Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Hundreds of Participants from 30 Countries Compete in IIMC 2021 Event

 

Reporter: M. Abdul Afif/Editor:R. Usman Hasan Saputra/Translator:Narendra P. Wishnu 

KPM Host of the Most Prestigious Competition for Primary and Secondary School Level

Bogor – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) was chosen to be the organizer (host) of one of the most prestigious and largest  academic event in the world, the Indonesia International Mathematics Competition (IIMC 2021) was held online on 27 July–01 August.

Over more than 600 participants from 30 countries and 5 continents took part and compete to solve high quality Mathematical problems to become the very best.

Other than solving mathematical problems, participants also engaged in a fun, brainstorming game called the Tic Tac Toe 3D. This unique puzzle game that involves participants from various parts of the world is played in an online site that was designed by Mr. Peter Shin, an engineer of Google. The participants will compete against each other in a player versus player match to obtain the status as the ultimate winner. 

Tic Tac Toe is a puzzle game that has been around for over 3,000 years since the time of ancient Egypt. This classic game helps in increasing the understanding of predictability, problem solving, spatial reasoning, hand-eye coordination, turn taking and strategizing. The 3D version is similar in concept to the traditional Tic-tac-Toe but is played in a 4x4x4 format.

Source: https://ttt.chino.cafe/

Quoted from a page of Chiuchang.org, IMC was first held in 1999 in Taiwan for Secondary school level and in the year 2003 in Thailand for Primary school level (held separately). Whereas in the year 2008, the Primary and Secondary School level was held simultaneously which was called the International Mathematics Competition (IMC).

In this IMC competition, every participant are challenged to take on two competition categories, the individual contest and the team contest. Before becoming the host, the Indonesian team via KPM, routinely send the best students to participate in IMC. In the year 2020, the IMC was put on hiatus due to the Covid-19 pandemic.

Since the official announcement that KPM would become the host, many various preparations were done to make sure the prestigious event would run smoothly. The enthusiasm of KPM is a form of contribution to the nation in keeping the spirit of competing and increasing the reputation of Indonesia in the world stage.

The first day of the IIMC 2021 event started with the Opening Ceremony. This sacred moment that integrated the theme “International Young Critical and Analytical Thinkers Compete in Friendly Rivalry to Solve Mathematical Challenges”, was aired live in the official KPM Seikhlasnya YouTube channel, opened officially by the President Director of Klinik Pendidikan MIPA, Raden Ridwan Saputra, Tuesday (27/7).

Photo: Presiden Director of Klinik Pendidikan MIPA, Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si. || Source: YouTube KPM Seikhlasnya Channel

Ridwan Hasan Saputra explained, that the IIMC event is a golden opportunity to share knowledge, strengthening friendship, add experience and ideas to increase the knowledge of science in particular mathematics.

“We are grateful to the IMC Board Committee for giving the trust to Klinik Pendidikan MIPA to host the IMC 2021 event in Indonesia after trusting us in hosting the 17th IMSO event in the same year,” said Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M. Si.

In the opening ceremony that was held virtually, the Chairman of the Executive Board of International Mathematics Competition, President of the Chiu Chang Mathematics Education Foundation, Prof. Wen Hsien Sun from Taiwan, also gave his greetings. There was also a unique essence that implemented a praying session involving 5 Religious leaders from various parts of the world. This congregated praying moment is a form of religious endeavor, concern and unity in hopes that the Covid-19 would end soon.

Read more...

KPM Umumkan Peraih Penghargaan KSNR Ke-3 dan OGS Ke-1 Se-Indonesia

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) telah mengumumkan nama-nama peraih penghargaan Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-3 dan Olimpiade Guru Sains ke-1 se-Indonesia, Jumat (28/5/21). Pengumuman tersebut disiarkan langsung melalui Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Sebanyak 1.022 siswa SD, SMP, SMA, dan 248 Guru adu kemampuan memperebutkan gelar juara pada Babak Final yang telah digelar pada Minggu (23/5/21) lalu. Kepala Divisi Lomba, Pelatihan, dan Pendidikan KPM, Herman Hadiwijaya menjelaskan KSNR dan OGS merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa agar kompetensi ilmu pengetahuan tentang sains semakin meningkat.

