiri) dan H. Memed Jalaludin (ketujuh dari kanan)/Dok. KPM

Selain disambut positif oleh Yayasan, kehadiran sosok RHS rupanya menjadi kesan tersendiri bagi peserta pelatihan, seperti yang diungkapkan Kardoyo. “Pelatihannya sangat bagus, saya mengambil banyak hikmah penting, di antaranya berani dalam  mengambil resiko dan keluar dari zona nyaman dalam meningkatkan tabungan jiwa serta dilakukan secara terus-menerus”, ungkapnya. Hal senada juga dikatakan Sakinatu Fadla “Terima kasih Pak Ridwan akhirnya saya kembali optimis karena masih ada kesempatan untuk menjadi orang besar lewat tabungan jiwa,” tukasnya.

Tim Media 

Read more...

Tim Panahan KPM Depok Sabet 19 Medali di Indonesia Memanah 2019

Foto: Prestasi Tim Panahan KPM Cabang Depok di Ajang Indonesia Memanah 2019/Dok. KPM Cabang Depok

Bogorplus.com - Kota Depok, Jawa Barat – Tim Panahan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Kota Depok berhasil mengukir prestasi dengan memboyong 11 medali emas, 7 medali perak, dan 1 medali perunggu di ajang Indonesia Memanah pada tanggal 13-15 Desember 2019.

Indonesia Memanah adalah  festival  panahan pemula  bergengsi  tingkat  nasional,  yang  diadakan  setiap setahun sekali oleh DSR Archery Club -  Indonesia Archery Schools Program dengan tujuan sebagai ajang silahturahim seluruh binaan klub, komunitas  dan  ekstrakurikuler.

Kepala Pelatih Tim Panahan KPM Cabang Depok, Zulfa Defison mengucap rasa syukur atas prestasi yang telah diraih. Menurutnya, hasil tersebut merupakan kerja sama tim yang dilakukan tim pelatih, kegigihan atlet, dan dukungan serta doa dari orang tua peserta. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung dan mendoakan atas perjuangan tim panahan KPM Cabang Depok,” kata Zulfa.

Lebih lanjut, Zulfa menjelaskan bahwa sebelum mengikuti perhelatan Indonesia Memanah, para peserta terlebih dahulu mengikuti latihan dan Sertifikasi Kemahiran Memanah (SKM). “Semoga dengan hadirnya pembinaan kelas memanah seikhlasnya yang diadakan KPM Cabang Depok dan mengikuti berbagai kompetisi memanah dapat memacu generasi muda untuk menyenangi olahraga memanah,” jelasnya.

Sementara itu, peraih medali emas, Ilham Bintang Abimanyu mengaku bersyukur atas prestasi dan pengalaman yang didapat “Seru dan menyenangkan. Meskipun awalnya tegang melihat banyak peserta, tapi lama-kelamaan bisa berkenalan dengan peserta dari klub lain. Terima kasih orang tuaku dan coach yang sudah memberikan arahan selama kompetisi,”

BERIKUT DAFTAR PEROLEHAN PENGHARGAN

TIM PANAHAN KPM CABANG DEPOK

KATEGORI SD PEMULA 1 PUTRA

  1. Muhammad Zidhan SDN Pondok Cina 1 (Medali Emas )
  2. Raffy M Shadiq SDN Pondok Cina 1 (Medali Emas)
  3. Rakha Ibnu Athaillah SDI Al Fauzien (Medali Emas)
  4. Fadil Aulia Hakim SDI Al Fauzien (Medali Emas)
  5. Audyaz Rasya Arafa SDI Al Fauzien (Medali Perak)

KATEGORI SD PEMULA 1 PUTRI

  1. Syarifah SDIT Ummul Quro' (Medali Perak)
  2. Rivanda Hasna Rasqiyyah MI Al Muhajirin (Medali Perak)
  3. Khansa Fawwazia Adnil SDN Beji 7 (Medali Perunggu)

