Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: February 2019

Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

UPAYA MENDAPATKAN REZEKI DARI JALAN YANG TAK TERDUGA

Judul Buku : Cara Berpikir  Suprarasional
Penulis : Raden Ridwan Hasan Saputra
Editor : Muh. Iqbal Santosa
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : April 2017
ISBN : 978-602-0822-68-6
Tebal : X + 178 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Setiap orang menginginkan rezeki yang berlimpah. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kekayaan, dari cara-cara rasional seperti bekerja atau investasi hingga cara irasional seperti meminta bantuan makhluk gaib.  Kita dapat memperoleh rezeki  yang berlimpah apabila kita mampu mengubah cara berpikir kita

Cara berpikir manusia dibagi menjadi empat yaitu (1)natural yaitu berpikir secara alamiah, sifatnya rutin tanpa adanya inovasi atau antisipasi masalah, (2) rasional ; menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar, (3) supranatural ; cara berpikir dengan meminta bantuan makhluk gaib untuk menyelesaikan masalah, seperti sesajen, susuk, akhirnya dapat mengarah perbuatan syirik  (4) suprarasional

Cara berpikir Suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai ketika menghadapi masalah yang sangat sulit bahkan tidak dapat diselesaikan dengan cara berpikir rasional.  Suprarasional menjadikan faktor gaib dalam hal ini adalah Allah Swt, sebagai faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau tindakan.

“Kuasailah cara berpikir suprarasional jika kita ingin menjadi orang-orang yang mempunyai karya besar” (hal:1)

Sebagai contoh seorang petani yang mempunyai pola pikir natural, hanya berpikir  menanam, merawat dan kemudian memanen, hasilnya langsung dijual ke tengkulak. Jika berpikir rasional, petani tersebut membuat inovasi, misalnya dengan membuat nilai tambah dari produk yang dihasilkan , sehingga nilai jualnya lebih tinggi Petani yang berpikir suprarasional , setelah melakukan usaha rasional secara maksimal, akan diimbangi dengan pendekatan kepada Allah Swt antara lain; sholat sunat (duha, tahajud,rawatib), puasa sunah, zakat , sedekah, infak dan ibadah ritual lainnya. Dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga, seperti dalam firman Allah QS : Ath-Thalaq ayat 2-3

Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” (hal : 48)

Buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi kehidupan dengan cara berpikir suprarasional . Jika masyarakat yang berpikir suprarasional semakin banyak di negeri ini, Insya Alloh Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thoyibatun warrobun ghofur atau negara yang subur, makmur, adil dan aman.

Read more...

Yayasan Al Muqorrobin Mengkaji Ilmu Suprarasional


Foto: Peserta pelatihan suprarasional Yayasan Al Muqorrobin, Depok, Jawa Barat/Dok. KPM

Bogor, Jawa Barat -- Setiap lembaga memiliki cita - cita dan harapan untuk terus maju dan berkembang. Hal ini bisa diwujudkan jika ada kesamaan pikiran dan gerak langkah dari semua pihak di lembaga tersebut. Atas dasar pemikiran tersebut, Yayasan Al Muqorrobin menggelar pelatihan suprarasional bagi pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, karyawan, dan orangtua, Sabtu (09/02/2019).

Ingin menyelesaikan masalah dan mendapatkan rezeki dari jalan yang tak terduga? segera miliki buku suprarasional. (klik disini untuk pesan)

Ketua Yayasan Al Muqorrobin, Muhammad Memet Mara Solariansyah, menjelaskan bahwa pelatihan suprarasional dilaksanakan dengan tujuan agar semua pihak bisa memiliki persepsi untuk mencapai tujuan lembaga. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan suprarasional ini memberikan pencerahan terhadap pemikiran. "Selama ini kita hanya berpikir dengan otak, mestinya berpikir dengan hati. Karena jika hati digunakan untuk berpikir, segala urusan akan dikembalikan kepada Allah SWT. Jika hal itu dilakukan, semua hal pasti terjadi sesuai kehendak - Nya." Beliau berharap, pelatihan suprarasional bisa jadi momentum bagi semua pihak di Yayasan Al Muqorrobin untuk memaknai kerja sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Foto: Peserta pelatihan suprarasional Yayasan Al Muqorrobin, Depok, Jawa Barat/Dok. KPM