“Semoga dengan hadirnya KSNR dan OGS, pendidikan di Indonesia khususnya dalam bidang IPA bisa lebih terupgrade dan terangkat, sehingga kecakapan literasi dan numerasinya bisa lebih meningkat,” jelasnya.

Herman juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta KSNR ke-3 dan OGS ke-1. “Kami ucapkan selamat bagi yang meraih penghargaan. Namun bagi yang belum, ini bukan akhir dari segalanya, tetapi ini adalah langkah awal untuk meningkatkan kompetensi dan satu hal lagi setelah KSNR masih ada lagi event berkaitan dengan sains, yaitu Read1 Online Science Competition (ROC) Science pada Minggu, 27 Juni 2021,” imbuhnya.

Informasi selengkapnya peraih penghargaan KSNR ke-3 dan OGS ke-1, silakan dapat akses laman https://www.kpm.read1institute.org/. Adapun petunjuknya sebagai berikut.

  1. Login di laman website https://www.kpm.read1institute.org/ dengan email/username yang telah terdaftar)
  2. Klik Lomba Online
  3. Klik Hasil Lomba Online
  4. Klik hasil lomba KSNR 3/OGS 1
  5. Klik Tampilkan Hasil
  6. Download Sertifikat
Read more...

1.270 Pecinta Sains Adu Kemampuan di Final KSNR dan OGS

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-3 dan Olimpiade Guru Sains ke-1 se-Indonesia akhirnya memasuki tahapan Babak Final yang telah digelar secara daring (online) pada Minggu (23/5/2021) pada pukul 10.00-11.30 WIB. Sebanyak 1.022 siswa SD, SMP, SMA, dan 248 Guru adu kemampuan memperebutkan gelar juara.

Adapun para finalis tersebut berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, D.I Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, bahkan ada yang berasal dari negara Australia.

Kepala Divisi Lomba, Pelatihan, dan Pendidikan KPM, Herman Hadiwijaya mengatakan bahwa esensi ajang tahunan ini adalah peningkatan kompetensi baik guru maupun siswa dapat dilakukan dimanapun, oleh siapapun, dan dalam kondisi apapun. “Sejatinya, peningkatan kompetensi ini bukan sekedar mengikuti kompetisi, namun menjadikan ilmu itu sebagai bagian yang wajib untuk terus dipupuk,” ungkap Herman.

Herman menambahkan KSNR dan OGS merupakan salah satu cara agar semangat menuntut ilmu jadi lebih meningkat dan bukan sebatas kompetisi semata.

“KSNR dan OGS bukan perhelatan yang hanya memberikan sensasi recall saja, tidak hanya menyampaikan pengetahuan saja, tapi di dalamnya syarat akan ilmu yang mesti dicerna dan masuk ke hati, bukan hanya ke otak saja. dengan demikian, proses peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia diharapakan bisa lebih terdukung oleh adanya KSNR dan OGS ini,” jelas Herman.

Pada kesempatan terpisah, para peserta yang telah berjuang di Babak Final mengaku antusias, salah satunya siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Ahmad Faiz F.Z. “Sangat menarik dan penuh tantangan. Apalagi ditengah pandemi corona ini. Menambah semangat untuk tetap belajar.

Sementara itu, Martina Yuliani Sidharta peserta dari SMP CITRA BERKAT Pandaan mengaku terkesan dengan jenis soal final OGS. “Saya sangat senang karena soal-soalnya berbobot, banyak inspirasi soal pemahaman konsep dan soal HOTS. Semoga menjadi bekal untuk menguasai materi Sains,” tutur Martina.

Sebagai salah satu upaya konkret yang dilakukan KPM dalam rangka memfasilitasi minat dan bakat anak serta kompetensi guru Indonesia di bidang MIPA, KPM juga akan menggelar beberapa event lainnya, di antaranya Babak Final KMS se-Indonesia ke-16, Babak Final Olimpiade Guru Matematika ke-6, 2021 Asia Mathematics Olympiad, Read1 Online Competition Science, Seleksi Junior Balkan Mathematical Olympiad (JBMO), Indonesia International Mathematics Competition (IIMC), dan sebagainya.

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com