Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

MNR Jadi Strategi MTSN 3 Bogor Mengembangkan Nalar Matematika


Foto: Trainer KPM, Ryky Tunggal Saputra memberikan pelatihan MNR & Suprarasional kepada keluarga besar MTSN 3 Bogor/Dok. KPM 

Bogor, Jawa Barat – Memiliki pelajar atau generasi muda yang unggul dan berkarakter merupakan dambaan kita semua. Tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan karakter menjadi faktor kunci dalam mewujudkan peradaban manusia yang berkualitas.

Kini, kiprah sekolah pun semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Mengingat, harapan besar lahirnya generasi muda menjadi salah satu misi sosial yang mesti diemban  sekolah.

Menjawab tantangan tersebut, MTSN 3 Bogor tengah mempersiapkan strategi guna mewujudkan generasi unggul dan berkarakter. Pada hari Sabtu-Minggu, 10-11 November 2018 lalu, lembaga pendidikan yang beralamat di Jl. Raya Karadenan, Karadenan, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, menggelar workshop Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan cara berpikir suprarasional dengan menghadirkan tim pelatih dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Foto: Pembekalan materi eksplorasi kepada peserta pelatihan/Dok. KPM

 “Sebagai lembaga pendidikan besar yang berlandaskan Islam, MTSN 3 Bogor berikhtiar  mewujudkan pendidikan bermutu. Kami memandang, pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Cara Berpikir Suprarasional sangat tepat untuk menuju proses tersebut,” ujar Badrudin, M.Pd selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas.

Mengingat pentingnya pelatihan ini, MTSN 3 Bogor pun melibatkan puluhan staf, guru, perwakilan orang tua, dan siswa untuk mengikuti pelatihan bersama pelatih dari KPM, yakni Ryky Tunggal Saputra Aji dan Taufik Hidayah. Selama dua hari, para peserta mendapatkan pengalaman berkesan dengan sajian materi MNR dan suprarasional.

Ika Nurmustika Hanimah, mengabdi sebagai guru matematika kelas 7 dan 9, membuatnya merasa bahagia dan bersyukur karena berkesempatan mengikuti pelatihan yang luar biasa bersama tim KPM. Pendidikan karakter ala KPM ini betul-betul harus terus berkelanjutan, bahkan hingga tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Zumiyarni selaku guru BK menilai penyelenggaraan pendidikan tengah mengalami degradasi moral yang cukup mengkhawatirkan. “Namun masih ada harapan untuk dapat diperbaiki, yakni melalui praktik kolaborasi antara MNR dan suprasional.  Dua faktor penunjang inilah InsyaAllah akan menjaga kredibilitas dunia pendidikan di negeri ini,” tutup Ibu Zumiyarni.

Tim Media 

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com