Hal senada diungkapkan Bambang Permana selaku kepala SMPIT Al Muqorrobin. Baginya, ada banyak pencerahan yang didapatkan dari sesi pelatihan suprarasional. Jika ingin berhasil dalam hidup, perbanyak tabungan jiwa. Semoga dengan cara ini, kualitas SMPIT Al Muqorobin semakin baik. "Semoga pelatihan ini dilaksanakan secara berkala." harap pemilik gelar sarjana pendidikan ini.

Sajian materi dan kualitas narasumber  pelatihan suprarasional memiliki keunggulan tersendiri. "Pelatihannya seru, pematerinya interaktif, dan konten materinya sangat mencerahkan." urai Diana Puji Lestari, guru psikologi di SMPIT Al Muqorobin. Bu Diana berharap dengan pengamalan ilmu suprarasional bisa membuat lembaga semakin maju.

Tim Media

Read more...

KEUTAMAAN MENGAJAR*

Foto ilustrasi: Kegiatan belajar mengajar di Klinik Pendidikan MIPA/Dok. KPM

Mengajar adalah bagian penting dari proses pendidikan. Saking pentingnya mengajar (menyebarkan ilmu), Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan lalu ia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat kelak Allah SWT akan mengekangnya dengan kekang api neraka.” (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi).

Sebaliknya, beruntunglah bagi para guru yang gemar mengajarkan ilmu kepada para muridnya. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR Ibnu Majah).

Siapa sosok pengajar yang patut diteladani? Muhammad Rasulullah SAW. Beliau menyatakan sendiri dalam sabdanya: “Sungguh aku telah diutus (oleh Allah SWT) sebagai seorang pengajar.” (HR Ibnu Majah).

Ada beberapa inspirasi yang bisa guru pelajari dari potret pengajaran Rasulullah SAW. Pertama, Rasulullah SAW adalah pribadi pengajar yang punya sifat kasih sayang, menjauhi kesulitan, menyukai kemudahan, senantiasa berbuat baik dan mencurahkan kebaikan kepada orang lain (QS at-Taubah: 128).

Kedua, pengajar hendaknya memiliki kemampuan berbicara yang jelas dan tak tergesa-gesa. Imam Tirmidzi dalam Kitab Asy-Syamail meriwayatkan, dari Aisyah RA bahwasanya ia berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah berkata dengan tergesa-gesa sebagaimana yang biasa kalian lakukan. Akan tetapi, beliau berkata dengan ucapan yang sangat jelas dan terperinci, sehingga orang lain yang duduk bersamanya akan dapat menghafal setiap perkataan beliau.” (HR Imam Tirmidzi).

Ketiga, setiap murid bisa belajar memahami suatu ilmu tetapi tidak di waktu yang sama. Oleh karena itu, guru harus sabar untuk mau mengulangi penjelasan yang sama kepada beberapa murid yang terlambat memahami.

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Anas RA bahwasanya dia berkata: “Rasulullah sering mengulang-ulang perkataan beliau sebanyak tiga kali; hal itu dimaksudkan agar setiap perkataan yang beliau paparkan dapat dipahami.” (HR Imam Tirmidzi).

Keempat, ajarkan ilmu sesuai dengan kondisi pengetahuan para murid dan apa yang mereka sukai. Rasulullah SAW bersabda: “Katakanlah kepada manusia sesuai dengan apa yang mereka ketahui, serta tinggalkanlah apa yang tidak mereka ketahui dan tidak mereka sukai. Apakah kamu ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan?” (HR Bukhari).

Kelima, gunakan metode mengajar yang bervariasi sesuai tingkatan kecerdasan murid. Karena hakikatnya setiap murid bisa belajar tetapi tidak dengan cara yang sama.

