Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: May 2019

Ribuan Pelajar Jabodetabek Ikuti Seleksi Masuk Kelas Khusus KPM

Foto: Pelaksanaan tes seleksi wilayah Tangerang, Madrasah Pembangunan UIN/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat. – Pendidikan merupakan kunci keberhasilan bagi peradaban suatu bangsa. Melalui pendidikan pula diharapkan dapat terus mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia untuk menjawab berbagai tantangan serta persaingan global. Hal ini tentunya dapat diraih jika berbagai elemen bangsa turut aktif mendukung dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas sejak dini.

Klinik Pendidikan MIPA sebagai salah satu lembaga nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan terus konsisten mencetak generasi berkualitas dengan cara menjaring bibit terbaik pelajar SD-SMP di wilayah Jabodetabek melalui program Seleksi Kelas Khusus, Minggu (19/05/2019).

Kepala Divisi Pendidikan, Ryky Tunggal Saputra Aji menegaskan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang unggul dan memiliki keterampilan berpikir nalar yang baik serta berakhlak mulia. .

Ryky juga berharap pada prosesnya nanti, siswa/siswi kelas khusus ini dapat menjadi inspirasi yang membawa kemajuan bagi lingkungan sekitarnya dan mereka pun dapat menjadi bagian generasi penerus bangsa untuk menyongsong masa depan.

Foto: Pelaksanaan tes seleksi wilayah Bogor, SD Insan Kamil Bogor/Dok. KPM

Adapun untuk memastikan hasil seleksi yang berkualitas, KPM menyajikan tes Matematika, tes IPA dan Pengetahuan Agama Islam (bagi peserta muslim). Seluruh peserta harus menyelesaikan tes tersebut dalam waktu 90 menit.

Pengumuman hasil seleksi tahap pertama ini akan diumumkan pada tanggal 29 Mei 2019 di website www.kpmseikhlasnya.com. Pada prosesnya, peserta yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, akan mengikuti tes tahap dua yang akan digelar pada tanggal 23 Juni 2019.

Kegiatan yang mengusung bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan) rupanya disambut positif bagi kalangan insan pendidik, karena dinilai dapat menjadi wadah belajar matematika dan IPA yang menyenangkan secara bersama-sama.

Australian Mathematics Competition 2019 kembali digelar. Daftarkan segera dapatkan manfaatnya. Info dan pendaftaran 0813 1034 3400

“Mengkaji ilmu Matematika Nalaria Realistik (MNR) adalah sebuah keniscayaan bagi siswa jika ingin meningkatkan kompetensi diri. Namun, tak banyak juga yang menganggap bahwa matematika merupakan mapel yang menakutkan. Semoga melalui program kelas khusus ini menjadi idola baru bagi siswa yang ingin belajar matematika dengan metode yang menyenangkan dan menantang,” Ungkap M. Anggi Maulana selaku guru SDI Al Azhar 27 Cibinong.

Sementara itu, cerita lain disampaikan salah satu pelajar SMPIT Nurul Fikri Bogor, Faiz Abyan Bintang. Ia mengaku momen seleksi kelas khusus ini merupakan kegiatan yang telah dinanti. Meskipun soal yang disajikan cukup menantang, tak membuat pelajar kelas 7 ini justru patah arang. Justru sebaliknya, Ia menikmati soal demi soal untuk diselesaikan dengan baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan soal MNR. Soalnya pun unik dan menantang. Disamping itu, bagus juga untuk melatih kemampuan berpikir,” pungkas pemilik hobi membaca buku ini.

Tim Media

Read more...

KPM Depok Perkuat SDM melalui Pelatihan Suprarasional

Foto: Pelatihan Suprarasional di KPM Cabang Depok/Dok. KPM

Bogorplus.com-Depok, Jawa Barat – Peran guru sebagai seorang pendidik yang melahirkan generasi berkualitas masih sangat sentral. Tak hanya cakap dalam mentransfer ilmu pengetahuan, guru juga diharapkan mampu menciptakan iklim pembelajaran yang berdampak positif bagi tumbuh kembang karakter siswa.

Hal tersebut yang melatarbelakangi KPM Cabang Depok untuk terus berkomitmen menjaga kualitas guru dengan menggelar pelatihan motivasi suprarasional bagi guru dan staff KPM Cabang Depok, bertempat di kantor KPM Cabang Depok, Sabtu (18/05/2019).

