Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: October 2018

Spirit Pelatihan Matematika Berbasis HOTS & Suprarasional Hingga Aceh Besar

Foto: Pelatihan Matematika Berbasis HOTS & Suprarasional di Kab. Aceh Besar/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kab. Aceh Besar-Banda Aceh. – Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) akhirnya menyambangi lokasi terakhir pelatihan matematika berbasis HOTS & Suprarasional, yakni wilayah Kab. Aceh Besar, bertempat di Sulthan Hotel Internasional, Jl. Sulthan Hotel No. 1 Peunayong, Banda Aceh, pada tanggal 29 Oktober – 01 November 2018.

Spirit membangun kompetensi guru dalam pembelajaran matematika, akhirnya mendapat sambutan positif dari 40 guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Kab. Aceh Besar. Selain itu, acara yang digelar selama 4 hari 3 malam dihadiri pula Kasie Kurikulum dan Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Besar sekaligus membuka acara secara resmi.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Bapak Fata Muhammad, S.Pd. I, M.M memberikan apresiasi atas perhatian Kemendikbud dan KPM dalam memajukan pendidikan, khususnya peningkatan pendidikan matematika di Kab. Aceh Besar.

“Sangat bagus dan  begitu menggugah para guru, kita menyadari matematika sangat berperan penting dalam kehidupan, sehingga sangat diperlukan pelatihan seperti ini untuk mendukung upaya peningkatan kompetensi guru dan siswa,” kata Pak Fata dalam keterangan persnya.

Pak Fata pun berharap kerja sama ini tak sebatas selama 4 hari 3 malam saja, namun adanya kerja sama yang berkelanjutan.

Sementara itu, bagi Ibu Cut Janita Susanti, S.Pd, keresahan dalam mengikuti perkembangan pendidikan abad 21 kini menuai titik terang. “Sangat senang dan bersyukur dapat disambangi tim dari lembaga yang kompeten dari KPM. Semoga para guru dapat memanfaatkan dan mengaktualisasikan ilmu pelatihan ini dalam penyusunan dan penyebaran soal HOTS serta suprarasional kepada para guru dan siswanya masing-masing,” kata Ibu Cut Janita Susanti selaku Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kab. Aceh Besar.

Tim Media

Read more...

Pelatihan MNR di Kab. Seluma Tumbuhkan Kecintaan Guru Terhadap Matematika

Foto: Peserta pelatihan guru Kab. Seluma di Bengkulu/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bengkulu—  Tak sedikit siswa yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Fenomena tersebut sesuatu yang wajar, mengingat masih ada guru yang belum meresapi ilmu matematika seutuhnya.

Namun, persoalan tersebut setidaknya menemui titik terang berkat adanya pelatihan peningkatan kompetensi guru matematika berbasis HOTS yang digagas Kemendikbud RI.

Setelah menyambangi tiga daerah, yakni Kab. Landak, Kab. Majene, dan Kota Bima, Tim KPM yang diamanahi sebagai pelaksana program pelatihan ini berkesempatan menyambangi Bengkulu, untuk memberikan pelatihan kepada guru Kab. Seluma, pada tanggal 22-25 Oktober 2018 lalu.

Kegiatan yang digelar selama 4 hari 3 malam, bertempat di hotel @Nanda mampu menggugah kesadaran berpikir para guru tentang pelajaran matematika. Seorang guru asal Kab. Seluma, Ibu Lili Marisah, mengungkapkan terjadi peningkatan kompetensi pada dirinya. Berkat dukungan para trainer KPM, alumnus Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa ini mengaku semakin tumbuh kecintaannya pada matematika.

Foto: Cara KPM agar belajar matematika menyenangkan lewat permainan/Dok. KPM

“Berbagai kendala pun sering saya alami kala membekali siswa belajar matematika. Namun, karena saat ini telah mendapatkan konsep Matematika Nalaria Realistik (MNR), akhirnya saya menemukan cara belajar matematika dengan metode yang menyenangkan,” ungkap Ibu Lili.

Hal senada juga diungkapkan Ibu Nurhayati Mulatsih, pelatihan bersama tim KPM beberapa waktu lalu, menyisakan kenangan berkesan. “Konsepsi MNR & Suprarasional memang luar biasa. Sebagai seorang pendidik saya tak menyia-nyiakan kesempatan ini,” ungkapnya.

