Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

KPM Umumkan Peraih Penghargaan KSNR Ke-3 dan OGS Ke-1 Se-Indonesia

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) telah mengumumkan nama-nama peraih penghargaan Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-3 dan Olimpiade Guru Sains ke-1 se-Indonesia, Jumat (28/5/21). Pengumuman tersebut disiarkan langsung melalui Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Sebanyak 1.022 siswa SD, SMP, SMA, dan 248 Guru adu kemampuan memperebutkan gelar juara pada Babak Final yang telah digelar pada Minggu (23/5/21) lalu. Kepala Divisi Lomba, Pelatihan, dan Pendidikan KPM, Herman Hadiwijaya menjelaskan KSNR dan OGS merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa agar kompetensi ilmu pengetahuan tentang sains semakin meningkat.

“Semoga dengan hadirnya KSNR dan OGS, pendidikan di Indonesia khususnya dalam bidang IPA bisa lebih terupgrade dan terangkat, sehingga kecakapan literasi dan numerasinya bisa lebih meningkat,” jelasnya.

Herman juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta KSNR ke-3 dan OGS ke-1. “Kami ucapkan selamat bagi yang meraih penghargaan. Namun bagi yang belum, ini bukan akhir dari segalanya, tetapi ini adalah langkah awal untuk meningkatkan kompetensi dan satu hal lagi setelah KSNR masih ada lagi event berkaitan dengan sains, yaitu Read1 Online Science Competition (ROC) Science pada Minggu, 27 Juni 2021,” imbuhnya.

Informasi selengkapnya peraih penghargaan KSNR ke-3 dan OGS ke-1, silakan dapat akses laman https://www.kpm.read1institute.org/. Adapun petunjuknya sebagai berikut.

  1. Login di laman website https://www.kpm.read1institute.org/ dengan email/username yang telah terdaftar)
  2. Klik Lomba Online
  3. Klik Hasil Lomba Online
  4. Klik hasil lomba KSNR 3/OGS 1
  5. Klik Tampilkan Hasil
  6. Download Sertifikat
Read more...

1.270 Pecinta Sains Adu Kemampuan di Final KSNR dan OGS

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-3 dan Olimpiade Guru Sains ke-1 se-Indonesia akhirnya memasuki tahapan Babak Final yang telah digelar secara daring (online) pada Minggu (23/5/2021) pada pukul 10.00-11.30 WIB. Sebanyak 1.022 siswa SD, SMP, SMA, dan 248 Guru adu kemampuan memperebutkan gelar juara.

Adapun para finalis tersebut berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, D.I Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, bahkan ada yang berasal dari negara Australia.

Kepala Divisi Lomba, Pelatihan, dan Pendidikan KPM, Herman Hadiwijaya mengatakan bahwa esensi ajang tahunan ini adalah peningkatan kompetensi baik guru maupun siswa dapat dilakukan dimanapun, oleh siapapun, dan dalam kondisi apapun. “Sejatinya, peningkatan kompetensi ini bukan sekedar mengikuti kompetisi, namun menjadikan ilmu itu sebagai bagian yang wajib untuk terus dipupuk,” ungkap Herman.

Herman menambahkan KSNR dan OGS merupakan salah satu cara agar semangat menuntut ilmu jadi lebih meningkat dan bukan sebatas kompetisi semata.

“KSNR dan OGS bukan perhelatan yang hanya memberikan sensasi recall saja, tidak hanya menyampaikan pengetahuan saja, tapi di dalamnya syarat akan ilmu yang mesti dicerna dan masuk ke hati, bukan hanya ke otak saja. dengan demikian, proses peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia diharapakan bisa lebih terdukung oleh adanya KSNR dan OGS ini,” jelas Herman.

Pada kesempatan terpisah, para peserta yang telah berjuang di Babak Final mengaku antusias, salah satunya siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Ahmad Faiz F.Z. “Sangat menarik dan penuh tantangan. Apalagi ditengah pandemi corona ini. Menambah semangat untuk tetap belajar.

