Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: May 2019

Belajar Menjadi Ilmuwan

Judul Buku      : SYKAT (SaYa seKArang Tahu) Sains

Penulis            : Ina Ana Khoeriah, S. P.

Penerbit          : Klinik Pendidikan MIPA

Tahun terbit    : Maret 2019

Tebal              : 182 Halaman

Sains dan teknologi berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta turut memberi sumbangsih dalam menciptakan peradaban dunia. STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) tengah giat dikembangkan sebagai salah satu pendekatan dalam mengatasi permasalahan di dunia dengan menuntun pola pikir siswa layaknya ilmuwan. Siswa dituntun dan didorong menjadi pemecah masalah, pemikir logis, pemikir kreatif, komunikator, dan kolaborator andal yang melek teknologi. Pendidikan STEM menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah dengan mengedepankan penyelidikan ilmiah sebagai bentuk pemecahan masalah. Lantas, bagaimana cara menerapkan STEM dalam situasi pembelajaran sekaligus melatih siswa berpikir serta bersikap sebagai seorang ilmuwan?

Melihat fenomena yang sedang berkembang, penulis buku melihat secara jeli apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan kecakapan sains anak-anak dengan menerapkan pendekatan STEM. Buku ini adalah kiat praktis untuk melatih kecakapan bernalar dan pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Istilah metode ilmiah yang kerap dipersepsikan sulit menjadi terasa mudah karena buku ini menyajikan langkah-langkah kegiatan yang sistematis dan terstruktur untuk mengamati suatu fenomena alam.

Sistematika penyajian buku yang terstruktur dapat dilihat pada setiap bagian awal eksperimen yang diawali penjelasan mengenai tujuan yang hendak dicapai dari aktivitas eksperimen. Selanjutnya, rasa ingin tahu anak dibangkitkan dan difasilitasi pada lembar ‘Yuk, buat pertanyaan’. Lembar pertanyaan ini sangat penting untuk mengajak anak-anak sedari awal terlibat dalam kegiatan eksperimen yang akan dilakukan. Kemudian, dari pertanyaan awal yang diajukan, anak-anak membuat berbagai dugaan dan kemungkinan tentang apa yang akan terjadi setelah pengamatan atau praktikum dilakukan.

Dari rasa ingin tahu dan dugaan (hipotesis) yang dikembangkan anak-anak, buku ini memandu anak-anak untuk menyediakan alat dan bahan, serta langkah-langkah kegiatan praktikum. Panduan ini sangat penting untuk menghasilkan kegiatan praktikum yang baik. Dari proses praktikum yang baik, anak-anak akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan dan hipotesis yang diajukan di tahap awal. Pada tahap akhir, anak-anak diberikan kesempatan untuk mengomunikasikan kesimpulan mereka atas hasil temuan pengamatan saat praktikum.

Praktis dan sistematis. Buku ini menyediakan lembar kerja yang membantu anak untuk berpikir ilmiah dalam membangun pengetahuan sains mereka. Untuk memperkuat pemahaman konsep sains yang berkaitan dengan kegiatan praktikum, penulis buku menyajikan kajian teoretis dan glosarium yang lengkap, sehingga anak-anak bisa mengaitkan hasil praktikum tentang suatu fenomena alam dan teori-teori sains yang mendasarinya. Tak cukup sampai di situ, buku ini menutup setiap bab dengan suplemen berupa fakta menarik sains yang relevan dengan tema praktikum.

Selain untuk para siswa, buku ini sangat penting untuk dimiliki dan dipelajari oleh para guru, para orang tua, atau siapa saja yang hendak melatih dirinya untuk berpikir dan bersikap ilmiah. Dua hal penting yang harus dimiliki para ilmuwan. Jadi, jika ingin melatih diri menjadi ilmuwan, segera miliki buku ini dan jadikan panduan untuk melakukan praktikum sains sederhana. Selamat membaca dan belajar menjadi ilmuwan.

Read more...

KPM Gelar Ramadhan with Mathematics and Science

 Foto: Siswa/siswi KPM mengikuti kegiatan RWMS yang digelar Klinik Pendidikan MIPA/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat. – Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Sayang jika bulan Ramadhan tidak diisi dengan beragam aktivitas produktif yang dapat meningkatkan kualitas ilmu dan kualitas keimanan. Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar acara bertajuk Ramadhan with Mathematics Science (RWMS) di Ruko Laladon KPM (21-22/05).

