Menu
RSS
Banner Top Pendidikan

PMP atau PKn?

Oleh: Teguh Imam Agus Hidayat, Kepala Divisi Litbang KPM/Dok. KPM

Saat saya menginjak bangku sekolah dasar, PMP adalah salah satu pelajaran yang disajikan berdasarkan kurikulum saat itu. PMP singkatan dari Pendidikan Moral Pancasila yang lebih menekankan pada moral terhadap segala aspek, mulai dari rumah, ke masyarakat, sampai yang lebih luas lagi. PMP juga menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PMP berubah nama menjadi PPKn. PPKn singkatan dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kemudian PPKn bermetamorfosa menjadi  PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). PKn salah satu pelajaran wajib mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) harus memberikan perhatiannya kepada pengembangan nilai, moral, dan sikap perilaku siswa. Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejatinya, Pendidikan Kewarganegaraan adalah studi tentang kehidupan kita sehari-hari, mengajarkan bagaimana menjadi warga negara yang baik, warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia.

Pertanyaan besar saat ini adalah mengapa moral para peserta didik sangat memprihatinkan? Sejatinya dibalik mata pelajaran atau kurikulum yang baik ada guru hebat. Guru ini tak bisa lepas perannya dalam perbaikan moral peserta didik.

Guru harus bisa menjadi uswah (suri tauladan) untuk para peserta didiknya. Suri tauladan ini bukan hanya hebat dalam hal menasehati tetapi berprilaku dan berkata baik dimana pun (terlihat peserta didik maupun yang tidak terlihat peserta didik). Guru harus banyak belajar bagaimana sikap Rasulullah dalam membangun Akhlakul Karimah (moral).

Rasulullah bersabda Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. Akhlak yang baik akan muncul karena keimanan yang baik pula. Karena Rasulullah selalu hidup hatinya untuk mengingat ALLAH. Serta ibadah Rasulullah yang jelas sudah ma'sum, tetap dikerjakan dengan sangat sungguh-sungguh.

Jadi, bukan terkait PMP atau PKn, melainkan sosok yang ada dibalik itu, yaitu guru. Guru harus banyak beribadah meningkatkan keimanan serta berakhlak mulia, karena akan menghasilkan generasi yang berakhlak mulia.

Jakarta, 7 Desember 2018

Read more...

Pasca Bencana, Tak Surutkan SMP Otak Kanan Palu Gelar KMNR 14

Foto: Suasana babak penyisihan KMNR di SMP Otak Kanan Palu/Dok. SMP Otak Kanan Palu

Bogorplus.com-Palu, Sulawesi Tengah – Tragedi bencana gempa bumi dan gelombang tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam. Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) tersebut, tak hanya meluluhlantakkan bangunan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, tapi juga meninggalkan trauma bagi masyarakat.

Di bidang pendidikan, bencana tersebut juga menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Meskipun saat ini pemerintah telah berupaya mendirikan tenda-tenda darurat untuk keberlangsungan pendidikan.

Tak ingin memendam rasa duka berkepanjangan, salah satu sekolah di Palu, yakni SMP Otak Kanan Palu terus bangkit dari keterpurukan. Dari waktu ke waktu proses pemulihan pun telah dilakukan, baik pemulihan fisik maupun mental.

Foto: SMP Otak Kanan Palu sebagai penyelenggara penyisihan KMNR di Kota Palu/Dok. SMP Otak Kanan Palu

Bahkan, lembaga yang dipimpin Nur Ilham ini tetap menggelar event lomba matematika nasional, yaitu Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se-Indonesia Ke-14, Minggu (25/11/18). Kegigihan keluarga besar SMP Otak Kanan Palu ini patut diapresiasi , karena kontribusinya untuk memajukan pendidikan di Palu tetap berlangsung meski diterpa musibah.

“Alhamdulillah, meskipun kami baru saja mendapat ujian dari Allah Swt, SMP Otak Kanan Palu tetap menggelar babak penyisihan KMNR 14. Walaupun kami akui pasca kondisi tersebut, terjadi penurunan jumlah peserta dari tahun sebelumnya” ungkap Nur Ilham selaku Ketua Yayasan Otak Kanan Palu, dalam sambungan telepon.

