Menu
RSS
Top Banner Nasional

Anggota TNI AD Papua Antusias Sambut Menjadi Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara

Bogorplus.com-Jayapura-Papua. – Spirit pelatihan kader pembina wisata matematika bela negara tak hanya dirasakan anggota TNI AD di wilayah barat & tengah Indonesia. Sebanyak 76 anggota TNI AD yang berada dibawah naungan Kodam XVII/Cenderawasih pun turut andil dan menunjukkan antusiasme pada pelatihan kader bela negara yang bernuansa kekinian. Bertempat di Ruang Aula Tonny A. Rompis, Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Selasa (02/04/2018).

Acara yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka oleh  Aster Kasdam Kolonel Kav Edward Sitorus yang membacakan amanat Pangdam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, S.Sos. di hadapan 76 prajurit yang terdiri dari Kasiter Korem, Pasiter KODIM, dan Babinsa jajaran Kodam XVII Cenderawasih.

Aster Kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Edward Sitorus menjelaskan bahwa untuk membentuk karakter generasi muda tidak serta merta tumbuh begitu saja, melainkan harus dilakukan melalui pembelajaran agar mereka memiliki kepribadian, berakhlak mulia, dan disiplin.

Aster kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Edward Sitorus

“Matematika adalah suatu ilmu dasar dalam peradaban manusia yang selanjutnya menjadi dasar bagi cabang ilmu yang lainnya seperti fisika, kimia, komputer, bahkan dalam ilmu ekonomi. Oleh sebab itu, penguasaan terhadap dasar-dasar matematika menjadi hal yang amat penting bagi pendidikan. Anggapan anak-anak atau bahkan orang dewasa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit harus dihilangkan dengan kemauan dan ditunjang oleh metode penyajian yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya. 

Lanjutnya, “Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk membekali dan menyiapkan prajurit TNI AD sebagai pembina dalam pelaksanaan kegiatan wisata matematika bela negara di wilayah satuan komando kewilayahan di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. Sehingga pejabat Kasiter Korem, Pasiter KODIM, dan para Babinsa jajaran Kodam XVII/Cenderawasih dapat memahami dan mampu memberikan materi cara berpikir suprarasional, penguatan karakter bangsa, permainan wisata matematika bela negara, dan out door activity dalam kegiatan wisata matematika bela negara di wilayah satuan masing-masing,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula  Pabandya Waslater dan Katpuan MABESAD, Letkol Arm Stefie Jantje Nuhun ananda yang  menyampaikan sambutan Aster KASAD pada pelaksanaan Pelatihan Kader Pembina Wisata Matematika Bela Negara  di Papua. Melalui sambutannya, Aster KASAD berpesan bahwa wisata matematika bela negara merupakan hasil kerjasama TNI AD dengan Klinik Pendidikan MIPA yang dimaksudkan untuk membina kesadaran dan kemampuan bela negara bagi setiap warga negara Indonesia, khususnya para pelajar untuk penguatan jati diri bangsa yang berkepribadian berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi guna menjalin kedekatan dan keakraban antara TNI dan masyarakat dalam rangka menciptakan kemanunggalan TNI-rakyat.

Sementara itu, pasca acara pembukaan digelar, pelatih utama dari pusat, Drs. H. M Arodhi mengawali pelatihan dengan penuh semangat dan ceria. Terlihat sebelum materi utama disampaikan, jebolan Universitas Negeri Surabaya ini membangkitkan semangat peserta lewat dinamika kelompok, motivasi cara berpikir supra rasional, dan perkenalan gambaran umum wisata Matematika Bela Negara.

“Alhamdulillah hari pertama ini sambutan peserta sangat antusias, yang semula bertanya-tanya tentang program ini, akhirnya terpecahkan sudah,” ujar Arodhi .

“Pada prinsipnya, kita berupaya agar pengenalan bela negara ini tetap berjalan, namun dengan konsep kekinian, yang mengusung wisata dan pembelajaran budi pekerti. Pada akhirnya, penanaman nilai-nilai pancasila, UUD 1945, NKRI, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat tersampaikan kepada masyarakat lewat TNI AD,” pungkasnya.

