Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: February 2019

KPM Asah Kompetensi Guru lewat Pelatihan

 Foto: Pelatihan guru KPM bersama Pak Al Azhary Masta/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat - Jika dipakai terus, gergaji akan makin berkurang ketajamannya. Agar tetap tajam, maka gergaji harus terus diasah. Itulah perumpamaan terkait aktivitas pelatihan guru KPM bersama Pak Al Azhary Masta (Pelatih Olimpiade Matematika) di ruko Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ahad (17/02/2019).

KPM sangat berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid-muridnya lewat ikhtiar menjamin kualitas guru dan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, mengundang para pelatih olimpiade matematika untuk hadir dan berbagi ilmu dengan para guru KPM menjadi pilihan strategi yang tepat.

Dadan Abdul Kohar, salah satu guru KPM yang hadir di sesi pelatihan menyatakan sangat senang bisa belajar dari Pak Al Azhary Masta. Lebih lanjut beliau menyampaikan ada dua ilmu yang didapatkan dari sesi pelatihan, yaitu bagaimana cara mengajarkan matematika dan bagaimana cara memanfaatkan semua nikmat dari Allah SWT. "Saya sangat senang dan berharap pelatihan guru seperti ini terus dilakukan secara berkala," tandas guru SMPN 1 Bogor ini.

Senada dengan hal tersebut, Ayunda Sri Wahyuningrum mengungkapkan bahwa pelatihannya sangat menarik dan menambah wawasan. Ilmu yang dipelajari sangat berguna untuk kebutuhan mengajar dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari - hari. "Materi pelatihan yang disajikan bukan hanya tentang matematika saja, namun juga membahas soal moral dan kehidupan. Hal ini sangat penting bagi kita sebagai pengajar dan pendidik." tegas guru KPM yang mengajar juga sebagai dosen di Unindra ini.

Setelah ilmu didapatkan, saatnya guru-guru KPM kembali ke ruang kelas masing-masing untuk mengajar dengan ilmu baru dan semangat baru. Practices makes perfect. Selamat menerapkan ilmu dari Pak Al Azhary Masta, Bapak dan Ibu guru KPM.

Tim Media

Read more...

Optimalkan 3 Antena, Raih Hasil UN Terbaik

Foto: Pelajar RPM Cikarang mendapatkan bekal motivasi suprarasional jelang UN/Dok. KPM

Bogorplus.com-Cikarang, Kab. Bekasi - Sebagian besar pelajar kita masih menganggap Ujian Nasional (UN) menjadi hal menakutkan. Tak ada guna sibuk menyangkal. Yang perlu dipikirkan, bagaimana mengubah cara berpikir anak-anak kita tentang makna UN dan kesuksesan masa depan.

Di sela-sela mengisi sesi pelatihan motivasi UN dengan cara berpikir suprarasional, Ahad (17/02/2019), Muhammad Khoiron berbagi resep untuk bisa lewati hadangan UN.

Jangan jadikan UN sebagai momok menakutkan. Justru sebaliknya, jadikan UN sebagai sahabat yang harus 'didekati dan' 'dipahami'. Jika hal itu sudah dilakukan, keberhasilan melewati UN akan mengantarkan kita pada keberhasilan berikutnya. "Kesuksesan itu bisa kita raih dengan mengoptimalkan 3 antena kita, yaitu panca indera, akal, dan hati," ungkap pria kelahiran Sidoarjo ini dengan penuh antusias.

Beliau menyampaikan harapannya secara khusus kepada anak-anak RPM Cikarang. "Semoga mulai hari ini dan seterusnya, mereka bisa melakukan hal-hal nyata untuk menjadi insan yang lebih baik, lebih rajin beribadah, lebih taat pada orangtua, dan lebih semangat belajar." tegas Kak Iron (sapaan akrab), pemegang sertifikasi hypnoteraphy ini.

Tim Media

Read more...

Siap Hadapi UN dengan Praktikkan Ilmu Suprarasional

Foto: Pelajar RPM Cikarang mendapatkan bekal motivasi suprarasional jelang UN/Dok. KPM

Bogorplus.com-Cikarang, Kab.Bekasi  - Ujian Nasional (UN) sebentar lagi akan digelar. Semua sekolah menyambut agenda UN dengan beraneka ragam cara. Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Cikarang mempersiapkan para pelajar kelas 6 SD dan 9 SMP dengan cara menyelenggarakan pelatihan suprarasional.