Aisyah RA menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Kami khususnya, para nabi, diperintahkan untuk menempatkan orang sesuai dengan tingkatan mereka. Dan supaya kami menyampaikan kepada mereka menurut tingkatan pengertian (kecerdasannya).” (HR Abu Dawud).

Mengajar adalah pekerjaan dan tugas yang mulia. Bahkan, Imam al-Ghazali mengumpamakan guru pengajar ibarat matahari sebagai sumber kehidupan dan penerangan di langit dan di bumi. Dengan ilmunya, seorang guru pengajar dapat memberikan penerangan kepada umat sehingga mereka dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh Allah, para Malaikat-Nya, serta semua penghuni langit dan bumi termasuk semut dalam lubangnya dan ikan-ikan, sungguh semuanya mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang mengajari manusia.” (HR Tirmidzi). Masya Allah. Wallahu a'lam bishawab.

* Tulisan pernah dimuat di Hikmah Republika edisi 18 Oktober 2016

Read more...

Siapkan Tabungan Jiwa lewat Program Alumni KPM Mengajar

Foto: Angkatan pertama program "Alumni Mengajar"/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat -- Program alumni Klinik Pendidikan MIPA (KPM) mengajar mulai digulirkan. Tahapan penting yang harus dilakukan adalah membekali para alumni KPM dengan ilmu tentang cara mengajar. Pembekalan kiat mengajar pun digelar di Sekolah Islam Darul Jannah, Sabtu (09/02/2019).

Penggagas program alumni KPM mengajar, Ridwan Hasan Saputra (Presiden Direktur KPM) menjelaskan bahwa program ini diadakan dengan tujuan utama untuk menyiapkan para alumni KPM agar siap menghadapi tantangan zaman. "KPM tak hanya sekadar membekali kemampuan akademik saja, namun membekali pula keterampilan mengajar, cara berkomunikasi, dan upaya menyiapkan tabungan jiwa untuk masa depan sedari muda." ungkap Tokoh Perubahan Republika 2013 ini.

KPM memiliki harapan besar, suatu saat nanti, para alumni KPM akan menjadi generasi yang tangguh, pintar, berjiwa sosial tinggi sehingga kelak mereka bisa meraih kesuksesan masa depan yang membahagiakan orangtua, masyarakat, dan bangsa. Yang tak kalah penting, kesediaan dan keikhlasan para alumni KPM terlibat dalam program alumni mengajar bisa jadi tabungan jiwa sebagai investasi bagi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat mereka kelak. Semoga.

Tim Media

Read more...

Alumni KPM Belajar Cara Mengajar

Foto: Ridwan Hasan Saputra (RHS) membekali para alumni KPM agar memperbanyak tabungan jiwa lewat program "Alumni Mengajar"/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat -  Sebanyak sembilan orang siswa alumni Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dari berbagai sekolah di Jakarta, Depok, Serpong, Bekasi, Bogor, Sukabumi belajar tentang cara mengajar di Sekolah Islam Plus Darul Jannah, Sabtu (09/02/2019).

Kehadiran kesembilan siswa - siswi alumni KPM itu dikemas dalam program pelatihan mengajar untuk alumni KPM. Setelah mendapatkan ilmu dari pelatihan, para siswa alumni KPM akan terjun langsung mempraktikkan ilmunya di ruang kelas.

Alifia Zahratul Ilmi, alumni KPM yang bersekolah di SMAN 1 Bogor menjelaskan suasana seru yang dirasakannya saat mengikuti pelatihan. "Acaranya seru. Saya dapat ilmu cara berkomunikasi dan bagaimana cara mengajar yang baik." tutur salah satu siswi yang belajar di KPM sejak kelas 3 SD.