Kepala Cabang KPM Depok, Ratisa Meyusni menjelaskan bahwa tujuan digelar pelatihan ini diharapkan agar para guru dan staff senantiasa mengamalkan ilmu ikhlas yang menjadi ciri khas KPM dalam mendidik dan memberikan pelayanan, dengan semata-mata menambah tabungan jiwa dan keberkahan dari Allah Swt.

Foto: Pelatihan Suprarasional di KPM Cabang Depok/Dok. KPM

”Bila guru diibaratkan sebuah Handphone yang terus-menerus digunakan, baterainya akan habis. Maka, pelatihan suprarasional ini bisa dikatakan sebagai charger-nya. Sehingga semangat mendidik pun tak pernah padam, bahkan akan selaras sesuai visi-misi KPM,” jelas Ibu Tisa (sapaan akrabnya).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra (RHS) turut hadir langsung menjadi narasumber pelatihan suprarasional bagi guru dan staf KPM Cabang Depok.

RHS pun berpesan agar keluarga besar KPM Cabang Depok mampu mendayagunakan 3 antena kehidupan, yakni akal, hati, dan panca indera. Niscaya, jika ketiga unsur tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (mendidik), akan menjadi kekuatan sangat besar yang memungkinkan potensi diri terus berkembang secara maksimal.

Klinik Pendidikan MIPA punya tips & trik agar mudah dalam menghadapi Olimpiade Matematika tingkat Nasional bahkan Internasional. Daftar disini

Meskipun dalam kondisi berpuasa, tak menyurutkan antusias peserta untuk mengikuti rangkaian pelatihan sejak pagi hingga sore hari. Bahkan, para guru menjadikan pelatihan suprarasional sebuah momentum emas untuk semakin meningkatkan derajat manusia. “Saya pun meyakini jika kita melakukan sesuatu karena Allah (berlandaskan keikhlasan). Maka, tabungan jiwa kita pun akan bertambah. Sehingga bukan hanya kapasitas individu saja yang meningkat, tetapi derajat kita pun akan meningkat,” ujar Ade Indriani selaku Guru KPM Cabang Depok.

Hal senada dengan Ade Indriani, Saeful Bahri, staff administrasi Kelas Panahan, mengaku kembali termotivasi seusai mengikuti pelatihan suprarasional. Hal tersebut menambah keyakinannya bahwa rezeki besar dan masa depan yang berkualitas akan menghampiri, jika seseorang giat dan rutin dalam melakukan aktivitas ibadah.

Tim Media 

Read more...

KPM Sebarluaskan MNR dan SMS lewat Pelatihan MNR

 Foto: Peserta Pelatihan MNR Klinik Pendidikan MIPA/Dok. KPM

Bogor – Sejak berdiri di tahun 2001, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) konsisten berkiprah dan berupaya memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan Indonesia melalui penyebarluasan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS). Pelatihan MNR menjadi salah satu program yang dirancang KPM untuk membekali pemahaman ilmu secara utuh bagi siapa saja yang tertarik untuk mendalami sekaligus turut menyebarluaskan MNR dan SMS. Agenda pelatihan MNR yang baru selesai digelar (07 – 10/05) dihadiri para peserta dari Bogor, Jakarta, Bekasi, Cikarang, Lamongan, Surabaya, Gresik, dan Palembang. Kegiatan pelatihan berlangsung selama empat hari di ruko Laladon Ciomas, Kab. Bogor.    

“Pelatihan MNR diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih bagi dunia pendidikan Indonesia dengan cara menyebarluaskan MNR dan SMS, serta membekali ilmu cara berpikir suprarasional kepada para peserta pelatihan. Semangat yang terbangun pada diri para peserta adalah semangat untuk menimba ilmu dan menyebarkan kembali ilmu yang didapatkan kepada pihak lain agar berlimpah manfaat.” ungkap Ryky Tunggal Saputra Aji, Kepala Divisi Pelatihan KPM. Menariknya, para peserta yang mengikuti pelatihan MNR memiliki latar belakang profesi yang beragam seperti guru, dosen, mahasiswa, karyawan swasta, bahkan ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan pada konsep MNR dan SMS.