Read more...

Tim Indonesia Klinik Pendidikan MIPA Ikuti Lomba Matematika Internasional di Vietnam

Bogorplus.com-Tangerang-Banten. -- Senin dini hari (26/03/2018), beberapa anak dan guru pendamping tampak kompak berjaket merah putih. Kehadirannya cukup menarik perhatian orang yang sedang berlalu lalang di terminal 2 bandara Soekarno Hatta (Soeta). Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang hendak mengikuti event Hanoi Open Mathematics Competition 2018 sedang melakukan doa bersama dan briefing dengan para orang tua yang mengantar putra-putrinya yang akan berangkat ke Vietnam.

Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) 2018 merupakan kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Hanoi Mathematics Society untuk level senior (kelas 10) dan level junior (kelas 8).

Tim KPM menurunkan komposisi tim level junior sebanyak 4 orang dan tim level senior berjumlah 6 orang. Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. menjadi team leader yang memimpin tim KPM untuk berjuang mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia di ajang HOMC 2018.

Adapun Putra/Putri terbaik yang mengikuti ajang bergengsi, di antaranya:

Junior Level (Kelas 8 SMP) :
1. M. Arief Wibisono - SMPI AlAzhar 8 Kemang Pratama Bekasi
2. M. Nadhif Haryadipta - SMP Labschool Jakarta
3. Reyfandi Nawal Pratama - SMPN 115 Jakarta
4. Novelya Putri Ramadhani - SMPI Athiraah Makassar

Senior Level (Kelas 10 SMA) :
1. Alvin Putera Budiman - SMA Labschool Jakarta
2. M. Abdurrahman Basyah - SMAN 1 Depok
3. M. Halif - SMAN 1 Depok
4. M. Surya Siddiq - MAN 2 Kota Malang
5. Ubaidillah Ariq Prathama - SMAN 8 Jakarta
6. Zaki Atha Alrahman - SMAN 81 Jakarta

Thyeadi Tungson, salah satu tim pelatih KPM menuturkan bahwa ajang HOMC merupakan kompetisi matematika internasional dengan tingkat kesulitan tinggi. Ajang ini merupakan kompetisi pertama yang diikuti Tim KPM.

Tim KPM akan berkompetisi dengan wakil lain dari Myanmar, Polandia, Hungaria, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Tim KPM sudah dipersiapkan secara matang. Kami melakukan kegiatan karantina dari tanggal 15 Maret - 25 Maret 2018. Anak - anak tak hanya dibekali pembekalan dalam aspek penguatan kompetensi dalam menjawab soal - soal matematika, tetapi juga dibekali pemahaman tentang cara berpikir suprarasional dan peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa. "

Muhammad Surya Sidiq, siswa MAN 2 Kota Malang yang memperkuat Tim KPM mengatakan bahwa momen ini sangat istimewa bagi dirinya. Menurutnya, ajang HOMC 2018 ini merupakan ajang lomba matematika yang sangat kompetitif. Meskipun demikian, peraih medali emas di kategori individual contest WIZMIC 2016 ini tetap optimis bisa meraih hasil terbaik. "Ada beban cukup berat untuk bisa membawa nama baik Indonesia di ajang ini. Tapi, kita sudah melakukan ikhtiar yang terbaik. Sisanya, bertawakal pada Allah Swt. Saya memilih tetap bersikap serius tapi santai."

Dukungan pun mengalir dari para orang tua peserta HOMC 2018. Seperti penuturan Liris Suryanto, seorang konsultan keuangan yang turut melepas keberangkatan putranya yang menjadi bagian dari Tim KPM. "Saya melihat anak-anak sangat menikmati semua proses pembinaan yang dilakukan KPM. Menurut saya, KPM merupakan lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas yang tak dimiliki lembaga lain. KPM memberikan titik tekan pada peningkatan kualitas ketakwaan pada Allah Swt dan membangun suasana kekeluargaan serta kebersamaan di antara anak-anak dan orang tua. "

Pak Liris berharap para peserta HOMC 2018 bisa mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Hal yang sama penting atau bahkan jauh lebih penting dari sekadar hanya menjadi juara di ajang HOMC 2018.