Ibu Nurhayati mengungkapkan perlunya nilai tambah bagi seorang guru. karena seluruh proses pendidikan itu adalah membangun nilai tambah bagi kualitas individu seseorang. “Oleh karena itu, sebelum menjadi seorang pendidik, hal yang perlu dipersiapkan seorang guru adalah meningkatkan nilai tambah bagi dirinya sendiri terlebih dahulu,” tuturnya.

Tim Media

Read more...

Seminar Motivasi Suprarasional Gugah Para Guru di Acara KKP Yogyakarta

Foto: Motivasi cara berpikir suprarasional gugah para guru di KKP Yogyakarta/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kab. Sleman-D.I Yogyakarta – Pemandangan berbeda tersaji disela-sela gelaran kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP), sebanyak 60 guru pendamping dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dibekali motivasi cara berpikir suprarasional. Acara yang diprakarsai Direktorat Pembinaan SMP, Kemendikbud RI, mengundang langsung sang motivator, yakni Ridwan Hasan Saputra (RHS), bertempat di Griya Persada Convention Hotel & Resort, Sleman-D.I Yogyakarta, Rabu (24/10/2018).

Kegiatan yang digelar di Aula Maliawan berhasil menyita perhatian insan pendidik karena secara mengejutkan mendapatkan motivasi yang berbeda dari biasanya. Terlebih, selama dua jam acara berlangsung, sang motivator sukses menggugah kesadaran para guru yang mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini.

Dalam paparannya, Peraih Anugerah Peduli Pendidikan tahun 2014 Kemendikbud ini memberikan motivasi cara meraih rezeki dari jalan yang tak terduga dengan cara mendayagunakan fungsi akal, menghidupkan hati, dan panca indera secara terpadu.

Selain mendapatkan motivasi tersebut, para peserta juga mendapatkan sentuhan hati agar menjadi seorang guru yang berkah. Pak Ridwan pun tak sungkan berbagi pengalaman beliau tatkala harus berjuang dari titik nol hingga saat ini dipercaya menjadi pelatih olimpiade matematika tingkat internasional.

Foto: Peserta seminar menyimak paparan RHS terkait optimalisasi tiga antena kehidupan/Dok. KPM

Kisah perjuangan Pak Ridwan ini akhirnya menuai apresiasi dari para peserta yang sangat terinspirasi mengikuti jejaknya, seperti yang diungkapkan Bapak Bambang Trijono, guru dari SMPN 12 Surakarta. “Sangat luar biasa dan begitu menggugah kesadaran saya agar dapat memaknai profesi guru yang sesungguhnya. Saya berharap cara berpikir suprarasional ini dapat semakin tersebar dan dirasakan manfaatnya oleh setiap elemen bangsa, khususnya para pendidik yang merupakan tonggak perubahan bagi generasi mendatang,” ungkap Pak Bambang.

Sementara itu, Ibu Ismi Astari mengaku semakin termotivasi pasca mendapatkan bekal motivasi cara berpikir suprarasional. Ia pun berikhtiar akan membuat program perubahan bagi dirinya sendiri hingga keluarga terdekat. Terlebih, Ia dibuat terpana dengan konsep tabungan jiwa yang sampaikan Pak Ridwan. “Jika bangsa ini ingin menjadi bangsa yang besar dan berdaulat. Maka, konsep tabungan jiwa ini sangat tepat untuk terapkan,” pungkasnya.

Tim Media

Read more...

Pelatihan Matematika HOTS & Suprarasional Sambangi Bengkulu

Foto: Peserta pelatihan dari Kab. Seluma-Bengkulu/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bengkulu-- Perjalanan tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) tiba di Kab. Seluma, Bengkulu. Kini, giliran insan pendidik Kab. Seluma mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan matematika berbasis HOTS & cara berpikir suprarasional pada tanggal 22-25 Oktober 2018.

Sebanyak 40 guru dari Kab. Seluma akan dibekali pelatihan selama 4 hari 3 malam, bertempat di @Nanda Hotel, Jl. Puteri Gading Cempaka No. 51 Bengkulu. Pelatihan yang diprakarsai Kemendikbud RI bertema “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Proses Pembelajaran Matematika Berbasis HOTS Jenjang SD & SMP”.

