Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

Items filtered by date: January 2020

19.503 Pelajar Bersaing di Ajang Penyisihan Kompetisi Sains Nalaria Realistik

Foto: Pelaksanaan KSNR di Banyuwangi, Jawa Timur/Dok. SDN Mojopanggung Banyuwangi

Bogor, Jawa Barat - Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) kembali digelar serentak di berbagai wilayah di Indonesia, Minggu (26/1/2020). Kompetisi yang di gagas kedua kalinya oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) ini diikuti sebanyak 19.503 peserta mulai kelas 4 SD hingga 9 SMP.

KSNR merupakan kompetisi sains bertaraf nasional yang diselenggarakan terbuka bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kecakapan berpikir nalar siswa sebagai proses meningkatan kekuatan literasi sains dalam memahami soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Foto: Pelaksanaan KSNR di Samarinda, Kalimantan/Dok. SD Bunga Bangsa Samarinda

Adapun lokasi pelaksanaan babak penyisihan KSNR Se-Indonesia Ke-2 tersebar di 69 titik lokasi dari 19 provinsi yang meliputi, provinsi Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Foto: Pelaksanaan KSNR di Mataram, Nusa Tenggara Barat/Dok. SD SMP KRISTEN ALETHEIA AMPENAN

Foto: Pelaksanaan KSNR di Samarinda, Kalimantan/Dok. SD Bunga Bangsa Samarinda

Kompetisi yang mengusung bayaran seikhlasnya ini sukses menyita perhatian publik. Pasalnya, pada tahun pertama digelar (2019) diikuti 5.983 peserta. Sedangkan pada tahun 2020 terjadi peningkatan jumlah peserta hingga tiga kali lipat, yakni 19.503 peserta. Dengan menerapkan biaya seikhlasnya (sesuai kemampuan peserta) siapapun dan dari kalangan manapun dapat mengikuti kompetisi ini tanpa terkendala biaya. Keunikan lainnya dari kompetisi KSNR adalah para juara dan finalis memiliki kesempatan menjadi tim Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional di tahun 2020 yaitu International Science Competition (ISC) Malaysia dan International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) .

Pimpinan Divisi Lomba dan Pelatihan KPM, Herman Hadiwijaya mengaku bersyukur atas peningkatan animo masyarakat terhadap event KSNR Ke-2. “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dengan tingginya minat terhadap ­event KSNR,” ungkapnya.

“Melihat fenomena tersebut, hal ini membuktikan bahwa pelajar Indonesia masih haus akan atmosfer kompetisi dan kami menilai kompetisi sains akan menjadi primadona di Indonesia di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Herman menambahkan, selain sebagai ajang kompetisi, KSNR juga menjadi ajang refleksi bagi orangtua, siswa, guru, dan insan pendidik pentingnya memotivasi anak-anak sejak dini untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi sebagai bekal pengalaman dan pelajaran berharga di masa yang akan datang. “KSNR bukan hanya sebagai ajang menguji kemampuan sains, namun jauh lebih penting dari sekedar berkompetisi, anak-anak Indonesia dapat mengambil pelajaran dari KSNR yaitu memiliki motivasi daya juang yang tinggi, jujur, cakap dalam berpikir, dan memiliki jiwa sportivitas. Sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi Indonesia,” tutupnya.

Komitmen KPM untuk menghadirkan kompetisi berkualitas tak hanya membidik kalangan pelajar saja. Pada tanggal 23 Februari 2020 mendatang, KPM juga akan menghelat Babak Penyisihan Olimpiade Guru Matematika (OGM) Se-Indonesia Ke-5. Sedangkan untuk kalangan pelajar, KPM masih memiliki event bergengsi lainnya, yakni International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC), Indonesia International Mathematics Competition (IIMC), dan International Mathematics Contest Singapore (IMCS).

Tim Media

Read more...

KPM Kembali Gelar Pelatihan Matematika Nalaria Realistik

Foto: Peserta Pelatihan MNR Batch 1 Tahun 2020/Dok. KPM

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menggelar Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) pada 14-17 Januari 2020. Tercatat pada tahun 2019, Pelatihan 4 hari 3 malam ini sudah diikuti sebanyak 108 peserta yang berasal dari kalangan guru, akademisi, dan mahasiswa/I.