Suryani, guru SDIT Al Muhajirin Gunung Putri Bogor menceritakan bahwa dirinya sudah memiliki buku-buku MNR jauh sebelum mengikuti pelatihan MNR. Dari proses membaca buku MNR, dirinya penasaran untuk lebih mendalami MNR. Hal lain yang membuatnya makin penasaran, KPM menerapkan SMS ketika menyelenggarakan pembelajaran MNR. “Sistem seikhlasnya itu tak masuk akal. Namun faktanya, KPM tetap bisa berjalan dengan SMS. Saya termotivasi ikut pelatihan untuk memahami MNR dan SMS secara utuh.” urai penggemar aktivitas membaca ini. Suryani merasa sangat senang dengan kemasan pelatihan yang mengombinasikan berbagai aktivitas untuk membahas teori, praktik dan simulasi, eksplorasi matematika, serta kegiatan kunjungan ke kampung matematika dan toko jarang untung. “Selepas ikut pelatihan ini, saya akan membagikan ilmu dengan membuka Rumah Pendidikan MIPA (RPM).” tegasnya.

Begitu pula halnya yang dirasakan Sarah Mustari ihwal acara pelatihan MNR. “Dari acara ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman dengan sesama peserta yang datang dari berbagai daerah dan latar belakang profesi berbeda. Sungguh pelatihan ini memberikan inspirasi untuk melakukan pembelajaran matematika yang mampu mengasah nalar anak-anak. Saya senang karena bisa menambah wawasan dan menambah teman.” tutur guru SDIT Insan Kamil Cikarang ini. Sebagai bukti komitmen untuk turut menyebarluaskan MNR dan SMS, sekolahnya berencana akan membuka program Klub Matematika Seikhlasnya (KMS) lewat sinergi yang dijalin bersama KPM.

Tim Media

Read more...

Hai Penggemar MIPA, Jangan Lewatkan Kompetisi Nasional OMSI 2019

Foto: Babak Penyisihan OMSI Se-Indonesia Ke-3 di Cikarang-Jawa Barat/Dok. RPM Cikarang

Bogor, Jawa Barat – Memasuki tahun ke-4, Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) akan kembali digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM). OMSI Se-Indonesia ke-4 merupakan kompetisi tingkat nasional yang memadukan mata pelajaran matematika dan sains.

Perhelatan OMSI akan berlangsung pada tanggal 21 Juli 2019 (babak penyisihan), diperuntukkan bagi pelajar kelas 4-5 SD/sederajat T.A 2018/2019. Puncaknya, peserta terbaik dari babak penyisihan akan berkompetisi di babak final pada tanggal 01 September 2019.

Pada tahun 2018, perhelatan yang menerapkan biaya pendaftaran “seikhlasnya” (sesuai kemampuan) ini sukses menjaring 3.137 peserta yang tersebar di 39 titik lokasi penyelenggara di berbagai daerah.

Kepala Divisi lomba KPM, Muchammad Fachri menuturkan, lomba OMSI ini sangat cocok bagi pelajar yang menginginkan tantangan berbeda, karena tes OMSI mengombinasikan tes ujian terhadap penguasaan bidang studi matematika dan sains.

“Kehadiran lomba ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk meraih prestasi sesuai bakat dan minat mereka di bidang matematika dan sains.” ujar Fachri.

Fachri juga menambahkan bahwa pihaknya akan menyediakan penghargaan berupa medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Tak hanya itu, para jawara OMSI tahun ini berpeluang mengikuti kompetisi internasional bergengsi, yakni International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang akan digelar di Vietnam.

Bagaimana sahabat, menarik bukan? Yuk ajak sahabat atau teman-teman terdekat untuk daftar dan mengikuti OMSI 4. Informasi & pendaftaran, Read1 Institute, HP: 0812 8546 962 / 0251-7522 612 (Bapak Tri). Formulir pendaftaran kolektif melalui sekolah dapat diunduh di sini. Sedangkan formulir pendaftaran individu dapat diunduh di sini.

Tim Media

Read more...

Mengasah Kreativitas Berpikir di Ajang Kompetisi AMO 2019

Foto: Pelaksanaan tes AMO Elimination Round di Sumedang/Dok. SMPIT Insan Sejahtera Sumedang

BOGORPLUS.COM-BOGOR-JAWA BARAT. - 1010 siswa-siswi kelas 1 - 6 SD berjibaku mengikuti Asia Mathematics Olympiad (AMO) Elimination Round 2019 pada hari Ahad (12/5) di beberapa daerah di Indonesia seperti Jabodetabek, Surabaya, Malang, Lumajang, Balikpapan, Yogyakarta, Lamongan, Sumedang, Serang, Banjar, Cikarang, Pontianak, Makasar, Bali, Solo, dan Semarang.