Read more...

Ratusan Anggota Persit Cabang III Spersad Mengkaji Cara Berpikir Supra Rasional

Bogorplus.com-DKI. Jakarta. – Nuansa berbeda terlihat saat gelaran silaturahmi yang bertema “Pertemuan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang III Spersad”, Kamis (08/03/2018). Pasalnya, selain mengadakan pertemuan rutin bagi para anggota, panitia juga menghadirkan motivatorRaden Ridwan Hasan Saputra untuk menyampaikan pelatihan cara berpikir supra rasional yang bertempat di Gedung AH. Nasution, Mabesad, Jakarta. 
Berawal karena ketertarikannya dengan konsep supra rasional yang didapati beberapa waktu yang lalu, membuat Ibu Wiwid Subiyanto berinisiatif menghadirkan  sosok Ridwan HS dalam forum tersebut. Ia pun menyebutkan, semoga hadirnya materi supra rasional dapat memperkenalkan konsep tabungan jiwa yang selama ini belum diketahui para anggota. 
 
“Pertemuan ini merupakan wadah kita untuk belajar bersama agar terampil dalam berpikir untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam hidup. Selain itu, saya pikir sangat bagus dan betul sekali, beberapa hal yang disampaikan Pak Ridwan tidak terpikir oleh kita,” ucap Ibu Wiwid. 
 
Dihadapan 221 peserta yang memadati lokasi pertemuan, Raden Ridwan Hasan Saputra menyampaikan sekapur sirih sebelum memaknai tabungan jiwa dan cara berpikir supra rasional. Ia berpesan bahwa ada 3 “antena” manusia yang harus dipelihara. Pertama, pola pikir natural melalui panca indera. Manusia yang hanya menggunakan pola pikir natural saja, akan tertinggal oleh peradaban zaman yang saat ini tengah melesat deras. 
 
Kedua, pola pikir rasional dengan menggunakan akal (berpikir). Pentingnya pola pikir ini, jika kita hidup tidak mengunakan akal, maka hidup kita tidak akan berkembang. Salah satu upaya yang perlu dikuatkan adalah dengan berlatih, membaca, dan menganalisis setiap masalah.
 
Ketiga, melibatkan hati. Pola pikir ada 2 model yaitu hati yang mendapatkan petunjuk dari setan yang disebut supranatural, dan hati yang dapat petunjuk dari malaikat yang disebut suprarasional. Hati yang suprarasional selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap denyut nadi kehidupan. Ciri orang yang menggunakan pola pikir ini, dalam setiap permasalahan akan mengedepankan hati (mengingat sang pencipta), diolah oleh akal, dan diselesaikan oleh panca indera/fisik.
 
"Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa jika manusia selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya kepada-Nya tempat kita menggantungkan segala urusan kita, In sha Allah kita akan menjadi orang besar dan manusia yang bermanfaat bagi negara maupun Agama," ungkap Raden Ridwan Hasan Saputra.
Saat ditanya bagaimana kesan-kesan pasca mengikuti pelatihan cara berpikir supra rasional. Istri dari Aspers, Mayjen TNI Subiyanto secara eksplisit menyatakan bahwa jika anggota Persit dapat mendalami materi ini, maka Insya Allah dapat memberikan tabungan jiwa juga untuk suaminya dalam menghadapi tugas negara. Disamping itu, yang menariknya lagi,  dari cara berpikir tersebut, selain dapat bermanfaat untuk diri sendiri, niscaya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. 
 
Sementara itu, Ibu Rahayu D Susilawati, selaku peserta menambahkan. “Pertemuan kali ini bukan hanya soal koordinasi internal saja, tetapi kami bersyukur dapat disuguhkan materi yang luar biasa dari Pak Ridwan. Melihat antusiasme peserta, menjadi dasar penyemangat kami untuk sejalan dalam berpikir supra rasional, agar kehidupan yang hakiki dapat diraih.,” ungkap Istri Letkol Caj R Bambang Sulistiono ini.
Read more...