Kepala Divisi Pendidikan KPM, Ryky Tunggal Saputa Aji menuturkan bahwa tujuan utama terselenggaranya program RWMS adalah untuk mengisi aktivitas para siswa KPM di bulan Ramadhan melalui peningkatan kemampuan akademik dengan tetap menekankan pada penguatan nilai-nilai ibadah dan akhlakul karimah. ``Aspek pengetahuan yang dikuatkan pada anak-anak adalah keterampilan bernalar dan memecahkan masalah (problem solving) melalui latihan soal-soal olimpiade matematika dan sains. Selain itu, para siswa juga dibekali ilmu untuk makin mendalami nilai-nilai keislaman melalui Permainan Matematika Pendidikan Islam. Ada kegiatan pembiasaan ibadah yang dilakukan secara bersama-sama seperti shalat berjamaah di masjid, tilawah Al Qur`an, buka puasa dan sahur bersama, shalat tahajud untuk meraih keutamaan bulan Ramadhan``, ungkap pelatih olimpiade matematika ini.

Foto: Peserta RWMS mendapatkan pembinaan langsung oleh Ridwan Hasan Saputra (RHS)/Dok. KPM

Untuk mengintegrasikan kajian Islam dan kajian matematika, Permainan Matematika Pendidikan Islam disimulasikan dalam acara RWMS. Para siswa belajar tentang Islam, ada sejarah, fikih, akidah, dan kajian ayat Al Qur`an dalam balutan permainan matematika. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk mewujudkan generasi yang berakhlak dan berilmu pengetahuan. Dengan permainan ini, anak-anak dapat bermain sambil belajar. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi para peserta RWMS.

Raiyan Dafi Nazif, siswa kelas 6 SD Mekarjaya 1 Depok sangat senang bisa mengikuti kegiatan RWMS karena mendapatkan ilmu bermanfaat dan menambah banyak teman. Siswa yang bercita-cita ingin menjadi Arkeolog ini pun mengaku merasakan pengalaman menarik saat bisa menginap dan melakukan aktivitas ibadah bersama-sama dengan para peserta RWMS lainnya.  Hal senada diungkapkan Zinedina Puteri Maarip, Siswi kelas 5 SDIT Nurul Fikri ini sangat antusias mengikuti kegiatan RWMS. ``Aku ingin mengisi Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat. Pengalaman yang paling mengesankan bagiku di acara RWMS adalah bisa merasakan momen sahur dan buka puasa tanpa keluarga``, ujar siswi yang bercita-cita jadi penghafal Al Qur`an ini.

Hendra N., salah satu orang tua siswa peserta RWMS sangat mengapresiasi program-program KPM. Hendra mengungkapkan bahwa KPM sudah berkiprah dan memberikan kontribusi untuk pendidikan Indonesia. Beliau sangat senang karena putranya bisa belajar langsung dari Ridwan Hasan Saputra (Presiden Direktur KPM) yang juga turut mengajar di acara RWMS. ``Kegiatan RWMS ini tak hanya sekadar mengajarkan matematika ataupun sains, tetapi juga diajarkan kedisiplinan anak, moral, dan akhlak. Kegiatan ini merupakan sesuatu yang langka. Kami sebagai orang tua berharap bahwa anak-anak bisa mengeksplorasi diri mereka lewat kegiatan RWMS sehingga menjadi tonggak sejarah bagi pencapaian cita-cita mereka di masa depan``, ungkapnya dengan penuh antusias.

Tim Media

Read more...

Mengais Berkah Ramadan Ala Komunitas Suprarasional

Foto: Program berbagi oleh Komunitas Suprarasional KPM Cabang Lumajang/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Di bulan Ramadan, seluruh amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Maka dari itu, memperbanyak amal ibadah sangatlah baik untuk dilakukan. Bahkan, setiap lembaga maupun individu terpacu meraih keberkahan pula lewat beragam aktivitas ibadah yang bersifat individu maupun sosial.