Foto: Alifia Zahratul Ilmi (Alumni KPM dari SMAN 1 Bogor)/Dok. KPM

Hal yang sama pun dirasakan Reyfandi Nawal Pratama. Siswa SMPN 115 Jakarta ini pun turut angkat suara terkait keikutsertaannya di acara pelatihan mengajar untuk alumni KPM. "Acaranya seru dan menarik. Saya bisa belajar trik untuk berbagi ilmu pada orang lain. Semoga semakin banyak ilmu yg dibagikan, ilmu yg saya miliki makin melekat dan semakin saya kuasai." urai alumni KPM yang bercita - cita ingin menjadi dokter ini.

Bagi Bunga Fadhilah Sunaryo, motivasi terbesar mengikuti acara pelatihan adalah agar dirinya bisa berbagi ilmu dan menebar manfaat untuk orang lain. Siswi Al Wildan Islamic School Serpong ini tak dapat menyembunyikan rasa senangnya karena dirinya mendapat banyak ilmu dari sesi pelatihan yang diselenggarakan KPM.

Tim Media

Read more...

Dari KMS Averroes Rabbani untuk Indonesia

Foto: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) perdana di KMS Averroes Bekasi, Sabtu (02/02/2019)/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bekasi, Jawa Barat -- Ribuan langkah yang telah dilalui selalu bermula dari langkah pertama. Yayasan Averroes Rabbani punya  cita-cita luhur untuk melahirkan generasi yang cerdas akalnya, mulia hatinya, dan luhur budi pekertinya. Kegiatan perdana Klub Matematika Seikhlasnya yang digagas bersama antara Yayasan Averroes Rabbani dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) jadi tonggak sejarah yang mengawali perjuangan untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

Persiapkan dirimu menghadapi kompetisi nasional maupun internasional bersama kegiatan MIHT (Daftar disini)

Siti Khotijah, M. Si. selaku pembina Yayasan Averroes Rabbani menuturkan, "Alhamdulillah, cita-cita kami untuk melahirkan generasi Rabbani telah dimulai hari ini. Kami berharap anak-anak yang belajar di KMS Averroes Rabbani dapat menjadi orang - orang yang turut mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menyebarkan syiar Islam."

Beliau dengan penuh antusias menyampaikan bahwa gagasan dan cita-cita pendirian KMS ini ternyata mampu menarik perhatian masyarakat. Kami hanya menyebarkan informasi lewat pesan Whatsapp (WA). Sore ini ada 182 anak yang hadir dan ada beberapa orang tua yang melakukan pendaftaran langsung di lokasi kegiatan KMS.

Foto: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) perdana di KMS Averroes Bekasi, Sabtu (02/02/2019)/Dok. KPM

"Kami tak kuasa menolak orangtua yang langsung daftar saat kelas perdana KMS dimulai. Orangtuanya bisa melakukan pendaftaran, putra-putrinya bisa langsung mengikuti pembelajaran Matematika Nalaria Realistik di ruangan kelas yang sudah disediakan." ungkap Bu Siti Khotijah.

Bu Mira, salah satu orangtua siswa peserta KMS menyuarakan harapannya terkait keikutsertaan anaknya dalam kegiatan KMS. "Saya ingin kedua anak saya yang belajar di KMS ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa mencintai matematika. Konsep KMS ini sangat menarik karena tidak hanya bicara soal belajar matematika, namun ada konten akhlak yang memfasilitasi proses pembiasaan baik yang melibatkan orangtua dan anak. Semoga setelah anak-anak saya belajar di KMS, ada kemajuan dalam hasil belajar matematika dan penguatan dari aspek akhlaknya."

Fauzi M. Al Fatih, siswa kelas 5 SDIT Iqra angkat suara tentang kesan pertamanya  belajar di KMS Averroes Rabbani. "Saya senang belajar di sini karena gurunya baik dan saya jadi punya teman baru."

Jangan pernah remehkan cita-cita. Karena dorongan untuk meraih cita-cita luhur, Yayasan Averroes Rabbani, KPM, dan masyarakat (orangtua peserta KMS) tergerak untuk turun tangan dan bersatu padu menyelenggarakan program KMS. Selamat atas dimulainya kelas perdana KMS Averroes Rabbani. Ibu pertiwi bangga atas lahirnya inisiatif - inisiatif kebaikan masyarakat seperti ini demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Tim Media

Read more...