Pada pelatihan kali ini, tim KPM dibuat berdecak kagum atas kehadiran dan semangat belajar para peserta. Jarak tempuh yang jauh tak menurunkan para peserta untuk menghadiri acara tersebut. Meskipun harus menempuh perjalanan 100 kilometer dari Kab. Seluma menuju pusat kota Bengkulu.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Kab. Seluma yang diwakili Kasie Kurikulum, Kesiswaan dan Karakter serta Sekretaris Dinas Pendidikan, Zezman Bajuri, S.Pd. Beliau mengapresiasi ikhtiar Kemendikbud RI dan KPM dalam mewujudkan generasi yang berkualitas.

Pak Zezman berharap para guru dapat mengikuti perkembangan zaman kekinian (milenial). Jika kompetensi masing-masing telah meningkat, maka akan berdampak pula pada hasil pembelajaran bagi siswa/siswinya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Ibu Hj. Siti Ruaini, S.H, M.H. berpesan agar para guru dapat menjadi fasilitator dalam mendidik. “Tak hanya belajar dan mengajar secara akal, namun gunakan hati agar rasa senang terhadap bidang matematika dapat terwujud,” ungkap Ibu Siti.

Tim Media

Read more...

Cara Unik RPM Cikarang Kenalkan Pendidikan Karakter Lewat Permainan

Foto: Pelajar RPM Cikarang & RPM Bumi Citra Lestari Wisata Edukasi di Kebun Raya Bogor/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kota Bogor, Jawa Barat—Dengan menggunakan seragam serba merah dan abu-abu, 40 pelajar Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Cikarang berbondong-bondong menyambangi Kebun Raya Bogor, Minggu (21/10/2018). Kedatangan pelajar kelas 4, 5, dan 6 ini rupanya bukan sekadar menikmati sejuknya alam kebun besar di Kota Bogor, melainkan mengikuti aktivitas Fun Math and Science  (FMS) bersama tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Sejak tahun 2017, program Fun Math and Science outdoor learning memang telah digandrungi puluhan sekolah di Jabodetabek sebagai sarana berwisata yang kental nilai-nilai edukasinya.

RPM Cikarang pun tak ingin melewatkan momen tersebut. Lembaga nirlaba pimpinan Ibu Vitri Wulandari ini mengikuti program FMS setelah memasuki tahun ketiga berdirinya RPM Cikarang. Dalam kesempatan tersebut juga, RPM Cikarang mengajak pelajar RPM Bumi Citra Lestari untuk turut serta.

Ibu Vitri kemudian menjelaskan mengapa kegiatan FMS ini sangat penting bagi generasi milenial. “FMS ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk memompa semangat anak-anak dan memaknai berbagai aspek karakter, seperti: religius, nasionalis, mandiri, dan kerja sama. Langkah tersebut dinilai cukup efektif sebagai upaya penguatan pendidikan karakter di era milenial saat ini,” ungkapnya.

Foto: Latihan berstrategi dengan permainan tic tac toe/Dok. KPM

Aktivitas yang menyajikan ragam permainan, seperti tic tac toe, hoopers, logic, toxic, hingga permainan Wisata Matematika Bela Negara mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para peserta.

Dwi Raihana Aristanti, pelajar kelas 4 asal SDIT Annur Cikarang , yang juga siswa RPM Cikarang, mengaku terkesan dengan aktivitas Fun Math and Science Outdoor Learning. “Gak Cuma seru-seruan, di sini kita banyak belajar matematika, sains, dan bela negara. Pokoknya komplit deh,” ujarnya bersemangat.

Foto: Permainan Matematika Bela Negara sebaga sarana penanaman nilai-nilai nasionalisme dan rasa kebangsaan/Dok. KPM

Hal senada juga diungkapkan Adelardcaesar Dinoputra Rakin. Ia pun berharap dapat mengikuti FMS satu tahun dua kali. “FMS tak hanya mengajarkan tentang keilmuan, namun kita belajar arti disiplin, tertib, hingga menyenangi matematika dan sains,” ujar pelajar yang memiliki hobi bermain sepak bola ini.

Bagi sahabat yang belum menentukan liburan bersama teman dan sahabat di sekolah, yuk ikuti Fun Math Science Outdoor Learning. Tentunya, dapat berlibur di nuansa alam pepohonan sekaligus juga ada unsur edukasi. Informasi selengkapnya hubungi 0812-8188-2562.

Tim Media

Read more...

