Menu
RSS
Top Banner Nasional

Jalan Perjuangan Menuju Semifinal KMNR 14

Foto: Perjuangan pelajar RPM Literasi menuju Kota Palembang untuk mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. Adi Saputro

Bogorplus.com-Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan - Tak ada jalan mudah mencapai cita-cita. Hal ini berlaku bagi semua orang, tak terkecuali bagi 8 siswa binaan RPM Literasi Petir yang lolos ke semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke-14.

Anak-anak yang tinggal di SP1 Desa Sumber Hidup Kec. Pedamaran Timur Kab. Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan harus berjuang ekstra keras untuk bisa meraih keberhasilan di babak semifinal KMNR 14.

Foto: Perjuangan pelajar RPM Literasi menuju Kota Palembang untuk mengikuti babak penyisihan KMNR 14/Dok. Adi Saputro

Persiapan sudah dilakukan dengan mengadakan pembinaan intensif bagi para siswa yang lolos ke babak semifinal. Tantangan berikutnya yang tak mudah adalah menyiapkan fisik para siswa menuju lokasi pelaksanaan semifinal KMNR 14 di Palembang. Banyak wilayah di Kab Ogan Komering Ilir merupakan daerah rawa gambut, termasuk wilayah Pedamaran Timur. Ketika musim penghujan datang dan air rawa meluap, maka jalan utama dari Kec. Pedamaran Timur menuju kota Palembang tidak dapat dilalui mobil. Agar tetap bisa melakukan perjalanan, para guru relawan dan para siswa RPM Literasi Petir harus menaiki perahu kayu/sampan dan kemudian berganti mobil lagi untuk melanjutkan perjalanan. "Kami harus menginap semalam sebelum acara semifinal dilaksanakan karena tak mungkin berangkat tepat di hari pelaksanaan." ujar Adi Saputra, pengelola RPM Literasi Petir penuh antusias.

Tim Media

Read more...

RPM Literasi Petir, Jalan Cita bagi Anak-anak Pedamaran Timur

Foto: Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Literasi Petir/Dok. Adi Saputro

Bogorplus.com-Kab Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan - Dengan semangat kerelawanan, sebuah komunitas guru di kecamatan Pedamaran Timur (Petir) menjadi jalan cita bagi anak-anak di sana. Pak Adi Saputro, salah satu relawan guru di bidang talenta unggul matematika, memberikan bimbingan belajar dengan bayaran seikhlasnya. Mengapa Pak Adi menetapkan bayaran seikhlasnya?

Kisah ini bermula saat Pak Adi diutus oleh Literasi Petir untuk mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik 4 Hari 3 Malam yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Bogor pada tahun 2017. Di tahun 2018, setelah ada 4 relawan guru lain dari Literasi Petir yang mengikuti pelatihan Matematika Nalaria Realistik dan pelatihan Sains Nalaria Realistik, komunitas Literasi Petir mengajukan permohonan membuka Rumah Pendidikan MIPA Literasi Petir. Itu awal mula RPM bisa menyapa anak-anak Pedamaran Timur.

RPM Literasi Petir membuka program bimbingan belajar reguler, bimbingan belajar intensif untuk persiapan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Dengan komitmen dan semangat belajar para guru relawan, 102 siswa mengikuti babak penyisihan KMNR ke-14, dan 8 siswanya lolos ke semifinal. Luar biasa! Tetap semangat berkarya para guru relawan RPM Literasi Petir.

Tim Media

Read more...

Menelisik Aktivitas Dua Pelajar KPM di Ajang Science Camp Malaysia

Foto: Tim KPM di ajang 1st Malaysia International Science Camp (MISC) 2018/Dok. KPM 

Bogorplus.com-Bogor-Jawa Barat – Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali mengirimkan dua pelajarnya ke ajang internasional. Event yang diikuti KPM kali ini adalah 1st Malaysia International Science Camp (MISC)  2018. Acara yang diprakarsai Kedah State Education Departement, Kementerian Pendidikan Malaysia, digelar pada tanggal 13-15 Oktober 2018.

Dua pelajar KPM tersebut adalah Teuku Athmarsyah Ali (SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta) dan Majahayyu Rachmani Harju (SDIF Al Fikri Depok). Athmar dan Maja merupakan dua dari 122 peserta lain yang mendapatkan pengalaman menarik mengikuti aktivitas Science Camp. Selain Indonesia, negara peserta Science Camp adalah Filipina, Thailand, dan Malaysia selaku tuan rumah.