Pria kelahiran Biromaru, Sulawesi Tengah ini mengungkapkan motivasinya tetap melaksanakan KMNR adalah agar jangan berputus asa dengan Rahmat Allah Swt. “Justru kejadian ini merupakan bahan renungan kita bersama agar terus memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.” ungkap Nur Ilham.

Foto: Peserta mengikuti babak penyisihan KMNR dengan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan)/Dok. SMP Otak Kanan Palu

“Caranya adalah dengan terus berkarya dan memberikan kemanfaatan untuk umat. KMNR ini merupakan sarana memperbaiki umat lewat pendidikan. Prinsipnya, orang hebat itu bukan dilihat dari kondisi kita saat ini, namun bagaimana kita menyikapi sebuah kondisi dengan merubah cara pandang, itulah ilmu yang saya dapatkan dari cara berpikir suprarasional,” tambahnya.

SMP Otak Kanan Palu sudah menjadi mitra Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sejak tahun 2016. Di tahun ketiga ini lembaga yang berkedudukan Jalan Basuki Rahmat Lrg. Nusantara No. 15 A, Palu Selatan, Kota Palu, sukses menghimpun sebanyak 123 pelajar kelas 1 SD – 12 SMA untuk mengikuti penyisihan KMNR 14.

Tim Media

Read more...

Gaung Penyisihan KMNR 14 Merambah Hingga Timika

Foto: Pelajar di Timika mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. SD Integral Hidayatullah Timika

Bogorplus.com-Timika, Papua – Meski perhelatan penyisihan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Ke-14 telah usai, namun tersimpan kesan mendalam bagi sebagian wilayah penyelenggara. Kompetisi yang digagas Ridwan Hasan Saputra ini sukses merambah hingga Timika.

SD Integral hidayatullah Timika menjadi lokasi penyelenggara di bumi cenderawasih tersebut. Terinspirasi ingin dapat memajukan pendidikan di Timika, Suyanto sang guru pun akhirnya datang ke Bogor untuk melakukan koordinasi dengan tim KPM.

Ikhtiar Suyanto dan Sekolah SD Integral Hidayatullah disambut positif pelajar Timika. Pada babak penyisihan KMNR 14, SD Integral Hidayatullah disambangi 254 pelajar SD-SMA di Timika untuk mengikuti kompetisi dengan bayaran seikhlasnya tersebut.

“Hadirnya KMNR di Timika menjadi sebuah harapan untuk memperbaiki cara berpikir pelajar di Timika. Apalagi, para pelajar terlihat antusias mengikuti kompetisi dan mengerjakan soal demi soal yang disajkan. Selain itu, dengan bentuk kompetisi yang bertingkat dari penyisihan hingga final, menjadi motivasi untuk mengukur kemampuan matematika juga,” ujar Suyanto.

Foto: Pelajar di Timika mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. SD Integral Hidayatullah Timika

Disamping itu, Suyanto berharap bahwa kedepannya, KPM dengan metode MNR dapat memberikan pelatihan kepada insan pendidik di Timika. “Kami sangat menyambut baik jika metode MNR dapat dikenalkan kepada guru-guru di Timika. Karena selama ini guru-guru memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Namun, karena kondisi yang terbatas, akhirnya kami menggunakan berbagai cara agar tetap memperdalam ilmu matematika, salah satunya melalui KMNR,” Tutupnya.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Kepala Sekolah SD Integral Hidayatullah, Rifaid, turut memberikan apresiasi terhadap KMNR. “Saya sangat apresiasi hadirnya KMNR di Timika. Semoga event seperti ini dapat memacu minat belajar siswa. Itu sendiri. Selain itu, kami berharap tim KPM dapat membuka wawasan para guru di Timika melalui metode MNR, InsyaAllah hal ini sangat bermanfaat,” ungkap Rifaid.

Tim Media

Read more...