Menu
RSS
Banner Top Pendidikan

Seminar Motivasi Suprarasional Gugah Para Guru di Acara KKP Yogyakarta

Foto: Motivasi cara berpikir suprarasional gugah para guru di KKP Yogyakarta/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kab. Sleman-D.I Yogyakarta – Pemandangan berbeda tersaji disela-sela gelaran kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP), sebanyak 60 guru pendamping dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dibekali motivasi cara berpikir suprarasional. Acara yang diprakarsai Direktorat Pembinaan SMP, Kemendikbud RI, mengundang langsung sang motivator, yakni Ridwan Hasan Saputra (RHS), bertempat di Griya Persada Convention Hotel & Resort, Sleman-D.I Yogyakarta, Rabu (24/10/2018).

Kegiatan yang digelar di Aula Maliawan berhasil menyita perhatian insan pendidik karena secara mengejutkan mendapatkan motivasi yang berbeda dari biasanya. Terlebih, selama dua jam acara berlangsung, sang motivator sukses menggugah kesadaran para guru yang mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini.

Dalam paparannya, Peraih Anugerah Peduli Pendidikan tahun 2014 Kemendikbud ini memberikan motivasi cara meraih rezeki dari jalan yang tak terduga dengan cara mendayagunakan fungsi akal, menghidupkan hati, dan panca indera secara terpadu.

Selain mendapatkan motivasi tersebut, para peserta juga mendapatkan sentuhan hati agar menjadi seorang guru yang berkah. Pak Ridwan pun tak sungkan berbagi pengalaman beliau tatkala harus berjuang dari titik nol hingga saat ini dipercaya menjadi pelatih olimpiade matematika tingkat internasional.

Foto: Peserta seminar menyimak paparan RHS terkait optimalisasi tiga antena kehidupan/Dok. KPM

Kisah perjuangan Pak Ridwan ini akhirnya menuai apresiasi dari para peserta yang sangat terinspirasi mengikuti jejaknya, seperti yang diungkapkan Bapak Bambang Trijono, guru dari SMPN 12 Surakarta. “Sangat luar biasa dan begitu menggugah kesadaran saya agar dapat memaknai profesi guru yang sesungguhnya. Saya berharap cara berpikir suprarasional ini dapat semakin tersebar dan dirasakan manfaatnya oleh setiap elemen bangsa, khususnya para pendidik yang merupakan tonggak perubahan bagi generasi mendatang,” ungkap Pak Bambang.

Sementara itu, Ibu Ismi Astari mengaku semakin termotivasi pasca mendapatkan bekal motivasi cara berpikir suprarasional. Ia pun berikhtiar akan membuat program perubahan bagi dirinya sendiri hingga keluarga terdekat. Terlebih, Ia dibuat terpana dengan konsep tabungan jiwa yang sampaikan Pak Ridwan. “Jika bangsa ini ingin menjadi bangsa yang besar dan berdaulat. Maka, konsep tabungan jiwa ini sangat tepat untuk terapkan,” pungkasnya.

Tim Media

back to top