Seperti yang dilakukan Komunitas Suprarasional dari KPM Cabang Lumajang dan RPM Cikarang. Komunitas yang digawangi Bahrul Ulum dan Vitri Wulandari ini memanfaatkan momen Ramadan dengan menggelar kegiatan berbagi. Acara tahunan yang digelar lembaga nirlaba ini memiliki makna agar masyarakat selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah Swt dengan cara gemar berbagi (sedekah).

Foto: Keluarga besar KPM Cabang Lumajang berbagi Ta'jil kepada pengguna jalan/Dok. KPM

Di Lumajang sendiri, Komunitas Suprarasional menggelar kegiatan berbagi takjil kepada pengguna jalan. “Ada sekitar 301 paket takjil yang dibagikan. Semua takjil tersebut berasal dari sedekah orang tua, guru, dan keluarga besar KPM Lumajang. Sementara itu di Cikarang, hari-hari di bulan Ramadan diisi dengan menggelar acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim.

Kepala Cabang KPM Lumajang, Bahrul Ulum menuturkan, sebagai lembaga pendidikan, kami bersyukur dapat mengisi Ramadan dengan kegiatan positif. “Alhamdulillah dengan semangat berkah Ramadan, para orang tua siswa beserta keluarga besar KPM Cabang Lumajang sangat antusias untuk melaksanakan program berbagi kepada masyarakat,” ujar Pak Ulum.

Foto: Komunitas Suprarasional RPM Cikarang mengadakan buka puasa bersama dan santunan anak yatim/Dok. KPM

Hal senada juga diungkapkan Vitri Wulandari selaku Kepala Rumah Pendidikan MIPA Cikarang. Vitri mengaku bersyukur dapat melakukan aktivitas berbagi di bulan penuh berkah. Ia pun berharap aktivitas ini tak hanya dilakukan pada bulan Ramadan saja. Harapannya, aktivitas ini dapat terus dilakukan sehingga bisa menyampaikan pesan moral bagi banyak pihak untuk saling mendukung, saling peduli, dan saling mengasihi antar sesama agar berlimpah keberkahan.

Tim Media

Read more...

Ribuan Pelajar Jabodetabek Ikuti Seleksi Masuk Kelas Khusus KPM

Foto: Pelaksanaan tes seleksi wilayah Tangerang, Madrasah Pembangunan UIN/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat. – Pendidikan merupakan kunci keberhasilan bagi peradaban suatu bangsa. Melalui pendidikan pula diharapkan dapat terus mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia untuk menjawab berbagai tantangan serta persaingan global. Hal ini tentunya dapat diraih jika berbagai elemen bangsa turut aktif mendukung dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas sejak dini.

Klinik Pendidikan MIPA sebagai salah satu lembaga nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan terus konsisten mencetak generasi berkualitas dengan cara menjaring bibit terbaik pelajar SD-SMP di wilayah Jabodetabek melalui program Seleksi Kelas Khusus, Minggu (19/05/2019).

Kepala Divisi Pendidikan, Ryky Tunggal Saputra Aji menegaskan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang unggul dan memiliki keterampilan berpikir nalar yang baik serta berakhlak mulia. .

Ryky juga berharap pada prosesnya nanti, siswa/siswi kelas khusus ini dapat menjadi inspirasi yang membawa kemajuan bagi lingkungan sekitarnya dan mereka pun dapat menjadi bagian generasi penerus bangsa untuk menyongsong masa depan.

Foto: Pelaksanaan tes seleksi wilayah Bogor, SD Insan Kamil Bogor/Dok. KPM

Adapun untuk memastikan hasil seleksi yang berkualitas, KPM menyajikan tes Matematika, tes IPA dan Pengetahuan Agama Islam (bagi peserta muslim). Seluruh peserta harus menyelesaikan tes tersebut dalam waktu 90 menit.

Pengumuman hasil seleksi tahap pertama ini akan diumumkan pada tanggal 29 Mei 2019 di website www.kpmseikhlasnya.com. Pada prosesnya, peserta yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, akan mengikuti tes tahap dua yang akan digelar pada tanggal 23 Juni 2019.

Kegiatan yang mengusung bayaran seikhlasnya (sesuai kemampuan) rupanya disambut positif bagi kalangan insan pendidik, karena dinilai dapat menjadi wadah belajar matematika dan IPA yang menyenangkan secara bersama-sama.