KATEGORI SD PEMULA 2 PUTRA

  1. Valent Satria Adi W SDN Beji Timur 2 Depok (Medali Emas)
  2. M Arvin Abilard MI Muhammadiyah I Beji Timur Depok (Medali Emas)
  3. Ilham Bintang Abimanyu MI Plus Al Muhajirin (Medali Emas)
  4. Affan Mazhhar Mulyana SDI Al Fauzien (Medali Emas)

KATEGORI SD PEMULA 2 PUTRI

  1. Fahira Sakila SDN Beji 6 (Medali Perak)
  2. Keysha Kailah K SDIT Amal Mulia (Medali Perak)

KATEGORI SMP PEMULA PUTRI

  1. Neya Nailatusy S MTSN 4 Jakarta (Medali Emas)
  2. Karima Syifa Aulia SMP. Nizamia Andalusia (Medali Perak)
  3. Zahira Mutiara Nurilain MTSN 4 Jakarta (Medali Perak)

KATEGORI SMP PEMULA PUTRA

  1. Fawwaz Amora Sulthan MTSN 4 Jakarta (Medali Emas)
  2. Kevin Fawwaz Adnil SMPN 2 Depok (Medali Emas)
Read more...

Ratusan Anggota Rindam XII/TPR dibekali Motivasi Suprarasional

Bogorplus.com-Kota Singkawang, Kalimantan Barat – Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XII/Tanjungpura membekali 500 anggota dengan Pelatihan Motivasi Cara Berpikir Suprarasional, Kamis (12/12/2019). Kegiatan yang dihadiri para Perwira, Bintara, Tamtama, dan Persit Kartika Chandra Kirana dibuka oleh Komandan Rindam/Tpr, Kolonel Inf Agus Widodo.

Kaurum Dodik Bela Negara, Kapten Inf Sumandar mengatakan, berfikir suprarasioal merupakan bagian penting dalam rangka upaya bela negara sesuai yang diamanatkan oleh Undang-undang.

Sumandar menyakini jika cara berpikir suprarasional merupakan solusi untuk menangkal dan mengurangi segala tindak kejahatan karena jika seseorang  menerapkan cara berpikir suprarasional, Ia akan menjadikan Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi tujuan hidup. “Sehingga orang tersebut akan termotivasi untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama,” kata Sumandar.

Foto: Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra berbagi ilmu suprarasional kepada anggota TNI/Dok. KPM

Selain itu, Sumandar juga menambahkan, cara berpikir suprarasional merupakan kunci guna menambah wadah rezeki. “Apabila kunci sudah kita pegang, maka sangatlah mudah untuk mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan,” tuturnya.

Perwira menengah ini berharap dapat istikamah dalam menjalankan konsep berpikir suprarasional. Ia pun tergugah untuk menyampaikan dan mengajak keluarga dekat, kerabat serta masyarakat sekitar.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Kalimantan Barat guna memberikan pelatihan suprarasional dan bela negara kepada anggota TNI, Motivator Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra (RHS) menyampaikan pentingnya memadukan konsep berpikir suprarasional dalam membekali bela negara kepada generasi muda.

Peraih Tokoh Perubahan Republika Tahun 2013 ini mengajak para anggota TNI untuk berpikir, berbicara,  bertindak dan memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada bangsa dengan rasa keikhlasan karena semata-mata mengharap rida dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tim Media

Buku Cara Berpikir Suprarasional Karya Ridwan Hasan Saputra, dapatkan di KPM Mart
Read more...

Wisata Matematika Bela Negara Memacu Generasi Milenial untuk Berkreasi

Foto: Pelajar SMA Negeri 4 Sungai Raya Pontianak berwisata matematika bela negara/Dok. KPM

Bogorplus.com-Pontianak, Kalimantan Barat – Mempertahankan gelora jiwa bela negara dan cinta tanah air para generasi milenial memang bukan perkara mudah. Selain dalam bentuk konvensional (ceramah/motivasi), tentunya membutuhkan inovasi tiada henti agar mampu memacu kreativitas dan membangun karakter generasi muda. 