Menurut Kepala Divisi Lomba Klinik Pendidikan MIPA (KPM), M. Fachri, kompetisi AMO merupakan ajang kompetisi yang memfasilitasi kreativitas berpikir dan menguji mental berkompetisi anak-anak Indonesia.

Foto: Pelaksanaan tes AMO Elimination Round di Pontianak/Dok. SDK Kalam Kudus

Khadijah Naila Ibtisam (Kelas 5 SD), salah satu peserta AMO mengatakan bahwa lomba matematika ini sangat menantang karena soal-soal yang diujikan bersifat eksplorasi. "Ada soal susah, ada soal mudahnya juga. Lewat kompetisi ini, saya jadi bertambah wawasan dan pengalaman dalam menghadapi soal-soal eksplorasi matematika." ujar siswi SDI PB Soedirman yang bercita-cita ingin jadi dokter ini.

Hal senada disampaikan Sandhya Mahendra Dhaneswara (Kelas 6 SD). Siswa SD Global Islamic School ini merasa senang bisa mengikuti AMO karena dirinya dapat mengukur kreativitas berpikir dalam menyelesaikan soal-soal AMO. "Untuk menyelesaikan soal-soal AMO, kita perlu menggunakan logika berpikir yang baik. Semakin susah soalnya, kemampuan berpikir kita semakin terasah." ungkapnya.

Tim Media 

Read more...

Tim Pencak Silat KPM Unjuk Gigi di Ajang Kejuaraan Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019

Foto: Pelajar Klinik Pendidikan MIPA Raih Penghargaan di Ajang Merpati Open 2019/Dok. KPM

BOGORPLUS-DKI JAKARTA. – Tim pencak silat Klinik Pendidikan (KPM) unjuk gigi di ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019 dengan meraih 8 medali emas dan 10 medali perak. Ajang kejuaraan ini diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) BETAKO Merah Putih di GOR Ciracas, Jakarta Timur (01-04/05). Ada sekitar 1500 peserta turut berkompetisi di ajang kejuaraan pencak silat ini. Kejuaraan ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori prestasi dan kategori pemasalan. Kategori prestasi diikuti oleh peserta usia remaja (sekolah dan perguruan silat) dan peserta usia dewasa (perguruan silat, atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda), atlet dari Singapura). Sedangkan untuk kategori pemasalan diikuti oleh peserta dari sekolah, klub, maupun perguruan silat yang ada di Indonesia. Yang unik dan menarik, pada ajang kejuaraan ini diwarnai kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) gerakan Tunggal Tangan Kosong 15oo peserta.

Rian Ardiansyah (Koordinator Program Pencak Silat KPM) yang akrab disapa Kang Rian tak bisa menyembunyikan rasa bahagia atas raihan prestasi murid-muridnya. Tim pencak silat KPM turut serta dalam kejuaraan ini untuk menempa jiwa sportivitas anak-anak KPM dalam berkompetisi. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi para pesilat yang memiliki kepribadian yang kuat di atas landasan iman dan takwa. “Kami juga ingin mengukur sejauh mana keandalan sistem kurikulum dan sistem pengajaran program pencak silat KPM, apakah bisa relevan dan diterapkan di lapangan atau tidak lewat kompetisi ini?” ungkap Kang Rian saat dikonfirmasi mengenai tujuan keikusertaan pada ajang kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019.   

Foto: Sekitar 1500 Peserta Turut Berkompetisi di Ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpatin Open 2019/Dok. KPM

Lebih lanjut lagi, Kang Rian melihat banyak hal positif dari keikusertaan tim pencak silat KPM di ajang kompetisi pencak silat ini. Pertama, sikap kedisiplinan dan kemandirian anak-anak semakin terbangun dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari sikap murid-murid KPM saat sedang berlatih dan di luar latihan. Kedua, mental bertanding anak-anak semakin baik. Ketiga, potensi anak-anak semakin terlihat dan bisa terus dikembangkan di waktu mendatang. Keempat, besarnya kepedulian dan dukungan dari orang tua KPM untuk menunjang prestasi anak-anaknya di bidang pencak silat. “Meskipun prestasi gemilang sudah diraih, para pelatih pencak silat di KPM akan terus berbenah untuk menjaga bahkan meningkatkan prestasi di masa mendatang.” tegas Kang Rian. 