Kepala RPM Cikarang, Bu Vitri Wulandari menjelaskan bahwa pelatihan suprarasional diberikan kepada para pelajarnya agar mereka bukan hanya siap dalam aspek akademis saja, namun siap secara mental dan spiritual. "Kami memilih pelatihan suprarasional agar anak-anak bisa dibekali cara untuk mengoptimalkan faktor fisik, akal, dan hati sehingga mereka mampu berhasil melewati tantangan UN." urai alumnus Institut Pertanian Bogor ini.

Pelatihan motivasi UN dengan cara berpikir suprarasional sendiri dilaksanakan di ruko KPM Cikarang, Ahad (17/02/2019). Narasumber dari KPM Pusat diundang khusus untuk mengisi sesi pelatihan ini.

Dengan adanya pelatihan suprarasional bagi para pelajar RPM Cikarang, Bu Vitri berharap mereka lebih semangat lagi belajarnya dan  secara konsisten dapat meningkatkan kualitas ibadah serta selalu berbuat baik.

Tim Media

Read more...

Ketika Kepala Sekolah Belajar Ilmu Suprarasional

Foto: Ustadz Arodhi membekali para Kepala Sekolah dan Orangtua dengan suprarasional/Dok. RPM Cikarang

Bogorplus.com-Cikarang, Kab. Bekasi - Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Cikarang baru saja selesai menggelar pertemuan orangtua di Gedung Theater Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Ahad lalu (17/02/2019). Di antara para peserta yang dominan dihadiri oleh orangtua siswa KPM Cikarang, guru-guru Klub Matematika Seikhlasnya (KMS), orangtua siswa KMS Se-Cikarang, turut hadir juga beberapa kepala sekolah yang ikut belajar di forum tersebut. Yang luar biasa, para kepala sekolah sungguh-sungguh menyimak sajian materi pelatihan suprarasional dan berkomitmen menerapkan ilmunya pasca pelatihan.

Buku BEST SELLER Cara Berpikir Suprarasional Karya Ridwan Hasan Saputra, dapatkan di KPM Mart (pesan disini)

Kepala SDIT Al Kautsar Cikarang, Dadan Hidayat menjelaskan bahwa untuk menjadi orang sukses dan bahagia mesti melakukan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas. Artinya, aspek akal, hati, dan panca indera harus saling terkait sehingga kita dapat menjadi orang sukses dan bahagia.

Senada dengan penuturan tersebut, Yusuf, Kepala SDIT An Najma Cikarang mencatat ada 4 poin penting yang dipahaminya terkait cara berpikir suprarasional, di antaranya: 1). Optimalkan semua antena hidup (akal, hati, panca indera), 2). Berusaha menjalani hidup dengan hati bersih, 3). Pentingnya memiliki tabungan jiwa sebanyak - banyaknya, 4). Rezeki akan melimpah jika kita menyiapkan wadah yang besar juga.

Saat dikonfirmasi tim Bogorplus tentang upaya tindak lanjut dari keduanya setelah mendapat ilmu suprarasional, Pak Dadan secara lugas menjawab akan mengintrospeksi dirinya terlebih dahulu untuk meluruskan niat, memaksimalkan akal, dan melejitkan potensi. Jika hal itu sudah terjadi, langkah berikutnya adalah menyampaikan ilmu ini kepada rekan - rekan guru dan orang lain.

Kepala SDIT An Najma Bekasi, Pak Yusuf menguraikan bahwa setelah mengenyam ilmu  suprarasional, beliau akan berusaha mengoptimalkan 3 antena, baik secara pribadi maupun untuk organisasi. Selain itu, beliau juga akan berusaha menjalani hidup dengan hati bersih dan ikhlas, berusaha menambah tabungan jiwa agar rezeki kita melimpah karena wadah kita memang besar. Salut untuk semangat belajar para kepala sekolah ini.

Tim Media

Read more...

KPM Dorong Pengembangan Potensi Anak Muda di Kampung Matematika

Foto: KPM melatih dan membekali para pemuda yang bermukim di kampung matematika agar memiliki keterampilan sebagai tutor dan pendamping wisata/Dok. KPM

Kampung Matematika Laladon, Ciomas -  Semakin banyaknya tamu yang berkunjung ke kampung matematika mesti direspons secara positif. Program wisata edukasi di kampung matematika membutuhkan para tutor dan pendamping wisata.