Guru-guru MTSN 2 Brebes Kunjungi Kampung Matematika

Foto: Guru-guru MTSN 2 Brebes Kunjungi Kampung Matematika/Dok. KPM

Bogor, Jawa Barat -- Nama "Kampung Matematika Laladon" yang sudah lama dikenal publik membuat penasaran guru-guru MTSN 2 Brebes untuk datang berkunjung langsung ke Bogor, Minggu (03/02/2019).

Pagi itu nampak kesibukan pengurus Kampung Matematika Laladon mempersiapkan segala perlengkapan untuk menyambut para guru dari Brebes. Tak lama berselang, datang rombongan yang terdiri dari 8 orang guru berseragam motif batik memasuki Kampung Matematika Laladon.

Mencari mainan yang cocok untuk si kecil? Ajak anak untuk bermain puzzle, mainan edukatif dengan segudang manfaat (Puzzle Tugu Tali PESAN DISINI)

Di Kampung Matematika Laladon, para guru diperkenalkan dan diajak bermain dengan berbagai tantangan yang memacu kreativitas berpikir, seperti Tangram, Logix, Menara Hanoi, menyusun Tugu Tali, dan Puzzle Kubus.

Foto: Tantangan menyusun puzzle Kubus/Dok. KPM

Selain diberikan tantangan berpikir eksplorasi,  para guru juga diperkenalkan dengan penjelasan konsep Rumah Belajar di Kampung Matematika Laladon, kemudian disajikan permainan hiburan, yakni Target Ball dan ditutup dengan berkeliling untuk berswafoto. Tak ayal aktivitas tersebut akhirnya membuat hati peserta menjadi riang gembira.

Ryky Tunggal Saputra Aji selaku Kepala Divisi Pelatihan menjelaskan, kunjungan tersebut dalam rangka menjalin kerja sama untuk peningkatan mutu, baik siswa maupun guru.

“Setelah berkunjung, MTSN 2 Brebes berencana mengirimkan pelajar dan guru-gurunya ke Bogor untuk mengikuti program pelatihan,” ujar Ryky.

Foto: Permainan hiburan "Target Ball"/Dok. KPM

Ade Haris Himawan selaku guru MTSN 2 Brebes mengaku tertarik dengan program yang disajikan di Kampung Matematika karena dapat membangkitkan semangat belajar anak-anak mengenai matematika, sains, dan lingkungan.

“Sangat menarik sekali, programnya banyak sekali manfaatnya untuk anak-anak. Misalnya, dalam hal mendidik sportivitas, mengasah kecerdasan berpikir, dan melatih kemampuan fisik,” ungkap Ade Haris Himawan saat diwawancara.

Tim Media

Read more...

SDIT At-Taqwa Surabaya dan KPM Surabaya Gelar FMS

Foto: Peserta Fun Math and Science SDIT At Taqwa Surabaya/Dok. KPM Cabang 1 Surabaya

Bogorplus.com-Surabaya, Jawa Timur – Dalam menghadapi persiapan UN rupanya tak melulu harus berkutat dengan aktivitas uji coba atau latihan-latihan soal. SDIT At-Taqwa Surabaya memiliki cara tersendiri untuk menjaga semangat belajar siswa-siswinya dalam menghadapi Ujian Nasional (UN), yakni dengan menggelar program Fun Math and Science (FMS) bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang 1 Surabaya, Kamis (31/01/2019). 

Latih kemampuanmu dalam berstrategi dan raih kemenangan lewat permainan Tic Tac Toe 9 (pesan disini) 

Pihak SDIT At-Taqwa Surabaya menilai bahwa menyeimbangkan aktivitas latihan soal dan  penyiapan mental sangat penting dilakukan jelang menghadapi UN.

