Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Ribuan Siswa LP Ma’arif NU PBNU Ikuti Uji Soal Matematika Suprarasional

Foto: Pelaksanaan Uji Soal di Satuan Pendidikan LP Ma'arif NU PBNU || Dok. LP Ma'arif NU PBNU

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat—Sebanyak 1.131 siswa kelas 3 MI sampai 12 MA dari 8 satuan Pendidikan LP Ma’arif NU PBNU mengikuti Uji Soal Matematika Suprarasional bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Kamis (25/3/21).

Ribuan peserta tersebut tersebar di beberapa wilayah di antaranya, Yogyakarta, Indramayu, Bandung, Purwakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Serang, dan beberapa kota lainnya di provinsi Banten.

Pelaksanaan Uji Soal Matematika Suprarasional yang digelar LP Ma’arif NU PBNU dibagi dalam 4 zona wilayah, zona pertama digelar serentak di pulau Jawa. Zona kedua dan seterusnya akan berlanjut di Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Pengurus Bidang Penelitian dan Pengembangan LP Ma'arif NU PBNU, Deden Saeful Ridhwan, M.Z, M.A mengatakan Uji Soal Matematika Suprarasional bertujuan meningkatkan literasi dan numerasi. Deden juga mengaku bersyukur bahwa KPM menaruh perhatian pada peningkatan literasi dan numerasi.

Foto: Pengurus Bidang Penelitian dan Pengembangan LP Ma'arif NU PBNU, Deden Saeful Ridhwan, M.Z, M.A. || Dok. Istimewa

“Alhamdulillah KPM sebagai lembaga pendidikan memberikan perhatian kepada peningkatan literasi dan numerasi, sehingga, LP Ma’arif NU PBNU memandang KPM sebagai significant other,” kata Deden saat diwawancara melalui sambungan telepon, Jumat (26/3/21).

Terkait kepedulian KPM dalam meningkatkan literasi dan numerasi, Deden menilai keberadaan KPM sangat diperlukan.

“Keberadaan KPM sangat penting bagi memajukan anak bangsa kita, mengingat juga Indonesia masih terpuruk dari hasil PISA (Programme for International Student Assessment),” imbuh Dosen STIT Islamic Village Tangerang ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Bandung Barat ini berharap Uji Soal Matematika Suprarasonal dapat menjadi sarana meningkatkan kompetensi Matematika. Semoga putra-putri di lingkungan LP Ma’arif NU PBNU kompetensi Matematikanya lebih baik lagi. Terlebih NU merupakan ormas terbesar di Indonesia, kami merasa terpanggil karena memiliki tanggung jawab moral untuk masyarakat, khususnya bagi warga NU,” tutupnya.

Bagi lembaga sekolah yang ingin menggelar Uji Soal Matematika Suprarasional untuk  mengukur kemampuan literasi dan numerasi guna memenuhi Asesmen Kompetisi Minimum (AKM), silakan hubungi 0813.1034.3400.

Read more...

KMS, Kompetisi Matematika Terbesar & Pertama Terintegrasi Karakter

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat--Generasi Y atau yang akrab dikenal dengan sebutan generasi milenial digadang-gadang sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa. Di sisi lain begitu besarnya harapan kepada mereka, terdapat persoalan yang diindikasikan menjadi sebab impian tersebut tak akan terwujud.

Adalah krisis karakter dan prestasi  yang menjadi permasalahan bagi anak bangsa termasuk generasi Y di dalamnya. Mirisnya, perilaku hedonisme tersebut mengubah pola pikir generasi milenial dari berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan.

Menggali lebih dalam kondisi pendidikan Indonesia, Hasil PISA 2018 tunjukkan bahwa Indonesia mengalami penurunan terhadap tiga kompetensi yaitu kekuatan membaca, Matematika, dan juga Sains. Skor kekuatan membaca Indonesia terhadap PISA 2018 adalah 371, skor sementara kekuatan Matematika dan Sains berada di urutan 379 dan 396.

Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) akan menggelar perhelatan Kompetisi Matematika Suprarasional (KMS) Ke-16 dengan biaya seikhlasnya (sesuai kemampuan) yang akan digelar secara daring. Pelaksanaan KMS dibagi dalam dua babak, yakni Babak Penyisihan (18 April 2021) dan Babak Final yang akan digelar pada 30 Mei 2021.

Diketahui, KMS sebelumnya dikenal dengan nama Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) yang merupakan salah satu lomba terbesar yang diikuti ratusan ribu siswa SD hingga SMA dari seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan ke-15 (tahun 2020) lalu dimulai sejak tahapan Uji Soal MNR (tingkat sekolah).