Australian Mathematics Competition 2019 kembali digelar. Daftarkan segera dapatkan manfaatnya. Info dan pendaftaran 0813 1034 3400

“Mengkaji ilmu Matematika Nalaria Realistik (MNR) adalah sebuah keniscayaan bagi siswa jika ingin meningkatkan kompetensi diri. Namun, tak banyak juga yang menganggap bahwa matematika merupakan mapel yang menakutkan. Semoga melalui program kelas khusus ini menjadi idola baru bagi siswa yang ingin belajar matematika dengan metode yang menyenangkan dan menantang,” Ungkap M. Anggi Maulana selaku guru SDI Al Azhar 27 Cibinong.

Sementara itu, cerita lain disampaikan salah satu pelajar SMPIT Nurul Fikri Bogor, Faiz Abyan Bintang. Ia mengaku momen seleksi kelas khusus ini merupakan kegiatan yang telah dinanti. Meskipun soal yang disajikan cukup menantang, tak membuat pelajar kelas 7 ini justru patah arang. Justru sebaliknya, Ia menikmati soal demi soal untuk diselesaikan dengan baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan soal MNR. Soalnya pun unik dan menantang. Disamping itu, bagus juga untuk melatih kemampuan berpikir,” pungkas pemilik hobi membaca buku ini.

Tim Media

Read more...

KPM Depok Perkuat SDM melalui Pelatihan Suprarasional

Foto: Pelatihan Suprarasional di KPM Cabang Depok/Dok. KPM

Bogorplus.com-Depok, Jawa Barat – Peran guru sebagai seorang pendidik yang melahirkan generasi berkualitas masih sangat sentral. Tak hanya cakap dalam mentransfer ilmu pengetahuan, guru juga diharapkan mampu menciptakan iklim pembelajaran yang berdampak positif bagi tumbuh kembang karakter siswa.

Hal tersebut yang melatarbelakangi KPM Cabang Depok untuk terus berkomitmen menjaga kualitas guru dengan menggelar pelatihan motivasi suprarasional bagi guru dan staff KPM Cabang Depok, bertempat di kantor KPM Cabang Depok, Sabtu (18/05/2019).

Kepala Cabang KPM Depok, Ratisa Meyusni menjelaskan bahwa tujuan digelar pelatihan ini diharapkan agar para guru dan staff senantiasa mengamalkan ilmu ikhlas yang menjadi ciri khas KPM dalam mendidik dan memberikan pelayanan, dengan semata-mata menambah tabungan jiwa dan keberkahan dari Allah Swt.

Foto: Pelatihan Suprarasional di KPM Cabang Depok/Dok. KPM

”Bila guru diibaratkan sebuah Handphone yang terus-menerus digunakan, baterainya akan habis. Maka, pelatihan suprarasional ini bisa dikatakan sebagai charger-nya. Sehingga semangat mendidik pun tak pernah padam, bahkan akan selaras sesuai visi-misi KPM,” jelas Ibu Tisa (sapaan akrabnya).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra (RHS) turut hadir langsung menjadi narasumber pelatihan suprarasional bagi guru dan staf KPM Cabang Depok.

RHS pun berpesan agar keluarga besar KPM Cabang Depok mampu mendayagunakan 3 antena kehidupan, yakni akal, hati, dan panca indera. Niscaya, jika ketiga unsur tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (mendidik), akan menjadi kekuatan sangat besar yang memungkinkan potensi diri terus berkembang secara maksimal.

Klinik Pendidikan MIPA punya tips & trik agar mudah dalam menghadapi Olimpiade Matematika tingkat Nasional bahkan Internasional. Daftar disini

Meskipun dalam kondisi berpuasa, tak menyurutkan antusias peserta untuk mengikuti rangkaian pelatihan sejak pagi hingga sore hari. Bahkan, para guru menjadikan pelatihan suprarasional sebuah momentum emas untuk semakin meningkatkan derajat manusia. “Saya pun meyakini jika kita melakukan sesuatu karena Allah (berlandaskan keikhlasan). Maka, tabungan jiwa kita pun akan bertambah. Sehingga bukan hanya kapasitas individu saja yang meningkat, tetapi derajat kita pun akan meningkat,” ujar Ade Indriani selaku Guru KPM Cabang Depok.

