Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Wadah Suprarasional

Oleh: Teguh Imam Agus Hidayat

BOGORPLUS.COM-Wadah (dalam KBBI) adalah tempat untuk menaruh atau menyimpan sesuatu. Suprarasional adalah menjadikan hal yang gaib yaitu Allah Swt, sebagai faktor yang sangat penting untuk bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan atau tindakan (Saputra, 2017). Jadi, Wadah Suprarasional adalah tempat untuk menaruh atau menyimpan pahala (tabungan jiwa) dari amal baik yang dilakukan dengan Allah sebagai pertimbangan dalam setiap tindakan. Tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan agar mendapat ridha Allah.

Wadah suprarasional dapat diibaratkan sebagai ember besar tanpa celah yang dapat menampung air atau lainnya. Jika ember tersebut terdapat celah (bolong) maka isinya lambat laun akan habis karena tumpah atau terjatuh. Dalam contoh lain wadah suprarasional diibaratkan seperti bak, semakin besar baknya maka semakin banyak pula isinya, begitu pun sebaliknya semakin kecil bak nya makan semakin sedikit isinya. Untuk memperoleh isi yang banyak maka kita harus mempunyai wadah yang besar.

Dalam ilmu suprarasional untuk memperbesar wadah tersebut haruslah ada amalan-amalan yang dilakukan oleh seseorang dan diterima oleh Allah, agar amalan-amalan yang dilakukan dapat diterima oleh Allah ada suatu amalan yang menjadi penentu semua amal dapat diterima atau tidak, sebagaimana terdapat dalam Kitab Ihya Ullumuddin, Rasulullah bersabda: “Yang pertama diperiksa pada hari kiamat dari perbuatan hamba adalah shalatnya. Apabila shalatnya sempurna, maka shalatnya diterima beserta seluruh amal ibadahnya. Sebaliknya, jika shalatnya kurang (tidak sempurna), maka shalatnya akan dikembalikan kepadanya beserta seluruh amal ibadahnya”.

Oleh karena itu, setiap insan wajib memperhatikan shalatnya, agar semua amal yang dilakukan menjadi bernilai. Shalat adalah salah satu amalan yang paling utama sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibn Mas'ud RA, bahwa "seorang laki-laki pernah bertanya Nabi Shallallahu alaihi wasallam, amalan apa yang paling utama?" Nabi menjawab: “Shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fi sabilillah”. Sabdanya lagi, “Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah meruntuhkan agama” sebagaimana Imam Al Ghazali menuliskan dalam kitabnya.

Foto: Teguh Imam Agus Hidayat || KPM

Shalat menjadi hal yang sangat penting dan mendasar bagi umat Islam. Proses terjadinya perintah shalat juga bukan peristiwa biasa, melainkan sangat luar biasa yang mana Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah Al Isra ayat 1: "Maha suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat". Kemudian, ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan Imam Nasa'i,  Dia berfirman: Sesungguhnya Aku (Allah) pada hari Aku menciptakan langit dan bumi Aku telah mewajibkan kepadamu dan kepada umatmu lima puluh waktu shalat, (ia sekarang) lima (dengan balasan) lima puluh.

Melihat hal yang demikian besarnya, shalat dapat dikatakan sebagai kunci agar wadah suprarasional dapat membesar. Sudah seharusnya setiap muslim benar-benar menjaga wadah suprarasional ini, agar semua aktivitas suprarasional masuk dalam wadah suprarasional. Ketika wadah suprarasional membesar maka otomatis tabungan jiwa seseorang membesar. Tabungan jiwa yang besar ini dapat terkonversi kepada kebutuhan diri dalam kehidupan jiwa maupun raga (Saputra, 2020). Salah satunya adalah doa orang tersebut akan mudah terkabul, serta kebutuhan dirinya akan dicukupkan oleh Allah.

Semoga kita semua dapat memperbesar dan menyempurnakan wadah suprarasional. Aamiin.

back to top
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com