Dengan mengusung semangat 'Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat', KPM memahami pilihan strategi untuk menyiasati hal tersebut. Lewat kegiatan Training of Trainer (TOT), KPM melatih dan membekali para pemuda yang bermukim di kampung matematika agar memiliki keterampilan sebagai tutor dan pendamping wisata.

Ryky Tunggal Saputra Aji, Kepala Bagian Pelatihan di KPM menyampaikan bahwa kegiatan TOT merupakan mekanisme pembekalan bagi para pemuda kampung matematika. Kegiatan ini juga merupakan tahapan seleksi untuk memilih siapa yang paling siap dan cakap untuk terlibat dalam kegiatan wisata di kampung matematika. "Para peserta TOT diberikan pembekalan materi pengantar Fun and Math Science (FMS), materi ice breaking, dan simulasi permainan matematika. Para peserta juga akan langsung melakukan simulasi sebagai tutor atau pendamping." ungkap pria asal Purwokerto ini.

Di akhir wawancara beliau mengungkapkan harapannya agar dari proses kegiatan TOT ini akan lahir para pemuda yang handal menjadi tutor atau pendamping yang siap terjun langsung dalam kegiatan FMS, serta bisa memberikan sumbangsih nyata pada lingkungannya.

Tim Media

Read more...

RPM Cikarang Gelar Agenda Pertemuan Orangtua

Foto: Kegiatan pertemuan orangtua sekaligus pelatihan suprarasional digelar KPM Cikarang/Dok. KPM Cikarang

Bogorplus.com-Cikarang, Kab. Bekasi - Ada pemandangan tak biasa tampak di Gedung Theater Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Ahad (17/02/2019). Kegiatan pertemuan orangtua yang digagas RPM Cikarang kali ini sedikit berbeda karena dirancang dalam kemasan pelatihan suprarasional.

Ibu Elis, orangtua siswa dari Nailal Husna (siswa kelas 4 SD) mengaku langsung melakukan introspeksi diri saat menyimak pelatihan suprarasional. "Seberapa besar wadah biru yang sudah saya miliki?" tanyanya pada diri sendiri. Setelah mendapat ilmu suprarasional, saya akan berusaha mengajak keluarga inti dulu untuk memperbesar wadah biru. Caranya? "Saya harus menghidupkan kalbu."

Dalam keterangan terpisah, Ibu Mien Hermilah mengaku mendapatkan ilmu yang sangat luar biasa. Ternyata, jiwa pun punya kebutuhan yang harus dipenuhi karena awalnya beliau berpikir hanya kebutuhan raga saja yang harus dipenuhi.

Begitu pula dengan yang dirasakan Sapto Wijatmoko, antena manusia harus dioptimalkan dengan baik untuk ketiga aspek, yaitu akal, fisik, dan hati. "Saya akan menerapkan ilmu di kehidupan nyata untuk seluruh anggota keluarga agar bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhirat." ujar ayah dari Fikri Ramadhan dengan penuh semangat.

Tim Media

Read more...

KPM Perkuat Komitmen Orangtua dalam Mendidik Anak

Foto: Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra memberikan pesan motivasi pada pertemuan orang tua siswa/Dok. KPM

Bogor - SD Insan Kamil dipenuhi sekitar 500 orangtua siswa Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kelas reguler, kelas Pintar Matematika Nalaria Realistik (PMNR),  dan kelas Matematika Nalaria Realistik Plus (MNR Plus), Ahad (17/02/2019). Ratusan orangtua menghadiri agenda pertemuan orangtua yang menjadi agenda rutin di KPM.

Foto: Pertemuan kelas reguler, kelas Pintar Matematika Nalaria Realistik (PMNR), dan kelas Matematika Nalaria Realistik Plus (MNR Plus)/Dok. KPM

Siti Khoerunnisa, Kepala Bagian Pendidikan di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan visi dan misi KPM. Selain itu, pertemuan ini kita manfaatkan juga untuk memperkuat komitmen para orangtua yang memercayakan putra-putrinya belajar di KPM. "KPM dan orangtua harus memiliki visi yang sama dalam mendidik anak-anak. KPM sendiri dengan visinya untuk meninggikan derajat manusia sangat fokus untuk memperbaiki akhlak anak bangsa. Karena tugas ini tak mudah dan memerlukan kerja sama, maka kesamaan visi dan pemikiran antara KPM dan orangtua mesti diupayakan dengan baik." ujar Siti Khoerunnisa.