Foto: Pelajar KPM Raih Penghargaan di Ajang Merpatin Open 2019/Dok. KPM

Sementara itu, Izzati Maharani Yusmanda, juara 1 kategori tunggal untuk tingkat SD mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada kedua orang tuanya dan tim pelatih KPM yang sangat berjasa mengantarkan Izzati bisa meraih prestasi terbaik di ajang kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019. Dalam keterangan persnya, Izzati membagikan rahasia keberhasilannya menjadi juara. “Berlatih, berlatih, berlatih. Saya selalu berlatih rutin setiap sabtu di sekolah Darul Jannah. Selain itu, saya berlatih intensif jelang pertandingan untuk meningkatkan kekuatan fisik dan kualitas teknik. Tidak lupa saya selalu berdoa kepada Allah SWT.” urai siswi SDI Al Azhar 17 Bintaro Jakarta ini. Selain itu, Raden Surawisesa R. S. yang berhasil menjadi juara pada kategori tanding untuk tingkat SD menyampaikan rasa syukur atas capaian prestasinya. “Alhamdulillah semua ini terjadi karena izin Allah SWT dan ridho orang tua. Terima kasih untuk Kang Rian yang memotivasi saat lomba.” tutur siswa SD Insan Kamil ini. Selamat untuk tim pencak silat KPM.               

Berikut hasil lengkap capaian prestasi tim pencak silat KPM di event kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019.

Hasil Pertandingan Tingkat SMP:

Juara 1

- Qaisha Firos Laudyamoza (tunggal)

- Ananda Muhammad (tanding)

Juara 2

- Raden Rahayuningati R. S. (tunggal)

- Sultan Alif H. (tanding)

- Meylina Fristy (tanding)

- Davi Ananda R. (tanding)

 

Hasil Pertandingan Tingkat SD:

Juara 1

- Izzati Maharani Yusmanda (tunggal)

- Rafa Darussalam (tunggal)

- Najmanida Rahma (tanding)

- Raden Surawisesa R. S. (tanding)

- Gizzel Fatima Afran (tanding)

- Devi Nurika Oktarifani (tanding)

Juara 2

- Enzo Muhammad Afran (tunggal)

- Leica Fatima Afran (tunggal)

- Gizzel Fatima Afran (tunggal)

- Naufal Alhafizh (tanding)

- Hanan Farros Primatama (tanding)

- Aria Rana Ramadhan (tanding)

Read more...

KPM Tingkatkan Kualitas SDM lewat Program Kelas Berpikir

Foto: Pertemuan perdana kelas berpikir karyawan KPM bersama Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra/Dok. Klinik Pendidikan MIPA

BOGORPLUS.COM-BOGOR-JAWA BARAT. – Pentingkah memiliki kecakapan berpikir? Cogito ergo sum, ‘aku berpikir maka aku ada’, demikian yang diutarakan Descartes, sang filsuf ternama dari Prancis. Berpikir merupakan salah satu keterampilan hidup yang harus dilatih. Karena berpikir merupakan aktivitas mental yang berfungsi untuk dapat menyelesaikan masalah, membuat keputusan, serta memahami sesuatu dengan baik.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyadari pentingnya upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara konsisten dan berkelanjutan. Salah satunya dengan membekali keterampilan berpikir bagi para karyawan KPM. Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra menjadi narasumber dalam pertemuan perdana program Kelas Berpikir yang diselenggarakan di ruko KPM (9/5)Semua karyawan ditantang untuk bisa menyelesaikan tes kecakapan berpikir sejumlah 10 soal dalam waktu 20 menit. Selepas aktivitas pengerjaan soal selesai, Ridwan Hasan Saputra langsung memimpin proses diskusi dan pembahasan soal-soal yang diujikan.