Tim Pencak Silat KPM Raih Prestasi Gemilang di Ajang JKTC 10

Foto: Tim KPM raih prestasi gemilang di ajang JKTC 10/Dok. KPM

Bogorplus.com-DKI Jakarta— Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menorehkan tinta emas di bidang olah raga bela diri. Kabar membahagiakan datang dari tim pencak silat Satria Muda Indonesia (SMI) unit KPM yang meraih 19 medali di ajang Jakarta Pencak Silat Championship 10 (JKTC 10) yang dihelat di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, pada tanggal 20-21 Oktober 2018.

Bersaing di antara 2.345 atlet lainnya, tim KPM yang membawa 19 orang pelajarnya berhasil membukukan 3 medali emas, 12 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Ketua Tim Pelatih, Rian Ardiansyah, menjelaskan keberhasilan tim KPM meraih prestasi adalah sebuah anugerah yang sangat disyukuri karena raihan prestasi membanggakan ini dicapai para atlet level pemula.

Foto: Tim KPM sedang berjuang di ajang tengah arena pertandingan/Dok. KPM

“Meskipun ajang JKTC 10 diperuntukkan bagi atlet pemula, gak ini menjadi sebuah tantangan dan pengalaman tersendiri. Apalagi JKTC ini merupakan event berskala nasional dan pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga level persaingannya pun tak mudah. Namun, atas izin Allah Swt, Alhamdulillah tim KPM dapat mempersembahkan hasil yang terbaik,” ungkap Kang Rian (sapaan akrabnya).

Foto: Devi (kiri) bersama rekannya usai meraih medali emas/Dok. KPM

Keberhasilan tim KPM pada ajang JKTC 10 Ungkapan rasa syukur atas keberhasilan tim KPM pada ajang JKTC 10 dituturkan salah satu peraih medali emas kategori tanding SD, Devi Nurika Oktarifani. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur, tidak menyangka bisa meraih medali emas. Awalnya, saya berpikir hanya mempersembahkan yang terbaik. Modal semangat saya adalah dukungan penuh dari orangtua dan pelatih yang membina saya selama ini,” ujar pelajar kelas 6 SDIT Al Hidayah Bogor ini.

Foto: Gizzel Fatima Afran/Dok. KPM

Tak jauh berbeda dengan Devi, Gizzel Fatima Afran pun berhasil mendulang prestasi dengan meraih medali perak. Pelajar kelas 6 SD Insan Kamil Bogor ini senang terhadap pencak silat karena terinspirasi bahwa silat merupakan bela diri khas Indonesia. Pelajar yang memiliki hobi membaca ini juga memiliki harapan agar terus dapat berkiprah dengan pencak silat hingga di kancah internasional.

Berikut hasil lengkap tim KPM pada kejuaran JKTC 10 2018:

Medali Emas

  1. Aria Rana Ramadhan – SDN Beji 6 Depok (Tanding SD)
  2. Naura Putri Athia – SDIT Al Muzzammil Bekasi (Tanding SD)
  3. Devi Nurika Oktarifani – SDIT Al Hidayah Bogor (Tanding SD)

Medali Perak

  1. Corrina Alifya Armius – SDN Panaragan 1 Bogor (Tanding SD)
  2. Naufal Alhafizh – SDIT At Taufiq Bogor (Tanding SD)
  3. Hanan Farros Primatama – SDIT Darul Abidin Depok (Tanding SD)
  4. Mutia Rosyida Hanifa – SDIT Al Hidayah Bogor (Tanding SD)
  5. Haikal Muhammad Royyan – SDI Pondok Duta Depok (Tanding SD)
  6. Alma Subaila Salam – SMPIT Zaid Bin Tsabit Bogor (Tanding SMP)
  7. Nahya Shafwani Afifah – SDIT Al Ashr Bogor (Tanding + tunggal SD)
  8. Gizzel Fatima Afran – SD Insan Kamil Bogor (Tunggal SD)
  9. Leica Fatima Afran – SD Insan Kamil Bogor (Tunggal SD)
  10. Izzati Maharani Yusmanda – SDI Al Azhar 17 Bintaro Tangerang (Tunggal SD)
  11. Arseneo Fawwaz Bevin Sanfa – SDN Menteng 01 Jakarta (Tunggal SD)
  12. Raden Rahayuningati Ridwan Saputra – SMP Birrul Walidain Bogor (Tunggal SMP)

Medali Perunggu

  1. Enzo Muhammad Afran – SD Insan Kamil Bogor (Tunggal SD)
  2. Rafa Darussalam – SDN Mekarjaya 14 Depok (tunggal SD)
  3. Qaisha Firos Laudyamoza – SMP Nizamia Andalusia Jakarta (Tunggal SMP)
  4. Muchammad Alwan Nadhir Ramadhan – SMPN 115 Jakarta (Tanding SMP)

Tim Media

Read more...

