Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

SDIT Said Naum Jakarta Berinovasi dengan MNR dan SNR

Foto: Peserta pelatihan MNR dan SNR di SDIT Said Naum Jakarta/Dok. KPM

Jakarta – Awal semester genap T.A 2018/2019, SDIT Said Naum Jakarta melakukan terobosan dalam inovasi pembelajaran guna meningkatkan kompetensi guru matematika dan sains dengan menggelar pelatihan metode Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sains Nalaria Realistik (SNR).  

Acara yang digelar pada pukul 08.00-16.00 WIB, bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM), yang digelar selama dua tahap, yakni pada tanggal 12 Januari 2019 (MNR) dan 19 Januari 2019 (SNR), bertempat di Aula SDIT Said Naum Jakarta.

MNR dan SNR merupakan suatu terobosan dalam pembelajaran matematika. MNR dan SNR lebih menekankan penggunaan nalar dalam memahami matematika, sehingga pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran matematika di sekolah. Dengan MNR dan SNR, siswa diajarkan untuk menganalisis masalah, menarik kesimpulan dan menyelesaikan masalah dengan berbagai metode pemecahan masalah yang berlogika.

Foto: Seminar Strategi Sukses Matematika oleh Teguh Imam Agus Hidayat/Dok. KPM

Pada kesempatan tersebut juga, SDIT Said Naum melibatkan guru SMAIT Said Naum untuk bersama-bersama mengkaji MNR dan SNR. Selama paparan berlangsung, Kepala SMAIT Said Naum, Zulkarnain, mengatakan, “Meski pelatihan serupa telah kita ikuti, namun kali ini kami mendapatkan kesan berbeda saat belajar MNR & SNR,” ujarnya.

Bagi Bapak/Ibu guru yang ingin menjajal uji kemampuan matematikanya, ayo bergabung di Olimpiade Guru Matematika Se-Indonesia (pendaftaran klik disini)

“Metode MNR dan SNR lebih mengutamakan kemampuan bernalar dan memahami sudut pandang yang lebih luas untuk memahami sebuah soal,” lanjutnya.

“Belajar MNR & SNR juga bukan hanya bicara tentang kemampuan berpikir saja, namun kita juga dibekali pemahaman cara berpikir yang melibatkan hati dalam konteks berpikir suprarasional,” sambung Zulkarnain.

Foto: Seminar Strategi Sukses Sains Nalaria Realistik oleh Ina Ana Khoeriah/Dok. KPM

Sementara itu, bagi salah satu peserta, Tutur Rustian, mengkaji MNR dan SNR mampu membuka gagasan tentang cara berpikir. “Ini menunjukkan, ketika mempelajari metode yang tepat dan mengeksplor kemampuan bernalar, proses pembelajaran pun lebih mudah dan menyenangkan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Maryati, selaku guru kelas 2, Dia mengungkapkan pelatihan MNR & SNR membantunya dalam mengasah keterampilan berpikir. “Selama ini guru yang terlibat mengajar dibidangnya, acapkali menggunakan cara-cara lama dalam mengajar, namun kali ini kita bersyukur diperkenalkan dengan sebuah metode yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Hal yang terpenting dari itu semua adalah pelatihan MNR dan SNR ini membantu saya juga dalam memecahkan masalah dengan cara berpikir out of the box, yakni suprarasional” ujarnya.

Tim Media

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com