Foto: Sesi permainan tim/Dok. KPM Cabang 1 Surabaya

Hasanuddin Arif selaku guru mengapresiasi langkah KPM dengan menghadirkan Program Fun Math & Science (FMS). Selain menjadi sarana rekreasi intelektual, hadirnya FMS diharapkan menjadi sumber ilmu baru bagi siswa dalam belajar matematika dan sains.

 “Kami berharap agenda FMS ini dapat membantu siswa lebih menyenangi pelajaran matematika dan sains, serta mengubah paradigma yang menganggap matematika sebagai momok yang menakutkan,” ujar Hasanuddin Arif.

Beberapa permainan yang disuguhkan pada acara FMS di antaranya, Kartu Nara, Logix, Tic Tac Toe, Magic Number, Nafas Naga, dan Balloon Race. Selain menghadirkan permainan yang mengasah otak, Tim KPM juga menyajikan permainan tim (team building) untuk menempa karakter anak-anak.

Sishi, siswi kelas 6 yang mengikuti kegiatan ini mengakui bahwa awalnya menganggap matematika itu membosankan dan tidak seru. Namun, anggapan itu terbantahkan karena dia merasakan keseruan setelah benar-benar melakukan permainan demi permainan dalam FMS ini. “Dikira kalau main matematika itu gak seru dan ngebosenin, tetapi ternyata menyenangan sekali." ujar Sishi tersipu malu.

Senada dengan Sishi, Ata yang merupakan siswa kelas 6 menyampaikan secara singkat bahwa kegiatan ini mengasyikan dan penuh keseruan. “Pokoknya asyik dan seru banget deh,” tandasnya.

Tim Media & KPM Cabang 1 Surabaya

Read more...

SIHT Melatih Kreativitas dan Daya Nalar Siswa

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Proses belajar hakikatnya adalah mengembangkan pemahaman, aktivitas, dan kreativitas berpikir siswa. Melalui penyelesaian soal, interaksi, dan kegiatan menarik, maka proses pembelajaran pun semakin efektif.

Kumpulan soal SNR ini membantu siswa tingkat sekolah dasar dari kelas 3-6 dalam mempersiapkan Kompetisi Sains, dengan metode SNR untuk melatih HOTS, dilengkapi dengan solusi (pesan disini)

Salah satu cara alternatif untuk memperoleh hasil belajar yang baik dalam pembelajaran sains adalah dengan metode Sains Nalaria Realistik dan eksperimen STEM. Peluang inilah yang kemudian menggugah KPM kembali menggelar Science In House Training (SIHT) beberapa waktu yang lalu, Jumat-Sabtu, 25-26 Januari 2019, bertempat di Padepokan Amir Syahrudin, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor.

“Dengan metode SNR, siswa dilatih agar mampu memecahkan soal-soal HOTS IPA. Selain itu, ketika siswa diberikan kesempatan untuk membuktikan (praktikum) sendiri suatu konsep yang dipelajarinya, kemampuan dan motivasi belajar siswa akan semakin meningkat,” ujar Ina Ana Khoeriah selaku Wakil Kepala Litbang Bidang IPA.

Di samping itu, kata Ina, terlebih saat ini Tim Litbang KPM telah mengembangkan metode pembelajaran praktikum berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sehingga dapat menambah wawasan dalam proses pembelajaran sains. 

Pasca pelatihan ini, Ina berharap para peserta mampu memunculkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan di rumah masing-masing. “Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif, yakni menyelesaikan soal-soal IPA dan melakukan praktikum sederhana untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang sains,” jelas Ina.

Sementara itu, tanggapan positif pun diungkapkan salah satu peserta, Fauziah Nurul Hikmah. Pelajar kelas 5 SD mengutarakan rasa senang ketika mengikuti pelatihan SIHT bersama KPM. “Seru sekali ikut kegiatan selama dua hari. Selain itu, materi SIHT juga bagus dan cocok juga untuk persiapan menghadapi UN,” tuturnya.

Tim Media

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com