Sementara itu, Martina Yuliani Sidharta peserta dari SMP CITRA BERKAT Pandaan mengaku terkesan dengan jenis soal final OGS. “Saya sangat senang karena soal-soalnya berbobot, banyak inspirasi soal pemahaman konsep dan soal HOTS. Semoga menjadi bekal untuk menguasai materi Sains,” tutur Martina.

Sebagai salah satu upaya konkret yang dilakukan KPM dalam rangka memfasilitasi minat dan bakat anak serta kompetensi guru Indonesia di bidang MIPA, KPM juga akan menggelar beberapa event lainnya, di antaranya Babak Final KMS se-Indonesia ke-16, Babak Final Olimpiade Guru Matematika ke-6, 2021 Asia Mathematics Olympiad, Read1 Online Competition Science, Seleksi Junior Balkan Mathematical Olympiad (JBMO), Indonesia International Mathematics Competition (IIMC), dan sebagainya.

Read more...

Mau Berkompetisi Matematika dengan Siswa Se-Asia? Yuk Ikuti AMO

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA bekerja sama dengan Mathematics Olympics Committee (Japan) mengggelar kompetisi Matematika internasional bertajuk “2021 Asia Mathematics Olympiad” yang akan berlangsung pada tanggal 13 Juni 2021 mendatang secara daring (online).

“Asia Mathematics Olympiad” (AMO) adalah kompetisi internasional yang diadakan setiap musim panas sejak tahun 1991. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan siswa kesempatan menunjukan bakat mereka dalam Matematika. Lebih dari 180.000 siswa dari negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Iran telah berpartisipasi dalam kompetisi ini sampai sekarang. Asia Mathematics Olympiad di Asia Tenggara diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2017.

Kepala Divisi Lomba, Pelatihan, dan Pendidikan KPM, Herman Hadiwijaya, mengatakan bahwa pihaknya melihat antusiasme pelajar Indonesia terhadap kompetisi Matematika semakin tinggi di masa pandemi, khususnya bidang Matematika.

“Di masa pandemi ini, kita dituntut senantiasa menjaga imun agar tetap sehat. Selain menjaga imun, olah akal juga tak kalah penting. Makanya KPM mengundang pelajar Indonesia untuk asah kemampuan melalui ajang AMO,” terang Herman.

AMO dibagi menjadi 3 kategori kompetisi. Pertama, Bee/Pemula (Grade 1-3) usia 9 tahun dan/atau ke bawah. Kedua, Junior (Grade 4-5). Tingkat ini cocok untuk siswa yang berusia 11 tahun ke bawah. Tingkat kesulitan dioptimalkan setara dengan siswa kelas 4 di Jepang. Ketiga, Senior (Grade 6). Tingkat ini ditargetkan bagi siswa usia 12 tahun ke bawah dengan tingkat kesulitan dioptimalkan setara dengan siswa kelas 5 di Jepang.

Buat Sahabat yang mengikuti ajang ini, pasti merasakan banyak manfaatnya. Penasaran apa saja keuntungan dari ajang AMO? Pertama, soalnya dari Jepang. Jadi, bisa merasakan kompetisi yang dilaksanakan untuk siswa-siswa di Jepang. Kedua, soal-soal disajikan dengan kemampuan analisis tingkat tinggi.

Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta harus melalui tahapan Preliminary Round  pada tanggal 30 Mei 2021. Adapun untuk biaya pendaftaran sebesar Rp100.000,- (sampai 22 Mei 2021) atau Rp125.000,- (periode 23-27 Mei 2021). Pendaftaran dilakukan melalui laman https://www.kpm.read1institute.org/ unduh brosur di sini

Adapun soal yang akan disajikan pada tahapan Preliminary Round dalam bentuk pilihan ganda. Sedangkan babak Round 1 dalam bentuk isian singkat. Saatnya asah kemampuan kalian berkompetisi Matematika bersaing dengan siswa terbaik dari Asia!

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com