Foto: Motivator Cara Berpikir Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra/Dok. Klinik Pendidikan MIPA

Ridwan Hasan Saputra menjelaskan bahwa kecerdasan seseorang bisa diukur dari kemampuan berpikirnya. Jika kemampuan berpikirnya bagus, cara seseorang untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah juga akan bagus. “Keterampilan berpikir harus dilatihkan kepada para karyawan KPM. Karena karyawan dengan kecakapan berpikir andal adalah aset lembaga.” tegas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini. Hal ini pun diamini Rheta Rezkianti, Kepala Bagian HRD yang menyampaikan bahwa tujuan utama dari program Kelas Berpikir adalah untuk meningkatkan mutu pola berpikir semua karyawan. Harapannya, program ini akan menjadikan SDM di KPM menjadi sosok yang cerdas, cepat dan tepat dalam bekerja maupun mengambil keputusan. “Program kelas berpikir akan dilaksanakan satu kali dalam sepekan. Para karyawan akan diberikan soal-soal yang menguji keterampilan berpikir logis-rasional agar mereka semakin mahir berpikir. Program ini sangat penting untuk pengembangan SDM dan pencapaian tujuan lembaga di masa mendatang.”  

Imam Permana yang sehari-hari bertugas sebagai security menyampaikan manfaat yang dirasakannya mengikuti program Kelas Berpikir. Dirinya mengaku bahwa berlatih berpikir sangat penting untuk mengembangkan potensi rasionalnya supaya kian terasah. Karena baginya, ketika memilki cara berpikir yang baik akan membuat dirinya lebih teliti dalam bekerja dan profesional saat bekerja. “Kalau cara berpikirnya bagus, hasil kerjanya akan bagus pula.” ungkap penggemar olah raga ini. Begitu pula yang dirasakan Joko Santoso, tim sarana prasarana di KPM. Menurutnya, program kelas berpikir sangat membantu meningkatkan daya nalar para karyawan KPM. Joko menuturkan, “Melatih kemampuan berpikir itu merupakan ungkapan syukur kita kepada Allah SWT yang dapat meningkatkan derajat kita sebagai manusia. Semakin manusia memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, insyaallah manusia akan semakin banyak bersyukur.”(as)

Read more...

Pendukung 01,02 dan Poros Suprarasional

Foto: Motivator Cara Berpikir Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra (RHS)/Dok. Klinik Pendidikan MIPA

BOGORPLUS.COM-BOGOR-JAWA BARAT. - Menjelang tanggal 22 Mei 2019, suhu politik di Indonesia semakin memanas. Perbedaan pendapat antara pendukung 01 dan 02 makin meruncing. Tuduhan pemilu curang dari pihak 02 dan tuduhan akan ada makar dari pihak 01, membuat ketegangan antara kedua kubu  semakin tinggi. Jika tidak segera dilakukan antisipasi, jika kedua massa pendukung turun ke jalan dalam jumlah besar dan dalam kondisi berhadap-hadapan, sangat mungkin akan terjadi benturan yang menyebabkan banyak jatuh korban. Benturan pertama tersebut bisa jadi memancing benturan berikutnya di berbagai daerah. Sehingga korban akan semakin banyak, baik korban jiwa maupun harta. Konflik ini bisa merembet menjadi konflik antar ormas, antar etnis, dan antar agama yang berlangsung lama. Kondisi ini bisa merusak harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, Indonesia terancam jadi negara gagal gara-gara pilpres ini.

Saat ini, kedua kubu merasa yang paling benar sesuai versinya masing-masing. Secara pribadi, saya berkeyakinan kalau 01 dan 02 pasti mempunyai niat yang baik untuk membuat Indonesia lebih baik. Jadi, buat saya siapa pun yang akan jadi presiden tidak masalah. Saya pun melihat di barisan pendukung 01 dan pendukung 02 sama-sama ada yang berlatar belakang ulama dan pemuka agama lainnya, ada muslim dan non-muslim, ada orang-orang dari berbagai etnis, ada purnawirawan pembela NKRI. Saya tidak bisa membagi pihak-pihak itu secara dikotomi, satu pihak pendukung budi luhur dan pihak lain pendukung angkara murka.  Saya tidak bisa membagi salah satu pihak sebagai pendukung anti Islam dan pihak lain sebagai pendukung Islam. Bagi saya, pendukung 01 dan pendukung 02 adalah saudara sebangsa dan setanah air yang kebetulan sedang bertengkar.

Jika dalam situasi ini rakyat Indonesia terbelah dua, yaitu sebagai pendukung 01 dan pendukung 02,  ibarat dua saudara yang bertengkar, tidak ada lagi saudara yang memisahkan. Apalagi sudah tidak lagi guru bangsa yang suaranya didengar oleh kedua belah pihak. Institusi negara pun sudah tidak dipercaya. Maka, kondisi ini memungkinkan adanya  pihak asing yang turut membantu memisahkan ketika konflik ini terjadi. Namun, tidak ada makan siang gratis. Sangat mungkin, sambil berupaya memisahkan, pihak asing tersebut mengkavling-kavling kekayaan alam di Indonesia, dan mengeruknya untuk kepentingan mereka. Akhirnya, yang rugi kita semua sebagai bangsa Indonesia.