Tercatat, pada seleksi tingkat sekolah, periode September-Oktober 2019, lebih dari 400 ribu pelajar mengikuti tahapan Uji Soal MNR. Sedangkan untuk Babak Penyisihan (tingkat Kota/Kab) diikuti lebih dari 130 ribu peserta, Babak Semifinal (tingkat Provinsi) diikuti 46.450 peserta, dan di Babak Final (tingkat nasional) diikuti 2.629 peserta dan untuk pertama kalinya Babak Final KMNR 15 digelar secara online karena pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021, KMNR bertransformasi menjadi KMS. Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si menjelaskan, KMNR event yang selalu ditunggu pelajar Indonesia. “Alhamdulillah kompetisi ini masih bertahan sampai sekarang. Sesuai dengan perkembangan zaman, InsyaAllah Kompetisi Matematika Nalaria Realistik diubah namanya menjadi Kompetisi Matematika Suprarasional,” ungkap Ridwan HS, dilansir dari tayangan video Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan, Ridwan menjelaskan di masa sekarang tidak hanya butuh anak kuat dalam bernalar, tapi butuh anak-anak yang nalarnya kuat dan karakternya baik. “Oleh sebab itu, dalam kompetisi (KMS) ini kita akan memasukkan soal-soal yang berhubungan dengan karakter dan akhlak. Supaya harapannya, para juara lomba ini adalah anak-anak yang sholeh sekaligus pintar,” jelas RHS.

Pendaftaran KMS telah dibuka hingga 16 April 2021. Sebelum kompetisi dimulai akan digelar Try Out pada tanggal 15-17 April 2021. KMS diperuntukkan bagi siswa kelas 1 SD hingga 12 SMA/sederajat. Informasi & Pendaftaran hubungi 0813.1034.3400 atau kunjungi laman https://www.kpm.read1institute.org/

Read more...

Perkuat Literasi, Numerasi, dan Karakter, KPM Gagas Uji Soal Matematika Suprarasional

BOGORPLUS.COM-Bogor, Jawa Barat – Hasil survei PISA 2018 menempatkan Indonesia berada di urutan ke-74, alias peringkat keenam dari bawah, ketekunan dan pemahaman berliterasi, mulai baca tulis, digital, dan numeral masih rendah.

Rasa hirau kita patut terusik dengan kenyataan hasil PISA, karena kecakapan berliterasi merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan sebagai salah satu prasyarat untuk mewujudkan kecakapan hidup abad 21.

Permasalahan belum meratanya kesempatan untuk mengakses bahan literasi di dalam negeri, disinyalir menjadi penyebab utama. Sebagai contoh, orang yang tinggal di kota besar seperti DKI Jakarta dan kota-kota besar yang dilengkapi segala fasilitas penunjang internet, lebih mudah mengakses bahan literasi dibandingkan di tempat lain.

Upaya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak Indonesia tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Bak gayung bersambut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyampaikan komitmennya melalui program yang bertajuk Uji Soal Matematika Suprarasional.

Adapun keunikan dari program yang digelar lembaga nirlaba ini adalah menerapkan konsep biaya seikhlasnya dan/atau pakai doa. Sehingga siapapun dapat ikut serta dan KPM menerima permintaan dari sekolah untuk seluruh siswanya.

Foto: Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si

Presiden Direktur KPM, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. mengatakan bahwa Uji Soal Matematika Nalaria Realistik sudah biasa diikuti oleh siswa dari kelas SD hingga SMA sejak tahun 2016 hingga 2020. Pada tahun 2021, KPM mengubah namanya menjadi Uji Soal Matematika Suprarasional.

“Kenapa kami ubah? Karena kami akan memasukkan nilai-nilai karakter, adab dan akhlak, serta keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Di era pandemi ini dan di masa depan, kedekatan kepada Yang Maha Kuasa menjadi faktor penting dalam keberhasilan hidup,” ungkap Ridwan dilansir dari laman Channel YouTube KPM Seikhlasnya.

Peraih Tokoh Perubahan Republika 2013 ini menambahkan bahwa Uji Soal Matematika Suprarasional ini tidak hanya hanya melatih kecapakan bernalar saja. Tetapi juga akan menitikberatkan pada nilai karakter dalam rangka memenuhi Asesmen Kompetensi Minimum. “InsyaAllah Uji Soal Matematika Suprarasional akan berhubungan juga dengan Asesmen Kompetensi Minimum,” pungkas RHS.

Perlu diketahui bahwa Uji Soal Matematika Suprarasional ini merupakan upaya KPM dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi Matematika atau yang disebut Numerasi dengan materi soal Bilangan, Geometri dan Pengukuran, Aljabar, Data dan Ketidakpastian.

Asesmen literasi membaca bertujuan untuk mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan asesmen numerasi bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Informasi & pendaftaran Uji Soal Matematika Suprarasional dapat hubungi KPM Pusat (0813.1034.3400) atau kunjungi laman https://www.kpm.read1institute.org/

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com