KPM Gelar Silaturahim dengan Orangtua Siswa di Makodim Kota Bogor

Foto: Pertemuan orangtua siswa KPM di Makodim 0606/Kota Bogor/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kota Bogor, Jawa Barat – Sebagai ajang silaturahim sekaligus koordinasi proses kegiatan belajar mengajar (KBM), Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar pertemuan orangtua siswa di Markas Kodim 0606/Kota Bogor, Jl. Jendral Sudirman No.33, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (21/10/2018).

Sedikitnya 100 orangtua yang tergabung dalam kelas reguler memadati Aula Makodim. Pertemuan rutin setiap semester ini diperuntukkan bagi orangtua siswa/siswi yang memilih Kodim 0606/Kota Bogor sebagai lokasi belajar KPM.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan KPM ini diawali dengan menyanyikan lagu Mars KPM dan Selamat Datang. Agenda teranyar ini sengaja disisipkan dalam pertemuan orangtua  siswa dengan harapan orangtua semakin paham dan mengerti mengenai visi dan misi KPM melalui pemaknaan terhadap larik-lirik dari kedua lagu wajib KPM tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video-video seperti pengenalan Warung Berkah, profil KPM, dan profil pendiri Klinik Pendidikan MIPA, Ir. R. Ridwan Hasan Saputra,M.Si.

Saat tiba di acara inti, Asep Sapa’at, Kepala Bagian Divisi Pendidikan, tampil membawakan materi 'Menjadikan Anak Hebat dengan Cara Berpikir Suprarasional'. Dalam penjelasannya beliau memaparkan secara terperinci mengenai makna dari anak hebat dan langkah-langkah yang harus dilakukan para orangtua untuk mengantarkan putra/putrinya menuju gerbang masa depan gemilang. Salah satu orangtua siswa, Pak Yunardi Husain, menuturkan bahwa beliau mendapatkan manfaat dari materi pertemuan kali ini.

Foto: Kepala Divisi Pendidikan, Asep Sapa'at membawakan materi Menjadikan Anak Hebat dengan Cara Berpikir Suprarasional/Dok. KPM

“Materi kali ini sudah berkembang dari pertemuan sebelumnya karena memang yang kita inginkan itu adalah materi untuk orangtua, seperti bagaimana memotivasi orangtua sehingga memiliki pola pikir yang bagus, supaya orangtua dan anak ini sama-sama belajar” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Yenni, beliau merasa masih banyak ilmu yang ingin didapat lewat pertemuan orangtua seperti ini, “Sudah bagus karena kita bisa silaturahim dan mengetahui lebih mendalam seperti apa itu KPM. Untuk materi selanjutnya, mungkin bisa membahas mengenai buku suprarasional”.

Pertemuan siang dihadiri pula Presiden Direktur KPM. Dalam paparan singkatnya, Raden Ridwan Hasan Saputra mengungkap esensi budaya cium tangan sebagai simbol penghormatan tertinggi terhadap sosok guru. "Kita harus membangun tradisi cium tangan dari murid kepada orangtua dan guru. Esensinya, murid sangat menghormati dan memiliki kemauan kuat untuk belajar dari sosok gurunya. Karena hal itu, anak-anak bisa mendapatkan ilmu dan energi positif dari guru. Alhasil, murid - murid akan menjadi orang yang berhasil di masa depan." ujar Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

Foto: Presiden Direktur KPM, Raden Ridwan Hasan Saputra turut hadir memberikan motivasi kepada orangtua siswa/siswi/Dok. KPM

Sebagaimana diketahui, kerja sama antara Kodim 0606/Kota Bogor dan KPM sudah terjalin cukup lama. Sebagai markas pembina teritorial, Kodim membuka diri dengan memfungsikan tempatnya sebagai tempat belajar bagi para pelajar di Bogor dan sekitarnya dengan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan).

Tim Media 

Read more...

