Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Menjadi Orangtua yang Baik

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Penulis: Asep Sapa’at

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Dibalik tumbuh kembang seorang anak, sosok orangtua selalu hadir memberikan arti tersendiri. Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat. Mengediplah, dan tahu-tahu mereka sudah pergi menjalani kehidupan mereka sendiri. Rasanya baru sebelas tahun lalu saya menunggui kelahiran anak perempuan saya. Sekarang ia sudah sangat sibuk dengan beragam aktivitas belajar di sekolahnya dan menghabiskan banyak waktu bermain bersama sahabatnya. Sekarang ia berumur 11 tahun, selalu ceria menjalani hidup, tegar menerima kenyataan hidup, dan bersemangat mengungkapkan visinya untuk masa depan (Ia bercita-cita ingin menjadi dokter karena terinspirasi seorang dokter yang sangat baik dan telaten merawat putri perempuan saya saat menjalani operasi kista beberapa tahun lalu). 

Ada perasaan haru melihat anak-anak kita tumbuh begitu cepat. Indah jika mengenang masa-masa saat anak kita kecil dulu. Saya sempat bertanya pada putri saya, “Apa momen indah yang masih kamu kenang bersama ayah sewaktu kecil, Nak?” Putri saya terdiam sejenak. Saya harap-harap cemas menunggu jawaban dari putri saya. Beberapa detik kemudian, dia tersenyum kecil dan berkata, “Aku senang main bola bersama ayah. Aku senang bermain pasir dan air di pinggir pantai.” Saya tersenyum sumringah mendengar jawaban dari putri saya. Karena saya menyadari, pada saat itu, waktu kebersamaan saya bersama putri saya sangat terbatas karena amanah pekerjaan yang mengharuskan saya sering bepergian keluar kota. Meski demikian, saya berusaha mencurahkan perhatian dan menjadikan putri saya menjadi prioritas pertama saya. 

Tak pernah ada kata mudah untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak kita. Karena tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua, kita harus memiliki kesadaran untuk terus belajar. Utamanya belajar memahami diri sendiri karena apa pun yang terjadi pada diri anak-anak kita bisa mencerminkan siapa dari diri kita. Salah satu cara saya belajar menjadi orangtua adalah dengan membaca buku. Ada buku menarik berjudul The Greatness Guide karya Robin Sharma. Saya bagikan beberapa ide dari buku tersebut yang menjelaskan tentang peran penting sebagai orangtua yang baik.

Pertama, memberi teladan. Cara terbaik untuk memengaruhi anak-anak Anda adalah melakukan apa yang Anda katakan. Jalankan perilaku yang Anda ingin mereka lakukan. Jangan mengajarkan asyiknya membaca buku dan belajar, tetapi lalu pergi ke ruang keluarga dan menonon TV selama tiga jam. Mata-mata kecil itu memerhatikan segala sesuatu yang Anda lakukan.

Kedua, mengembangkan anak. Lihatlah diri Anda bukan hanya sebagai orangtua dari anak-anak Anda, melainkan juga sebagai ‘pengembang’ mereka. Penting sekali untuk mengembangkan pikiran, hati, dan jiwa mereka. Itulah tugas Anda. Perlihatkan kepada mereka mahakarya seni. Bawalah mereka ke restoran-restoran yang menarik. Perkenalkan kepada orang-orang yang menghasilkan ide-ide unik. Ayah John F. Kennedy sering mengundang orang-orang yang menarik untuk makan malam. Sambil menyantap makanan, anak-anak keluarga Kennedy akan belajar dari tamu tersebut, kemudian mengajukan berbagai pertanyaan kepada tamu itu untuk memperdalam pelajaran mereka. Langkah cerdas.

Ketiga, memberi inspirasi. Pemikiran hebat: orangtua mengajari anak-anak mereka bagaimana melihat dunia. Orangtua menunjukkan kepada anak-anak bagaimana dunia berputar. Jika Anda melihat dunia sebagai tempat yang terbatas, anak-anak kecil itu akan tumbuh dengan pandangan seperti itu. Cobalah untuk tidak mengajarkan ketakutan kepada anak. Perkenalkan anak pada apa yang mungkin dilakukan. Berilah inspirasi kepada mereka untuk menjadi orang-orang hebat yang akan memajukan dunia—dengan cara mereka sendiri. Jadilah orang yang selalu melihat kemungkinan.

Membaca buku tersebut membangkitkan semua ingatan saya tentang apa yang sudah saya lakukan sebagai orangtua. Terakhir, saya selalu membiasakan diri mengatakan empat hal kepada putri saya sebelum tidur. “Maafkan ayah karena belum bisa menjadi orangtua yang baik.” “Jangan pernah menyerah.” “Jadilah dirimu sendiri.” “Ingatlah betapa besar cinta dan sayang ayah padamu.” Mungkin putri saya bosan mendengar kata-kata ini. Tetapi sungguh, suatu saat nanti saat kami terpisah jauh, saya akan sangat senang mendapatkan kata-kata sederhana dari putri saya lewat sepucuk surat atau saat berbincang lewat telepon, “Terima kasih karena menjadi ayah seperti dirimu. Dan terima kasih atas empat kalimat yang kauucapkan setiap malam. Kalimat-kalimat itulah yang menjadikan kami menjalani kehidupan indah seperti sekarang ini.”

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com