Dari kegiatan pertemuan orangtua ini diharapkan orangtua siswa KPM bisa lebih memahami KPM dan bisa lebih aktif terlibat dalam program - program yang digagas dan dilaksanakan KPM.

Tim Media 

Read more...

KPM Gelar Pembinaan UN Bayaran Seikhlasnya

Foto: Kelas Pembinaan UN/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) terus berkomitmen memberikan kontribusi untuk dunia pendidikan.  Salah satu ikhtiar yang dilakukan dengan mengadakan pembinaan Ujian Nasional (UN) bagi para siswa KPM dengan bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan).

Ghina Fikriani Rahman selaku tim pendidikan menjelaskan program pembinaan UN telah dimulai sejak bulan September di Tahun Ajaran 2018/2019. “InsyaAllah pembinaan akan kita laksanakan selama 8 pertemuan. Selain proses pembekalan, peserta juga dibekali dengan tes uji coba (try out) yang akan kita berikan pada pertengahan dan akhir pertemuan,” ujarnya.

Guru Bahasa Inggris KPM, Fitri Umi Hamsyah mendukung penuh program ini. “Pembinaan ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya  dalam mempersiapkan UN yang akan segera digelar pada bulan April dan Mei 2019,” kata Fitri.

Guru yang telah mengabdi selama 6 tahun di KPM ini berpesan agar para siswa terus meningkatkan semangat belajar, latihan, dan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Ilmu, Allah Swt agar pada pelaksanannya diberikan kelancaran serta hasil terbaik.

Tim Media 

Read more...

Pendidikan Budi Pekerti

Sumber foto ilustrasi: www.freepik.com

Pendidikan budi pekerti menjadi persoalan serius kita. Karena dikucilkan puluhan tahun, kini melacaknya bagai mencari jarum di tumpukan jerami.  Sebagai suatu materi pendidikan, pendidikan budi pekerti timbul tenggelam dalam kurikulum pendidikan nasional di Indonesia. Tanda kita tak serius membentuk manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.

Bicara pendidikan, intinya budi pekerti. Karena budi pekerti dianggap sepele, kita sekadar mengajarkan ilmu tentang budi pekerti. Bukan mendidik budi pekerti. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, belajar adalah proses jiwa yang bertujuan untuk membentuk akhlak yang mulia. Jiwa yang baik menghasilkan akhlakul karimah, sedangkan jiwa yang buruk menghasilkan akhlak mazhmumah. Maka, tugas sejati pendidikan adalah mendidik jiwa (qalbu) anak dengan siraman iman. 

Rasulullah SAW bersabda: "Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, akan baik pula (amal dan perilaku) semua jasadnya. Dan, apabila segumpal daging itu buruk, akan buruk pula (amal dan perilaku) semua jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging itu namanya Qalbu." (HR. Muslim)

Ketika anak sudah berani membantah nasihat orang tua, berkata-kata kasar dan menyakiti perasaan orang tua, apakah ada pendidikan budi pekerti di rumah? Mengapa pula ada orang tua yang resah karena anaknya tidak juara kelas, tetapi tak resah ketika anaknya berani meninggalkan shalat? Setali tiga uang dengan yang terjadi di sekolah. Banyak orang terpelajar, tapi tak terdidik. Terpelajar bicara kecerdasan, terdidik bicara budi pekerti. Gelarnya tinggi, tapi perilakunya membuat masyarakat prihatin. Inilah akibat jika manusia hanya dilatih kecerdasannya saja tanpa dididik budi pekertinya. Beruntunglah keluarga dan sekolah yang istiqamah mendidik dan menyucikan jiwa anak-anak sehingga menjadi manusia berbudi pekerti luhur (QS asy-Syams: 9 – 10). 