Hal senada dengan Ade Indriani, Saeful Bahri, staff administrasi Kelas Panahan, mengaku kembali termotivasi seusai mengikuti pelatihan suprarasional. Hal tersebut menambah keyakinannya bahwa rezeki besar dan masa depan yang berkualitas akan menghampiri, jika seseorang giat dan rutin dalam melakukan aktivitas ibadah.

Tim Media 

Read more...

KPM Sebarluaskan MNR dan SMS lewat Pelatihan MNR

 Foto: Peserta Pelatihan MNR Klinik Pendidikan MIPA/Dok. KPM

Bogor – Sejak berdiri di tahun 2001, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) konsisten berkiprah dan berupaya memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan Indonesia melalui penyebarluasan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sistem Metode Seikhlasnya (SMS). Pelatihan MNR menjadi salah satu program yang dirancang KPM untuk membekali pemahaman ilmu secara utuh bagi siapa saja yang tertarik untuk mendalami sekaligus turut menyebarluaskan MNR dan SMS. Agenda pelatihan MNR yang baru selesai digelar (07 – 10/05) dihadiri para peserta dari Bogor, Jakarta, Bekasi, Cikarang, Lamongan, Surabaya, Gresik, dan Palembang. Kegiatan pelatihan berlangsung selama empat hari di ruko Laladon Ciomas, Kab. Bogor.    

“Pelatihan MNR diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih bagi dunia pendidikan Indonesia dengan cara menyebarluaskan MNR dan SMS, serta membekali ilmu cara berpikir suprarasional kepada para peserta pelatihan. Semangat yang terbangun pada diri para peserta adalah semangat untuk menimba ilmu dan menyebarkan kembali ilmu yang didapatkan kepada pihak lain agar berlimpah manfaat.” ungkap Ryky Tunggal Saputra Aji, Kepala Divisi Pelatihan KPM. Menariknya, para peserta yang mengikuti pelatihan MNR memiliki latar belakang profesi yang beragam seperti guru, dosen, mahasiswa, karyawan swasta, bahkan ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan pada konsep MNR dan SMS.

Suryani, guru SDIT Al Muhajirin Gunung Putri Bogor menceritakan bahwa dirinya sudah memiliki buku-buku MNR jauh sebelum mengikuti pelatihan MNR. Dari proses membaca buku MNR, dirinya penasaran untuk lebih mendalami MNR. Hal lain yang membuatnya makin penasaran, KPM menerapkan SMS ketika menyelenggarakan pembelajaran MNR. “Sistem seikhlasnya itu tak masuk akal. Namun faktanya, KPM tetap bisa berjalan dengan SMS. Saya termotivasi ikut pelatihan untuk memahami MNR dan SMS secara utuh.” urai penggemar aktivitas membaca ini. Suryani merasa sangat senang dengan kemasan pelatihan yang mengombinasikan berbagai aktivitas untuk membahas teori, praktik dan simulasi, eksplorasi matematika, serta kegiatan kunjungan ke kampung matematika dan toko jarang untung. “Selepas ikut pelatihan ini, saya akan membagikan ilmu dengan membuka Rumah Pendidikan MIPA (RPM).” tegasnya.

Begitu pula halnya yang dirasakan Sarah Mustari ihwal acara pelatihan MNR. “Dari acara ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman dengan sesama peserta yang datang dari berbagai daerah dan latar belakang profesi berbeda. Sungguh pelatihan ini memberikan inspirasi untuk melakukan pembelajaran matematika yang mampu mengasah nalar anak-anak. Saya senang karena bisa menambah wawasan dan menambah teman.” tutur guru SDIT Insan Kamil Cikarang ini. Sebagai bukti komitmen untuk turut menyebarluaskan MNR dan SMS, sekolahnya berencana akan membuka program Klub Matematika Seikhlasnya (KMS) lewat sinergi yang dijalin bersama KPM.

Tim Media

Read more...

Hai Penggemar MIPA, Jangan Lewatkan Kompetisi Nasional OMSI 2019

Foto: Babak Penyisihan OMSI Se-Indonesia Ke-3 di Cikarang-Jawa Barat/Dok. RPM Cikarang

Bogor, Jawa Barat – Memasuki tahun ke-4, Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) akan kembali digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM). OMSI Se-Indonesia ke-4 merupakan kompetisi tingkat nasional yang memadukan mata pelajaran matematika dan sains.