Pelatihan Matematika Berbasis HOTS & Suprarasional Sukses Menginspirasi Para Guru di Bima


Foto bersama saat hari terakhir kegiatan pelatihan/Dok. KPM

Bogorplus.com-Kota Bima-Nusa Tenggara Barat – Saat praktik pendidikan di Indonesia masih mengedepankan kemampuan atau potensi akademik semata, lain halnya bagi Mawardi, seorang guru di Bima yang terkesan apabila belajar matematika didukung konsep Matematika berbasis HOTS dan cara berpikir suprarasional.

Pak Mawardi merupakan satu dari 40 peserta pelatihan peningkatan kompetensi guru matematika yang digagas oleh Kemendikbud. Guru yang berdinas di SD Integral Luqman Al Hakim tergugah hatinya pasca mengikuti pelatihan bersama tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM), bertempat Hotel Marina, Jl. ST. Kaharudin No. 4, Kota Bima, pada tanggal 15-18 Oktober 2018.

Pak Mawardi menilai, esensi pendidikan ditekankan pada upaya pembekalan nilai-nilai luhur kepada anak didik. Cara yang dilakukan pun sebaiknya dengan cara yang menyenangkan dan berkesinambungan. “Dan, ternyata KPM telah memberikan pencerahan bagi kami lewat Matematika Nalaria Realistik (MNR) & cara berpikir suprarasional,” ungkap Pak Mawardi.

Hal senada juga diutarakan Ibu Sriwiyanti, rasa syukur yang tak terhingga pun Ia sampaikan karena telah mendapatkan pelatihan yang berbeda dari biasanya. Ia pun sepakat bahwa tugas seorang guru tak hanya sekadar transfer ilmu pengetahuan saja. Karena hasil pembelajaran pun dapat dipengaruhi oleh konsep belajar dan perilaku gurunya. “Semoga kami tetap istiqomah dalam mengimplementasikan gagasan MNR & suprarasional,” tuturnya.

Foto: Permainan Berlian Matematika (PBM) jadi sarana pembelajaran matematika/Dok. KPM

Selain Pak Mawardi & Ibu Sriwiyanti, ada juga Ibu Aisyah yang terinspirasi belajar matematika lewat sebuah permainan buah gagasan Ridwan Hasan Saputra (RHS). Di antaranya Permainan Berlian Matematika, Kartu Nara, dan Permainan Suprarasional Penguatan Karakter (PSPK).

Perjalanan tim KPM masih terus berlanjut, pasca menyambangi Kota-Bima-NTB. Tim yang terdiri dari lima orang ini akan menyambangi Kab. Seluma-Bengkulu (22-25 Oktober 2018) dan Kab. Aceh Besar (29 Oktober – 01 November 2018).

Tim Media

Read more...

KPM Kembali Gelar Pelatihan Matematika dengan Konsep HOTS & Suprarasional

Foto: Peserta Pelatihan 4 hari 3 malam, Minggu-Rabu, 14-17 Oktober 2018/Dok. KPM

Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menginisiasi program pelatihan matematika bagi para guru, orangtua, dan umum. Pelatihan yang berfokus pada pengembangan HOTS & Suprarasional digelar di Padepokan Amir Syahrudin, Jalan Raya Laladon, Ruko 1-3, Ciomas-Bogor, pada tanggal 14-17 Oktober 2018.

Kehadiran program ini menjadi jalan pembuka bagi para peserta yang ingin mengembangkan kerja sama dalam bentuk Rumah Pendidikan MIPA (RPM), Klub Matematika Seikhlasnya (KMS), dan Sekolah Center (SC). Lewat jalinan sinergi yang baik, KPM dan alumni pelatihan bisa berjuang bersama-sama menyebarluaskan konsep Matematika Nalaria Realistik (MNR) & Sistem Metode Seikhlasnya (SMS).

Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) ini dihadiri 27 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya: Jabodetabek, Pekanbaru, Makasar, Pekalongan, bahkan dari Timika (Papua).

Sebagaimana diketahui, konsep pembelajaran matematika berkembang dengan pesat, sejalan dengan perkembangan Higher Order Thinking Skills yang tengah digandrungi masyarakat pendidikan saat ini.

Tak bisa dipungkiri, kehadiran peserta setiap bulannya karena ketertarikannya pada konsep MNR dan Suprarasional. disamping itu, KPM dinilai lembaga yang tepat untuk meningkatkan kemampuan para guru karena selalu menghadirkan soal-soal unik.

