Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

‘Bang Read1’ Luncurkan Becak Wisata Religi (BESTARI)

Foto: Becak Wisata Religi/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Ragam transportasi publik yang kian menjamur semakin berdampak sepinya penumpang dan berkurangnya pendapatan bagi pengemudi becak sebagai alat transportasi tradisional. Namun, berkat buah gagasan Ridwan Hasan Saputra (RHS), para pengemudi becak yang acapkali mangkal di Komplek Taman Pagelaran, Ciomas, Kab. Bogor, kini menjelma sebagai transportasi wisata yang bernama BESTARI (Becak Wisata Religi).

Hal tersebut diungkapkan Herman Hadiwijaya selaku Penanggung Jawab Program. “BESTARI (Becak Wisata Religi) ini adalah salah satu kelanjutan dari program pelatihan suprarasional yang telah mereka ikuti pada hari Minggu (28/07/2019) lalu,” ungkap Herman Hadiwijaya.

Foto: Becak Wisata Religi/Dok. KPM

Herman mengatakan, eksistensi moda transportasi lawas ditengah modernisasi adalah hal yang menarik. Pasalnya, selain menjadi tambahan income bagi pengemudi becak, BESTARI juga menjadi sarana wisata yang mengandung nilai edukasi bagi masyarakat, khususnya dikalangan pelajar.

“Pertama, peserta yang sedang mengikuti kegiatan di Klinik Pendidikan MIPA diajak berkeliling menikmati perjalanan pagi di desa Laladon. Mereka juga disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah yang luas, sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi sarana refreshing disela-sela proses belajar.  Kedua, peserta (khususnya pelajar) dapat berinteraksi dan mengambil hikmah dari pengalaman hidup pengemudi becak. Sehingga para peserta akan merasa lebih bersyukur dan termotivasi untuk senantiasa menjadi lebih baik dalam menapaki kehidupan di masa depan,” ujar Kang Herman (sapaan akrabnya).


Foto: Becak Wisata Religi/Dok. KPM

Meski perdana beroperasi pada hari Rabu (18/09/2019) kemarin, BESTARI langsung mendapat respon positif dan disambut gembira salah satu orangtua siswa Klinik Pendidikan MIPA, Mainita Hidayati. Ia mengaku bersyukur dengan hadirnya BESTARI. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada KPM yang telah menghadirkan becak wisata religi. Sehingga anak saya semakin bersemangat mengikuti kegiatan Suprarational Math Camp (SMC) bersama KPM,” ujarnya. 

Menurut Mainita, hadirnya kegiatan tersebut memiliki makna yang berarti bagi kehidupan putranya agar semakin bersyukur dari pengalaman hidup tukang becak untuk kemudian dijadikan hikmah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari perjalanannya bersama tukang becak, anak saya pun sampai menangis setelah mendengar kisah Sang Tukang Becak yang menggantungkan hidupnya hanya dari menarik becak karena minimnya keterampilan dan faktor pendidikan. Dari pengalaman tersebut, saya bersyukur anak saya semakin termotivasi untuk semangat belajar dan mengasah keterampilan demi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Ardito Rahkmanov, salah satu peserta SMC asal SDN Cibuluh 1 Bogor, merasa senang setelah mengikuti wisata becak religi karena selama ini sudah jarang naik becak. Hal senada diungkapkan Alice Aneira Earlaene, pelajar asal SDI Assuryaniyah Bekasi tampak sumringah ketika diajak berkeliling melihat hamparan sawah dipagi hari, sehingga membuat semangat belajarnya pun semakin meningkat.

Tim Media

Read more...

SDIT Al-Barkah Ajak Pelajarnya Belajar MIPA melalui Fun Math and Science

Ratusan pelajar SDIT Al-Barkah ikuti Fun Math and Science Goes To School/Dok. KPM

Bogorplus.com - Kota Depok, Jawa Barat – Sebanyak 189 SDIT Al Barkah Kota Depok tampak sumringah ketika menyambut tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Jumat (06/09/2019). Sorak-sorai gembira pun terjadi tatkala tim binaan Ridwan Hasan Saputra (RHS) menyapa peserta dan mengawali kegiatan lewat ice breaking.

Ratusan pelajar kelas 4-6 SD tersebut diajak lebih dekat untuk belajar matematika dan sains lewat kegiatan yang bertajuk Fun Math and Science. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum, Lia Mahlia mengaku bersyukur atas terlaksananya kegiatan FMS di SDIT Al Barkah. “Alhamdulillah, pelaksanaan FMS bagus sekali dan menarik sekaligus sukses memikat anak-anak. Semoga kegiatan edukasi ini (Fun Math and Science-red) dapat menjadi inovasi dalam proses pembelajaran matematika dan sains,” kata Lia Mahlia.