Perhelatan OMSI akan berlangsung pada tanggal 21 Juli 2019 (babak penyisihan), diperuntukkan bagi pelajar kelas 4-5 SD/sederajat T.A 2018/2019. Puncaknya, peserta terbaik dari babak penyisihan akan berkompetisi di babak final pada tanggal 01 September 2019.

Pada tahun 2018, perhelatan yang menerapkan biaya pendaftaran “seikhlasnya” (sesuai kemampuan) ini sukses menjaring 3.137 peserta yang tersebar di 39 titik lokasi penyelenggara di berbagai daerah.

Kepala Divisi lomba KPM, Muchammad Fachri menuturkan, lomba OMSI ini sangat cocok bagi pelajar yang menginginkan tantangan berbeda, karena tes OMSI mengombinasikan tes ujian terhadap penguasaan bidang studi matematika dan sains.

“Kehadiran lomba ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk meraih prestasi sesuai bakat dan minat mereka di bidang matematika dan sains.” ujar Fachri.

Fachri juga menambahkan bahwa pihaknya akan menyediakan penghargaan berupa medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Tak hanya itu, para jawara OMSI tahun ini berpeluang mengikuti kompetisi internasional bergengsi, yakni International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang akan digelar di Vietnam.

Bagaimana sahabat, menarik bukan? Yuk ajak sahabat atau teman-teman terdekat untuk daftar dan mengikuti OMSI 4. Informasi & pendaftaran, Read1 Institute, HP: 0812 8546 962 / 0251-7522 612 (Bapak Tri). Formulir pendaftaran kolektif melalui sekolah dapat diunduh di sini. Sedangkan formulir pendaftaran individu dapat diunduh di sini.

Tim Media

Read more...

Mengasah Kreativitas Berpikir di Ajang Kompetisi AMO 2019

Foto: Pelaksanaan tes AMO Elimination Round di Sumedang/Dok. SMPIT Insan Sejahtera Sumedang

BOGORPLUS.COM-BOGOR-JAWA BARAT. - 1010 siswa-siswi kelas 1 - 6 SD berjibaku mengikuti Asia Mathematics Olympiad (AMO) Elimination Round 2019 pada hari Ahad (12/5) di beberapa daerah di Indonesia seperti Jabodetabek, Surabaya, Malang, Lumajang, Balikpapan, Yogyakarta, Lamongan, Sumedang, Serang, Banjar, Cikarang, Pontianak, Makasar, Bali, Solo, dan Semarang.

Menurut Kepala Divisi Lomba Klinik Pendidikan MIPA (KPM), M. Fachri, kompetisi AMO merupakan ajang kompetisi yang memfasilitasi kreativitas berpikir dan menguji mental berkompetisi anak-anak Indonesia.

Foto: Pelaksanaan tes AMO Elimination Round di Pontianak/Dok. SDK Kalam Kudus

Khadijah Naila Ibtisam (Kelas 5 SD), salah satu peserta AMO mengatakan bahwa lomba matematika ini sangat menantang karena soal-soal yang diujikan bersifat eksplorasi. "Ada soal susah, ada soal mudahnya juga. Lewat kompetisi ini, saya jadi bertambah wawasan dan pengalaman dalam menghadapi soal-soal eksplorasi matematika." ujar siswi SDI PB Soedirman yang bercita-cita ingin jadi dokter ini.

Hal senada disampaikan Sandhya Mahendra Dhaneswara (Kelas 6 SD). Siswa SD Global Islamic School ini merasa senang bisa mengikuti AMO karena dirinya dapat mengukur kreativitas berpikir dalam menyelesaikan soal-soal AMO. "Untuk menyelesaikan soal-soal AMO, kita perlu menggunakan logika berpikir yang baik. Semakin susah soalnya, kemampuan berpikir kita semakin terasah." ungkapnya.

Tim Media 

Read more...

