Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Jamaah Pengajian Mabesad dibekali Motivasi Suprarasional

Foto: Asep Sapa'at menjadi narasumber pada motivasi suprarasional di Mabesad/Dok. KPM

Bogorplus.com-DKI Jakarta—Memiliki anak yang berakhlak baik merupakan dambaan bagi setiap pasangan yang telah membina keluarga. Kehadiran anak juga merupakan amanah besar bagi orang tua, dimana orang tua juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter sang anak.

Menjadikan anak hebat dengan cara berpikir suprarasional, demikian kiat sukses yang ditanamkan sang motivator, Asep Sapa’at kepada para jamaah pengajian Mabesad, dalam acara pembinaan rohani Islam yang digelar pada hari Senin (19/11/2018) lalu.

Menjadi orang tua hebat berbeda maknanya dengan menjadikan anak hebat. Banyak orang tua hebat, tetapi anaknya tak berhasil dididik jadi anak hebat. Ini jadi bahan renungan bagi para orang tua, apa yang harus dilakukan agar bisa menjadikan anak kita lebih hebat dari generasi kita saat ini? "Mendidik anak itu hakikatnya mendidik diri sendiri. Gagal mendidik diri sendiri berpotensi gagal mendidik anak-anak kita. Maka, agar tidak jadi orang tua yang gagal, perbaiki cara berpikir dan berperilaku kita.", tutur Asep Sapa'at. Ustadz Asep Sapa'at juga menegaskan, "Jadilah orang tua yang memahami jati diri, darimana kita berasal, apa tujuan kita hidup, dan kemana kita kembali? Berusaha menjadikan diri kita sebagai sosok teladan, buatlah karya hidup bermanfaat bagi banyak orang agar bisa menjadi suatu kebanggaan bagi anak-anak kita."

Kehadiran motivasi suprarasional ini bukan pertama kalinya di institusi TNI, sebelumnya sang penggagas suprarasional pun pernah menyambangi dan memberikan motivasi serupa kepada anggota. Acara yang berlangsung selama satu jam ini dihadiri pula perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, anggota, dan PNS.

Foto: Pelatihan motivasi suprarasional dihadiri 500 orang yang terdiri dari perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, anggota, dan PNS/Dok. KPM

Meskipun sudah ikut ketiga kalinya, bagi Kepala Bintal Denma Mabesad semakin menambah kesadaran berpikir. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran Ustadz Asep Sapa’at membekali anggota dengan suprarasional. Meskipun sebelumnya pernah mendapatkan langsung dari Pak Ridwan dan pada Fun Science Republika, tema yang diangkat sama-sama menggugah, sehingga semakin menambah ilmu buat kami selaku orang tua,” ungkap Mayor Inf H. Syamsul Hadi, S.Ag.

“Ketika secara rasional kita sudah berikhtiar, namun pada suatu titik kita tak dapat memecahkannya. Maka, cara berpikir suprarasional menjadi solusi. Dimana secara lahir dan akal kita tak dapat menemukan solusi, namun dengan hati kita akan semakin mendapat petunjuk yang hakiki,” tutup Pak Syamsul.

Kehadiran motivasi suprarasional ini bukan pertama kalinya di institusi TNI, sebelumnya sang penggagas suprarasional pun pernah menyambangi dan memberikan motivasi serupa kepada anggota. Acara yang berlangsung selama satu jam ini dihadiri pula perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, anggota, dan PNS.

Foto: Menjadikan Anak Hebat dengan Cara Berpikir Suprarasional gugah para anggota yang hadir di Masjid At-Taqwa Mabesad/Dok. KPM

Meskipun sudah ikut ketiga kalinya, bagi Kepala Bintal Denma Mabesad semakin menambah kesadaran berpikir. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran Ustadz Asep Sapa’at membekali anggota dengan suprarasional. Meskipun sebelumnya pernah mendapatkan langsung dari Pak Ridwan dan pada acara Fun Science Republika, tema yang diangkat sama-sama menggugah, sehingga semakin menambah ilmu buat kami selaku orang tua,” ungkap Mayor Inf H. Syamsul Hadi, S.Ag.

Ia pun menjelaskan, dibalik kesibukan sebagai prajurit dalam menunaikan tugas negara, kadang menghadapi situasi tak diharapkan, yakni tak dapat intens memantau tumbuh kembang anak. Oleh karenanya, dengan hadirnya cara berpikir suprarasional, kita bisa memahami cara agar amanah tertunaikan dengan baik dan kebutuhan anak untuk tumbuh kembang dapat kita penuhi pula. “Tak hanya sekedar bagi diri dan keluarganya sendiri, kami berharap aktivitas ini dilakukan secara berjamaah,” tuturnya.

“Ketika secara rasional kita sudah berikhtiar, namun pada suatu titik kita tak dapat memecahkan masalah hidup. Maka, cara berpikir suprarasional menjadi solusi. Ketika secara lahir dan akal kita tak dapat menemukan solusi, tetapi dengan hati yg suci kita akan mendapat petunjuk yang mengantarkan kita pada solusi,” tutup Pak Syamsul.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com