Dikutip dari laman www.kpmseikhlasnya.com Matematika Nalaria Realistik (MNR) merupakan suatu terobosan dalam pembelajaran Matematika. MNR lebih menekankan penggunaan nalar dalam memahami Matematika, sehingga pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran Matematika di sekolah. Dengan MNR, siswa diajarkan untuk menganalisis masalah, menarik kesimpulan dan menyelesaikan masalah dengan berbagai metode pemecahan masalah yang berlogika.

Ghita Intan Prameswari selaku peserta mengaku telah menantikan untuk dapat mengikuti pelatihan MNR. “Sudah sejak lama ingin ikut karena tertarik dan penasaran tentang metode MNR dan strategi memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa” kata Ghita.

Guru Matematika MTs Sirojul Munir Bogor ini bersyukur dapat menjadi bagian dari pelatihan MNR. “Jarang sekali lembaga pendidikan yang menerapkan sistem bayaran seikhlasnya, namun tetap menyajikan materi berkualitas. Semoga ilmu ini menjadi bekal saya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah,” ungkap Ghita.

Senada dengan Ghita, Sudirman, guru SMPN 6 Makassar ini tergugah untuk mengkaji lebih jauh tentang MNR dan Suprarasional setelah membaca buku karya Ridwan Hasan Saputra yang berjudul Cara Berpikir Suprarasional. “Buku Cara Berpikir Suprarasional membuat saya tersadar ternyata ada model pembelajaran dan pesan kehidupan yang luar biasa. “Alhamdulillah pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai bekal saya sebagai seorang guru dalam mendidik anak-anak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, KPM memang kerap kali menggelar program pelatihan. Dalam prosesnya, pelatihan yang digagas KPM tidak hanya dikhususkan untuk guru saja, namun juga pelatihan olimpiade bagi siswa hingga pelatihan motivasi suprarasional bagi pekerja non formal.

Berikut agenda pelatihan yang akan diselenggarakan KPM mulai bulan Januari hingga Maret 2020 di antaranya, Pelatihan Sains Nalaria Realistik (SNR), Pelatihan Olimpiade IPA Tingkat Sekolah Dasar, Pelatihan Olimpiade Guru Matematika, Pelatihan Olimpiade Guru IPA, dan Pelatihan Olimpiade Matematika bagi siswa. Cara proses pendaftaran dapat menghubungi Tim Pelatihan KPM (narahubung 0812 9943 9363 atau 0812 8188 2562).

Tim Media

Read more...

Suprarasional dan MNR Jadi Spirit Raudlatul Jannah Bogor Tingkatkan Kompetensi Guru

Foto: Ridwan Hasan Saputra memberikan motivasi cara berpikir suprarasional kepada guru dan karyawan Yayasan Nurul Ar Raudlatul Jannah Bogor/Dok. KPM

Kab. Bogor, Jawa Barat – Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi merupakan keharusan di tengah makin ketatnya kompetisi di abad 21. Pola pembelajaran yang tepat menjadi sebuah keniscayaan para insan pendidik.

Melihat fenomena tersebut, Yayasan Nurul Ar Raudlatul Jannah menggelar pelatihan motivasi cara berpikir Suprarasional dan Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR) bagi guru dan karyawan, Rabu-Kamis, 8-9 Januari 2020.

Ketua Pelaksana, Pupung Halimah, mengatakan, peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas karena mutu pendidikan bergantung pada kualitas dan kompetensi kepribadian dan sosial seorang guru.

Foto: Peserta pelatihan suprarasional/Dok. KPM

"Kami berharap dari pelatihan suprarasional bersama Pak Ridwan, kompetensi kepribadian dan sosial para guru dan karyawan jauh lebih baik dan lebih meningkat,” katanya.

"Kemudian, untuk melatih profesional dan pedagogiknya kita bekali para guru dengan metode pembelajaran MNR. Mudah-mudahan dari dua ilmu yang dibekali ini dapat memperkuat komponen hati dan akal para guru dalam membina peserta didik,” imbuhnya.

Pada hari pertama sebelum mengikuti pelatihan MNR, para peserta terlebih dahulu dibekali motivasi cara berpikir suprarasional dari sosok Ridwan Hasan Saputra (RHS)

Sedangkan pada hari kedua, peserta dibekali materi metodologi pembelajaran MNR seperti, masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, dan eksplorasi matematika.