Salah satu cara kreatif yang dihadirkan Kodam XII/Tanjungpura yaitu melalui Wisata Matematika Bela Negara (WMBN), Rabu (11/12/2019). Nuansa berbeda pun begitu kentara dirasakan 20 siswa dari SMA Negeri 4 Sungai Raya Pontianak ketika memasuki markas TNI.

Selain melakukan aktivitas layaknya anggota militer, seperti latihan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan dinamika kelompok. Peserta juga diajak dan diperkenalkan berbagai kegiatan tentang bela negara, di antaranya motivasi cara berpikir suprarasional untuk bela negara, permainan matematika bela negara, pengenalan senjata produk dalam negeri, dan diakhir dengan melakukan swafoto dengan senjata.

Salah satu peserta, Intan Umtiya Karantika mengaku senang dan antusias setelah mengikuti WMBN. “Kegiatan ini sangat bagus karena mendukung generasi muda untuk selalu berkreasi dan berpikir kritis”, ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Ryanda Raufal, siswa kelas XII IPA ini merasakan manfaat positif yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan WMBN. “Konsep kegiatannya bagus. Semoga dapat dilaksanakan rutin dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Tim Media 

Permainan Matematika Bela Negara (PMBN). Untuk pemesanan klik di sini

 

Read more...

Kodam XII/TPR Gelar Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara

Foto: Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara/Dok. KPM

Bogorplus.com-Pontianak, Kalimantan Barat – Kodam XII/Tanjungpura bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyelenggarakan Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara (WMBN). Pelatihan yang bertempat di Aula Makodam XII/Tpr diikuti sebanyak 142 anggota perwakilan Perwira dan Bintara Jajaran Satkowil Kodam XII/Tpr, Selasa (10/12/2019).

Dilansir dari situs www.kodamtanjungpura-tniad.mil.id, program pelatihan matematika bela negara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparat kewilayahan agar memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menyampaikan materi bela negara kepada pelajar.

Panglima Kodam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan ada enam materi pokok yang harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda dalam memberikan wawasan kebangsaan, yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Sejarah Perjuangan Bangsa dan Bela Negara.

Foto: Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad (kiri) dan Ridwan Hasan Saputra (Kanan)/Dok. Kodam XII/TPR

Pangdam juga berpesan dalam menanamkan bela negara kepada anak sekolah buatlah seperti permainan. “Yang menang dikasih hadiah sehingga rasa belajar itu ada, bela negara itu paling bagus dilaksanakan di Kodim, karena di Kodim ada unsur pelaksananya dan unsur pembantu pimpinan,” kata Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam sambutannya.

Sementara itu, penggagas Permainan Matematika Bela Negara, Ridwan Hasan Saputra, menyampaikan kepada peserta bahwa target dari Wisata Matematika Bela Negara adalah para pelajar dapat memahami karakter bela negara yang dilakukan melalui pendekatan cara berpikir suprarasional.

Foto: Ridwan Hasan Saputra menjadi pembicara Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara/Dok. KPM

RHS berharap dengan hadirnya kolaborasi antara WMBN dan materi suprarasional,  dapat menjadi solusi bagi generasi milenial untuk memahami nilai-nilai wawasan kebangsaan melalui dengan cara yang berbeda dan menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan dan wisata.

Pelatihan yang digelar selama dua hari Pelatihan sukses disambut antusias peserta. "WMBN sangat memberikan pengalaman baru serta pengetahuan dalam menjadi kader pembina bela negara untuk menumbuhkan nilai-nilai positif bagi siswa di wilayah Pontianak" ungkap PAURDALOPS SIDALKU KODAM XII,  Letda CKU (K) Dewi Okta.

Sementara itu, bagi Kapten Sudiro, WMBN sangat perlu dikembangkan dan diberikan kepada generasi muda untuk menambah wawasan dan pendekatan antara TNI dan pelajar/pemuda guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.

