Menu
RSS
Banner Top Topik Sepekan

LPI Luqman Al Hakim Kembangkan Pembelajaran Berbasis Suprarasional di Balikpapan

Foto: Trainer KPM, Ryky Tunggal Saputra memberikan pelatihan MNR & Suprarasional di LPI Luqman Al Hakim Balikpapan/Dok. KPM

Bogorplus.com-Balikpapan, Kalimantan Timur – Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada era globalisasi ini persaingan dalam berbagai aspek semakin ketat. Terlebih dalam bidang ilmu pengetahuan, semakin hari menunjukkan perkembangannya dengan melahirkan berbagai inovasi pembelajaran.

Menyajikan proses pembelajaran yang bervariasi dan memicu keterampilan berpikir anak merupakan keniscayaan yang harus ditanamkan sejak dini pada generasi muda.

Cek koleksi produk buku terbaru dari KPM Mart, klik disini

Upaya inilah yang kemudian digagas LPI Luqman Al Hakim Balikpapan untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis nalar. Pada tanggal 04-05 Januari 2019, lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Sultan Alaudin, Karang Bugis, Balikpapan, menggelar pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan motivasi cara berpikir suprarasional.

“Berpikir suprarasional merupakan fitrah sesungguhnya seorang manusia. Sebagai seorang hamba Allah, yang lebih utama adalah mempertajam hati, kemudian akal, baru panca indera, sehingga apa yang kita kerjakan selaras dan mendapat Ridho dari Allah Swt,” ungkap Ustadz Muzakkir selaku Direktur LPI Luqman Al Hakim Balikpapan.

Ustadz Muzakkir bersyukur karena lembaganya dapat bersinergi dengan KPM. “Kita ketahui, KPM tak hanya berorientasi pada akademik saja, melainkan fokus pada kualitas pembentukan karakter anak. Sehingga hal tersebut dinilai sejalan dengan visi-misi lembaga dan sangat membantu para guru dalam memberikan pembinaan pada siswa. Terlebih cara berpikir yang diajarkan mampu mengasah dan mempertajam rasa ingin tahu anak dan ditekankan dengan sangat kontekstual,” jelasnya.

Di samping itu, Ustadz Muzakkir berharap, hubungan kerja sama yang telah terjalin ini dimanfaatkan para keluarga LPI Luqman Al Hakim untuk mengkaji lebih dalam metode MNR dan suprarasional, agar mampu melahirkan generasi yang kuat, kuat aqidahnya, kuat ibadahnya, dan memiliki keterampilan hidup untuk menjawab problematika umat di hari ini dan di masa yang akan datang.

Tim Media 

Read more...

Kelola Stres jadi Eustress dengan Cara Berpikir Suprarasional

Foto: Kang Asep Sapa'at membekali motivasi kepada siswa dengan suprarasional/Dok. SDIT Birrul Walidain Bogor

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat -- Tak semua stres itu negatif. Ada stres yang berdampak positif, namanya eustress. Dalam kondisi eustress, anak-anak jadi tertantang lebih semangat belajar. Sharing motivasi suprarasional dilakukan untuk menciptakan kondisi eustress bagi anak-anak Birrul Walidain, bertempat di SDIT Birrul Walidain Bogor, Jumat (11/01/2019).

Ujian Nasional (UN) kerap jadi sumber stres bagi anak-anak kita. Namun, dengan asupan cara berpikir suprarasional, stres bisa diubah menjadi eustress. Asep Sapa'at, motivator suprarasional mengajak anak-anak melakukan simulasi permainan. Dari simulasi permainan tersebut, anak-anak diajak melakukan refleksi diri.

Dapatkan buku suprarasional karya Ridwan Hasan Saputra di KPM Mart klik disini

Mana yang lebih berpeluang jadi juara, anak yang bersemangat atau malas belajar? Mana yang bisa meraih hasil UN gemilang, anak yang belajar cerdas atur strategi atau belajar tanpa strategi? Siapa yang bakal tersenyum bahagia saat pengumuman hasil UN, anak yang ikhlas belajar karena kesadaran sendiri atau anak yang harus dipaksa belajar oleh orang tua dan guru? Anak-anak Birrul Walidain bergantian menjawab pertanyaan dari narasumber.