Foto: Peserta begitu antusias ketika menyimak paparan Permainan Matematika Bela Negara/Dok. KPM

Setelah diajak bergembira bersama lewat ice breaking, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti aktivitas praktikum dan eksplorasi. Dalam kegiatan tersebut, tim FMS menyajikan Permainan Matematika Bela Negara (PMBN), Kartu Nara, dan Logic untuk matematika. Sedangkan di bidang sains KPM menyajikan Balloon Rocket, Exploding Baggies.

Rathri Chandra Dewi selaku Staff Litbang Matematika Klinik Pendidikan MIPA menjelaskan,  manfaat dari permainan tersebut dapat menumbuhkembangkan minat terhadap mata pelajaran matematika. Selain itu, FMS juga menstimulasi paradigma berpikir bahwa matematika dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan.

Sementara itu, fasilitator bidang sains, Febie Leona Tiffany mengungkapkan eksperimen sains mengajarkan anak ilmu tentang kehidupan yang terjadi di kesehariannya. Saat bereksperimen, akan terjadi diskusi, berpendapat, dan belajar tentang kesabaran (menunggu hasil eksperimen). “Seperti eksperimen kali ini, anak-anak mempelajari reaksi asam basa dan hukum fisika dalam kehidupan,” ungkap staff litbang IPA dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Foto: Simulasi eksperimen Balloon Rocket/Dok. KPM

Acara yang digelar sejak pagi hingga siang hari tak pelak membuat takjub dan semangat peserta. “senang sekali bisa belajar sains sambil bermain dan mau ikut lagi,” kata Panji Abdi Al Fatin siswa kelas 5 ini. Hal senada juga dikatakan M. Fahri Refandi yang mendapatkan pengalaman seru saat bermain Permainan Matematika Bela Negara, Balloon Race dan praktikum sains.

Bagaimana Sahabat, apakah tertarik untuk menjajal program Fun Math and Science di sekolah masing-masing? Yuk, daftar dan hubungi langsung tim Klinik Pendidikan MIPA. Narahubung 081280341100 (Ibu Karlina) atau 081299439643 (Bapak Ihsan).

Tim Media

Read more...

Aufan Pelajar Asal Bandung Barat Sukses Raih Best Overall di Ajang OMSI Ke-4

Foto: Aufan Ahmad Mumtaza (SD Al Irsyad Satya Islamic School, Kab. Bandung Barat)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Pelajar asal Kab. Bandung Barat, Aufan Ahmad Mumtaza, didaulat menjadi peserta terbaik di ajang Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) Se-Indonesia Ke-4 yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Aufan yang mewakili SD Al Irsyad Satya Islamic School, sukses mempersembahkan medali emas dan 1 Trophy Best Overall di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, IPB Dramaga Bogor, Minggu (01/09/19).

Perjuangan Aufan untuk meraih predikat “Best Overall” tentu tak mudah. Selain ditantang harus menyelesaikan soal matematika dan sains selama 120 menit. Aufan pun bersaing dengan 542 finalis dari berbagai daerah lain.

OMSI merupakan kompetisi tingkat nasional yang memadukan mata pelajaran matematika dan sains. Dari kompetisi ini, peserta yang meraih penghargaan terbaik berhak mengikuti seleksi menuju International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2019 di Vietnam.

Dalam kesempatan wawancara, Minggu, 01 September 2019, Aufan Ahmad Mumtaza mengatakan prestasi yang diraih atas penghargaan tersebut tak lepas dari support orangtua, sekolah, dan latihan intens yang dilakukannya. Meskipun dasar ilmu yang ditekuni adalah matematika, Aufan tak ragu untuk memfokuskan secara khusus latihan soal-soal sains demi mengasah kemampuan matematika dan sains lebih luas lagi.

SIMAK HASIL LENGKAP BABAK FINAL OMSI KE-4 (DISINI)

“Alhamdulillah, senang dan bangga. Saya gak nyangka bisa meraih prestasi di level nasional. Bisa berkompetisi di final saja sudah membuat saya bersyukur karena ini pengalaman saya ikut OMSI,” ujarnya seraya tersenyum.

Baca juga:

Ikuti Seleksi Terbuka Menjadi Tim Nasional IMSO 2019 Bersama KPM (unduh disini)

Sementara itu, Irawan Bagus sebagai orangtua mengaku bangga dengan putranya tersebut. Jerih payahnya yang selama ini dia lakukan, akhirnya membuahkan hasil. “Terus terang kami bangga sekali, karena event OMSI pertama kalinya diikuti. Awalnya sempat tak percaya ketika terpilih lolos ke final, namun, orangtua hanya bisa memberikan dukungan, doa, dan motivasi yang kuat kepada Aufan. Hingga akhirnya, seiring berjalannya waktu, Aufan menemukan ilmu baru yang mampu mengasah kemampuan matematika dan sains,” ujar Irawan.

“Terima kasih teruntuk KPM yang telah mempersembahkan kompetisi yang begitu bermakna bagi putra saya. Semoga penyelenggaraan OMSI ini dapat kami jumpai kembali hingga ke level Sekolah Menengah Pertama (SMP),” pungkasnya.

Tim Media

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com