Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Kolaborasi KPM dan Orangtua Wujudkan Keluarga Suprarasional

Foto: Ridwan Hasan Saputra berbagi ilmu suprarasional kepada orangtua siswa/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) terus berikhtiar mewujudkan generasi berkualitas lewat cara berpikir suprarasional. Salah satunya melakukan kolaborasi dengan orangtua siswa kelas khusus, November 2018, bertempat di SIP Daarul Jannah Bogor.

KPM menilai orangtua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, perlu adanya suatu kondisi dimana proses pembentukan karakter tersebut dapat berjalan sesuai harapan orangtua.

Kepala Divisi Pelatihan KPM, Ryky Tunggal Saputra AJi mengungkapkan bahwa KPM memiliki keunikan sendiri dalam proses belajar. Salah satunya para siswa dibekali dengan pendidikan akhlak dan ibadah 7 sunah Nabi Muhammad SAW.

“Diharapkan program tersebut juga dapat menjadi Mukasyafah bagi para orangtua agar semakin meningkatkan kualitas ibadah dan ilmu serta memperbanyak amalan kebajikan, dalam rangka membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak baik,” kata Ryky dalam keterangannya di kantor KPM Bogor.

Foto: Peserta pelatihan suprarasional orangtua siswa/Dok. KPM

Menilik kepada esensi pelatihan itu sendiri, Ryky juga menambahkan jika pelatihan suprarasional ini memiliki makna tersendiri,di antaranya: menguatkan potensi panca indera, akal, dan hati; membangun kesadaran akan pentingnya tabungan jiwa; serta mengajak seluruh peserta agar bersama-sama merencanakan kesusahan agar dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup diri sendiri dan masyarakat.

Pelatihan yang digelar mulai pukul 09.00-17.00 WIB di setiap pekannya dihadiri puluhan orang tua yang berasal dari Jabodetabek, Sukabumi, dan Serang menuai apresiasi.

Salah satu peserta, Ibu Ratih mengungkapkan kekagumannya pasca mendapatkan pelatihan ini. Ia bersyukur dan termotivasi untuk menambah terus tabungan jiwa di keluarganya. “Sejatinya, untuk menambah tabungan jiwa sangat sederhana, namun jika tidak dilandasi niat ikhlas memang agak sulit. Pada dasarnya, jika kita berharap kondisi bangsa ini akan berubah lebih baik, maka kita harus melalukan perbaikan dari diri kita sendiri,” ungkap orangtua Ananda Nizam (kelas 4 Berbakat A).

Hal senada juga diungkapkan Toto, “Baru kali ini setelah mengikuti program pelatihan peserta dibekali dengan sebuah catatan merencanakan kesusahan. Bagi saya, hal ini sangat menginspirasi sekaligus menjadi bahan evaluasi agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik” pungkasnya.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com