Tim Pencak Silat KPM Unjuk Gigi di Ajang Kejuaraan Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019

Foto: Pelajar Klinik Pendidikan MIPA Raih Penghargaan di Ajang Merpati Open 2019/Dok. KPM

BOGORPLUS-DKI JAKARTA. – Tim pencak silat Klinik Pendidikan (KPM) unjuk gigi di ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019 dengan meraih 8 medali emas dan 10 medali perak. Ajang kejuaraan ini diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) BETAKO Merah Putih di GOR Ciracas, Jakarta Timur (01-04/05). Ada sekitar 1500 peserta turut berkompetisi di ajang kejuaraan pencak silat ini. Kejuaraan ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori prestasi dan kategori pemasalan. Kategori prestasi diikuti oleh peserta usia remaja (sekolah dan perguruan silat) dan peserta usia dewasa (perguruan silat, atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda), atlet dari Singapura). Sedangkan untuk kategori pemasalan diikuti oleh peserta dari sekolah, klub, maupun perguruan silat yang ada di Indonesia. Yang unik dan menarik, pada ajang kejuaraan ini diwarnai kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) gerakan Tunggal Tangan Kosong 15oo peserta.

Rian Ardiansyah (Koordinator Program Pencak Silat KPM) yang akrab disapa Kang Rian tak bisa menyembunyikan rasa bahagia atas raihan prestasi murid-muridnya. Tim pencak silat KPM turut serta dalam kejuaraan ini untuk menempa jiwa sportivitas anak-anak KPM dalam berkompetisi. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi para pesilat yang memiliki kepribadian yang kuat di atas landasan iman dan takwa. “Kami juga ingin mengukur sejauh mana keandalan sistem kurikulum dan sistem pengajaran program pencak silat KPM, apakah bisa relevan dan diterapkan di lapangan atau tidak lewat kompetisi ini?” ungkap Kang Rian saat dikonfirmasi mengenai tujuan keikusertaan pada ajang kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019.   

Foto: Sekitar 1500 Peserta Turut Berkompetisi di Ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpatin Open 2019/Dok. KPM

Lebih lanjut lagi, Kang Rian melihat banyak hal positif dari keikusertaan tim pencak silat KPM di ajang kompetisi pencak silat ini. Pertama, sikap kedisiplinan dan kemandirian anak-anak semakin terbangun dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari sikap murid-murid KPM saat sedang berlatih dan di luar latihan. Kedua, mental bertanding anak-anak semakin baik. Ketiga, potensi anak-anak semakin terlihat dan bisa terus dikembangkan di waktu mendatang. Keempat, besarnya kepedulian dan dukungan dari orang tua KPM untuk menunjang prestasi anak-anaknya di bidang pencak silat. “Meskipun prestasi gemilang sudah diraih, para pelatih pencak silat di KPM akan terus berbenah untuk menjaga bahkan meningkatkan prestasi di masa mendatang.” tegas Kang Rian. 

Foto: Pelajar KPM Raih Penghargaan di Ajang Merpatin Open 2019/Dok. KPM

Sementara itu, Izzati Maharani Yusmanda, juara 1 kategori tunggal untuk tingkat SD mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada kedua orang tuanya dan tim pelatih KPM yang sangat berjasa mengantarkan Izzati bisa meraih prestasi terbaik di ajang kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019. Dalam keterangan persnya, Izzati membagikan rahasia keberhasilannya menjadi juara. “Berlatih, berlatih, berlatih. Saya selalu berlatih rutin setiap sabtu di sekolah Darul Jannah. Selain itu, saya berlatih intensif jelang pertandingan untuk meningkatkan kekuatan fisik dan kualitas teknik. Tidak lupa saya selalu berdoa kepada Allah SWT.” urai siswi SDI Al Azhar 17 Bintaro Jakarta ini. Selain itu, Raden Surawisesa R. S. yang berhasil menjadi juara pada kategori tanding untuk tingkat SD menyampaikan rasa syukur atas capaian prestasinya. “Alhamdulillah semua ini terjadi karena izin Allah SWT dan ridho orang tua. Terima kasih untuk Kang Rian yang memotivasi saat lomba.” tutur siswa SD Insan Kamil ini. Selamat untuk tim pencak silat KPM.               

Berikut hasil lengkap capaian prestasi tim pencak silat KPM di event kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Merpati Putih Open 2019.