Agar kemungkinan itu tidak terjadi, harus ada sebagian dari rakyat yang tidak memihak kedua kubu dan berperan sebagai penengah. Peran sebagai penengah ini bukan  secara fisik pada saat benturan terjadi, karena yang mempunyai hak dan kewenangan tersebut adalah aparat keamanan. Peran yang bisa dilakukan oleh sebagian rakyat Indonesia untuk menengahi benturan kedua pendukung ini adalah dengan membentuk “pagar gaib”. Apa yang dimaksud “pagar gaib”? Dalam cara berpikir suprarasional, ketika kedua belah pihak saling berprasangka buruk, maka yang terjadi adalah caci maki, fitnah, iri dengki, dan timbulnya perilaku buruk lainnya. Aktivitas-aktivitas tersebut membuat tabungan jiwa atau energi positif kedua belah pihak jadi semakin berkurang. Sehingga awalnya di antara mereka ada tabungan jiwa atau energi positif yang membentuk “pagar gaib” yang menghalangi gesekan atau benturan. Maka ketika pagar gaib itu sudah tidak  ada lagi, benturan itu pasti akan terjadi.

Oleh karena itu harus ada sebagian dari rakyat Indonesia yang membentuk pagar gaib baru. Bagaimana cara membentuk pagar gaib? Caranya adalah harus ada sebagian dari rakyat Indonesia yang konsisten meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, saling menasihati dalam kebaikan, dan saling menasihati dalam kesabaran. Praktik di lapangannya, dalam situasi ini harus ada sebagian rakyat Indonesia yang rajin pergi ke masjid,  ke tempat ibadah untuk mendoakan keselamatan bangsa. Harus ada sebagian dari rakyat Indonesia yang bersilaturahim ke berbagai elemen masyarakat untuk mengajak lebih bertakwa kepada Allah, lebih meningkatkan ibadah, untuk saling tolong -menolong, menjaga persatuan dan kesatuan. Jika hal-hal tersebut dilakukan, akan timbul tabungan jiwa baru atau energi positif baru yang bisa menjadi “pagar gaib” baru yang menghindari benturan.

Oleh karena itu, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan Bapak-Ibu semua di bulan puasa ini, marilah secara berjamaah kita tingkatkan iman dan takwa, melalui sholat berjamaah tiap waktu, membaca Alquran, i’tikaf di masjid, membayar  zakat, perbanyaklah amal saleh. Mari jadikan diri kita semua sebagai penyejuk situasi dan tetap lakukan aktivitas-aktivitas ini tidak hanya pada bulan Ramadhan, namun juga setelah bulan Ramadhan. Doakanlah bangsa ini agar selamat dari bencana kemanusiaan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Saat ini yang dibutuhkan bangsa ini adalah doa dari orang-orang saleh yang banyak beribadah. Sebagian rakyat Indonesia yang melakukan aktivitas ini saya menyebutnya sebagai “poros suprarasional”. Gerakan untuk membentuk “Poros Suprarasional” bisa dilakukan oleh aparat atau elemen bangsa yang peduli dengan keselamatan bangsa, dari mulai tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/kabupaten, Provinsi dan Nasional. Jika lebih dari 50% rakyat Indonesia menjadi bagian dari “Poros Suprarasional”, Insya Allah apa yang disebut “goro-goro” tak akan berlangsung lama, bahkan mungkin tidak akan terjadi. Selain itu, bisa jadi “Poros Suprarasional”  memberi dan menjadi solusi tak terduga dari masalah bangsa yang dihadapi saat ini.

Insya Allah saya adalah bagian dari “poros suprarasional”. Apakah Anda juga termasuk salah satu di antaranya? Jika ya, mari perbanyak ibadah, amal saleh, dan berdoa untuk keselamatan bangsa ini.

JIka setuju dengan tulisan ini, silakan bagikan kepada yang lain. Semoga suasana pada tanggal 22 Mei menjadi lebih sejuk.

Wassalamu’alaikum wr wb

Kampung Matematika Laladon, Bogor, 13 Mei 2019

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com