Foto: 1st Malaysia International Science Camp (MISC) 2018 di Langkawi-Kedah/Dok. KPM

Kepala Divisi Lomba, Muchammad Fachri menjelaskan, acara yang berpusat di Langkawi-Kedah bertujuan memfasilitasi dan memberikan ruang pengembangan minat dan bakat siswa/siswi dalam peningkatan kemampuan pemahaman science yang berkaitan dengan pendidikan STEM (Science, Technology, Enginering and Mathematic).

“Adapun bentuk kegiatannya berupa eksperimen dan pemberian materi tentang sains, yang meliputi: science exploration, discovery of science, STEM innovation, STEM conclusion, STEM conclusion and STEM friendship exchange program,” jelas Fachri.

Keikutsertaan dua siswa KPM merupakan suatu anugerah karena KPM menjadi satu-satunya lembaga di Indonesia yang diundang ke ajang MISC. Rupanya, tim dari Indonesia pun memiliki pengalaman berharga dan menarik untuk dibagikan kepada publik.

Teuku Athmarsyah Ali (8 tahun) mengaku bersyukur dapat mengikuti Science Camp di Malaysia bersama KPM. “Alhamdulillah senang, pulang dapat oleh-oleh ilmu dan souvenir,” ujar siswa kelas 3 SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta ini.

Bagi Maja (sapaan Majahayyu Rachmani Harju), event Science Camp di Malaysia merupakan ajang menambah teman baru, di antaranya Asfa dan Vivi yang merupakan teman baru asal Kedah. Selain itu, aktivitas yang beragam, banyak, dan bermanfaat membuat siswi kelahiran Pamekasan 9 tahun silam ini bersemangat mengikuti kegiatan MISC (Malaysia International Science Camp).

Berikut informasi umum terkait kegiatan 1st Malaysia International Science Camp (MISC)  2018.

Foto: Aktivitas Science Exploration/Dok. KPM

Science Exploration

Materi pertama Science Camp hari Minggu (14/10/2018) dimulai pukul 08.00 MST (Malaysia Standart Time), yakni tentang Science Exploration. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok berisi peserta dari masing-masing negara. Para peserta diberikan tantangan mengunjungi 6 pos yang berbeda untuk melaksanakan eksperimen sains. Keenam pos ini pun diberi nama sesuai eksperimennya masing-masing, di antaranya: Red cabbage indicator colour changing potions (POS 1), Raising raisins–Baking Soda Investigation (POS 2), Lemon battery (POS 3), ice cream in a bag experiment (POS 4), Race Car (POS 5), dan pembuatan baterai yang berasal dari kaleng minuman (POS 6).

Foto: Aktivitas Discovery of Science/Dok. KPM

Discovery of Science

Pada sesi ini, tim masih mengikuti program eksperimen seperti pada sesi sebelumnya. Namun, bedanya pada sesi ini mengusung tema “Bumi Hijau”. Sedikitnya terdapat 5 pos praktikum yang membuktkan efek pencemaran dan pemanasan global. Kemudian, terdapat juga pos diorama ekosiSTEM dan pos terakhir pembuatan pop-up rantai makanan.

Foto: STEM Innovation kenalkan para peserta optimalisasi software untuk memudahkan penggunaan elektronik/Dok. KPM

STEM Innovation

Sesi ini memadukan pengetahuan unsur Science, Technology, Enginering and Mathematics. Tema yang diusung yakni inovasi mengembangkan teknologi melalui sebuah software agar memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Berikutnya, para peserta juga dikenalkan juga membuat robot mini (masih menggunakan software yang sama).

Foto: Aktivitas STEM Conclusion/Dok. KPM

STEM Conclusion

Pada sesi ini, para peserta diberikan tantangan merangkum dari aktivitas eksperimen yang telah dilakukan. Disinilah para peserta dibekali bagaimana cara membuat presentasi yang sederhana dan menarik meskipun dari sebuah kertas dan spidol. Hingga akhirnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya masing-masing dan diberikan penilaian/kesimpulan dari pemateri.

STEM Friendship Exchange Program

Tibalah saatnya event ini mencapai puncaknya. Pada keesokan harinya, Senin (15/10/2018) para peserta diberikan kesempatan untuk saling berkenalan dan saling tukar-menukar cendera mata masing-masing. Seluruh peserta pun antusias mengikuti jalannya kegiatan karena tak terasa waktu perjumpaan yang bermakna akan berakhir. Sebelum kembali ke negara masing-masing, peserta dibekali motivasi agar aktivitas science camp ini dapat diterapkan dan bagikan kepada rekan-rekannya dan berharap menjadi calon penerus dalam menekuni bidang ilmu pengetahuan.

Tim Media

Read more...