Orang tua dan guru hendaknya setia membimbing anak kepada akhlak mulia. Diriwayatkan dari Anas RA yang telah menceritakan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepadanya: "Wahai anakku, jika engkau mampu membersihkan hatimu dari kecurangan terhadap seseorang, baik pagi hari maupun petang hari, maka lakukanlah!" Selanjutnya, beliau melanjutkan: "Wahai anakku, yang demikian itu termasuk tuntunanku. Barang siapa yang menghidupkan tuntunanku, berarti ia mencintaiku, dan barang siapa yang mencintaiku, niscaya akan bersamaku di dalam surga." (HR Tirmidzi).

Idealnya, mendidik budi pekerti pada diri anak-anak dilakukan sejak dini. Imam Al-Ghazali, dalam kitabnya Ihya Ulumuddîn, menjelaskan beberapa cara untuk mendidik budi pekerti anak-anak, "... Hendaknya dia dilarang memulai pembicaraan dan dibiasakan untuk tidak berbicara selain untuk menjawab sesuai dengan kadar pertanyaan. Hendaklah dia dibiasakan untuk mendengar dengan baik jika orang lain yang lebih besar daripadanya berbicara, berdiri menghormat orang yang lebih atas daripadanya, meluaskan tempat duduk baginya, duduk di hadapannya dengan sopan, tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak ada gunanya dan kata-kata yang kotor, tidak mengeluarkan kutukan dan makian, serta tidak bergaul dengan orang yang mulutnya biasa mengeluarkan sesuatu dari kata-kata tersebut. Demikian, itu karena sesungguhnya hal itu pasti karena terpengaruh dari teman-teman yang buruk, padahal pokok pendidikan bagi anak-anak adalah menghindarkannya dari teman-teman yang jahat." (Abdur Rahman, 135)

Sebagai orang tua dan guru, didiklah diri sendiri sebelum kita mendidik anak-anak. Karena tanpa keteladanan, pendidikan budi pekerti tak akan pernah bisa melahirkan generasi cerdas dan berakhlak mulia. Mendidik budi pekerti bukan berwacana. Dengan niat dan ikhtiar mendidik karena mengharap ridha Allah SWT, alangkah lebih baiknya jika disempurnakan dengan doa yang kerap dipanjatkan Rasulullah SAW supaya kita senantiasa diberi kemuliaan akhlak: "Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang paling baik, karena tiada seorang pun yang mampu menunjukkan hal ini kecuali Engkau. Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, karena tidak ada yang dapat menjauhkan hal itu kecuali Engkau." (HR Ahmad).

 

Wallahu a'lam bishawab.

(Tulisan pernah dimuat di Hikmah Republika edisi 27 Januari 2017)

Read more...

Cita dan Harapan Belajar di KMS Averroes Rabbani

Foto: KBM di Yayasan Averroes Bekasi/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bekasi, Jawa Barat - 'Akal Cerdas, Hati Bercahaya, Akhlak Mulia' bersama Klub Matematika Seikhlasnya (KMS) Averroes Rabbani, tulisan besar terpampang di dekat meja registrasi itu menarik perhatian. Mulai 02 Februari 2019, KMS Averroes Rabbani menyelenggarakan pembelajaran perdana. Setiap Sabtu (15.30 - 17.00), Aula Sholat Center Indonesia, Jl. Kemang Sari IV, No. 5, Jati Bening Baru, Pondok Gede, Bekasi selalu disesaki siswa dan orangtua yang mengantar dan mendampingi putra-putrinya belajar matematika.

Ibunya Rafif (Kelas 5 SD) dan Zahra (Kelas 1 SD)  bercerita tentang kisah awal mengikuti program KMS. "Saya dapat informasi dari pesan WA teman, pendiri lembaga ini (Klinik Pendidikan MIPA) adalah pelatih olimpiade. Saya sangat tertarik untuk ikut program ini. Belajar Matematika Nalaria Realistik juga relatif lebih mudah dipahami oleh anak-anak saya."

Ibu dari Arini Aula Maulida (Kelas 1 SD) juga mengungkapkan rasa senang dan harapannya untuk putrinya yang belajar di KMS Averroes Rabbani. "Belajar Matematika Nalaria Realistik ini bagus sekali, terutama fokus untuk mengasah nalar. Semoga kemampuan ini bisa berguna untuk masa depan anak saya. Di sini juga dibiasakan membaca Al Qur'an sebelum belajar, membaca Asmaul Husna, dan ada penanaman akhlak."

Tim Media

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com