Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Kelola Stres jadi Eustress dengan Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Kang Asep Sapa'at membekali motivasi kepada siswa dengan suprarasional/Dok. SDIT Birrul Walidain Bogor

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat -- Tak semua stres itu negatif. Ada stres yang berdampak positif, namanya eustress. Dalam kondisi eustress, anak-anak jadi tertantang lebih semangat belajar. Sharing motivasi suprarasional dilakukan untuk menciptakan kondisi eustress bagi anak-anak Birrul Walidain, bertempat di SDIT Birrul Walidain Bogor, Jumat (11/01/2019).

Ujian Nasional (UN) kerap jadi sumber stres bagi anak-anak kita. Namun, dengan asupan cara berpikir suprarasional, stres bisa diubah menjadi eustress. Asep Sapa'at, motivator suprarasional mengajak anak-anak melakukan simulasi permainan. Dari simulasi permainan tersebut, anak-anak diajak melakukan refleksi diri.

Dapatkan buku suprarasional karya Ridwan Hasan Saputra di KPM Mart klik disini

Mana yang lebih berpeluang jadi juara, anak yang bersemangat atau malas belajar? Mana yang bisa meraih hasil UN gemilang, anak yang belajar cerdas atur strategi atau belajar tanpa strategi? Siapa yang bakal tersenyum bahagia saat pengumuman hasil UN, anak yang ikhlas belajar karena kesadaran sendiri atau anak yang harus dipaksa belajar oleh orang tua dan guru? Anak-anak Birrul Walidain bergantian menjawab pertanyaan dari narasumber.

Karomah Labibah Musyaffah, siswa kelas 6 SDIT Birrul Walidain mengungkapkan kesannya mengikuti sesi motivasi, "Saya senang mengikuti kegiatan ini. Materinya disajikan lewat simulasi. Jadi, saya bisa mudah memahami materi. Intinya, kalau mau berhasil hadapi UN harus belajar keras, belajar cerdas, dan belajar ikhlas."

"Anak-anak harus dibantu disadarkan bahwa UN adalah salah satu tahapan dalam hidup. Berhasil atau gagal, tergantung kesiapan mereka. Dalam konsep cara berpikir suprarasional, merencanakan dan melakukan kesusahan bisa menghasilkan kegembiraan. Maka, anak-anak harus berjuang sungguh-sungguh dari sekarang agar dapat meraih hasil UN yang memuaskan di kemudian hari."

"Anak-anak harus dibantu disadarkan bahwa UN adalah salah satu tahapan dalam hidup. Berhasil atau gagal, tergantung kesiapan mereka. Dalam konsep cara berpikir suprarasional, merencanakan dan melakukan kesusahan bisa menghasilkan kegembiraan. Maka, anak-anak harus berjuang sungguh-sungguh dari sekarang agar dapat meraih hasil UN yang memuaskan di kemudian hari.", ungkap Kang Asep Sapa'at, motivator suprarasional yang gemar membaca ini.

Di akhir sesi, Kang Asep bertanya, "Unjuk tangan, siapa yang ingin berhasil lewati UN?" Semua siswa SDIT Birrul Walidain angkat tangan. "Bagaimana cara agar lulus UN?", tanya Kang Asep. Semua siswa Birrul Walidain serempak menjawab, "Belajar Lebih Keras, Belajar Lebih Cerdas, Belajar Ikhlas."

Tim Media 

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com