Karomah Labibah Musyaffah, siswa kelas 6 SDIT Birrul Walidain mengungkapkan kesannya mengikuti sesi motivasi, "Saya senang mengikuti kegiatan ini. Materinya disajikan lewat simulasi. Jadi, saya bisa mudah memahami materi. Intinya, kalau mau berhasil hadapi UN harus belajar keras, belajar cerdas, dan belajar ikhlas."

"Anak-anak harus dibantu disadarkan bahwa UN adalah salah satu tahapan dalam hidup. Berhasil atau gagal, tergantung kesiapan mereka. Dalam konsep cara berpikir suprarasional, merencanakan dan melakukan kesusahan bisa menghasilkan kegembiraan. Maka, anak-anak harus berjuang sungguh-sungguh dari sekarang agar dapat meraih hasil UN yang memuaskan di kemudian hari."

"Anak-anak harus dibantu disadarkan bahwa UN adalah salah satu tahapan dalam hidup. Berhasil atau gagal, tergantung kesiapan mereka. Dalam konsep cara berpikir suprarasional, merencanakan dan melakukan kesusahan bisa menghasilkan kegembiraan. Maka, anak-anak harus berjuang sungguh-sungguh dari sekarang agar dapat meraih hasil UN yang memuaskan di kemudian hari.", ungkap Kang Asep Sapa'at, motivator suprarasional yang gemar membaca ini.

Di akhir sesi, Kang Asep bertanya, "Unjuk tangan, siapa yang ingin berhasil lewati UN?" Semua siswa SDIT Birrul Walidain angkat tangan. "Bagaimana cara agar lulus UN?", tanya Kang Asep. Semua siswa Birrul Walidain serempak menjawab, "Belajar Lebih Keras, Belajar Lebih Cerdas, Belajar Ikhlas."

Tim Media 

Read more...

Bangkitkan Semangat Belajar Siswa SDI Al Azhar 2 Pasar Minggu dengan Suprarasional

Foto: Jelang UN, Pelajar SDIA 2 Pasar Minggu dibekali Motivasi Suprarasional/Dok. KPM

Bogorplus.com-Jakarta -- Tahun baru, semangat baru. SD Al Azhar 2 Pasar Minggu pun punya cara tersendiri menyuntikkan semangat terbarukan kepada siswa-siswinya agar siap menghadapi Ujian Nasional (UN). Sekolah yang berlokasi di Jl. Mujair Raya Pasar Minggu ini membekali siswa-siswinya dengan ilmu cara berpikir suprarasional, Jumat (04/01/2019) lalu. 

Kegiatan yang diikuti oleh 110 peserta ini berlangsung dari pukul 19.30 – 21.00 WIB. Meskipun kegiatan  berlangsung di malam hari, namun tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menyimak pemaparan materi suprarasional. Selain mendapatkan motivasi suprarasional, para peserta diharapkan dapat menjadi lebih kuat secara mental maupun spriritual dalam menghadapi UN, serta mendapatkan hasil yang terbaik dengan segala doa dan ikhtiar yang sudah dilakukan.

Seperti yang diungkapkan langsung oleh salah satu peserta, “Dari materi yang disampaikan, kami diajarkan untuk selalu rajin belajar dan berdoa kepada Allah SWT. Selain itu, kami mendapatkan ilmu 7 resep cerdas dalam menuntut ilmu.” tutur Arly Muhammad Mumtaz dengan penuh antusias.

Selain itu, salah satu guru yang menjabat sebagai guru Bimbingan Konseling turut menyampaikan gagasannya mengenai tujuan penyelenggaraan kegiatan ini, “Alhamdulillah, untuk tahun ini kami menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan agar para siswa menjadi pribadi yang lebih bertakwa dalam menjalankan ibadah. Selain itu pula, diharapkan setelah mereka mendapatkan motivasi suprarasional, mereka lebih percaya diri serta yakin dengan kemampuan yang mereka miliki untuk menghadapi Ujian Nasional.” pungkas P. Kemala Intan, S.Pd.

Tim Media 

Read more...
Topik Banner Bottom
ads by bogorplus.com