Foto: Peserta pelatihan dikenalkan permainan matematika bela negara (PMBN)/Dok. KPM

Seperti halnya yang disampaikan salah satu guru dari MTs At Taqwa Putra Bekasi, Ibu Hj. Ismukaiyah bahwa pelatihan matematika berbasis HOTS dan suprarasional ala KPM begitu menggugah dan menantang. “Pelatihan ini sungguh amat menantang bagi saya, selain dapat cakap dalam berpikir, kita juga dilatih memiliki karakter yang baik sebagai seorang pendidik,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Pak Suyanto, peserta asal Timika, Papua. Kehadirannya di KPM dan bertemu para pelatih merupakan sebuah anugerah bagi dirinya. “Selain membuat kita memahami konsep matematika dengan MNR, hati kami pun dilatih agar setiap denyut aktivitas selalu melibatkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal tersebut yang menyadarkan saya untuk cerdas dalam berpikir dan ikhlas dalam beramal.” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, KPM selalu menghadirkan program-program yang mengedepankan perbaikan akhlak dan peningkatan kapasitas ilmu. Setidaknya, pelatihan Matematika dan Sains berbasis HOTS akan  digelar KPM setiap bulannya. Setelah pelatihan Matematika pada tanggal 14-17 Oktober 2018, jangan lewatkan pelatihan Sains berbasis HOTS dan Suprarasional pada tanggal 27-30 November 2018.

Tim Media

Read more...

Ridwan Hasan Saputra Jadi Pelatih pada Forum Pelatihan Guru di Malaysia

Foto: Ridwan Hasan Saputra silaturahim dan berbagi ilmu dengan para guru di Malaysia/Dok. KPM

Langkawi-Malaysia. -- Kementerian Pendidikan Malaysia mengundang Ridwan Hasan Saputra (RHS) untuk menjadi pelatih pada forum Pelatihan Guru di Malaysia. Acara yang bertajuk “Mathematics Olympiad Training Course Level 1 for Malaysia Teacher” digelar pada tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu, bertempat di Langkasuka Hotel Langkawi-Kedah.

Jabatan Pendidikan Negeri Kedah, Kementerian Pendidikan Malaysia, Mohd Hafiz Bin Mohd Salleh mengungkapkan, acara perdana yang dihadiri 30 orang guru ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada guru matematika berkaitan dengan olimpiade matematika. “Guru-guru di Malaysia belum pernah diberi kursus sebegini khas untuk matematika Olympiad. Justeru saya merasakan sangat perlu latihan ini demi memastikan peserta didik di Malaysia dapat dikenalkan matematik Olympiad yang lebih khusus dan berkesan,” ungkap Pak Hafiz dalam bahasa Melayu.

Di samping itu, lanjut Pak Hafiz, mendatangkan guru atau pelatih dari luar sangat diperlukan untuk saling bertukar pengetahuan. Atas dasar pemikiran tersebut, sosok Ridwan Hasan Saputra pun diundang untuk meningkatkan kompetensi para guru di forum pelatihan tersebut.

Selain mendapatkan bekal teknik pembelajaran olimpiade matematika, Pak Hafiz berharap forum ini dapat menjadi penyemangat bagi insan pendidik di Malaysia untuk menekuni dan mengembalikan kiprah prestasi peserta didik di Malaysia dalam bidang olimpiade matematika.

Foto bersama Ridwan Hasan Saputra (RHS) dengan para peserta pelatihan yang diprakarsai Kementerian Pendidikan Malaysia/Dok. KPM

Pak Hafiz menilai, kehadiran sosok Ridwan Hasan Saputra dapat menjadi inspirasi bagi kami. “Selain memiliki tingkat pengetahuan yang baik bagi para guru, faktor keikhlasan dalam mengajar/mendidik ditekankan oleh Pak Ridwan menjadi cerminan diri beliau dalam menghasilkan tenaga pendidik yang berkarakter dan berilmu,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, dalam lawatannya ke Malaysia, Peraih Tokoh Perubahan Republika tahun 2013 ini juga membawa dua pelajarnya untuk mengikuti Malaysia International Science Camp (MISC)  2018, yang digelar pada tanggal 13-15 Oktober 2018.

Tim Media

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com