Permainan Matematika Bela Negara (PMBN). Untuk pemesanan klik di sini

Tim Media

Read more...

Pelajar Klinik Pendidikan MIPA Raih Prestasi di IMSO Vietnam 2019

Foto: Tim IMSO Klinik Pendidikan MIPA (KPM)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Generasi muda Indonesia kembali menorehkan prestasinya di kancah internasional. Kabar membanggakan datang dari Tim Olimpiade Matematika & IPA Indonesia (Klinik Pendidikan MIPA) yang meraih 1 medali perak dan 13 medali perunggu di ajang “International Mathematics and Science Olympiad” (IMSO) di Hanoi, Vietnam tanggal 26 November – 1 Desember 2019.

IMSO Vietnam 2019 diikuti sebanyak 192 Peserta Matematika dan 161 Peserta Sains dari 24 Negara, yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Bulgaria, Tiongkok, Filipina, Hong Kong, India, Iran, Kamboja, Kazakhstan, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam dan Indonesia.

Kontingen Tim KPM terbagi dalam 2 tim, yaitu matematika dan tim IPA. Mereka mengikuti rangkaian kompetisi terbagi dalam 3 kategori, yakni isian singkat, uraian, eksplorasi (Matematika), dan Eksperimen (IPA).

Muchammad Fachri selaku Team Leader mengaku bersyukur tim IMSO KPM dapat mempersembahkan prestasi untuk Indonesia di ajang bergengsi. “Hasil ini merupakan capaian terbaik yang dapat dipersembahkan putra/putri terpilih Indonesia (Tim KPM) dari ajang IMSO 2019.

Fachri menambahkan, ajang IMSO 2019 merupakan salah satu sarana untuk melatih mereka agar memiliki kompetensi dibidang MIPA. “Selain ukuran keberhasilan dari segi prestasi yang diraih, ada hal yang terpenting, yaitu, peserta dapat berkesempatan untuk  bersaing dengan peraih medali  OSN di ajang OSN 2019. Semoga ajang ini mampu memberikan semangat dan terus memacu diri untuk menjadi yang terbaik pada kegiatan kompetisi berikutnya,” imbuhnya. Berikut adalah hasil dari IMSO 2019-Vietnam.

Daftar Prestasi Tim KPM di ajang IMSO 2019

Bidang Sains

  • Ariyo Fadhilah Asmara SDI Al Azhar (Pusat) 1 Kebayoran Baru (Medali Perunggu)
  • Bagasmora Andreo Sibarani SD Darma Yudha (Medali Perunggu)
  • Cleorisya Ranggi Tsabita SD Sains Tahfidz Islamic Center (Medali Perunggu)
  • Gusta Almanandra SD Kupu Kupu (Medali Perunggu)
  • Irzan Putra Maula SDI Al Azhar 23 Jatikramat (Medali Perunggu)
  • Indi Yusri Arrajabi Aufadinata Nurudin SD Muhammadiyah 26 Surabaya (Participants)
  • Muhammad Javas Anarghya SDI PB Soedirman Jakarta (Medali Perunggu)
  • Raffa Dhiyaulhaq Muhammadiyah 12 Pamulang (Medali Perunggu)

Bidang Matematika

  • Kerensia Valeria SD Tunas Bangsa (Medali Perak)
  • Azizi Adha Haryadi SDI Al Azhar 46 GDC Depok (Medali Perungu)
  • Bryan Junov Scofield Ramadhan SD Cipta Dharma Bali (Medali Perunggu)
  • Keisha Namira Aqueena SDN Kencana 3 Bogor (Medali Perunggu)
  • Khadijah Naila Ibtisam SDI PB Soedirman Jakarta (Medali Perunggu)
  • Mochammad Nabil Dary Syawal SDI Al Azhar 10 Serang (Medali Perunggu)
  • Raden Surawisesa Ridwan Saputra SD Insan Kamil Bogor (Participant)
  • Salsabila Bilqis Hisannah SD Al Muslim Surabaya (Medali Perunggu)

 Tim Media

Read more...