Hasil Pertandingan Tingkat SMP:

Juara 1

- Qaisha Firos Laudyamoza (tunggal)

- Ananda Muhammad (tanding)

Juara 2

- Raden Rahayuningati R. S. (tunggal)

- Sultan Alif H. (tanding)

- Meylina Fristy (tanding)

- Davi Ananda R. (tanding)

 

Hasil Pertandingan Tingkat SD:

Juara 1

- Izzati Maharani Yusmanda (tunggal)

- Rafa Darussalam (tunggal)

- Najmanida Rahma (tanding)

- Raden Surawisesa R. S. (tanding)

- Gizzel Fatima Afran (tanding)

- Devi Nurika Oktarifani (tanding)

Juara 2

- Enzo Muhammad Afran (tunggal)

- Leica Fatima Afran (tunggal)

- Gizzel Fatima Afran (tunggal)

- Naufal Alhafizh (tanding)

- Hanan Farros Primatama (tanding)

- Aria Rana Ramadhan (tanding)

Read more...

KPM Tingkatkan Kualitas SDM lewat Program Kelas Berpikir

Foto: Pertemuan perdana kelas berpikir karyawan KPM bersama Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra/Dok. Klinik Pendidikan MIPA

BOGORPLUS.COM-BOGOR-JAWA BARAT. – Pentingkah memiliki kecakapan berpikir? Cogito ergo sum, ‘aku berpikir maka aku ada’, demikian yang diutarakan Descartes, sang filsuf ternama dari Prancis. Berpikir merupakan salah satu keterampilan hidup yang harus dilatih. Karena berpikir merupakan aktivitas mental yang berfungsi untuk dapat menyelesaikan masalah, membuat keputusan, serta memahami sesuatu dengan baik.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyadari pentingnya upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara konsisten dan berkelanjutan. Salah satunya dengan membekali keterampilan berpikir bagi para karyawan KPM. Presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra menjadi narasumber dalam pertemuan perdana program Kelas Berpikir yang diselenggarakan di ruko KPM (9/5)Semua karyawan ditantang untuk bisa menyelesaikan tes kecakapan berpikir sejumlah 10 soal dalam waktu 20 menit. Selepas aktivitas pengerjaan soal selesai, Ridwan Hasan Saputra langsung memimpin proses diskusi dan pembahasan soal-soal yang diujikan.

Foto: Motivator Cara Berpikir Suprarasional, Ridwan Hasan Saputra/Dok. Klinik Pendidikan MIPA

Ridwan Hasan Saputra menjelaskan bahwa kecerdasan seseorang bisa diukur dari kemampuan berpikirnya. Jika kemampuan berpikirnya bagus, cara seseorang untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah juga akan bagus. “Keterampilan berpikir harus dilatihkan kepada para karyawan KPM. Karena karyawan dengan kecakapan berpikir andal adalah aset lembaga.” tegas Tokoh Perubahan Republika 2013 ini. Hal ini pun diamini Rheta Rezkianti, Kepala Bagian HRD yang menyampaikan bahwa tujuan utama dari program Kelas Berpikir adalah untuk meningkatkan mutu pola berpikir semua karyawan. Harapannya, program ini akan menjadikan SDM di KPM menjadi sosok yang cerdas, cepat dan tepat dalam bekerja maupun mengambil keputusan. “Program kelas berpikir akan dilaksanakan satu kali dalam sepekan. Para karyawan akan diberikan soal-soal yang menguji keterampilan berpikir logis-rasional agar mereka semakin mahir berpikir. Program ini sangat penting untuk pengembangan SDM dan pencapaian tujuan lembaga di masa mendatang.”  

Imam Permana yang sehari-hari bertugas sebagai security menyampaikan manfaat yang dirasakannya mengikuti program Kelas Berpikir. Dirinya mengaku bahwa berlatih berpikir sangat penting untuk mengembangkan potensi rasionalnya supaya kian terasah. Karena baginya, ketika memilki cara berpikir yang baik akan membuat dirinya lebih teliti dalam bekerja dan profesional saat bekerja. “Kalau cara berpikirnya bagus, hasil kerjanya akan bagus pula.” ungkap penggemar olah raga ini. Begitu pula yang dirasakan Joko Santoso, tim sarana prasarana di KPM. Menurutnya, program kelas berpikir sangat membantu meningkatkan daya nalar para karyawan KPM. Joko menuturkan, “Melatih kemampuan berpikir itu merupakan ungkapan syukur kita kepada Allah SWT yang dapat meningkatkan derajat kita sebagai manusia. Semakin manusia memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, insyaallah manusia akan semakin banyak bersyukur.”(as)

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com