Foto: Permainan Berlian Matematika (PBM) di sesi eksplorasi/Dok. KPM

RHS berpesan jika ingin menjadi guru berkah dan memiliki kompetensi mumpuni, tidak perlu kalang kabut dengan mencari usaha lain dan berorientasi pada harta. Justru sejatinya, guru menjadi jangkar dengan fokus mengoptimalkan potensi akal, hati, dan panca indera. Niscaya, melalui cara ini wadah rezeki seorang guru akan besar dan mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka.

“Selain itu, jika ingin hidup sukses, maka hidupkanlah hati dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niscaya, Allah akan mempermudah urusan kita,” tegas RHS ketika menyampaikan benang merah dari pelatihan suprarasional.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Raudlatul Jannah Ciawi, Edi Sutisna memberikan apresiasi kepada RHS dan tim KPM atas dukungannya memberikan motivasi dan pelatihan MNR. “Kami sangat bersyukur dan materinya menginspirasi, karena pertama kalinya mendapatkan pelatihan model seperti ini. Ada satu hal, yakni prakteknya yang terpenting menurut pesan Pak Ridwan, satu atau dua hal aktivitas suprarasional yang harus dilakukan secara rutinitas, kita akan buat program seperti itu secara bersama-sama,” pungkas Edi.

Tim Media

 

 

Read more...

Indonesia Raih Prestasi di Ajang Olimpiade Matematika CFM 2019

 

Bogor, Jawa Barat – Siswa Indonesia kembali meraih prestasi membanggakan di ajang internasional. Kali ini, Indonesia meraih prestasi 3 medali emas, 18 medali perak, dan 40 medali perunggu dari perhelatan Challenge For Future Mathematicians (CFM) yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 Desember 2019, bertempat di Sentul-Bogor, Jawa Barat.

Tahun 2019 ini Challenge For Future Mathematicians (CFM) diikuti 174 peserta dari 5 negara, di antaranya: Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Pada pelaksanaan kompetisi, terbagi dalam tiga kategori, yakni Individual Contest, Team Contest, dan Puzzle Contest.

Peraih Medali Emas, Raden Surawisesa Ridwan Saputra atau yang kerap disapa Allam mengaku senang dengan hasil yang diraih. “Alhamdulillah, senang dan bersyukur meraih meraih medali emas,” ungkapnya. Awalnya Allah tak menduga, namun Ia merasa ikhtiar yang dilakukan kini berbuah manis.

Foto: Raden Surawisesa Ridwan Saputra saat menerima penghargaan medali perunggu/Dok. KPM

“Sebelum lomba, saya terus latihan soal, apalagi sebelumnya pernah menjadi tim IMSO KPM. Minimal  dalam sehari saya mengerjakan 40 soal (1 bab),” tuturnya. Selain aktivitas belajar, pelajar SD Insan Kamil Bogor ini menyempurkan ikhtiarnya dengan aktivitas ibadah sunah, salah satunya ibadah Salat Duha.

Selain Allam, Joshia Edward Gamaliel, peraih medali perak mengaku gugup dengan soal-soal yang disajikan CFM. “Meskipun cukup menantang, namun bagaimanapun saya tetap berusaha semaksimal mungkin agar dapat mengharumkan nama Indonesia,” ujar pelajar SDK Kalam Kudus Pontianak ini.

Foto: Joshia Edward Gamaliel (kedua dari kiri) peraih medali perak/Dok. KPM

 “CFM adalah sebuah lomba yang memang disiapkan untuk para pemula yang belum mendapatkan pengalaman kompetisi di bidang Matematika internasional. Hadirnya CFM di Indonesia diharapkan dapat membangkitkan semangat anak-anak untuk mencintai Matematika,” kata presiden Direktur KPM, Ridwan Hasan Saputra (RHS)

Di samping itu, event Challenge For Future Mathematicians (CFM) diharapkan dapat menjadi wadah untuk menambah pengalaman berkompetisi, bertemu teman baru, dan mengasah kemampuan ilmu Matematika serta membangkitkan semangat anak-anak agar menyenangi mata pelajaran Matematika.

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com